
Yah aku kaget dan sangat kaget mendapati siapa yang hadir bertamu ke rumah ku sepagi ini
"Ngapain dia kesini? Apa maksud dan tujuannya dan bagaimana bisa dia tahu tempat tinggal ku?" Batin ku sedikit heran. Satu persatu pertanyaan mulai bermunculan di benak ku.
"Ha Rea, boleh aku masuk?" Tegur nya menyadarkan lamunan ku.
"Ha, iya silahkan masuk" Balas ku.
Gadis berparas cantik tadi pun masuk dan duduk di kursi yang ada di meja tamu.
"Kita belum sempat berkenalan secara resmi ya. Kenalin Aku Sandra"
Deg.....
Jantung ini bergetar hebat saat Sandra mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan ku.. Sedetik, dua detik aku masih bingung dengan kehadiran Sandra di rumah ku.
"Kok bengong sih" Tanya nya.
"Ha Iya, Rea" Sambut ku menggenggam uluran tangan Sandra.
Sandra memperhatikan aku dari ujung kaki hingga ujung kepala
"Lusuh, tidak terawat pantas saja Arga menikahi nya karena kasihan" Batin nya.
Lama kami saling terdiam. Sejujurnya hati ku terasa sakit saat Sandra datang bertamu ke rumah. Kenapa dan untuk apa? Pertanyaan itu selalu muncul di benak ku.
"Apa dia datang hanya sekedar ingin mengejek ku? Atau bagaimana?" Batin ku lagi.
Ku akui dia memang cantik. Penampilan nya sangat menarik dan modis..Yah nama nya juga desainer jelas saja lah menjaga penampilan nya.
Melihat penampilan nya aku merasa sangat kecil, kecil se kecil nya. Bahkan mengalahkan kecil plankton. Makhluk kecil yang selalu ingin mencuri resep Krabi petty nya tuan krep di sereal kartun spongebob.
"Oh ya, bagaimana persiapan pernikahan bersama Arga?" Tanya nya memecahkan keheningan antara kami.
"Sudah hampir selesai persiapan nya?"Jawab ku.
"Oh, kapan acara pasti nya?"
"Mungkin beberapa hari lagi. senin depan" Ujar ku.
"Oh, kebetulan aku sedang libur, jadi aku bisa menghadiri pernikahan kalian" Ujar nya sambil tersenyum manis.
Lagi-lagi senyuman manis itu membuat ku berprasangka buruk. Apa ada maksud dari senyuman yang dia pancarkan kepada ku? Begitulah kira-kira pikiran ku. Entah lah, otak ku benar-benar kusut. Aku tidak bisa berpikir jernih. Masalah demi .masalah ini membuat aku tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus.
Aku membalas senyumannya dengan senyuman kecut.
Diam lagi, hening lagi.
Kling...
Notifikasi ponsel nya Sandra berbunyi.
Sandra mengambil ponselnya dan melihat dari siapa pesan itu.
"Ya, aku pamit dulu ya. Ada urusan" Ujarnya sambil berdiri ingin pulang.
Aku mengangguk menyetujui.
"Semoga hari istimewa mu berjalan dengan baik ya" Katanya kembali mengulurkan tangan untuk berjabat.
"Iya, terima kasih" Ucap ku menyambut jabatan tangan nya.
"Eh" Ucap ibu kaget saat melihat berpas-pasan dengan Sandra di pintu masuk.
"Buk, saya pulang dulu" Ucap nya sopan.
Ini yang membuat Arga sangat mencintai Sandra. Bisa ku lihat dia anak yang baik dan santun. Memandang kami dengan sebelah mata saja tidak bisa ku lihat dari matanya.
Dia anak yang cukup santun. Terbukti dengan caranya menegur ibu seperti itu.
"Udah mau pulang?" Tegur ibu kepada Sandra.
__ADS_1
"Iya buk. Ada sedikit urusan di luar" Jawab nya.
"Oh ya sudah. Hat-hati ya nak" Kata ibu.
