Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Mode bahagia 1


__ADS_3

Ketika izdi sedang asyik menceramahi sahabatnya para gadis itu datang dengan membawa beberapa camilan. Izdi yang melihat jadi tersenyum.


" Bawa apa?" tanyanya dengan lembut. Rangga melirik sahabatnya namun izdi sudah melotot-melotot tidak jelas supaya sahabatnya itu segera mengkode istrinya.


" Makanan buat kalian mas," jawab wardah sambil mendekat.


" Duduklah di dekatku sya. Bawalah makanannya untukku," ucap rangga flat. Namun izdi menatap ke arah istrinya dengan berbisik.


" Biarkan ... Semuanya butuh proses yang tidak sebentar," bisiknya pada wardah. Wardah pun memgangguk paham pada ucapan suaminya itu.


Rangga menatap nasya yang sedang tak gembira. Gadis itu diam saja semenjak menjadi istrinya. Rangga memang tak begitu memperhatikannya. Dia sibuk dengan dunianya.


" Apakah kamu tidak pernah ke salon lagi?" tanya rangga memperhatikan istrinya. Nasya meraba-raba kulitnya.


" Memangya sudah sangat jelek sekali ya mas?" tanya nasya sambil membenahi hijabnya. Rangga sedikit tersenyum.


" Masih saja idiot seperti dulu," ledeknya. Nasya melihat sedikit senyuman itu di wajah rangga.


Izdi dan wardah yang melihat mereka berdua jadi senggol-senggolan sendiri. Sambil tersenyum puas karena nasihatnya si dengarkan oleh rangga. Wardah pun berinisiatif untuk mengajak putri mereka bermain.


" Kami akan mengajak putrimu bermain ngga. Pergilah ajak istrimu ke salon. Jemputlah putrimj di cottage kami. Nanti ku sharelok," ucap izdi yang membuat rangga mengangkat alisnya.


" Pergilah beberapa saat dengannya," lirih izdi. Rangga tak menjawab apapun namun mengangguk.


" Baiklah ... Kami titip si kecilku," ucap rangga.


Rangga pun segera mengajak istrinya pergi dari sana. Sedang wardah menoleh pada izdi dengan mengerlingkan matanya.

__ADS_1


" Memangnya ndak apa-apa ya membuat mereka bareng gitu? Ndak jadi masalah mas?" tanya wardah dengan sedikit khawatir.


" Kamu pikir gimana sayang. Mereka akan jambak-jambakan gitu ya ndak dong. Gimana pun nasya adalah istrinya rangga pun pernah menyukainya hanya saja saat ini dia terkunci pada satu kesalahan makanya sikapnya berubah. Sebenarnya rangga care pada nasya sebelum mereka menikah bahkan saat aku koma dari situlah rangga sudah menyimpan perhatiannya untuk nasya," jawab izdi dengan panjang lebar. Wardah yang mendengar sedikit tidak percaya.


" Mas ... Bukankah waktu itu rangga sudah dekat dengan rubi. Mana mungkin dia care sama nasya ya?" tanya wardah mulai tak memahami keadaan mereka.


" Nah kan istriku mulai cerdas hahahahha. Wardah sayang rangga terlibat rasa terlarang saat sebelum menikah bahkan ketika menikah dengan rubi tapi dia mencoba untuk mwnekan perasaannya agar tak tersalurkan pada gadis itu. Tetapi rubi yang baik karena dia adalah pelanggan di butik nasya dia merasa nasya gadis baik ketika dirinya dalam keadaan kritis pun meminta nasya hadir di rumah sakit dan menikah dengan suaminya. Rubi hanya percaya pada nasya untuk merawat putri tercintanya. Sedangkan rangga mulai mencintai istrinya dia syok saat rubi dalam keadaan tidak stabil. Kejadian itulah yang membuat rangga menjauhi nasya sampai saat ini. Kasihan nasya yang malang dia datang bukan pada waktu yang tepat. Tapi rangga dia pasti akan berubah," jawab izdi sekali lagi yang membuat istrinya tercengang dengan semua itu.


" emmm .... " hanya itu yang keluar dari mulut nasya.


" Daripada mikiran mereka sayang mending aku nih di urusin udah lama juga di anggurin loh sayangku," rajuk izdi dengan manja membuat wardah geleng kepala.


" Modus saja kamu mas ... Wardah lagi badmood sama mas," jawabnya dengan manyun.


