
"Rea, mau kah kau menjadi pendamping hidup ku? Menemaniku di saat aku susah maupun senang. Bersamaku di saat aku sehat mau pun sakit. Kita berdua akan menjalani segala kehidupan ini dengan suka mau pun duka" Kata Arga dengan mantap nya.
Jujur saja hati ku tersentuh mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Arga.
Yah, pasti semua gadis akan luluh dengan perkataan Arga ketika ia meminta mu menjadi pendamping hidup nya bukan?
Kini, giliran ku yang menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Arga. Apakah aku mau menjadi istrinya atau tidak?
Dengan perasaan gugup dan sangat berdebar, aku berdiri untuk menyampaikan jawaban ku kepada Arga.
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Saya Rea bersedia menerima kamu Arga sebagai suami ku. Dan saya akan berusaha menjadi istri yang terbaik di antara yang terbaik untuk mu. Inshaallah dengan izin Allah kita akan bisa melalui segala cobaan yang akan menimpa biduk rumah tangga kita nanti" Jawab ku dengan mantap nya.
Sejujurnya diri ini masih tidak mengerti kenapa Arga masih mau melanjutkan pertunangan ini bahkan kami akan menikah. Apa lagi dia sekarang sudah mempunyai pacar.yang sangat ia cintai. Aku bingung dengan pemikiran Arga saat ini.
Tapi ya sudah lah aku tidak mau memikirkan hal ini terlalu jauh. Mungkin suatu saat nanti ketika sudah waktu nya, aku akan menanyakan hal ini kepada Arga.
"Alhamdulillah, Lamaran dari nak Arga telah di terima oleh Rea. Sekarang tiba lah acara pertukaran cincin" Ujar pembawa acara yang merupakan paman ku.
"Arga, silahkan memasang cincin di jari manisnya Rea" Kata buk Rina yang berdiri di samping Arga.
__ADS_1
Arga mengambil cincin yang telah di sediakan oleh mama nya dan menyematkan cincin itu kejari manis ku. Semua tamu yang hadir sontak bertepuk tangan ketika Arga telah berhasil menyematkan cincin itu di jari manis ku.
Kini giliran ku yang menyematkan cincin di jari manis nya Arga. Setelah berhasil menyematkan cincin tersebut, kembali tepuk tangan bergemuruh di rumah kos ku yang sederhana itu.
Tanpa di sengaja, aku menatap mata Arga yang tajam. Yah mata nya begitu tajam menatap ku. Aku juga tidak mengerti kenapa dia menatapku seperti itu. Apa dia mempunyai maksud yang buruk terhadap ku ketika aku sudah menjadi istri nya kelak? Apa yang akan terjadi pada ku kelak ketika kami sudah menikah? Kembali pikiran buruk menghantui pikiran ku ketika mendapati Arga seperti itu menatapku.
***
"Alhamdulillah ya nak, acara pertunangan mu berjalan lancar malam ini" Ujar ibu saat masuk ke dalam kamar ku setelah semua tamu pulang.
__ADS_1
"Ya buk alhamdullah" Jawab ku singkat dan terus melanjutkan pekerjaan ku yaitu ganti baju dan menghapus make up yang menempel di wajah ku. Jujur saja aku tidak bisa tidur dengan wajah di penuhi dengan make up. Aku akan merasa wajah ku berat saat make up itu masih menempel di wajah ku ini.
"Nak, tinggal beberapa minggu lagi kamu akan menjadi istri orang. Ada rasa bahagia, sedih dan haru di hati ibu nak" Kata ibu ku.