Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Rencana pindah


__ADS_3

"Sayang, bisa kamu temanin aku ke mall. Aku mau berbelanja untuk keperluan pernikahan kita nanti" Ujar Santi menghubungi Riko.


"Iya bisa nanti aku akan menemani kamu berbelanja. Tapi saat ini aku masih sibuk ada beberapa pasien yang harus aku tangani" Jelas Riko.


"Tapi nantinya kalau sudah selesai aku pasti akan menghubungi kamu dan menemani kamu untuk berbelanja" Ujar Riko.


"Ya udah nggak apa-apa nanti jika kamu nggak bisa menemani aku aku bisa kok pergi sendiri" Ujar Santi mengerti.


"Makasih ya pengertian nya" Ujar Riko.


"Ya sudah aku mau melanjutkan pekerjaan dulu. Aku tutup dulu ya teleponnya"


"Ya sayang kamu hati-hati ya kerjanya" Santi menutup ponsel nya.


Kring....


Kembali ponsel Santi berdering.


"Ibu Maya" Ujar nya melihat tulisan di ponsel nya Siapa yang menghubunginya.


"Hallo buk" Santi menjawab.


"Hallo Santi. Apa kamu sibuk?"


"Oh enggak kok buk hari ini aku nggak sibuk. Lagi pun hari ini kan hari minggu. Jadi aku libur kerja dan nggak ada kegiatan apa-apa di rumah" Ujar Santi.


"Nah kebetulan, Ibu mau ngajak kamu untuk berbelanja ke mall ya sekedar belanja keperluan pernikahan kalian nanti. pernikahan kalian kan nggak lama lagi jadi harus dipersiapkan secara matang dari sekarang"


"Oh iya buk kebetulan tadi juga sudah menghubungi Riko untuk menemaniku berbelanja ke mall yang untuk membeli perlengkapan pernikahan nanti. Tapi Rikonya bilang dia nggak janji lantaran masih ada pasien yang harus ditanganinya bisa jadi dia akan pulang telat" Jelas Santi.


"Nah itu dia makanya Ibu ngajak kamu mau berbelanja karena aku tahu Rikonya saat ini sedang sibuk dan dia pasti tidak ada waktu untuk menemani kamu mempersiapkan kebutuhan pernikahan kalian nanti" Ujar Maya.


"Kamu perginya bersama Ibu aja ya ke mallnya. Nggak apa-apa Riko kerja itu kan tanggung jawab dia sebagai seorang dokter untuk menangani pasiennya yang sedang membutuhkannya" Tambah nya lagi.


"Iya buk. Kita pergi berdua aja untuk belanja nya. Sebentar ya bu aku siap-siap dulu" Ujar Santi.


"Oke nanti Ibu akan jemput kamu ke rumah ya" Maya menutup ponsel nya.


***


"Assalamualaikum" Riko memberi salam. Namun, tidak ada jawaban dari rumah Santi.


"Assalamuakaikum" Ulang nya lagi. Namun masih tidak ada jawaban dari dalam rumah.


Riko merogoh sakunya untuk mencari ponsel miliknya. ia mencari nomor Santi yang ada di dalam ponselnya.


Terdengar suara nada sambungan dari ponselnya


"Hallo" Santi menjawab.


"Hallo San, kamu kemana? Dari tadi aku mengucapkan salam di depan rumahmu namun tidak ada jawaban dari dalam. Apa kamu tidak ada di rumah?" Ujar Riko.


"Ya ampun Riko aku benar-benar minta maaf Aku lupa ngabarin kamu. Saat ini aku sedang tidak berada di rumah. Aku sedang keluar untuk berbelanja perlengkapan pernikahan kita bersama ibumu. Karena terburu-buru aku jadi lupa untuk menghubungi kamu aku minta maaf" Ujar Santi merasa bersalah.


"Kamu perginya bersama ibu?" Ulang Riko takut bawa pendengarannya salah.


"Iya aku pergi bersama ibumu. Ibumu yang mengajakku untuk berbelanja bersama. Karena dia tahu kamu pasti sibuk di rumah sakit makanya dia ngajak aku untuk membeli perlengkapan pernikahan kita" Jelas Santi.


