Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Makan malam di rumah Riko


__ADS_3

Arga baru saja selesai menghubungi Sandra untuk menanyakan kapan ia akan pulang. Tapi Sandra malah sibuk dengan urusan nya di tempat acara fashion show nya.


"Aduh San, Kenapa kamu selalu meninggalkan aku sendirian seperti ini. Katamu kamu akan usahakan untuk pulang lebih cepat dan meluangkan banyak waktu bersamaku ketika kita sudah pindah rumah. Tapi nyatanya aku sendirian di sini tanpa ada yang menemani" Ujar Arga berkata kepada diri nya sendiri.


Kata-kata Sandra yang akan meluangkan waktu lebih banyak bersamanya selalu terngiang di telinga Arga bersamaan dengan kata-kataku yang selalu mengharapkan bahwa Arga dan Sandra berhak bahagia. Dan tidak ingin terjadi masalah apapun kepada rumah tangga mereka.


"Rea, Sandra" Arga menyebut kedua nama istri nya.


"Kenapa aku memiliki dua istri yang saling bertolak belakang sikap nya" Batin nya memikirkan sikap aku dan Sandra.


"Rea, Kamu orang yang penurut selalu tidak melakukan apa yang tidak aku suka. Jika aku melarang kamu selalu mengalah dan tidak mau terjadi pertengkaran antara kita. Tidak egois, bersama mu aku merasakan aku menjadi suami yang sesungguhnya dan kamu bisa menghargai aku sebagai seorang suamimu" Batin nya lagi.


"Sedangkan Sandra, selalu ingin menang sendiri tidak mau mendengarkan nasehat orang lain. Dia hanya berpikir bahwa dirinyalah yang paling benar. Jika dia sudah mengatakan a maka dia tidak akan bisa dirubah lagi untuk menjadi B. Bersama nya aku tidak bisa merasakan bahwa aku ini adalah seorang suami yang harus dihormati dan dipatuhi jika aku tidak menginginkan dia melakukan hal yang tidak aku suka" Tambah nya lagi membandingkan kami berdua.


Arga frustasi ia mengucap-ngucek rambutnya untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya yang memikirkan dua sifat istrinya yang berbeda itu.


***


"Rea, mau makan lauk nya apa? Biar mama ambilin ya" Ujar Rina bersikap manis dengan ku saat kami sedang makan malam bersama.


"Ayam goreng aja ma" Ucap ku.


"Ini sayang"


"Terima kasih ma"


Suasana di ruang makan itu menjadi hangat. Padahal aku sering makan bersama dengan kedua orang tuanya Arga. Tapi entah mengapa malam itu sangat menjadi malam yang hangat untukku. Apa mungkin itu karena Arga yang sudah mulai terbuka untukku dan bisa menerima aku meskipun hanya sebagai temannya saja. untuk menghilangkan kesuntukan dan kesepiannya tapi itu sangat membuat aku merasa bahagia.


Meskipun saat ini dia tidak bersama kami untuk makan malam bersama kami tapi aku merasa dia ada bersama kamu karena momen kemarin malam dan pagi tadi masih teringat begitu jelas di benakku. Dan ketika aku mengingatnya kembali aku menjadi seperti orang gila karena tersenyum sendiri membayangkan kejadian yang membuatku bahagia itu.


***


"Assalamualaikum" Terdengar syarat seseorang mengucapkan salam dari luar kontrakan Santi.


"Waalaikumsalam" Jawab Santi membuka pintu rumah kontrakannya.


Senyuman bahagia terpancar di wajahnya Santi melihat Siapa yang datang ke rumahnya.


"Riko, silahkan masuk" Ujar nya menyambut dengan hangat kedatangan tunangan nya itu.


Riko masuk ke dalam rumah nya Santi dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu.


"San, ibu meminta ku untuk menjemput mu untuk makan malam bersama kami" Ucap Riko dengan jujur.


