Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Undangan 2


__ADS_3

Setelah izdi membenahi posis celananya dia kembaki ke ruang tengah yang sudah nampak tenang. Wardah tengah berbincang dengan sang bibi.


" Eh tuan ... Maaf sudah duduk bersama nyonya," jawab sang bibi.


" tidak apa bi," jawabnya kemudian.


" Permisi tuan , nyonya!" pamit sang bibi.


Izdi mengangguk dan mengiyakan ucapan bibinya. Begitu juga dengan wardah. Izdi kemudian menatap undangan itu dan mengambilnya.


" Siapa yang akan menikah?" tanya izdi.


" kakak ... " jawab wardah singkat.


Izdi pun mulai membaca undangan itu. Dia pun merasa terkejut saat nama azzam bersanding dengqn fatimah. Lalu siapa suami wardah. Dan siapa ayah dari putranya it.


" Kok azzam?" tanya izdi.


" Harusnya siapa?" tanya wardah ikut kongslet.


"Bukankah dia suamimu?" tanya izdi.


" Kapan nikahnya pak dosen? Wardah ini sibuk belajar selama beberapa tahun terakhir," tiba-tiba suara wardah menggema. Terdengar sangat lucu di telinga izdi. Dia masih menganggap suaminya dosennya. Seperti di kisah-kisah novel. Tapi tak memiliki alur cerita yang sama.


" Kamu anak dapat darimana? Kalau tidak menikah yang benar saja. Apa bisa seperti itu?" ledek izdi pada wardah yang merasa tidak masuk akal. Wardah yang mulai tak menyadari statusnya saat ini mulai keceplosan.


" Kamu saja bapaknya tak pernah menanyakan apalagi orang lain!" seru wardah kemudian dia berdiri dan ingin meninggalkan kediaman izdi. Namun pemuda itu mencekal tangan istrinya itu dengan tatapan serius.


" Katakan sesuatu padaku?" tanya izdi saat ini sudah sangat serius sekali. Wardah melepaskan tangannya.


" Apa yang harus aku jelaskan! Semuanya sudah kulewati dengan penuh perjuangan. Semua kulewati dengan baik," jawabnya dengan ketus saat ini. Izdi menarik wardah ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" katakan wardah apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?" tanya izdi sekali lagi.


" Lepaskan mas tidak ada yang ku sembunyikan semua yang kukatakan benar adanya! Aku melewati semuanya dengan baik. Saat aku meninggalkan rumah ini pertama kali aku hamil putramu. Tapi aku istri yang baik karena tak pernah menghapus jejak sang ayah dari kehidupan putraku. Sehingga putraku yang cerdas itu langsung mengenali ayahnya di saat pertemuan pertama mereka. Apakah ada lagi yang ingin kau ketahui?" tanya wardah dengan tenang. Izdi menatap wardah dengan penuh luka. Ia sampai tidak tahu jika istrinya hamil kala itu. Izdi merasakan hawa lemas di kedua kakinya saat ini.


" Wardah ... Katakan jika ini bohong. Jika ini benar ayah apa aku untuk anak itu," jawab izdi syok.


" Semuanya tidak bohong mas. Dia putramu Adzkan Al Qassam. Dia kujaga dan kurawat semampu dan sebaik yang kubisa mas. Dia adalah hidupku saat itu. Tanpamu aku menjadikan dia semangatku untuk berbuat baik. Bahkan aku lupa jika aku telah di usir oleh keluargamu," wardah pun pergi begitu saja dari hadapan izdi. Pemuda itu tak memiliki tenaga untuk sekedar berdiri di kakinya sendiri.


Dia merasa orang paling buruk di dunia ini. Ayah yang tidak beruntung di dunia ini bahkan bukan suami yang luar biasa untuk istrinya.


" Suami seperti apa yang kamu nikahi wardah? Bahkan aku melindungi kalian saja tidak mampu. Terlalu bodohkah aku waktu itu," sesal izdi sambil menangis terduduk. Bibi yang melihat jadi mendekat.


" Den ... Jangan begini. Jika nyonya sudah mau berkunjung mungkin saja nyonya telah memberikan kesempatan kedua bagi aden. Jangan terlalu bersedih. Semangatlah den!" seru bibi menyemangati izdi. Pemuda itu merasa bibi saat ini adalah yang terbaik karena waktu itu bibi sudah mengingatkan. Izdi langsung memeluk sang bibi.