"Oh gitu" Ujar Riko tidak tahu lagi harus berkata apa.


"Sini Santi berikan ponsel nya" Maya meminta ponsel Santi untuk ngobrol bersama Putra semata wayangnya.


"Halo Riko aku tenang aja ya Santi perginya bersama ibu kok. Jadi kamu tidak perlu khawatir dan cuma seperti itu karena ada ibu yang akan menjaga Santi di sini ya" Ujar Maya.


Sejujurnya Riko tidak mengkhawatirkan keberadaan santri justru dia lebih mengkhawatirkan keadaan ibunya saat ini. Laki-laki berkacamata itu masih belum bisa sepenuhnya menerima keberadaan Santi. Ia menganggap Santi hanyalah sebagai temannya saja.


Namun Maya terus saja memaksanya untuk membuka hati terhadap Santi dan move on dari masa lalu yang menyakitkan itu cintanya tidak terbalas oleh aku.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati di sana cepat pulang jika sudah selesai berbelanja" Titah Riko.


"Iya kamu tenang aja nanti setelah aku selesai kamu pasti akan pulang kok" Jawab Maya.


Riko menutup ponsel nya.


"Kenapa buk? Tanya Santi.


"Riko sepertinya takut banget deh terjadi apa-apa sama kamu. Terdengar suara khawatirnya di ponsel ini"


Mendengar itu Santi tersenyum senang karena Riko begitu peduli kepadanya. Padahal apa yang di katakan oleh Maya tidaklah benar. Justru anaknya lebih mengkhawatirkan dirinya karena ibunya tidak begitu sehat.


Namun wanita paruh baya itu tidak menyadarinya.


"Sepertinya Riko sudah mulai move on dan bisa melupakan masa lalunya serta sudah bisa membuka hatinya untuk kamu. Ibu sangat senang belum melihat perkembangan Riko saat ini." Ujar Maya.


"Iya tante, semoga saja hubungan aku dan Riko semakin sehat kedepan nya" Jawab Santi.


"Aaminn" Ucap Maya.


"Ya sudah, ayo kita ke sana. Seperti nya di sana ada beberapa pakaian yang baru tuh" Ajak Maya menunjuk ke salah satu tokoh yang ada di mall itu.


"Ayo" Ujar Santi.


Mereka pun pergi ke toko yang dimaksud tadi.


***


"Sandra, dari mana?" Tanya Rina melihat Sandra pulang ke rumah.


"Dari kantor ma, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan secepat nya" Ujar Sandra.


"Sandra, mama mau bicara sama kamu. Ayo kita duduk di ruang tamu" Ujar Rina mengajak menantu kedua nya masuk.


Sandra dan Rina masuk ke dalam rumah megah itu menuju ruang tamu.


"Silakan duduk" Titah Rina suruh menantu keduanya untuk duduk berhadapan dengan nya.


"Apa ma, Mama nyuruh ku berhenti bekerja itu gak akan mungkin ma" Ujar Sandra menolak perintah dari mertuanya.


"Sandra, kamu lihat keadaan kamu sekarang, masak di hari libur minggu seperti ini kamu juga harus kerja. Tidak bisakah kamu libur sehari saja untuk menghabiskan waktu bersama Arga suami kamu?" Ujar Rina.


"Ma aku kan bekerja untuk menggapai cita-citaku. Bukankah aku sudah pernah bilang ini adalah cita-citaku dan aku nggak mungkin melepaskan impian aku begitu saja hanya karena pernikahanku. Itu bukan prinsip hidupku ma aku nggak seperti itu. Aku akan terus meniti karirku hingga aku bisa mencapai cita-citaku menjadi desainer terkenal. Saat ini aku baru saja menikah dengan aku justru busuk support dari mama dari papa dari Arga terutama sebagai suamiku bukan malah menyuruh aku melepaskan impianku hanya karena pernikahan ini" Jelas Sandra.


