
Setelah selesai urusan ku bersama Santi, aku pun memutuskan untuk kembali ke kota Terubuk Bengkalis. Yah seperti yang aku katakan kepada Arga. Aku membutuhkan waktu untuk memikirkan semua ini. Dan Arga pun menepati janji nya mengizinkan ku pergi untuk pergi sementara waktu.
Seperti biasa nya, aku duduk melamun di tumpukan batu pinggir pantai tak jauh dari tempat ku bekerja.
"Tante" Tegur Pasha menghampiri ku di sana.
"Eh, Pasha" Balas ku dengan tersenyum menyambut bocah itu. Pasha duduk di samping ku.
"Tante pergi kemana sama om Arga?" Tanya bocah itu lagi.
"Tante ada urusan sama teman tante yang harus tante selesaikan. Dan sekarang urusan tante dengan teman tante itu sudah selesai" Jelas ku tersenyum senang.
"Tapi, apa tante akan pergi lagi?"
Aku mengerutkan kening ku.
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Iya tante, papa bilang tante ini milik om Arga. Dan tante harus ikut om Arga" Ujar nya tambah cemberut.
"Sayang, jika tante pergi pun, tante janji, tante tidak akan pernah lupakan Pasha. Dan tante juga akan sering menghubungi kamu. Kamu juga bisa menghubungi tante. Bebas kapan pun kamu mau. Dan juga kamu bisa berkunjung ke tempat tante atau pun ke tante yang akan berkunjung ke sini" Jelas ku mencoba menghibur bocah itu.
"Sekarang jangan memikirkan hal itu lagi ya. Yang penting sekarang, tante sudah ada di sini bersama Pasha" Tambah ku lagi.
"Tante, aku sayang sama tante aku gak mau di tinggali lagi sama tante" Ujar nya lagi memeluk ku dengan manja nya.
"Sayang, jangan sedih lagi ya, tante kan sudah ada di sini. Tante gak akan pergi kemana-mama" Ujar ku kembali menghibur anak itu.
"Sekarang ayo senyum. Jangan murung seperti ini lagi. Mana senyum manis nya tante mau lihat" Ujar ku lagi.
Pasha pun mencoba memancarkan senyuman nya.
"Apa iya kamu tetap di sini" Ujar Bayu yang tiba-tiba datang menghampiri kami.
"Eh, kak Bayu" Ujar ku.
"Aku pikir, kamu akan tinggal di Pekanbaru dan tidak balik lagi ke sini"
Aku mengerutkan kening ku dan sedikit tersenyum. Merasa heran dengan ucapan kakak sepupunya Arga itu.
"Kenapa? Kakak gak suka aku kembali ke sini?" Tanya ku sedikit bercanda. Yah aku memanggilnya dengan sebutan kakak karena dia merupakan kakak sepupu dari suami ku.
"Arga tidak marah atau melarang mu untuk kembali ke sini?" Tanya nya.
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Bayu itu.
"Oh ya, bagaimana dengan teman mu itu? Apa yang terjadi?" Tanya Bayu lagi.
Aku menarik napas ku dalam-dalam dan ku hembuskan kuat-kuat.
"Aku sudah bertemu dengan nya. Dan aku sudah membicarakan semua yang terjadi kemaren kepada nya. Sekarang aku sudah merasa lega karena aku sudah bisa membersihkan nama baik ku" Jelas ku tersenyum lega.
"Terus apa yang terjadi dengan teman mu itu?"
"Gak tahu Kak. Setelah aku dan Arga selesaikan maksud dan tujuan kami ke sana, aku gak tahu lagi apa yang terjadi kepada dia. Dan aku gak mau tahu lagi tentang dia" Ujar ku.
"Terkadang menjalan kan hidup ini, kita sering merasa takut ya kak" Ujar ku.
Bayu mengerut kening nya. Dia duduk di samping ku.
"Apa yang membuat mu menakutkan menjalan kan hidup ini?" Tanya Bayu.
