
Sehari sebelum acara pernikahan Santi dan Riko. Aku dan Arga memutuskan untuk pulang ke kampung halaman ku. Yah setelah urusan ku dan Santi selesai nanti nya, aku bermaksud kembali ke kota Terubuk itu.
Ibu yang sedang menyapu teras rumah tampak heran melihat sebuah mobil berhenti di halaman rumah.
Aku dan Arga keluar dari mobil itu. Wajah yang heran tadi berubah menjadi raut kebahagiaan melibat anak dan menantu nya pulang.
"Rea... Ya Allah nak. Kamu pulang? Kenapa tidak mengabari ibu terlebih dahulu?" Tanya ibu menghampiri dan memeluk ku.
"Sengaja buk, mau kasih kejutan sama ibu" Jawab ku membalas pelukan ibu ku itu.
"Nak Arga" Tegur ibu.
"Buk" Arga mencium punggung tangan ibu ku.
"Ayah mana buk?"
"Ayah pergi rewang ke rumah Santi. Dia kan mau menikah besok hari bersama Riko" Jawab ibu ku.
"Oh iya buk, aku lupa" Ujar ku nyengir.
"Ya sudah, kalian masuk dulu dan beristirahat. Perjalanan kalian jauh" Ibu mengajak kami masuk kedalam. rumah.
"Ya ampun Rea, jika ibu tahu kamu pulang, pasti ibu akan masakin makanan kesukaan kamu" Ujar ibu ku saat kami duduk di ruang tamu.
"Rendang jengkol?" Tebak Arga.
"Iya, sudah hafal ternyata makanan kesukaan Rea" Ujar ibu ku tersenyum.
"Kamu pulang ke sini untuk menghadiri pesta pernikahan Santi?" Tanya ibu ku.
Deg....
Aku kaget mendengar pertanyaan ibu ku. Sejujurnya aku datang bukan untuk menghadiri pesta itu. Melainkan aku hanya ingin nama baik ku kembali. Selama ini aku telah di nilai rendah sama orang-orang. Jika saja Santi tidak menjebak ku, pasti hal itu tidak akan terjadi kepada ku. Dan aku sama sekali tidak tahu tentang pernikahan Santi dan Riko itu. Aku mendapatkan informasi dari Dimas yang mengatakan bahwa Santi dan Riko akan segera menikah tempo hari.
"Kok malah bengong" Ujar ibu mengagetkan ku.
"Iya buk. Santi adalah sahabat ku. Tidak mungkin aku bukan aku tidak datang di hari bahagia dan bersejarah bagi nya" Jawab ku berbohong. Aku mengukir senyuman di bibir ku yang memang tampak di paksakan.
Ibu membalas ku dengan senyuman.
"Ya sudah, waktu juga sudah menunjukkan untuk makan siang lebih baik kalian makan dulu di rumah. Setelah itu baru kalian pergi ke acara pernikahannya Santi"
"Iya buk, kebetulan aku sudah lapar sekali. Aku rindu juga dengan masakan ibu" Ujar ku jujur.
"Dengan masakan nya saja. Orang nya tidak rindu?"
"Orang nya juga dong buk. Orang nya yang paling di rindukan di dunia ini" Ujar ku memeluk ibu ku.
"Iya sayang. Ibu juga rindu dengan mu" Jawab ibu ku membalas pelukan ku. Tak lupa ia mencium pucuk kepala ku penuh dengan kasih sayang.
"Ya sudah ayo makan dulu" Ajak ibu ku lagi. Kami pun segera ke dapur untuk makan siang bersama.
***
Aku duduk melamun di atas tempat tidur ku.
__ADS_1
"Sedang mikirin apa sih?" Tegur Arga melihat ku melamun saat diri nya baru masuk ke kamar ku itu.
Aku menarik nafasku dalam dalam lalu kuhembuskan kuat-kuat untuk menghilangkan rasa kegundahan di hati dan kegelisahan yang menghantui diri.