" Loh ... Kok bete sama mas? Bukannya mas udah diajak baikan kenapa lagi sih sayangku?" tanya izdi menatap istrinya.


" Kenapa tak mencariku dulu? Malah menikah lagi dengan maria," wardah memonyongkan bibirnya.


" Dan mas percaya gitu saja tanpa mencariku? Keadaanku seperti apa," jawab wardah dengan kesal.


" Ayo dong sayang jangan mulai deh kita udah baikan loh semalam. Bukannya mas bilang keadaan mas saat itu tidak stabil sehingga omongan apapun akan menjadi benar. Kan udah minta maaf juga sih sayang," jawab izdi dengan muka di tekuk lagi.


" Bi sama paman jagain mereka ya sama mbak juga nanti pulangnya pakai supir. Saya sama wardah ada keperluan dulu!" seru izdi. Mereka pun mengangguk sambil tersenyum. " Sayang .. Jagain adik cantik itu ya papa sm mama ada urusan sebentar adzkan nanti pulang sama supir ama bibi paman dan mbak ya!" pamit izdi pada putranya. AdzKan yang sedang bermain hanya mengangguk dan mengangkat jempolnya.


" Bi telponlah jika butuh sesuatu," ucap Izdi menimpali ucapannya. Sang bibi mengangguk patuh. Saat ini bibi mengiyakan tuannya untuk pergi berdua. Mereka butuh waktu untuk melonggarkan kenangan buruk sebelum mereka bersatu. Bibi bahagia saat mendapati tuan dan nyonyanya kembali bersatu. Saat tuan izdi dan nona maria menikah tuannya tak sebahagia saat di dekat nona wardah. Itu terlihat sangat jelas dan akurat. Namun nona maria memaksakan diri karena merasa menjadi cinta pertama tuan izdi.


" Semoga bahagia tuan dan nyonya," lirih bibi yang sudah bertahun-tahun ikut dengan izdi.

__ADS_1


Izdi pun menggandeng tangan istrinya pergi dari sana. Dia membawa wardah ke pantai dekat sana. Wardah menatap aneh suaminya.


" mau kemana sih mas?" tanya wardah dengan berjalan mengikuti suaminya.


" Kembali ke cottage," jawab izdi dengan cepat dan menggandeng istrinya.


" Ngapain mas?" tanya wardah dengan cepat pula.


" Melanjutkan yang tadi malam ... Biar gak ngambek mulu," Bisik izdi pada wardah yang mematung.


Blushhhh.


Pipi wardah merah merona malu sekali saat suaminya menyebutkan itu. Saat wardah asik dengan lamunannya dia malah di gendong oleh izdi menuju cottage.


" Mas lepasin dong malu!" seru wardah.


" Biar mereka kita pengantin baru," jawab izdi.


" Yang benar saja ... Kita udah lama menikah," jawabnya dengan kesal.


" Biar ... Emangnya rangga aja yang pengen berdua. Aku juga pengen berdua sama kamu. Mumpung bibi sendiri yang memberikan waktu pada kita untuk memperbaiki semua," jawab izdi sambil mendudukkan istrinya di ranjang. Mereka yang sudah sampai membuat wardah menatap suaminya seram.


" Apa ...? Gak deh mas jangan lagi. Kamu ini jahat banget sih mas kan baru tadi pagi selesai," jawab wardah dengan memundurkan badannya.


" Biar adzkan segera memiliki adik," jawabnya dengan seringai nakal. Wardah jadi membulatkan mata dengan sempurna.


Mereka pun kembali dalam kemesraan yang mereka ciptakan untuk keharmonisan keluarganya. Izdi dan wardah tak menyia-nyiakan waktu untuk berjauhan. Izdi tak ingin menyesal kembali melandanya karena telah meninggalkan istrinya. Dia hanya ingin membahagiakan wardah sebelum dia kembali dan meminta maaf pada uminya karena tak mengundang mereka dalam perhelatan pernikahan keduanya dengan wardah. Karena memang izdi beluma bisa memaafkan keluarganya. Dia benar-benar kecewa akan sikap keluarganya yang semena-mena pada istrinya. Ketika dirinya tak sadarkan diri setelah kejadian itu.

__ADS_1


...****************...


Selamat pagi readers-ku pagi ini aku up 1 ya. Kemarin belum bisa up karena ada supervisi kelas. Jadi author baru bisa up-nya shubuh. Makasihhhh banyak ya dukungannya ya. Love youu ...


__ADS_2