"Takut kepada manusia Kak. Kita tidak tahu apa yang ada di hati mereka. Terkadang, kita pikir orang itu baik kepada kita ternyata tidak. Terkadang kita pikir orang itu ikhlas terhadap kita, tapi apa yang dia lakukan itu ada sebab nya. Dan terkadang kita pikir orang itu sayang sama kita, tapi kenyataan nya dia sayang itu hanya bermaksud hanya mempermainkan perasaan kita. Ia hanya membutuhkan kita saat dia merasa kesepian" Jelas ku lagi dengan apa yang ku alami.
"Iya Rea, kamu benar. Memang sulit untuk mencari orang yang benat tulus kepada kita. Dan satu pesan ku kepada mu"
Aku menatap Bayu heran.
"Setelah apa yang terjadi di dalam hidup mu, jadi kan lah ini pelajaran dalam hidup mu. Setalah ini, kamu harus lebih berhati-hati. Jangan terlalu gampang percaya kepada orang" Nasehat Bayu kepada ku.
"Satu lagi, jangan terlalu menutup hati mu Rea. Di dunia ini kita memang perlu teman hidup. Aku yakin bahwa Arga memang tulus mencintai mu. Kamu harus memberinya kesempatan untuk membuktikan sayang dan cinta nya kepada mu. Aku yakin dia akan membuktikan itu" Tambah Bayu lagi.
Aku menarik napas ku dalam-dalam dan ku hembuskan kuat-kuat.
"Entah lah kak. Aku juga gak tahu harus bagaimana. Yang jelas saat ini aku membutuhkan waktu untuk sendiri. Aku membutuhkan waktu untuk memikirkan ini semua" Ujar ku lagi.
Bayu tersenyum mendengarkan perkataan ku.
"Tapi Rea, jika sedang berjauhan seperti ini membuatnya semakin rindu. Dan ketika rindu itu ia rasakan ia akan semakin sayang kepada kamu"
Aku hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Bayu.
"Pasha, kita jalan-jalan ke pantai sana mau?" Ajak ku sambil menunjuk ke arah pantai yang di penuhi pasir pantai itu.
"Mau dong tante"
"Jika begitu, bilang dulu sama papa. Boleh gak kamu ikut tante ke pantai sana" Jelas ku.
"Papa, boleh kan aku jalan ke pantai sana bersama tante?"
"Iya sayang, boleh" Jawab Bayu tersenyum ramah kepada putranya.
"Asyik" Ujar nya bersorak gembira.
"Ayo sayang ajak ku" Kami pun bermain di pinggir pantai.
***
__ADS_1
Ponsel ku berdering saat malam telah tiba. Yah, malam itu Arga menghubungi ku.
"Hallo sayang" Ujar nya.
"Hallo" Jawab ku dengan hati yang berbunga-bunga.
"Lagi ngapain?"
"Lagi duduk aja ni merenungi nasib di teras rumah" Jawab ku.
"Kebiasaan deh melamun di depan rumah malam-malam begini"
"Iya, gak tau kenapa aku suka melakukan nya. Kamu seperti tidak mengenali ku saja" Ujar ku.
"Siapa?"
"Kamu siapa?"
"Arga"
"Arga siapa?"
"Arga suami ku" Ujar ku tersenyum senang. Sedikit malu mengatakan hal itu.
Arga pun ikut tersenyum lebar mendengar apa yang aku katakan.
"Iya istri ku sayang. Kamu tahu aku rindu sangat kepada mu" Ujar nya.
"Kamu rindu gak dengan ku?" Tambah nya lagi.
"Hmm... Gimana ya? Rindu gak ya?" Tanya ku bercanda.
"Kok gitu sih"
Aku tertawa lepas mendengar suara Arga yang terdengar sedih.
"Iya, aku juga rindu dengan mu. Siapa sih yang gak rindu kepada suami nya sendiri" Ujar ku.
Kembali Arga mengukir senyuman di bibir nya.
"Sayang kamu jangan terlalu banyak melamun di sana. Nanti kamu kesambet bagaimana? Aku jauh dan tidak bisa membantu mu" Ujar nya.
