Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Undangan Pernikahan fatimah


__ADS_3

Sudah satu minggu persiapan pernikahan. Fatimah yang menjadi mempelai perempuan juga masih beraktivitas seperti biasanya. Kali ini Wardah pun ikut bekerja di rumah sakit untuk mengamalkan ilmu yang dia dapatkan. Wardah akhir-akhir menikmati peran ganda yangbdia jalani menjadi orang tua dan menafkahi. Rasanya itu luar biasa menyenangkan bagi wardah.


Saat di kediaman rumah pak yusuf ramai karena banyak saudara datang untuk membantu.


" Hai ... Anak paman!" seru paman yang telah merawat wardah bertahun-tahun. Wardah segera berlari menemui pamannya.


" Ayah ... " kata - kata itulah yang tersematkan untuk sang paman. Pak Zulfikar sangat bahagia saat wardah masih menganggapnya ayah. Pak zulfi memeluk putrinya dengan kerinduan yang mendalam karena semenjak gadis itu menikah dan kembali ke rumah yusuf tak sekali pun mereka jumpa.


" bagaimana kabarmu nak?ayah benar-benar merindukanmu. Yang ayah dengar kalian saat ini sedang tidak bersama," tanya pak zulfikar pada putrinya.


" Ayah ... Sebenarnya wardah sedih ketika ada kesalahpahaman antara aku dan keluarga pesantren. Tapi wardah bisa apa ayah. Mereka membuat wardah menjauh dari mas iz. Saat ini mas iz pun nampak tak begitu ramah pada siapapun," jawab wardah.


" Apakah kamu masih ingin kembali nak? Saat apa yang menimpamu selama ini," tanya pak zul membuat hatinya tidak tenang. Jika mereka saja sudah membuat putri mereka seperti ini apalagi ke depannya.


" Ayah takdir Allah tidak ada yang tahu. Yang wardah mau memberikan keluarga utuh untuk adzkan. Dia adalah number one buat wardah. Jika mas iz mau maka harus ada komitmen serius lagi di dalamnya," jawab wardah dengan serius.


" Nak ... Sebenarnya ayah tersinggung atas tindakan pak kyai dan bu nyai. Mereka mengenalmu tidak satu hari maupun 2 hari. Mereka mengenalmu 3 tahun lebih. Kenapa mereka tak bisa mengenali kebaikanmu," sesal ayah zulfi pada wardah. Gadis itu tersenyum dan memegang kedua tangan ayahnya.


" Yah ... Itu hak mereka wardah bisa apa? Yang bisa wardah lakukan saat ini adalah menjaga cucu ayah dengan baik. Bukankah begitu ya?" gida wardah pada ayahnya supaya tidak bersedih lagi.


" Anak ini ... Bisa saja menenangkan hati ayah," ujar zulfi sambil memeluk putri kesayangannya. Semua orang di sana yang melihat jadi tertawa semua karena zulfi sekarang menemukan wardah yang dewasa. Saat mereka sedang asik memilih kain seragam kebaya. Fatimah datang membawa makanan untuk bersama.


" Hai ... Paman!" seru fatimah pada pamannya. Zulfi memeluk fatimah dengan perasaan bangga pada akhirnya gadis ini menerima adiknya sendiri. Inilah hikmah di balik terjauhkannya izdi dari wardah. Mendapatkan kasih sayang kakak dan fatimah juga melarang adiknya untuk bercerai dia meyakinkan jika suatu hari izdi pasti kembali.


" Gimana kabarnya sayang?" tanya sang paman.


" Baik bahkan baik sekali. Putrimu itu selalu mengangguku paman," ujarnya dengan manja manis group. Semua orang jadi tertawa renyah.


Keluarga besar pak yusuf hadir pada pernikahan fatimah. Keluarga impian wardah untuk bersatu seperti ini harus menunggu beberapa tahun lamanya. Wardah sangat terharu di balik ujiannya dengan sang suami asa kedekatan dan kerinduan untuk sang kakak fatimah.


Fatimah yang saat ini begitu menyayanginya melebihi siapapun. Bahkan dia tak sungkan-sungkan menggoda adiknya itu. Fatimah yang baik sudah terlihat dari lama hanya saja gadis itu belum menyadari sebuah keadaan karena selalu dia merasa kecil .


" Dek ikut ke atas sebentar yuk!" ajak fatimah pada wardah. Semua orang mengiyakan ajakan fatimah. Wardah mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Sesampainya di kamar ...


