
Keesokan harinya fatimah yamg masih mengambil cuti mulai mengurusi pernikahannya dari ke kantor urusan agama sampai dengan memgurusi dekorasi pernikahan. Karena seharian lelah telah mengurusi persiapan pernikahannya. Mereka menyempatkan diri untuk ke SPA untuk merelaksasi tubuh.
sesampainya ...
" Eh ada mas Azzam. Siapa yang mau perawatan?" tanya pegawai di klinik SPA Cantika Ayu. Azzam menunjuk fatimah dan dirinya.
Mereka pun segera mendapat pelayanan SPA terbaik di sana. Azzam benar-benar memanjakan fatimah. Gadis itu pun merasa tersanjung dengan sikap azzam yang sangat perhatian dan romantis. Sayang sekali zizah menolak pemuda ini.
Suasana yang tenang beraroma rempah membuat mereka berdua rileks menikmati pijatan demi pijatan. Eits tapi untuk mas azzam cowok ya yang SPA. heheheh. Jadi jangan salah kaprah ya.
Di kediaman Rangga.
" aku ke cafe dulu ya bareng dokter rahman ada yang mau di omongin," ujar rangga pada istri idiotnya. Sebutan sayang rangga padanya. Semenjak kepergian rubi karena pendarahan pasca melahirkan membuat wanita cantik itu meninggalkan dunia ini selamanya dan menitipkan putri cantiknya pada Nasya istri kedua rangga. Namun sampai saat ini rangga masih bersifat kaku pada nasya. Gadis itu sibuk di butik setiap hari dia membawa serta putri kecil titipan mbak cantik rubi. Dia berjanji merawat putrinya sampai dia dewasa.
" Hati- hati mas," jawab nasya pada rangga. Rangga hanya mengangguk kemudian pergi. Setiap malam rangga selalu mencari alasan agar tidak tidur dengan nasya. Dia masih canggung, dia membiarkan nasya merawat putrinya saja. Tapi tidak dengan keperluannya. Namun masya tak pernah memprotes suaminya itu. Mereka baru saja menikah dan akan segera memikili momongan siapa sangka mbak cantik rubi tidak bisa bertahan dengan pendarahannya. Alhasil, sempat membuat rangga gila karena kehilangannya.
Sesampainya di cafe langganan mereka.
" Kamu tidak mengajak nasya ngga?" tanya mas rahman pada rangga. Pemuda di depannya itu hanya mengedikkan bahu saja. Rahman menggeleng kepala.
" Ngga ... Fatimah sudah di lamar azzam mereka akan menikah 1 bulan kemudian. Kodelah sahabatmu itu dengan kabar pernikahan mereka," ujar mas rahman meneruskan percakapan.
" Dapat info yang validkan ya? Soalnya aku bukan orang julid nih kak ceritanya," jawab rangga sok pandai berkata. Rahman jadi gemes dan menepuk tangan rangga.
" Serius ngga ... Jangan becanda lagi stopped," jawab mas rahman.
" Okelah mas akan coba aku hubungi dia sekarang," jawab rangga yang kemudian menghubungi ponsel izdi.
__ADS_1
Beberapa saat masih belum terjawab telpon dari ponselnya. Panggilan ketiga baru di angkat oleh izdi.
" Ya ... Ngga?"
" Sibuk nggak bro?" tanya rangga denga pertanyaan di atas tidak dia hiraukan.
" Gak juga, jika di bilang sibuk ya kan memang masih jam kerja jika ďi bilang tidak bohong dong akunya. Hanya saja aku ingin menikmati hidup," jawab izdi serius. Semenjak hari itu sikapnya jadi kurang ramah, ambekan dan lain-lain.
" Denger gak kabar jika fatimah akan segera menikah?" tanya serius lewat ponsel.
" Gak sih belum denger?" pada udah tersebar pak dosen. Anda terlalu fokus shingga semakin tidak beres. Buktinya masih bertahan di tempat yang sama," ujar rangga dengan seriusnya.
" Sama siapa ?" selidik izdi pada sahabatnya.
" entahlah, dia waktu itu bersama azzam. Entah nikahnya denga siapa. Ucap rangga ambigu.
