Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Menghibur


__ADS_3

"Assalamualaikum" Riko datang berkunjung ke rumah ku sekedar melihat kondisi ku.


"Wa'alaikum salam" Jawab ku menatap sendu ke arah Riko.


Riko melihat penuh dengan iba kepada ku. Dia terlihat kaget melihat kondisi ku yang masih pucat, mata sembab dan terlihat kurus serta pakaian yang sedikit yah bisa di katakan berantakan. Tidak ku pikirkan lagi tentang penampilan diri ku. Karena bagi ku semua telah hancur. Dunia runtuh seketika tanpa bersisa.


"Hai, apa kabar?" Tanya Riko dengan berhati-hati dan langsung duduk di samping kursi teras rumah kost ku di mana ada dua buah kursi plastik di teras rumah kost ku untuk duduk bersantai dan di tengah nya ada sebuah meja bunda kecil sebagai penghalangnya.


"Aku baik-baik saja Ko" Jawan ku lirih.


"Rea, maaf aku baru bisa datang sekarang menjenguk mu." Kata lelaki berkacamata itu lagi. Aku hanya tersenyum sendu dan menatap sekilas ke arah nya kemudian kembali memandang ke depan.


Jujur saja Riko masih sedih dan marah atas apa yang menimpa diri ku. Rencana nya malam setelah aku dan Santi melakukan meeting itu dan berhasil memenangkan tender nya. Dia ingin mengajak ku makan malam dan merayakan kemenangan itu. Serta ingin mengungkapkan perasaan hati nya kepada ku.

__ADS_1


Riko sedikit kecewa atas takdir yang menimpa ku. Karena itu semenjak ia mengetahui kejadian itu melalui Santi, ia belum siap menemui ku. Belum siap menerima kenyataan bahwa kehormatan mu telah tiada.


Butuh waktu Riko bisa menerima hal ini dan Memberanikan diri untuk menemui ku.


"Rea, aku turut sedih atas apa yang menimpa mu. Aku ada di sini bersama mu. Jangan berpikir kamu sendiri" Katanya menatap ku penuh iba.


"Terima kasih Riko" Kata ku menatap wajah lelaki di samping ku.


"Rea, aku gak sanggup melihat mu seperti ini. Aku gak tega Rea. Kembali lah seperti Rea yang dulu. Ceria, penuh lelucon dan selalu bahagia"


"Rea, semua masih sama seperti dulu. Rea kembali lah bersemangat. Masih ada orang-orang yang sayang sama kamu. Orang;-orang di sekitar mu. orang tua mu, Santi, Aku. Kami selalu ada untuk mu Rea" Riko memberi semangat kepada ku.


"Rea, Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Dan Allah memberikan cobaan ini karena ia tahu kamu bisa melewati ini semua. Tetap lah sangat Rea" Tambahnya lagi.

__ADS_1


"Apa aku bisa Ko" Kata ku meminta kepastian.


"Kamu pasti bisa" Kata Riko mengangkat kedua tangan nya sebagai memberi semangat kepada ku.


"Semangat Rea, semangat" Kata nya bersorak seperti cilider memberi semangat kepada tim nya. Aku tersenyum sedikit terhibur melihat kelakuan Riko.


"Gitu dong tersenyum. Kan kamu kelihatan cantik jika sudah tersenyum seperti itu" Kata Riko.


"Terima kasih ya Ko. Kamu selalu menghibur ku" Kata ku sendu. Memang Riko selalu bisa menghibur ku saat aku sedih.


Melihat aku tersenyum Riko ingin menyampaikan niat nya datang ke rumah kost ku.


"Ya, sebenarnya ada yang ingin aku sampai kan" Katanya lagi mantap.

__ADS_1


"Apa?" Tanya ku penasaran.


__ADS_2