
"Bukan masalah cinta nya Ko. Aku bukan Rea yang dulu lagi. Buka nya aku sudah mengatakan itu tadi?" Aku sedkit kesal karena Riko seperti memaksa ku untuk menerima nya.
"Tapi aku cinta sama kamu Ya. Aku tidak bisa melihat mu jatuh di tangan lelaki lain" Ucap Riko dengan nada yang lirih. Sebenarnya aku juga sedih melihat Riko seperti itu. Namun ku sadari gadis seperti ku tidak pantas untuk lelaki baik seperti Riko. Terlebih lagi Santi menyukai Riko dari dulu.
Jika aku membalas cinta nya Riko hubungan ku dan Santi pasti kembali merenggang. Tidak tentu saja aku tidak ingin hal itu terjadi.
"Riko, tolong mengerti. Aku tidak pantas untuk mu. Kamu bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari pada aku. Kamu tahu kan Santi dari dulu mencintai mu. Coba lah untuk membuka hati untuk nya" Pinta ku.
"Tidak Ya, kamu tahu kamu lah yang terbaik di antara yang baik. Tidak ada yang lain hanya kamu. Dan masalah Santi aku tidak bisa membuka hati ku untuk nya. Hati ku telah di isi oleh mu"
__ADS_1
"Riko, maafkan aku. Kamu jangan terlalu memaksa ku. Jika kamu seperti ini, aku tidak ingin bertemu lagi dengan mu. Kamu telah membuat hubungan kita tidak nyaman" Ucap ku sedikit kesal.
"Baik lah, aku tidak akan memaksa mu. Dan kamu tolong jangan memaksa ku untuk menerima Santu. Bukan nya kamu merasa risih saat aku memaksamu untuk menerima ku. Begitu pun aku yang merasa risih saat kamu meminta ku untuk menerima Santi" Ku lihat Riko sedikit emosi melihatku yang terus memaksanya untuk bersama Santi.
"Maafkan aku Ko" Hanya itu yang bisa keluar dari mulut ku.
"Terima kasih karena memperdulikan ku Ko. Doa kan semoga aku bahagia" Jawab ku santai. Meski ku tahu jawaban ku akan membuat Riko semakin emosi. Namun ku tepis semua itu karena aku tidak ingin membuat Santi semakin membenci ku.
"Aku permisi" Dengan raut wajah yang marah Riko pergi meninggalkan ku di kantin itu. Aku hanya mengangguk memberi respon.
__ADS_1
Kulihat pundak lelaki yang sudah ku anggap sebagai sahabat saat dirinya berlalu. Sedih, ya memang sedih rasanya. Jujur saja hati ini sedikit banyak merasa nyaman bersama nya. Secara lima tahun bersama bagaimana mungkin rasa itu tidak tumbuh. Terlebih Riko selalu membantu ku.
Namun, semenjak ku tahu bahwa Santi juga mencintai Riko, ku buang rasa itu jauh-jauh. Aku hanya menganggap Riko sebagai sahabat tidak lebih dan kurang.
Apa lagi dengan keadaan ku seperti ini. Membuatku yakin bahwa Riko buka lah jodohku. Ya mungkin Riko bisa menerima apa yang telah terjadi kepadaku. Tapi apa orang tua nya bisa menerima ku sebagai menantu mengetahui semua yang telah terjadi kepadaku?
Tentu saja tidak. Pasti mereka sangat kecewa kepada ku.
Ah sudah lah. aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Arga. Lelaki yang mau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Meski ku tahu dia tidak mencintai ku, menikah pun karena terpaksa. Walau begitu dia mau bertanggung jawab. Itu lah yang membuat ku merasa kagum dengan nya.
__ADS_1