"Benar kah? Kalau begitu kamu tunggu di sini dulu. Aku mau masuk ke kamar untuk siap-siap" Ujar Santi bangkit menuju kamar nya.


"Apaan sih Riko, ibu, ibu, ibu selalu ibu yang meminta ku untuk makan bersama nya lah, ini lah itu lah, dia nya punya inisiatif gak sih untuk tetap bersama ku?" Ujar Santi kesal saat dia sudah di dalam kamar nya.


Yah, dia begitu kesal karena Riko sama sekali tidak ada inisiatifnya untuk bersikap romantis kepadanya.


"Tapi gak apa-apa. Mungkin Riko belum sepenuhnya bisa menerima aku di dalam kehidupannya. Tapi dengan dukungan ibunya aku bisa lebih leluasa untuk mengambil hatinya Riko. Saat ini aku hanya perlu bersabar agar aku bisa menerimaku dengan sepenuh hatinya meskipun ia selalu memberi alasan bahwa ibunya, ibunya, ibunya. Tapi tidak masalah bagiku yang penting aku bisa bersama Riko selamanya" Ujar nya lagi langsung bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama ke rumah nya Riko.

__ADS_1


"Ayo sayang aku sudah siap" Ujar Santi merangkul lengan nya Riko yang sudah berdiri di depan pintu membelakangi nya saat ini.


Riko kaget saat lengannya dirangkul oleh tunangannya itu. Ia tampak canggung saat lengannya dirangkul.


"Sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Santi.


Riko melihat lengan nya di rangkul pertanda jangan seperti itu karena itu membuat nya tidak nyaman.


"Kamu gak suka?" Tanya Santi sedikit emosi.


Santi melepaskan rangkulannya di lengan Riko.


"Kenapa? Kamu masih belum bisa menerima aku sepenuhnya di dalam kehidupan kamu?" Tanya Santi.


"Gini aja Riko Jika kamu merasa terpaksa untuk menerima aku atas desakan ibumu, lebih baik kita akhiri saja pertunangan kita ini. Kita temui ibumu, dan kamu katakan bahwa kamu belum siap untuk menerima aku di dalam kehidupan kamu dan masih memikirkan Rea yang jelas-jelas sudah menjadi istri orang itu dan tidak akan bisa mungkin menjadi milik kamu" Ujar Santi lagi tampak kecewa.


"Ko, Aku tahu kamu belum bisa menerima aku sepenuhnya dan aku tidak mau kamu memaksakan diri kamu untuk menerima aku. Karena aku yakin itu akan membuat kamu tersiksa dan juga kamu akan membuat aku tersakiti terus-menerus karena kamu menerima aku dengan terpaksa atas desakan ibu kamu. Aku aku nggak mau itu terjadi Ko, Aku mau kamu menerima aku dengan ikhlas, dengan lapang dada bukan dengan terpaksa seperti ini. Aku mau kamu bahagia, aku mau kita bahagia menjalani ini semua Ko. Bukan malah membuat kita itu tersiksa. Nggak Ko aku nggak mau itu terjadi. Sekarang Ayo kita temui Ibumu dan kita batalkan untuk melanjutkan acara pernikahan kita. Kita batalkan saja pertunangan kita ini kita putus tunang" Pinta Santi lagi.


Sejujurnya ia hanya menggertak Riko. Karena dia tahu Riko tidak akan mungkin sanggup mengatakan hal itu kepada ibu nya. Riko tidak ingin membuat ibu nya sedih lagi. Oleh karena itu, Riko pasti luluh dan tidak menolaknya lagi untuk merangkul lengan laki-laki yang ia cintai itu.


"Ayo" Ujar nya lagi menarik tangan Riko.


"Jika kamu tidak sanggup mengatakan hal ini kepada ibumu biar aku yang mengatakannya. Biar ibumu tahu bahwa anaknya ini tidak bisa menerimaku sebagai tunangannya apalagi istrinya nanti"


Riko menarik tangan nya kembali.