"Ga, apa kita melakukan hal yang benar?" Tanya ku.
"Apa sebaik nya kita jangan melakukan hal ini? Kita batalin aja ya" Ujar ku lagi merasa tidak enak hati kepada Santi.
"Lo kenapa?"
"Aku merasa tidak enak hati kepada Santi. Dan aku juga tidak mau membuat kedua orang tua nya malu"
"Ya ampun Rea, kamu kenapa sih seperti ini? Jika kamu seperti ini, orang-orang akan selalu menindas mu. Dan selama nya kamu akan di pandang rendah sama orang-orang. Karena telah berbuat hal yang tidak baik sebelum menikah. Mereka akan selalu berpikir kamu yang salah. Dan Santi akan selalu di pandang baik. Padahal dia lah dalang dari semua ini" Jelas Arga.
"Tapi ini acara pernikahannya lo ada hari bersejarah bagi dirinya Apa tega kita merusak hari pernikahannya seperti itu?"
"Sayang, jika kamu tidak mau bertanya kepada Santi di depan orang banyak, kamu bisa kok membawa dia ke kamarnya atau ke tempat yang sepi yang hanya kalian berdua saja yang membahas hal ini. kamu harus membersihkan kembali nama baikmu. Selama ini kamu sudah cukup menderita dipandang sebelah mata oleh orang-orang dan sekarang kamu harus buktikan kepada mereka bahwa kamu tidak seburuk yang mereka pikirkan selama ini kepadamu" Pujuk Arga lagi.
Aku kembali berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Arga barusan. Memang ada benarnya juga, aku harus bisa membersihkan kembali nama baikku. Dan aku juga harus bisa membersihkan kembali nama kedua orang tuaku yang sempat malu akibat peristiwa itu.
Aku harus menanyakan hal ini kepada Santi. Aku harus meminta penjelasannya. Kenapa dia tega melakukan hal ini kepadaku apa salahku kepadanya selama ini.
"Tapi Arga harus kah kita bertanya pada nya besok? Saat ia sedang bersanding?"
"Iya, biar orang-orang pada tahu kejahatan nya selama ini"
"Tapi itu akan membuat keluarga nya malu.. Aku tidak tega melihat kedua orang tuanya nanti akan menanggung malu"
"Terus selama ini apa dia memikirkan kedua orang tuamu yang telah menanggung malu hampir setahun karena ulahnya yang menjebak mu kemarin itu? Coba kamu pikirkan perasaan kedua orang tuamu dan kamu harus membalasnya agar Santi juga merasakan rasa malu yang kamu rasakan selama ini.
"Iya Arga. kamu benar. Jika bukan untukku, aku harus melakukan hal ini demi kedua orang tuaku yang selama ini juga ikut menderita atas kejadian yang telah menimpaku kemarin itu"
"Kamu tenang aja besok aku akan menemani kamu untuk bertemu dengannya. Aku tidak akan meninggalkan kamu sedetikpun. Kamu harus tahu aku akan selalu ada untuk kamu dalam keadaan apapun" Ujar Arga penuh keyakinan dan menggenggam erat tangan ku.
Aku tersenyum senang mendengar apa yang di katakan suami ku itu. Kini hati ini terasa tenang di samping suami ku itu.
***
Aku dan Arga pergi ke pesta pernikahan Santi dan Riko. Di sana terlihat Santi bersanding bersama Riko dengan memakai baju adat berwarna kuning. Sungguh gadis itu memancarkan aura kebahagiaan nya. Ia tersenyum bahagia menyambut para tamu undangan yang memberikan ucapan selamat kepada nya dan Riko.
Aku menghentikan langkah ku. Langkah Arga pun terhenti karena ku.. Yah kami pergi ke rumah Santi hanya berjalan kaki saja. Karena rumah Santi dan aku tidak lah begitu jauh. Hanya berjarak beberapa rumah saja di sana.