" Ada apa kak?" tanya wardah.


" Berikan undangan ini untuk izdi," ucap fatimah.


" tapi kak?" tanya wardah sangat terkejut. Kenapa harus dia yang antar. Dia tidak punya nyali untuk sekedar berbicara pada suaminya.


" pergilah dek please! Saat ini izdi berada di rumah kalian. Rumahnya bersama maria dia jual," ucap fatimah meyakinkan adiknya.


" Tapi ... Kak," jawab wardah.


" Pergilah ... Kasih dia stimulus dari sekarang bahwa kalian belum bercerai," ujar fatimah dengan antusias.


Wardah pun akhirnya mengangguk mengiyakan permintaan sang kakak. Wardah langsung mengambil mobil sedan istimewanya melaju ke rumah achmad izzudin al qassam. Pemuda yang tak lain adalah suaminya dan ayah dari putranya adzkan.


Selama dalam perjalanan wardah merasa guguo untuk bertemu dengannya untuk pertama kalinya di rumah itu.


Sesampainya di depan rumah izdi ...


" Masuklah no... Na!" seru pak penjaga deng terbata karena yang datang adalah nyonya- izdi pak satpam yang tahu jadi ingin menangis. Saat ini nyonya mereka sudah nampak berbeda dia lebih dewasa, lebih tegas, cantik sekali.


" Nyonya ... Silahkan masuk tuan ada di dalam!" seru pak satpam wardah hanya tersenyum pada satpam rumahnya.


Ketiak sampai di dalam dia bertemu dengan bibi.


" Bibi ... Aku merindukanmu," ucapnya memeluk sanga bibi.


" Nyonya bagaimana kabarnya. Nyonya kian cantik dan menarik," puji sang bibi. Wardah tersenyum saja pada mantan asistennya itu.


Suara derapan kaki berjalan turun dari tangga terdengar khas di telinganya. Suara kaki Isi yang sedang berjalan. Kemudian mengeluarkan Theorema Phytagorasnya alias suara menggelegar danun sejajar dan lurus.


" Ada apa ke sini wardah?" tanya izdi agak ketus karena mungkin izdi menggap sebagai mode mahasiswi.

__ADS_1


" Mas ... Wardah mau antar in!" serunya saat melihat surat yang ada di tangannya. Izdi menuruni anak tangga dengan cepat. Dia melihat surat undangan dari fatimah. Namun wardah mencegahnya. Namun wajah azzAm merona saat wardah memanggilnya mas.


" Mas undangan ini dari kak fatimah. Berkenanlah hadir karena kamu adalah temannya," jawab wardah. Izdi memperhatikan fatimah.


" Kenapa kamu tidak menatapku?" tanya izdi pada wardah. Gadis itu lalu menunjuk pada bawahan izdi.


" Mas pakailah bawahan dengan benar," jawab wardah yang sudah ingin tertawa karena celananya terbalik.


Shittt. Batin izdi.


" Tunggu sebentar aku benahi dulu. Bibi ambilkan dia minum!" seru izdi lalu bergegas ke kamar tamu. Yang jaraknya lebih dekat.


Sesampainya di kamar...


Kamu gila ya memalukan. Ngapain tadi pake celana buru-buru. Lihat hasilnya kebalik dia pasti tertawa kamu malu dasar!" omelnya sendiri.


Sedangkan wardah tertawa todak tahan lagi karena entah kenapa celana itu bisa demikian.


" Hahahahahahahaha ... Ya Allah mas. Mau kemana buru-buru aampe kebalik," ucapnya. Namun tawa wardah di temani sang bibi.


Dari kamar tamu izdi melihat istrinya itu tertawa dengan cantiknya. Tanpa aba-aba izdi pun juga tersenyum. Rasanya hati izdi saat ini sedang menghangat dan berbunga-bunga.


Bibi pun senang saat bisa melihat istri tuannya kembali ke kediaman ini.


" bi apa tuan sering seperti itu?" tanya wardah sambil sedikit tertawa.


" lebih dari ini kadang non. Semenjak di tinggal pergi non," jawaban itu membuat wardah berhenti tertawa.


Deg. Deg. Deg.


" Kenapa aku?" batinnya sedang berkecamuk kali ini. Seharusnya izdi mencarinya saat itu jika memang masih mencintaiku," momolog wardah dalam hatinya ...


.

__ADS_1


Likeeeeee yaaaa mkasih.


__ADS_2