Cinta Bersalut Noda

Cinta Bersalut Noda
Rencana pernikahan


__ADS_3

Arga duduk melamun di kursi belakang rumah nya.


"Arga, kenapa melamun di sini sih?" Tanya Rina mendekati putra kesayangan nya.


"Mama ada apa ma?" Arga malah balik bertanya.


"Kamu ngapain di sini? Terus bagaimana keadaan Rea di sana?" Rina duduk di samping putra semata wayang nya itu.


"Rea baik kok ma"


"Kapan dia akan pulang ke rumah ini lagi?"


"Inshaallah dalam waktu dekat ini dia akan kembali"


"Ha, bagus jika seperti itu. Tidak baik juga kalian terus berjauhan seperti ini" Ujar Rina.


"Besok jika Rea sudah pulang ke sini, kamu jangan bertindak seenak mu seperti kemaren. Mama yang bakal menjitak kepala mu nanti nya. Sudah cukup pusing kepala mama memikirkan masalah kamu selama ini"


"Iya ma, mama tenang aja. Aku pasti akan menjaga Rea sebaik-baik nya"

__ADS_1


Tampa sengaja, wanita paruh baya itu melihat cetakan undangan di meja sebelah kursi yang di duduki nya dan Arga. Di mana meja itu berada di tengah-tengah mereka.


"Arga, undangan apa ini? Siapa yang mau menikah?" Tanya wanita paruh baya itu lagi.


Arga hanya tersenyum memandang wanita paruh baya itu. Rina melihat beberapa undangan yang tergeletak di meja itu.


"Arga, ini undangan pernikahan? Siapa yang mau menikah?"


"Aku ma" Jawab Arga dengan wajah tidak bersalah.


"Mau menikah lagi? Jangan macam-macam ya Arga. Tadi kata nya mau menjaga Rea. Nih malah buat ulah lagi. Yang benar dong Ga" Ujar Rina lagi.


"Arga, mama tanya nih sama kamu. Kenapa kamu gak jawab pertanyaan mama?"


Bukan nya menjawab, Arga malah tambah tersenyum menggoda mama nya.


"Arga, kamu gak ada mulut ya. Kenapa gak jawab pertanyaan dari mama" Rina semakin emosi.


"Pa, pa...." Teriak Rina memanggil

__ADS_1


"Ada apa sih ma" Rudi datang menghampiri ibu dan anak itu.


"Ini lo pa, lihat anak mu. Kemaren bukan main dia membujuk Rea untuk kembali kepada nya. Tapi sekarang lihat pa, lihat dia malah memesan undangan pernikahan ini. Kata nya dia yang mau menikah lagi. Apa sih ni Ga?" Ujar Rina masih kesal dengan jawaban anak nya.


Rudi ikut tersenyum menggoda melihat istri nya yang emosi itu.


"Pa, ngapain senyam senyum seperti itu?" Tanya Rina merasa heran.


"Ga, sudah dapat undangan mana yang bagus untuk pernikahan mu?"


"Pa, apaan sih? Kok malah mendung Arga seperti ini" Rina semakin heran.


"Ma, jangan berpikir yang bukan-bukan. Selidiki dulu sebelum mengambil keputusan" Rudi menasehati.


"Pa, mama sudah tanya sama Arga. Tapi dia malah senyum seperti itu tidak memberi jawaban sama sekali. Mama kan jadi emosi, bagaimana mama gak berpikir bukan-bukan jika dia saja tidak memberi jawaban yang jelas" Kata Rina.


"Mama ku yang cantik, yang baik hati, dengerin ya. Ini undangan pernikahan ku dan Rea. Kemaren kami hanya membuat acara pernikahan ala kadar nya saja kan di tempat kos Rea kemaren itu. Hanya menjemput saudara-saudara kita. Jadi, kali ini aku mau membuat pesta pernikahan kami besar-besaran seperti pada Sandra dulu. Bahkan mau membuat yang lebih mewah lagi lo ma" Jelas Arga kepada mama nya.


Rina tersenyum senang mendengar penjelasan dari anak semata wayang nya itu.

__ADS_1


__ADS_2