"Tapi apa yang kamu cari mama rasa Arga mampu menghidupi kamu dan bisa memenuhi kebutuhan kamu sehari-hari. Jadi kamu nggak perlu lagi bekerja. harga hanya membutuhkanmu yang senan tiasa ada di rumah. Ketika dia pulang kamu menyebutnya dengan senyuman mu"


"Maaf ma aku benar-benar enggak bisa melepaskan impianku begitu saja. Kesempatanku untuk menjadi desainer terkenal sekarang sudah ada di depan mata dan aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Memang, memang harga bisa memenuhi kebutuhanku tapi ini aku bukan menginginkan itu mah yang aku inginkan hanyalah karirku Cemerlang" Jelas Sandra.


"Kamu ini kenapa sih, dinasehati malah ngeyel dan gak mau mendengar perkataan orang tua. Untung saja ada Rea di rumah ini sebagai istrinya Arga jadi dia bisa mengurusi harga ketika kamu sedang sibuk bekerja di luar rumah" ujar Rina terdengar memanas-manasi agar Sandra cemburu dan Sandra mengalah dan melepaskan Arga.


Bukannya memang Sedari Dulu wanita baru banyak itu tidak menyukai Sandra. Namun karena aku terus-terusan memaksanya untuk menerima Sandra dan mengizinkan sandera untuk hidup bersama Arga. Mau tak mau mereka menerimanya dengan keterpaksaan.


Ma tolong mama ngerti keadaanku yang ma Arga sama sekali tidak mempermasalahkan dengan pekerjaanku ini yang selalu sibuk dan selalu tidak ada waktu di rumah"


"Selama ini Arka tidak protes dan tidak komplain apapun tentang masalah pekerjaanku"


"Nggak mungkin kamu menunggu harga komplain dan marah sama kamu baru kamu berhenti bekerja. Alangkah baiknya sebelum itu terjadi kamu sudah sadar dan mau melepaskan pekerjaan kamu demi suami kamu"


"Maaf Ma Aku benar-benar enggak nggak bisa. Aku mau naik ke atas dulu aku mau istirahat aku capek" Ujar Sandra meninggalkan Rina yang masih duduk di ruang tamu itu.


"Anak itu benar-benar ya, bukannya mau mendengarkan nasehat orang tua, malah pergi begitu saja meninggalkan aku yang belum selesai berbicara" Ujar Rina terlihat kesal.


***


"Bik Ina" Teriak Sandra saat melihat wanita paruh baya itu lewat di depan nya.


"Iya non, ada apa?" Tanya bik Ina mendekati istri tuan nya.

__ADS_1


"Aku mau tanya sama bibi. Tapi aku mohon bibi jawab yang jujur" Ujar nya tampak serius.


"Iya non ada apa emang nya"


"Selama aku pergi kemaren, apa Arga dan Rea selalu bersama? Maksudku apa mereka pernah keluar bareng gitu?"


"Kalau masalah itu sih ada ya non"


"Ada?" Sandra tampak kaget.


"Berapa kali mereka keluar?" Tanya nya lagi penuh penyelidikan.


"Ada lah sekali kemaren non" Jawab bik Ina dengan jujur.


"Bibi tahu mereka pergi kemana?" Tanya Sandra lagi.


"Kalau masalah itu sih saya kurang tahu ya non mereka perginya ke mana"


"Ya sudah, makasih ya bik"


"Iya non saya permisi dulu" Bik Ina melanjutkan pekerjaannya.


***


"Sebel, sebel, sebel" Ujar Sandra masuk ke dalam kamar nya.


Arga yang sedari tadi duduk di kasur sambil memainkan ponselnya merasa heran melihat istri kesayangannya pulang dengan keadaan marah-marah.


"Kenapa kamu Sayang belum pulang malah marah-marah seperti itu. Apa pekerjaan kamu hari ini baik-baik saja?"


Sandra duduk di samping Arga.


"Pekerjaan aku itu baik-baik saja sayang malahan pekerjaan aku itu bisa dikatakan hampir berhasil dan semuanya sempurna. Namun yang membuat aku sebel saat ini adalah mama kamu yang memintaku untuk berhenti mengejar karirku dan menyuruh aku untuk tetap berada di rumah sebagainya istri rumahan saja"


"Sayang lama-lama aku bener-bener nggak tahan berada di rumah ini. Jadi aku mohon sama kamu, kita pindah ya kita cari rumah kontrakan kek atau apapun gitu. Yang penting kita tidak tinggal di sini lagi boleh ya sayang, aku mohon" Ujar Sandra memohon.


