
Pukul 20.30 Kedua keluarga dari kedua belah pihak telah berkumpul untuk melangsungkan acara pertunangan ku dan Arga.
Aku masih berad di dalam kamar. Ku tatapi wajah ku yang sembab karena menangis tadi siang. Meski sudah di tutupi oleh make up, namun tetap saja bisa terlihat sendu.
Entah lah, harus nya di acara pertunangan itu adalah acara yang sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi setiap orang yang akan menjalani nya. Namun, tidak dengan ku.
Saat ini aku tidak tahu harus berbuat apa. Di sini lain aku takut jika aku tidak bisa bahagia dengan pernikahan ku kelak. Namun di sisi lain, aku bisa apa dengan kondisi ku yang sudah ternodai.
"Ya Allah, jika dia memang jodoh ku, aku mohon lancarkan lah acara demi acara yang akan kami lalui. Kuat kan hati ini mengahadapi segala cobaan yang nanti nya akan terjadi pada ku.. Namun, jika tidak aku mohon kepada mu. Berilah suatu pertanda jika aku dan dia memang tidak berjodoh. Aamin" Doa ku dalam hati sambil memejamkan kedua mata ku.
Tak terasa beberapa butir air bening mengalir membasahi pipi ku.
"Sayang, kamu sudah selesai dandan nya?" Tegur ibu yang terdengar dari balik pintu kamar ku.
__ADS_1
"Sudah kok buk" Jawab ku segera ku hapus air mata yang sempat mengalir di pipiku.
"Ayo keluar nak. Arga dan keluarga nya sudah sampai tuh" Ujar ibu lagi.
"Iya buk sebentar" Jawab ku sambil membenarkan sedikit make up ku yang sempat terkena air mata.
Aku membuka pintu kamar ku dan melihat ibu ku yang berdiri di depan pintu kamar ku. Aku memaksakan diri untuk tersenyum agar ibu tidak mengetahui perasaan ku yang gundah saat itu.
"Rea, kamu cantik banget malam ini" Ujar Santi yang tiba-tiba datang dari arah belakang ibu.
Aku tidak mengerti mengapa dia bisa mengatakan aku cantik malam ini. Sedangkan aura kebahagiaan tidak terpancar pada wajah ku. Yang ada hanya aura kesedihan dan kegelisahan di hati ku ini.
Aku memakai kebaya berwarna biru laut, kaki ku di selimuti dengan kain batik berwarna keemasan. Hijab yang ku kenakan berwarna senada dengan baju kebaya ku. Ini kebaya yang telah di berikan oleh mama nya Arga untuk acara pertunangan ku dan Arga malam ini.
__ADS_1
"Kamu bisa aja San" Ujar ku datar dengan memaksa sedikit tersenyum.
"Beneran, kamu beneran cantik kok malam ini Ya" Ujar Santi lagi.
Mungkin dia merasa bahagia lantaran aku mau menikah dengan orang lain maka nya dia melihat ku cantik. Yah dengan aku menikah dengan Arga, Riko tidak akan bisa mendekati ku lagi.
"Ya sudah ayo Rea aku dampingi kamu ke depan ya. Calon suami mu dan keluarga mu sudah tiba dari tadi" Ujar Santi lagi merangkul lengan ku.
"Ibu" Kata ku. Melihat ibu ku dan meminta agar ibu juga mendampingi ku untuk menemui keluarga calon suami ku. Sejujurnya hati ini lebih tenang dan aman jika di dampingi oleh ibu ku.
Ibu ku tersenyum dah memberikan sekecup ciuman hangat di kening ku untuk memberi semangat pada ku. Mungkin ibu tahu perasaan ku saat ini. Tidak mungkin seorang ibu yang telah mengandung kita semalam sembilan bulan tidak memahami perasaan anak nya bukan?
"Ayo sayang" Ujar ibu ku. Kami pun berlalu dari tempat itu menuju ruang tamu yang sedari tadi keluarga Arga telah menanti kedatangan ku.
__ADS_1