Kami melihat kepergian Sandra dengan mobil nya Ferrari nya berwarna hitam melaju membelah jalan raya.
"Siapa nak? Teman kantor mu?" Tanya ibu ketika mobil Sandra tidak kelihatan lagi.
"Bukan buk"
"Terus siapa?" Tanya ibu penasaran.
"Sandra pacar nya Arga"
"Pacar?" Ulang ibu ku.
"Iya buk, pacar nya Arga. Mereka sudah lama menjalin hubungan. Namun hubungan mereka tidak di restui sama kedua orang tua nya Arga karena mereka beda agama buk" Jelas ku.
"Oh begitu, Terus kenapa dia ke sini?"
"Gak tahu juga sih buk. Mungkin hanya mau kenal sama aku sebagai calon nya Arga" Ucap ku.
"Ya sudah lah nak, apa pun itu semoga nanti nya dia tidak berbuat yang bukan-bukan ya terhadap kamu" Ujar ibu.
"Ya siapa tahu ada maksud tersembunyi dia datang ke sini. Secara kamu kan calon istri nya Arga. Sedangkan hubungan nya dan Arga tidak di restui. Tidak bisa menyakiti Arga atau keluarga nya, bisa jadi dia nekat sama kamu" Jelas ibu.
"Iya buk mudah-mudahan begitu" Jawab ku.
"Sebenarnya hati ini masih bertanya-tanya maksud dan tujuan nya bertamu ke rumah ku. Yah aku tahu mereka saling mencintai. Dan aku disini bisa di bilang menjadi orang ketiga di antara mereka. Tapi aku sama sekali tidak ingin semua ini terjadi. Di satu sisi aku memikirkan perasaan Arga dan Sandra. Tapi di sisi lain bagaimana dengan aku yang sudah menjadi seperti ini? Dan bagaimana jika nanti benar adanya aku sudah mengandung hasil kecebong nya Arga? Tidak mungkin aku melahirkan anak tanpa seorang suami" Batin ku.
"Selagi aku masih belum halangan, aku belum bisa merasa aman dengan keadaan ku" Tambah ku lagi.
"Rea, kok malah bengong" Suara ibu menghentikan lamunan ku.
"Ibu mau ke dapur dulu yah. Mau masak" Ujar Ibu ku.
"Ini juga ibu belikan beberapa perlengkapan untuk acara mu nanti. Ibu buat ramuan ya lulur mu ya nak. Biar nanti di hari pernikahan mu, kamu kelihatan cantik" Ujar ibu ku lagi memperlihatkan sekantong plastik bahan-bahan yang dia beli tadi seperti kunyit, beras, dan bengkuang.
"Iya buk" Jawab ku singkat.
Terlihat dengan keadaan ku yang semakin kusut dan tidak terurus seperti orang yang kehilangan arah hidup. Yah memang sekarang aku sedang hilang arah.
***
Aku menghempaskan tubuh yang terasa begitu lelah di atas kasur kamar ku. Ku tatapi langit-langit di kamar ku.
Teringat masa kecil yang begitu menyenangkan di sana. Masa kecil penuh dengan kenangan manis tanpa ada masalah seperti sekarang. Mandi di sungai, mandi di parit-parit besar di desa ku, berpetualangan bersama teman-teman di kampung, bermain bola pecah piring (permainan dengan menggunakan tutup botol yang di ketuk menggunakan palu hingga membentuk seperti piring. Setelah itu di tengah nya di lobangi dengan menggunakan paku. Terus tutup botol tersebut di susun menggunakan lidi sepeda yang berada di rem sepeda tersebut. Bagi kelompok yang menang, melempar bola hingga kena tutup botol yang sudah di susun dan di beri batas, jika sudah kena dan tutup botol tersebut keluar dari batasnya. Maka boleh lari. Kelompok yang menang harus mengisi tutup botol itu ke dalam lidi sepeda tersebut hingga habis tanpa harus kena lemparan bola dari lawan), dan masih banyak lagi permainan masa kecil ku yang sangat menyenangkan.