"Kenapa?"
"Apa benar yang kita lakukan ini?" Tanya ku kini mulai ragu.
Arga menarik napas nya dalam-dalam dan di hembuskan nya kuat-kuat. Ia bingung dengan pendirianku yang selalu berubah-ubah. Tadi malam aku mengatakan begitu yakin akan mengungkapkan kebenarannya di hadapan semua orang di acara pernikahannya Santi. Tapi yang ini aku malah ragu dan kembali nyali ciut untuk mengungkap semua kebenaran itu.
"Rea, tidak perlu memikirkan mana yang benar dan mana yang salah. Dan yang kita lakukan ini tidak salah karena untuk memperbaiki nama baik mu" Ujar Arga.
"Semua kebenaran ini harus terungkap" Tambah nya lagi.
Aku hanya diam tidak menjawab apa yang di katakan oleh Arga.. Aku masih memikirkan tindakan ku nanti.
"Ya sudah lah, jika kamu tidak mau, biar aku saja yang bicara dengan Santi" Ujar Arga melihat ku tidak memberikan jawaban.
__ADS_1
"Eh, gak perlu" Cegah ku menarik tangan Arga.
"Biar aku saja yang berbicara dengan Santi" Ujar ku. Lebih baik aku yang berbicara dengan Santi dari pada Arga. Karena aku takut nanti Arga akan tidak bisa menahan emosi dan bertindak lebih nanti nya.
"Ya sudah, ayo kita ke sana" Ajak Arga menggenggam tangan ku.
Meski dengan langkah yang berat, aku pun mengikuti langkah Arga.
Mata Santi membulat melihat ku hadir di sana. Ia tidak menyangka bahwa aku hadir di acara pernikahan nya itu. Padahal dia sama sekali tidak mengundang ku.
Pelamin yang terletak di luar itu tempat persandingan Riko dan Santi. Yah memang sekarang memang membuat pelaminan di luar rumah ngetren nya. Tidak sama dengan zaman dulu yang hanya membuat pelamin di dalam rumah saja.
"Santi, aku mau bicara dengan mu" Ujar ku menarik Santi agar mengikuti ku. Aku mengajak Santi masuk ke rumah nya. Yah di rumah nya memang tidak terlalu banyak orang karena tamu undangan hanya duduk di bansal hidang langsung dapat melihat secara langsung karena pelamin untuk bersanding terletak di luar.
Riko, Arga, Maya, dan kedua orang tua Santi mengikuti ku. Sedangkan para tamu hanya melihat ku dengan heran.
"Ada apa si Ya? Kenapa kamu datang ke sini dan menyeret ku seperti ini?" Ujar Santi sedikit emosi.
"Aku hanya perlu bicara dengan mu. Sekarang aku mau tanya, kenapa kamu melakukan hal ini kepada ku?" Tanya ku.
"Apa sih maksud kamu Rea, aku melakukan apa sama kamu?" Tanya Santi berlaga baik.
"Kamu apa-apaan sih datang-datang ke sini langsung marah-marah gak jelas seperti ini" Tegur Maya. Ibu dan ayah ku pun ikut masuk ke dalam rumah Santi untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi.
"Maaf tante, aku hanya ingin meminta penjelasan kepada Santi. Kenapa dia begitu tega melakukan hal ini kepada ku. Padahal kita sudah berteman lama" Ujar ku.
"Apa sih maksud kamu? Apa kamu mencintai Riko? Tapi bukan kah kamu sudah memiliki suami. Apa salah nya jika Riko menikah dengan ku" Ujar Santi lagi.
"Bukan, bukan itu maksud ku. Kenapa kamu menjebak ku waktu itu Santi? Tanya ku.
Deg...