" Meniikah dengan siapa?" batin izdi. Kemarin ketika wisuda pemuda yang datang hanyalah azzam tidak ada orang lain.
Rangga pun tertawa saat mendengarkan kebingungan izdi lewat telpon. Pasti saat ini izdi sedang berfikir keras sebenarnya apa yang sedang terjadi. Rangga dan rahman yang membayangkan izdi jadi tertawa berjamaah.
" Kita jadi dholim ya. Tapi gimana lagi sekali-kali dia usaha ngga ... Bukankah begitu? Nanti urusan keluarganya belakangan aja. Ada yang tidak beres di rumah izdi ini," ujar rahman meneliti kehidupan sahabatnya. Terlalu banyak yang ikut campur dalam keluarga mereka.
Rangga hanya mengangguk. Dia tak tertawa lagi saat ini rangga terdiam.
" Mas apakah yang harus aku lakukan pada gadis itu," ucap rangga.
" Lah kan kamu suaminya masak aku ikutan cuil-cuil," jawab rahman tertawa geli. Rangga langsung melotot sempurna.
__ADS_1
" Yang bener dong mas kalau ngomong serius nih akunya," ucap rangga pada rahman.
" Ya tugasmu itu jadi suami harus siaga untuk dia ngga. Jangan sampe yang terjadi pada izdi itu terjadi padamu juga. Nasya juga baik dan bukankah rubi sendiri yang meminta kalian menikah?" tanya mas rahman dengan serius. Rangga mengangguk sempurna.
" iYa mas ... Rubilah yang eminta kami menikah demi putri yang tidak bisa di rawat olehnya. Malang sekali mas nasib rubi. Baru berbahagia hidup bersamaku takdir mengambil kehidupannya. Aku kasihan padanya dan juga diriku ini karena saat ini aku sudah mulai mencintai dia. Rasanya tak bersemangat mas. Nasya mungkin sangat baik tapi aku apa masih mampu bersanding dengan gadis belia seperti dia," ujar rangga panjang lebar.
" Pasti bisa dong. Demi putri kalian demi kebahagiaan kalian tataplah masa depan dan jadikanlah masa lalu kenangan yang indah. Rubi di sana pasti sudah bahagia ngga. Bahagiakanlah istrimu itu," ucao rahman mengingatkan sahabatnya.
"" Begitu ya mas" jawab rangga.
" Iya dong. Eh yuk pulang ngga udah malam bisa tidur di luar aku gara-gara kencan denganmu terlalu lama. hahahah," ujar rahman sambil tertawa. Rangga kali ini hanya menggeleng dengan sikap rahman.
" Baiklah sampai bertemu besok di rumah sakit," jawab rangga yang kemudian mulai beranjak.
Hari ini kedua sahabat ini memiliki misi yang sangat penting yakni menyatukan mereka kembali dalaam hubungan rumah tangga. Izdi dan wardah adalah pasangan ideal sejak dulu. Namun mata jahat mengganggu hubungan itu sehingga meninggalkan sakit yang berbekas.
Rangga dan izdi berupaya mengambil jalan tengah. Karena kedua orang itu izdi dan keluarganya nampak tidak suka pada wardah. Rahman mencurigai sesuatu penyebab kebencian itu. Yang dia itu keluarga azzam dulu pro pada oernikahan mereka. Tapi dalam sekejap mereka pun berubah secara drastis tanpa di aba-aba. Namun wardah tetaplah wardah dia tak ingin izdi menjadi anak durhaka pada orang tuanya.
" Bersabarlah sedikit iz. Kami akan membantumu sebisa mungkin dan yang terbaik," lirih rahman di dalam mobil.
Rangga pun yang ikut pulang jadi galau mau masuk rumah. Jika jam segini gadis itu masih belum tidur. Tapi dia masuk mengendap-endap seperti maling. Namun dia melihat nasya tertisur di sofa sambil melihat televisi. Rangga yang iba akhirnya menggendong nasya ke tempat tidurnya.
" Tidurlah yang nyenyak ... Maafkan mas masih bersikap seperti ini saja. terima kasih sudah menjaga putru kecil kami," ucap rangga lirih sambil mengecup kening nasya.
.
.
__ADS_1
.
Buat pengantar tidur ya. Selamat malam jangan lupa like mkshhhh.