Aku berdecak.
"Jangan mendoakan yang bukan-bukan dong" Ujar ku sedikit kesal.
Arga tersenyum.
"Aku rindu dengan suara decakan itu" Ujar nya.
"Sayang kita vidio call ya. Aku rindu dan ingin melihat wajah mu yang manis itu" Ujar nya menggoda.
"Lo, kok gombal. Beneran ini" Ujar nya meyakin kan ku.
"Oke" Aku pun mengalih ke vidio call.
"Hai cinta ku" Ujar Arga lagi..
"Hai" Jawab ku dengan senyuman.
"Ih... Manis nya senyuman istri ku ini"
Aku mengerut kening ku.
"Sejak kapan Arga pandai menggombal seperti ini" Batin ku.
"Sudah makan?" Tanyanya.
"Sudah, baru saja selesai"
"Yah.... " Ujar nya dengan wajah yang sedih.
"Kenapa?" Ujar ku heran.
"Kamu gak mengajak dan menawarkan ku makan. Padahal aku mau makan bersama dengan mu" Ujar nya lagi murung.
"Ya ampun kenapa ini orang manja banget sih" Batin ku lagi.
"Apa semua orang yang cuek kita dan telah jatuh hati kepada kita dia akan bertindak seperti ini" Batin ku lagi.
"Maaf aku gak tahu kamu menunggu ku.. Lagian aku lapar banget tadi. Jadi yah aku makan deh" Ujar ku.
"Tumben lapar dan sudah makan jam segini. Biasa nya juga musang mencari makan malam-malam"
"Itu dulu, banyak pikiran" Jawab ku.
"Sejarang gak kan?" Tanya nya.
Aku menggeleng sambil tersenyum.
"Aku mencintai kamu Rea" Ujar nya.
Itu lah yang kami lakukan setiap saat ketika kami mempunyai waktu luang. Bahkan waktu makan siang saja kami sering lupa karena terlalu asyik ngobrol melepaskan rindu satu sama lain. Dan pada akhir nya kami sering telat untuk makan siang. seharusnya waktu kerja jadi telat karena makan siang itu.
Yah nama nya juga orang bucin ya, jadi nya seperti ini lah. Dunia terasa milik berdua. Dan yang lain nya pada ngontrak.
Selama sebulan kami LDRan. Arga memang menepati janji nya memberikan ku waktu untuk memikirkan semua tentang hubungan ini.
__ADS_1
***
Pagi telah tiba. Di saat matahari memancarkan cakrawala nya yang indah. Entah mengapa perasaan ku gelisah hati itu. Jantung ku berdebar dengan sangat cepat. Getaran halus menjalar di tubuh ku dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Aduh, kenapa perasaan ku tidak karuan seperti ini ya?" Kata ku kepada diri ku sendiri. Mondar mandir seperti setrika.
Tok... Tok... Tok...
Terdengar suara pintu kos ku di ketuk.
"Eh, Pasha" Ujar ku setelah tahu siapa yang mengetuk pintu kos ku tadi.
"Tante, ini" Ujar bocah itu memberikan buket bunga yang ada di tangan nya.
"Dari siapa?" Tanya ku.
"Ada deh" Ujar bocah itu.
"Sini, sini. Duduk di sini sayang" Aku mengajak Pasha untuk masuk ke rumah ku dan kami duduk di kursi yang ada di ruang tamu.
"Sekarang kamu bilang sama tante. Dari siapa buket bunga ini?" Tanya ku lagi.
"Rahasia dong" Ujar nya.
"Sayang kok pakai rahasia-rahasiaan sih sama tante" Ujar ku cemberut berlaga ngambek pada bocah itu.
"Memang rahasia" Ujar nya lagi.
"Pasha"
"Sebentar" Kata bocah itu mengambil sebuah surat yang ada di dalam buket bunga itu.
"Mau kah kamu makan siang bersama ku?" Pasha membaca surat itu.
Aku kaget dan heran. Siapa yang sebenar nya mengirim buket itu.
