
Lanjut ke masa sekarang.
"San, besok ada proyek besar yang harus kita kerjakan bersama. Pak Santoso ingin kita berdua yang menangani proyek ini" kata ku saat aku sampai di meja kerja santi
"Oh ya?" Santi tidak menatap ia sibuk memainkan laptop di hadapan nya. Entah mengapa, akhir-akhir ini dia terlihat berubah kepada ku. Bahkan, dia juga angkat kaki pindah dari kos kami dan pergi mencari tempat baru. Alasan nya karena ia sudah mampu untuk menyewa kos yang lebih bagus dari tempat kami sekarang. Aku tidak menghalanginya untuk pindah. Itu adalah hak nya. Namun semakin ke sini Santi semakin sulit untuk di hubungi. Padahal dulunya kami begitu dekat dan sangat akrab.
"Dimana tempat pertemuan kita bersama klien?" Tanya nya yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Di hotel xxxxx" Jawab ku singkat.
"Oke, mana berkasnya biar aku pelajari dulu"
__ADS_1
"Oke, ini" Kataku memberikan berkas yang sudah ku fotokopi untuk Santi agar mudah di pelajari bersama.
"San, apa aku ada salah kepada mu?" Tanya ku dengan bimbang.
Santi menghentikan kesibukan nya dia menoleh ku dengan sedikit kesal.
"Salah? Salah apa ya?" Kembali Santi yang bertanya.
"Berubah? Berubah bagaimana? Jadi power rangger? Kan tidak" Jawab nya dengan sedikit bercanda.
"Ya gak jadi power rangger juga sih san. Sikap kamu yang berubah. Kamu seperti menghindar terhadapku. Kamu bukan seperti Santi yang dulu"
__ADS_1
"Ya, aku memang bukan Santi yang dulu. Santi yang dulu telah mati. Dan kamu yang membunuh nya. Kamu tahu jika aku mencintai Riko. Kenapa kamu masih dekat-dekat dengan dia? Apa lagi seperti nya kamu menyukai dia dan memberikan secercah harapan kepada dia" Batin Santi menjerit
Padahal, Aku hanya menganggap Riko sebagai sahabat. Beberapa kali sudah ku jelaskan kepada nya bahwa Santi menyukai nya dan meminta Riko untuk mencoba membuka hati kepada gadis itu. Namun Riko hanya diam dan selalu berkata "Cinta tidak untuk di paksa Ya. Sudah ada seorang gadis yang mengisi hati ini. Sulit bagi ku untuk mencoba menerima gadis lain"
"San, kenapa bengong" Tanya ku lagi.
"Bukan apa-apa. Aku masih ada urusan. Aku harus pergi besok kita akan bertemu di hotel xxxxx. Berkasnya akan aku pelajari nanti" Katanya meninggalkan ku masih bingung.
"Santi, kamu kenapa sih? Kenapa berubah? Apa masalah Riko? Aku sudah berusaha menyatukan kalian berdua. Namun hati Riko sudah ada yang menghiasi. Meski aku tidak tahu itu siapa. Terkadang aku juga meminta Riko untuk menjaga jarak untuk menjaga hati kamu sewaktu kita masih satu kos dulu" Batin ku berkata menatap kepergian Santi dari hadapan ku yang semakin jauh.
"Sudah lah, aku harus fokus untuk proyek ini. Aku tidak mau mengecewakan pak Santoso, dia sudah mempercayai ku untuk memenangkan proyek besar ini. Ya allah beri aku kemudahan agar aku bisa menghadapi proyek ini dan memenangkan nya dan semoga Santi bisa seperti dulu lagi dengan ku. Semoga persahabatan kami akan baik-baik saja walaupun aku tahu dia berubah sekarang" Kata ku dalam hati kemudian berlalu dari meja Santi menuju meja ku untuk mempersiapkan semua keperluan meeting besok.
__ADS_1