Paling jika aku menangis karena terluka di sebab kan hanya lutut dan siku ku yang berdarah. Beda dengan sekarang tubuh ku kelihatan tidak tergores sedikit pun. Tapi di dalam sini, hati ini penuh dengan goresan luka perih dan tidak berdarah.
Kling....
Notifikasi ponsel ku berbunyi membuat lamunan ku terhenti.
Aku mengerutkan kening ku melihat siapa yang memberikan pesan untuk ku.
[Bagaimana menurut mu, Sandra cantik kan?] Pesan dari Arga.
[Jadi kamu yang memberitahu Sandra rumah ku? Untuk apa]
[Dia hanya ingin berkenalan dengan mu. Calon istri ku]
[Oh, begitu] Balas ku singkat.
[Jadi bagaimana? Cantik kan dia?] Tanya nya lagi.
"Apa maksud mu bertanya seperti ini kepada ku? Apa kamu mau menunjukan bahwa Sandra cantik, baik dan lebih dari segalanya dari pada aku?" Batin ku.
"Kenapa Arga, apa aku salah telah mulai mencintai kamu. Jujur aku memang mencintai mu. Aku belajar untuk mencintai kamu karena kamu calon suami ku. Tapi tidak seperti ini juga perlakuan mu kepada ku. Kamu membanggakan gadis lain di depan ku. Meski aku tahu kalian sudah lama berhubungan, tapi tetap saja hati ini sangat terluka. Di mana harga nya aku di mata mu?" Batin ku lagi mulai meneteskan air mata.
[Pasti kamu tidak bisa menjawab karena kamu kalah saing bersama nya. Selera ku tidak pernah salah bukan?] Pesan nya lagi.
__ADS_1
[Dia memang gadis yang terbaik yang pernah aku kenali] Tambah nya.
Deg....
Seperti petir di siang bolong menyambar hati ini. Sakit, perih, nyilu menjadi satu. Air mata yang keluar dari mata ku semakin deras mengalir.
[Jika kamu sangat menginginkan nya menemani hidup mu, jika kamu sangat bangga memiliki nya, dan jika itu yang membuat kamu bahagia, lakukan lah lepaskan aku. Sudahi pertunangan ini dan batalkan pernikahan ini. Bilang kepada kedua orang tua mu bahwa kita batal menikah agar orang tua mu bisa bertemu dengan orang tua ku untuk membicarakan ini. Karena kamu melamar ku bersama keluarga mu, maka aku mau kita berakhir dengan keluarga mu juga] Balas pesan ku.
Sejujurnya aku bisa saja membatalkan pertunangan ini, namun apa lah daya ku. Perjanjian pertunangan yang kedua belah pihak sepakati adalah perjanjian suku melayu. Dimana jika pihak perempuan yang membatalkan pertunangan ini maka dia harus mengembalikan cincin sebanyak dua kali lipat. Dan uang yang telah di terima pun harus di kembalikan sebanyak dua kali juga. Tapi jika laki-laki yang memutuskan nya, makan semua nya yang di beri oleh pihak laki-laki akan menjadi hak milik perempuan.
Yah aku memikirkan itu, mana ada aku uang sebanyak itu untuk mengembalikan yang pernah di kasih Arga kepada ku. Secara aku tidak kerja lagi. Pemasukan ku tidak ada.
Uang yang di berikan dari pihak Arga adalah 25 juta. Artinya jika aku kembalikan harus 50 juta. Belum lagi harga cincin yang di sematkan di jari ku yang harganya puluhan juta. Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu?
Oleh karena itu aku meminta Arga yang memutuskan pertunangan ini karena dia yang bersih keras membuat ku merasa sangat tertekan.
[Tidak mungkin aku memutuskan pertunangan ini. Aku telah menodai mu dan aku akan bertanggung jawab atas semua itu. Bahkan aku masih memikirkan jika kamu sedang mengandung benih ku. Oleh karena itu aku harus bertanggung jawab] Balas nya.