"Gak San. aku nggak bisa melakukan itu dan aku mohon sama kamu, kamu jangan melakukan hal itu juga. Aku nggak mau membuat ibuku sedih dan kecewa karena kita putus tunang bahkan acara pernikahan kita dibatalkan. Itu pasti akan membuat ibu semakin sedih dan kecewa. Aku mohon sama kamu, jangan kamu bilang hal ini sama ibu aku akan berusaha untuk menerima kamu sepenuh hatiku"


"Aku janji, aku akan berusaha menjadi calon suami yang baik untuk kamu nantinya dan selalu menemani kamu apapun yang terjadi. Dan juga aku akan melupakan masa laluku hanya untuk kamu agar aku dan kamu bisa menjalani masa depan bersama-sama" Ujar Riko memegang kedua tangan Santi untuk meyakin kan wanita yang ada di hadapan nya itu.


"Iya aku janji. Jadi aku mohon lupakan kejadian tadi. Mari kita mulai semua nya dari awal lagi"


Santi tersenyum puas mendengar ucapan Riko.


"Ternyata ancamanku berjalan dengan lancar juga dan aku yakin kamu pasti akan mau kurang selayaknya kita ini pasangan bahagia seperti pasangan-pasangan yang lainnya" Batin Santi.


***


"Ibu, sudah larut malam juga. Aku mau pamit pulang" Ujar Santi setelah mereka selesai makan malam bersama di rumahnya Riko.


"Iya, sudah larut ya. Lebih keasyikan kita ngobrol jadi Ibu lupa waktu deh" Ujar Maya.


"Riko mana ya? Dari tadi ke kamarnya kok nggak keluar-keluar sampai sekarang apa dia tidur ya?" Tanya Maya.


Yah, memang putra semata wayang nya itu langsung ke kamar nya saat mereka selesai makan malam tadi dan hingga sekarang ia tidak memperlihatkan batang hidungnya ke hadapan mereka berdua.


"Iya mungkin bu. Capek kali banyak pasien yang harus di tangani di rumah sakit" Ujar Santi mencoba memberi pengertian.


"Iya meskipun capek, dia juga harus nemenin kamu dong di sini. kamu kan sekali-kali datang ke sini untuk makan bersama kita. Lagian masa iya sih dia rela ninggalin tunangannya bersama ibu dia nggak mau menemani kamu seperti ini" Ujar Maya merasa aneh.


"Bu, jangan terlalu paksakan Riko untuk bisa menerima aku sepenuhnya saat ini. Dia sedang membutuhkan waktu untuk bisa menerima aku dan menerima keadaan ini. Ibu tahu sendiri kan hatinya sekarang ini sedang nggak karuan karena ditinggal nikah sama wanita yang ia cintai. Jadi kita harus ngerti bahwa Riko itu butuh waktu untuk menerima semua ini" Ujar Santi sok bijak. Padahal hatinya berkata lain hatinya selalu cemburu karena Riko belum bisa menerimanya sepenuh hati.

__ADS_1


"Ya ampun San, kamu sangat bijaksana. Ibu jadi bangga sama kamu. Ibu beruntung mempunyai calon menantu yang bisa mengerti keadaan anak ibu seperti kamu. Ibu memang nggak salah pilih jika kamu lah yang pantas menjadi pendampingnya Rico di masa depannya nanti" Puji Maya.


"Ibu bisa aja" Ujar Santi merasa malu.


"Ya sudah, kamu pergi lah ke kamar nya Riko. Katakan bahwa kamu mau pulang dan minta dia untuk mengantar mu pulang" Saran Maya.


"Iya buk" Jawab Santi tanpa di suruh kedua kali.


***


"Riko, apa kamu di dalam?" Santi sedikit berteriak dari luar pintu kamarnya Riko.


Namun tidak ada sahutan atau respon apapun dari dalam.


"Riko, Riko" Ujar nya lagi sambil mengetuk pintu.


Riko membuka pintu kamar nya.