Flash back 4 tahun lalu ...


" Den ... !" seru sang bibi.


" Pergi tadi den membawa kopernya," jawab sang bibi.


Izdi seketika marah pada dirinya sendiri. Bibi yang melihat jadi kasihan. Maria yang ikut datang bersama izdi melihat suaminya itu bersedih memeluknya di hadapan sang bibi yang nampak terkejut.


" Mbak siapa kenapa memeluk den izdi?" tanya sang bibi.


" Istrinya bi," jawaban itu membuat sang bibi menarik kesimpulan bahwa nona wardah pergi karena adanya perempuan ini. Setahu bibi den izdi tak pernah mengenalkannya wanita lain selain fatimah. Perempuan di depannya ini siapa lagi? Batin sang bibi


Kala perempuan itu tak di samping majikannya sang bibi mencoba untuk menasehati.


" Den ... Tidak ada perempuan di dunia yang ingin di khianati maupun di bohongi. Jika nyonya marah itu sangatlah wajar. Kalian menikah setahu nona wardah den izdi masihlah single. Tapi kenyataan lain muncul saat ini bahwa den iz memiliki istri lain. Perbaikilah hubungan den dengan nyonya. Bukan bibi melarang aden berhubungan dengan mbak yang tadi. Nyonya wardah sangatlah penyabar dan penyayang prioritaskanlah dia den. Mintalah izin padanya tentang kalian. Semua demi keharmonisan rumah tangga aden," ucap bibi panjang lebar.


" Tadi nyonya bilang apa bi?" tanya izdi dengan lesu.

__ADS_1


" Nyonya hanya meminta maaf pada bibi lalu pergi," jawab sang bibi.


Namun siapa sangka setelah percakapan itu izdi memang sudah memperbaiki hubungannya dengan wardah. Dia menceraiakan maria. Tetapi kecelakaan naas itu menghilangkan semuanya. Hubungan yang ia perbaiki dengan wardah serta kepergian wardah sekaligus desakan pernikahan ulang dengan maria. Semuanya terjadi begitu saja. Izdi tak bisa berfikir apapun saat itu. Rumah yang di tempati izdi pun tak boleh di kunjungi oleh keluarganya.


...****************...


" Den ... Ini adalah berita baik. Jika nyonya mengundang aden ke pernikahan kakaknya berarti aden masih di anggap keluarga. Mulailah kembali meraih cinta nyonya," ujar sang bibi.


Izdi kemudian tersenyum dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Dia jadi terbayang-bayang akan pertemuannya dengan si kecil adzkan. Dia memanggilnya ayah secara spontan di depan umum. Izdi tak peenah menyangka maupun berfikir bahwa itu adalah putranya.


" Nak ... Maafkan ayah. Ayahmu ini sangat bodoh. Bantu ayah dekat dengan ibumu. Buatlah keluarga ayah mengungkapkan apa kejadian sebenarnya. Sampai saat ini ayah tidak mengerti kenapa semuanya jadi runyam seperti ini. Ampuni dosa ayahmu nak yang telah menelantarkan kalian," lirih izdi ketika rebahan di ranjangnya. Tempat ini adalah saksi cinta mereka yang hanya terjalin sebentar.


Malam ini izdi diberikan kejutan luar biasa oleh wardah. Dia sudah memiliki putra. Bahkan wardah belum menikah dengan siapapun. Gadis itu sangat setia. Bahkan izdi tak pernah membayangkannya. Yang izdi pikir wardah benar-benar meninggalkan dia. Wardah hari sukses membuatnya menangis serta menyesali perbuatanya yang buruk. Izdi kemudian menelpon mas rahman.


" Mas rahman,"


" Iya iz ada apa?"


" Mas apakah yang wardah katakan benar adanya?"


" Wardah bukan tipe pembohong iz, semua yang dia katakan itulah yang sebenarnya," jawaban ini menyindir izdi sekali lagi.


" Mas ... Pantasku aku meminta maaf padanya dan putraku itu,"


" Berusahalah ... Tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini,"


Jawaban itu terakhir dari rahman. Dia hanya ingin sahabatnya itu berubah. Dan mengingatkan keluarganya yang kurang bersikap baik pada wardah selama ini.


.


.

__ADS_1


Like yyaaaaaa mksihhhhh.


__ADS_2