[Baik lah terima kasih atas pertanggung jawaban yang kamu berikan kepada ku. Kita akan menikah selama tiga bulan untuk memberikan status kepada ku saja. Dan untuk memastikan aku benar hamil atau tidak. Jika sudah waktu nya tiba, kita akan berpisah] Balas ku.
[Oke setuju] Balas nya.
Yah itu lah yang bisa aku pinta dari Arga saat ini. Aku harus melakukan itu karena status ku saat ini sangat tidak jelas. Gadis tapi rasa janda. Nah jika aku sudah menikah dengan Arga meski Arga tidak akan menyentuh ku setidak nya orang-orang mengetahui aku sudah janda karena sudah menikah. Begitu lah pikir ku.
Terdengar konyol tapi yang penting bisa menutupi status ku saat nanti nya.
***
"Aduh, di mana aku?" Ujar Riko berusaha membuka matanya.
"Di hotel? Kenapa aku bisa ada di sini?" Ujar nya lagi.
Riko berusaha bangun meski terasa masih lemas. Riko memegang kepala nya yang masih terasa berat.
"Oh iya, kemaren malam aku minum. Dan membuat ku mabuk seperti ini. Ponsel? kunci mobil? Dimana barang-barang ku?" Tanya Riko panik menggerogoti saku celana dan baju nya untuk mencari barang-barang nya milik nya itu.
Pandangan nya beralih ke nakas yang berada di samping tempat tidur nya.
"Ini dia ponsel ku dan kunci mobil ku. Tapi mobil ku dimana? Apa ada di luar?" Seru nya lagi bergegas melihat dari arah jendela di mana langsung berhadapan dengan parkir yang berada di bawahnya.
"Tidak ada mobil ku di sana. Terus dimana?" Riko tampak mengingat-ingat apa yang terjadi kepadanya.
"Tadi malam aku bersama Santi. Pasti Santi tahu dimana mobil ku" Ujar nya langsung mengambil ponsel nya yang berada di nakas dan berusaha mencari nomor ponsel nya Santi.
"Hallo" Terdengar suara dari seberang mengangkat ponsel nya.
"Hallo Santi, kamu di mana sekarang?"
"Aku di kantor. Kenapa?"
"Tadi malam kamu bersama ku, apa kamu tahu di mana mobil ku?"
"Mobil?"
"Ternyata dia menghubungi ku hanya bertanya masalah mobil tampa menghawatirkan keadaan ku. Kejam kamu Ko, tega kamu sama aku" Batin nya.
"Ada, Mobil mu masih di tempat tadi malam. Aku meminta sekuriti di sana untuk menjaga mobil mu. Karena aku tidak bisa menyetir, jadi aku biarkan saja mobil mu di sana. Lagian jika aku meminta mu untuk menyetir, bisa-bisa akan terjadi kecelakaan lagi soal nya kamu mabuk berat tadi malam" Ujar nya lagi.
"Oh, Terima kasih ya kamu telah membantuku" Ujar Riko lega.
"Iya sama-sama"
Santi pun menutup ponsel nya.
"Riko, Riko" Ujar Santi menggeleng kepala nya.
"Mabuk berat? Aduh bodoh nya aku" Santi menepuk jidat nya.
"Kenapa aku tidak menggunakan momen bagus tadi malam untuk menjebak Riko?" Sesal Santi.
"Aduh, harus nya aku menggunakan itu dan meminta Riko bertanggung jawab untuk menikahi ku. Dengan begitu, Riko pasti mau bersama ku. Dan aku akan milik Riko selama nya" Ujar Santi menyesali telah melewati momen yang sangat cemerlang tadi malam.
__ADS_1
"Aduh,,, bodoh, bodoh, bodoh" Maki nya menepuk jidat nya sendiri.
"Tapi gak apa-apa aku akan mencari kesempatan di lain hari. Bagaimana pun cara nya Riko harus menjadi milik ku" Ujar nya penuh dengan percaya diri.