"Ko, kamu sedang apa di kamar? Apa kamu... " Santi tidak melanjutkan perkataannya Karena tanpa sengaja ia melihat fotoku yang masih terpampang di atas nakasnya Riko. Ada beberapa foto ku yang di pajang di sana.


"Riko, kamu masih menyimpan foto nya Rea?" Ujar Santi merasa kecewa.


"Oh itu, maaf Santi. Aku belum sempat untuk membereskannya" Riko memberi alasan.


"Kamu ini, bukan kah tadi kamu sudah berjanji sama aku bahwa kamu akan melupakan masa lalu mu mencoba untuk menerima aku di dalam kehidupan kamu. Tapi kamu lihat, kamu lihat foto itu. Bagaimana bisa kamu melupakan masa lalu mu jika di dalam kamar kamu saja yang setiap harinya kamu tidur istirahat di sini masih terpampang nyata foto Rea?" Tambah nya lagi.


"Sebagaimana pun aku berusaha untuk membuat kamu bisa menerima aku sepenuh hatimu, tetap saja itu akan sia-sia. Karena kamu tidak ada niat sedikitpun di hati kamu untuk melupakan masa lalu mu untuk melupakan kenang-kenangan mu bersama Rea dan tidak bisa membuka hati untuk aku yang berusaha agar kamu bisa melupakan masa lalu itu" Ujar Santi lagi.


"Kamu kan sudah janji Ko sama aku" Ujar nya lagi.


"Iya Santi, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf untuk semua ini. Aku akan membereskan semua nya ini demi kamu. Demi kita" Ujar Riko meminta Santi yakin kepada nya.


"Tolong kamu jangan bilang sama ibu tentang ini semua. Aku akan tepati janji bersama mu. Tolong ya San" Ujar Riko memohon.


"Oke, aku akan memberi mu kesempatan. Tapi ini yang terakhir. Karena sejujurnya hati ini telah lelah menghadapi kamu yang tidak mau berjuang untuk melupakan masa lalu kamu. Padahal kamu tahu sendiri bahwa Rea di sana sudah bahagia bersama suaminya. Tapi lihat keadaan kamu yang menyedihkan ini. Kamu selalu mengharapkan dia kembali ke dalam kehidupan kamu yang itu adalah mustahil" UJar Santi lagi.


"Iya kamu benar. Itu tidak akan mungkin, dia tidak akan mungkin kembali"


"Sekarang, bereskan semua ini. Pokok nya aku tidak mau melihat semua tentang Rea lagi di dalam kehidupan kamu. Baik itu foto, barang-barang yang ia kasih ke kamu atau apapun lah itu pokoknya aku tidak mau lagi kamu ada sangkut pautnya dengan Rea. Karena itu akan membuat kamu selalu teringat dengan masa lalu kamu dan tidak akan bisa melupakannya begitu saja"


"Iya, aku akan bereskan ini semua nanti. Sekarang aku antar kamu pulang dulu. Karena hari sudah larut aku takut nanti jika kamu pulang terlalu malam kamu akan menjadi bahan omongan para tetanggamu"


"Oke, aku tunggu di ruang tamu bersama ibu. Tapi kamu ingat ya besok ketika aku kembali lagi ke sini aku pokok nya tidak mau melihat apapun lagi tentang Rea"


"Iya, aku jamin hal ini tidak akan terjadi lagi" Ujar Riko.


"Buk, aku pulang dulu ya" Ujar Santi mencium punggung tangan calon Ibu mertuanya itu berpamitan pulang saat mereka sudah berada di ruang tamu.


"Iya sayang, hati-hati ya" Jawab Maya.


"Riko, hati-hati bawa mobil nya. Jaga calon menantu ibu ya. Kamu beruntung lo mendapatkan calon istri yang baik dan pengertian seperti dia" Ujar Maya memuji.

__ADS_1


Riko hanya tersenyum mendengar apa yang barusan dikatakan oleh ibunya.


"Ya sudah buk, aku antarkan Santi pulang dulu ya"


__ADS_2