"Aku gak bisa meninggalkan rumah ini. Aku nggak mungkin meninggalkan papa dan mama. Aku yakin mama pasti tidak akan menyetujuinya jika kita pergi dari rumah ini" Ujar Arga menolak permintaan istri tersayangnya.


"Tapi sayang, aku bener-bener udah nggak tahan tinggal di sini. Aku nggak mau nantinya aku semakin terlihat buruk di mata kedua orang tua kamu. Kamu kan tahu sendiri aku bekerja karena aku ingin mengejar karirku dan juga cita-citaku. Yang sudah lama aku impikan selama ini. Tapi mama kamu tidak setuju sama apa yang aku lakukan. Aku mohon sama kamu sayang, kita pindah aja dari sini. Ini semua baik untuk aku dan juga mama kamu agar nantinya tidak akan terjadi kesalah pahaman antara kami berdua" Sandra merayu.


"Tapi sayang.... " Ujar Arga.


"Apa kamu nggak mau pindah itu karena nggak mau jauh-jauh dari Rea? Mama kamu itu hanya sebagai alasan kedua kamu aja kan agar kamu tidak pindah dari rumah ini yang pertamanya yaitu tidak mau jauh dari Rea. Benar kan seperti itu" Tanya Sandra menebak.


"Apaan sih sayang? Kenapa kamu bisa ngomong seperti itu? Aku beneran nggak bisa pindah karena aku nggak mau jauh dari mama dan papa. Aku nggak pernah meninggalkan mereka. Hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan Rea sama sekali" Jelas Arga.


"Nggak mungkin aku tahu kamu tidak boleh mencintai Rea kan? Aku tahu kamu kemarin ada keluar bersama dia kan. Aku yakin benih-benih cinta mulai tumbuh di hati kamu dan dia akan mengaku kamu sama aku" Tebak Sandra.


"Kamu ngomong apa sih sayang? Jangan ngomong aneh-aneh seperti itu" Ujar Arga membela diri.


"Ngaku aja sama aku. Kamu lihat, sudah berapa lama kita menikah. Kamu bilang kamu akan menceraikannya dalam masa waktu 3 bulan. Ini sudah hampir 3 bulan tapi kamu sama sekali tidak ada niat untuk melepaskan dia sesuai dengan janji kamu. Harus berapa lama lagi aku menunggu"


"Aku minta maaf sama kamu sayang, untuk saat ini aku belum bisa melepaskan dia karena aku akan membuat mama dan papa akan kecewa. Jadi beri aku waktu sedikit lagi agar aku bisa memberikan alasan sama mama dan papa kalau aku dan dia tidak berjodoh"


"Oke aku akan memberikan kamu waktu untuk hal itu. Tapi aku mohon sama kamu turuti kemauan aku untuk pindah rumah dari sini. Agar aku tenang bekerja karena tidak ada Rea di rumah kita. Dan jelas dia tidak akan bisa menggoda kamu nantinya ketika aku tidak ada di rumah"


Arga menghembuskan napas berat nya.


"Mau ya sayang" Sandra kembali merayu.


"Oke, kita akan pindah dari rumah ini. Ini semua aku lakukan karena aku mencintai kamu. Dan demi kebaikan kamu dan kedua orang tuaku agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi seperti apa yang kamu takutkan" Ujar Arga mengalah.


"Benar?" Tanya Sandra memastikan.


Arga mengangguk.


"Makasih ya sayang"

__ADS_1


"Tapi kamu harus janji kamu jangan terlalu sibuk lagi dengan pekerjaan kamu. Karena kalau kamu sibuk seperti ini aku akan tinggal sendirian di rumah kita"


"Ya sayang aku janji aku akan bisa meluangkan waktu aku untuk kamu dan menemani kamu di rumah kita. Makasih ya sayang" Ujar Sandra bahagia memeluk suaminya.


__ADS_2