Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Memohon petunjuk


__ADS_3

Ku mengerut kening ku sedikit bingung ad nomor telfon baru yang masuk.


"Nomor siapa?" Tanya ku dalam hati.


"Hallo?" Terdengar suara datar di seberang seketika membuat jantung berdegup kencang. Suara yang sama saat dikamar haas itu.


Pikiran kelut ada rasa trauma di hati. Namun aku harus bersikap seperti biasa saja karena tidak lama lagi ia kan menjadi pemimpin di rumah tangga ku.


"Hallo, dari mana kamu...."


"Mendapatkan nomor mu? Dari Santi. Tidak enak rasanya kita akan menikah namun aku tidak bertegur sapa pada calon pengantin ku"

__ADS_1


"Ha?" Aku membulatkan mata mendengar perkataan lelaki itu barusan.


"Jangan GR dulu. Aku melakukan ini hanya sekedar tanggung jawab ku kepada mu. Orang tua ku meminta mu besok untuk datang ke rumah. Mereka mau berkenalan dengan mu"


"Orang tua?" Otak ini masih sulit mencerna karena pikiran terlalu banyak di dalam nya.


"Iya orang tua ku. Besok jam 10 aku jemput kamu"


"Baik lah" Kata ku mengakhiri percakapan kami.


Ya allah begitu dingin sikap nya kepada ku. Apa aku bahagia kelak bersamanya? Ingin rasanya aku membatalkan pernikahan yang terpaksa aku jalani ini. Namun, itu sangat mustahil. Dengan kondisiku yang sekarang, siapa yang mau menerima nya. Mungkin ia ada orang baik yang akan menerima keadaan ku saat ini. Tapi apa keluarganya menerima ku juga dengan tangan yang terbuka? Tentu tidak. Mereka pasti tidak mau anak nya menikahi gadis rasa janda seperti aku.

__ADS_1


"Menemui orang tua nya? Apa orang tua nya akan menerima ku? Atau mereka akan bersikap dingin juga terhadap ku" Satu per satu pertanyaan mulai muncul di otak ku.


"Jika mereka tidak menerima ku, apa yang harus aku lakukan? Kenapa masalah ini begitu rumit?" Pekik ku dalam hati.


Tentu saja aku sangat sungkan dan minder bertemu dengan orang-orang kaya seperti mereka. Apa lagi aku memang tidak pernah bertemu bahkan mengenali mereka. Tentu itu akan membuat ku sulit membuat mereka menerima ku bahkan sulit membuat mereka menyukai ku.


Ku pandangi jam di dinding kamar ku, sudah waktu nya solat Isya. Dengan langkah yang lemah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu ingin menceritakan kembali keluh kesah di dalam hati dengan masalah yang rumit ini kepada sang pencipta.


Setelah selesai berwudhu ku siapkan perlengkapan solat ku di pinggir kasur. Dan mulai melakukan kewajiban sebagai seorang muslim.


"Ya Allah, ampuni segala dosa ku. Ampuni hamba-Mu yang hina ini. Sungguh rasanya aku tidak sanggup menghadapi masalah ini ya Allah. Rasa malu dan rasa tidak berharga telah menyelinap masuk di dalam hati ku. Maaf kan aku ya Allah aku lemah. Aku tidak bisa menjaga diri. Maaf kan aku ya Allah" Berderai air mata membasahi pipi ku. Berdoa dengan menengadah kan kedua tangan ku meminta petunjuk dan pertolongan kepada Tuhan ku.

__ADS_1


"Ya Allah berikan aku kekuatan. Peluk lah hati yang rapuh ini. Bantu lah aku yang Allah" Kembali ku memohon meminta bantuan kepada-Nya.


"Ya Allah, jika benar Arga adalah yang terbaik untuk ku, Permudahkan lah segala urusan kami ya Allah. Dan jika sebaliknya, berilah jalan keluar yang terbaik untuk ku. Aamiin..." Ku akhiri doa panjang ku malam ini.


__ADS_2