Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Ibu pahlawan ku


__ADS_3

"Assalamualaikum" Sapa seseorang dari luar rumah.


"Itu pasti nak Arga" Tebak ibu keluar dari kamarku menuju ruang tamu menyambut kedatangan calon menantu nya.


"Wa'alaikumsalam. silahkan masuk nak Arga" Sambut ibu membuka pintu dan mempersilahkan Arga masuk rumah.


"Terima kasih" Jawab nya datar.


Arga tampak mengamati sekeliling rumah kos ku, yang dia sedikit merasa tidak nyaman mungkin melihat kondisi rumah ku yang sangat sederhana. Jauh berbeda dangan rumah nya yang sangat mewah.


Ini kali pertama Arga datang ke rumah ku. Jelas saja seperti layaknya orang yang baru datang berkunjung. Tentu mengamati kondisi rumah ku.

__ADS_1


Ibu tersenyum kecut melihat pemuda di depan nya itu mengamati sekeliling ruangan itu. Ada rasa minder pun muncul di hati ibu. Bagaimana pun Arga orang yang kaya sedang kan kami hanya sederhana. Seperti langit dan bumi sangat jauh berbeda.


"Sebentar ya nak. Ibu panggil Rea dulu" Ibu berlalu dan meninggalkan Arga yang masih sibuk mengamati ruangan rumah ku.


Mendengar ibu mau memanggil ku Arga hanya tersenyum kecil sebagai respon nya.


"Sayang, nak Arga sudah sampai. Kamu sudah siap?" Tanya ibu datang duduk di kasur ku memperhatikan ku yang sedang membenarkan hijab ku.


"Baik buk" Kata ku masih dengan ekspresi yang sulit ku artikan sendiri.


"Masih ragu buk" Jawab ku datar.

__ADS_1


"Ragu kenapa?"


"Ragu jika orang tua Arga tidak menyukai ku buk"


"Sayang, dengarkan ibu" Ibu memegang kedua bahu ku meminta ku menatap dalam bola mata sayu milik nya.


"Memang sulit memang orang tua Arga menyukai mu dan menerima mu dengan tangan terbuka. Secara mereka tidak mengenali mu. Tapi dengan beriring nya waktu pasti mereka akan menyukai mu dan menerima mu dengan tangan terbuka. Ibu yakin kamu pasti bisa melalui ini semua. Dengan Arga mau bertanggung jawab dan orang tua nya setuju akan melamar mu minggu depan, itu merupakan awal yang baik untuk kedekatan kamu dan kedua orang tua nya. Ibu yakin kamu bisa sayang tetap semangat" Kata ibu mengecup puncak kepala ku


Nasehat ibu sedikit membuat hati ini tenang. Bagaimana pun seorang anak sangat membutuhkan sosok seorang ibu sebagai penyemangat diri nya. Meski sudah besar atau pun berumah tangga. Tetap saja sosok ibu tak kan pernah tergantikan oleh apa pun. Ibu mempunyai peran penting untuk anak-anak nya.


"Terima kasih ya buk. Terima kasih selalu memberikan support untuk ku meski aku telah mengecewakan ibu dan ayah" Kata ku mempererat pelukan.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, tidak mungkin ibu diam saja melihat anak ibu seperti ini. Tidak ada kamu mengecewakan kami nak. Ini semua sudah takdir untuk kita. Karena kita mampu, maka itu Allah memberikan cobaan seperti ini. Bersama kita bisa menghadapinya ya sayang" Kembali ibu mengecup puncak kepala ku.


Aku tersenyum senang mendengar kata-kata manis keluar dari wanita paruh baya yang sangat aku cintai dan hormati. Wanita pertama yang menggendong ku dan membesarkan ku penuh dengan kasih sayang dan lemah lembut. Wanita yang selalu ada di garda terdepan saat aku dalam masalah. Dan wanita yang selalu menangis paling tersakiti saat aku yang di sakiti. Itu lah ibu ku pahlawan ku.


__ADS_2