Mata Santi membulat mendengar apa yang aku katakan tadi. Ia tampak panik saat itu karena aku mengetahui perbuatan nya yang telah di tutupi selama ini. Tidak. hanya Santi. Riko, Maya, kedua orang tua Santi dan juga kedua orang tua ku pum ikut kaget.
"Apa maksud mu Rea? Kenapa kamu nuduh ku seperti ini kamu mau merusak pesta pernikahan ku?" Tanya Santi lagi tampak baik.
"Eh, Santi, sudah lah jangan berbohong lagi kamu. Aku dan Rea sudah mengetahui semua nya. Kamu adalah dalang di balik peristiwa yang dulu sehingga aku dan Rea pada akhirnya harus menikah" Ujar Arga dengan emosi nya. Arga berdiri di samping ku.
"Sabar Arga" Ujar ku mencoba menenangkan suami ku yang emosi itu.
"Bagaimana aku bisa sabar menghadapi orang seperti dia? Kamu lihat dia tidak mau mengakui kesalahan nya. Padahal kamu sudah meminta penjelasan dari nya baik-baik. Tapi lihat apa yang dia lakukan. Dia berlagak seperti orang yang tidak bersalah di sini" Ujar Arga lagi.
"Asal kalian tahu ya, selama ini Rea menjadi korban karena ulah Santi. Dia sengaja memasuk kan serbuk ke minuman nya Rea waktu itu hingga membuat Rea setengah sadar. Dia berencana untuk membuat Rea terlihat sebagai gadis yang tidak baik waktu itu dengan menyewa laki-laki bernama Dimas. Tapi sayang nya aku yang masuk ke dalam kamar nya Rea. Dan membuat aku dan Rea harus menikah" Jelas Arga lagi.
"Semua itu dia lakukan karena dia mencintai kamu Riko. Dia cemburu kamu selalu mengejar Rea. Dan satu lagi. Dia juga sudah membuat Rea di pecat dari pekerjaan nya karena dia lah yang manipulasi dokumen kantor sehingga membuat perusahaan nya merugi. Namun, kesalahan nya kepada Rea. Hingga membuat Rea di pecat" Jelas Arga lagi.
"Benar kamu melakukan hal itu San?" Tanya Riko tampak kecewa.
"Gak Ko, mereka bohong. Mereka sengaja melakukan ini karena tidak mau melihat ku bahagia"
"Bohong bagaimana maksud kamu? Mau aku mengajak Riko untuk bertemu dengan Dimas agar semua nya jelas?" Ujar Arga.
"Aku gak nyangka kamu seperti itu Santi. Di depan ku, di depan ibu ku kamu begitu baik selayak nya malaikat. Tapi di belakang kami, kamu sungguh keterlaluan. Kamu sanggup menusuk teman mu dari belakang hanya karena cinta dan rasa iri dengan Rea. Kamu menghalalkan segala cara untuk mendapat kan apa yang kamu ingin kan. Padahal kamu dan Rea sudah berteman lama" Ujar Riko kecewa.
"Santi apa salah ku kepada mu. Selama ini aku berusaha untuk menyatukan mu dan Riko. Aku tidak pernah membalas cinta Riko. Karena ku tahu kamu sangat mencintainya" Ujar ku.
__ADS_1
"Meski waktu itu aku mulai mencintai nya, karena Riko begitu baik kepada aku dan keluargaku. Namun semua rasa dihati ini aku pendam hanya untuk menjaga persahabatan kita. Aku tidak mau kamu terluka dan aku tidak mau kamu kecewa. Oleh karena itu aku berusaha untuk menyatukan kamu dan Riko. Tapi apa yang kamu balas terhadapku? Kamu tega melakukan semua ini. Kamu tega mencoreng nama baikku" Ujar ku sangat kecewa. Tak terasa beberapa air mata mengalir di pipi ku.
"Mungkin aku bisa terima jika hanya aku yang menanggung malu. Tapi orang tua ku yang tidak bersalah pun ikut menjadi korban atas keegoisan mu" Tambah ku lagi.