"Mau gak kamu makan siang bersama ku?" Tiba-tiba Arga muncul dari balik pintu rumah ku.
Aku tersenyum senang melihat Arga datang ke kos ku itu. Dan sekarang aku sudah tahu jawabannya. Mengapa sedari tadi aku gelisah dan jantungku terus saja berdetak begitu cepat. Ternyata Arga datang berkunjung menemui ku. Mungkin inilah yang dinamakan ikatan batin seorang istri yang bisa merasakan suaminya akan menemuinya hari ini.
"Mau kan tante. Tante kan sayang sama om Arga" Ujar Pasha menempeli.
Aku tersenyum mendengar ocehan bocah itu.
"Kenapa kamu ke sini? Dan kenapa juga tidak mengabari ku dulu juga mau datang ke sini" Ujar ku.
"Pasha, ternyata kamu benar. Hari ini tante Rea terlihat cantik sekali" Puji Arga kepada ku.
"Tuh kan benar. Aku memang selalu benar lo om" Ujar bocah itu bangga.
"Oh ya, Pasha, tadi papa mencari mu" Ujar Arga.
"Benar kah? Kalau gitu aku pergi dulu ya tante, om papa sudah memanggil ku" Ujar nya berlari keluar kos ku.
"Oh ya" Ujar nya menghentikan langkah nya.
"Om Arga jangan nakal lagi ya. Jangan buat tante Rea sedih lagi ya" Ujar bocah itu.
"Iya kamu tenang saja. Sekarang om janji akan selalu menjaga tante Rea mu ini" Kata Arga lagi.
"Oke deh, dada... " Bocah itu pun kembali berlari keluar dari kos. ku.
Aku dan Arga hanya tersenyum menatap kepergian bocah itu.
Aku tersenyum malu melihat Arga. Yah nama nya juga orang baru jatuh cinta jadi malu-malu kucing seperti ini lah kan.
"Terima kasih ya atas buket bunga nya. Bunga nya bagus" Ujar ku.
"Gak masalah" Jawab nya.
"I miss you" Ujar nya lagi.
Aku hanya tersenyum mendengar ungkapan rasa yang disampaikan oleh Arga kepadaku itu. Sejujurnya hati ini kembali berbunga-bunga mendengar ucapan yang disampaikan oleh suamiku itu. Ingin rasanya aku membalas bawa aku juga sangat merindunya. Namun aku masih gengsi dan malu untuk mengungkapkan rasa ini. Jadi aku hanya memilih untuk diam dengan seribu bahasa. Namun aku yakin Arga bisa membaca dari bola mataku bawa aku juga merindunya.
Arga masuk ke kos ku. Ia duduk di samping ku. Sungguh membuat aku salah tingkah.
"Ada hal apa ya mau bertemu dengan ku?" Tanya ku.
"Bukan kah aku sudah bilang bahwa aku rindu kepada mu. Itu alasan yang paling tepat untuk ku bertemu dengan mu" Jawab Arga sambil tersenyum dengan manis nya membuat jantung ini berdetak kencang.
"Hmm, Kamu mau mengajak ku makan siang?" Tanya ku.
"Jika kamu gak mau juga gak apa-apa. Aku gak memaksa kamu. Duduk di sini ngobrol bersama mu juga tidak masalah" Ujar Arga.
"Emang kamu sudah makan siang?"
"Belum sih, tapi saat melihat wajah mu membuat rasa lapar ku hilang. Mau nya hanya melihat wajah mu saja" Ujar Arga menggoda.
"Yeh... Sekarang sudah pintar menggombal ya" Ujar ku menatap Arga dengan malu.
"Aku juga gak ngerti ya kenapa sekarang aku seperti ini. Bucin sekali" Ujar Arga.
Aku tersenyum senang menatap Arga.
"Ya sudah, ayo kita makan siang" Ujar ku lagi.
Arga menggeleng kepala nya.
__ADS_1
"Ayo.... " Ujar ku menarik tangan Arga untuk makan siang bersama.