Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Wisuda S1 Kesehatan Masyarakat


__ADS_3

Semenjak pertemuan hari itu izdi maupun wardah tak pernah bertemu sama sekali. Izdi pun juga di fokuskan oleh pekerjaannya menjadi dosen dan membuka praktek dokter di rumahnya. Dia saat bekerja di rumah sakit Militer surabaya. Dia menyibukkan hari-harinya dengan fokus bekerja. Tak ada keinginan untuk melakukan hal-hal aneh lagi. Keluarganya pun tak bisa mengusik izdi saat ini. Mereka terlalu menuntut izdi untuk demikian dan ini dan itu. Izdi inhin kembali mandiri tanpa ada bayang-bayang keluarganya seperti dalam hubungannya bersama wardah dulu.


Handaphone izdi tiba-tiba berbunyi.


Tut. Tut. Tut.


" Ya dengan izdi di sini!" sapa izdi pada seseorang di seberang telpon.


" Pak besok ada wisudah mahasiswa pada 9.00 semua dosen di harapkan hadir," ujar seseorang di telpon.


" Baiklah ... Tolong surat wisuda di kirim via pesan," jawab izdi sambil menatap data pasien pagi ini di rumah sakit.


Perbincangan singkat itu pun berakhir. Izdi kembali terfokus pada data di layar laptopnya. Ada foto-fotonya bersama wardah di cappadocia. Dimana izdi menjadi suami sempurna pertama kalinya.


" Foto ini adalah kenangan terindah dalam hidupku," ucap izdi sambil tersenyum.


Di kediaman apk yusuf.


Azzam datang bersama keluarganya yang baru saja datang dari LN. Mereka datang untuk meminang fatimah untuk putranya. Keluarga pak yusuf bahagia akhirnya fatimah akan ebali di pinang oleh seseorang setelah beberapa tahun belakangan.


Pak yusuf mempersilahkan masuk mereka...


" Silahkan masuk!" seru pak yusuf pada mereka semua. Nampak si tampan azzam dan si cantik Nasya. Mereka datang dengan tawa yang hangat.


fatimah di kamar sudah galau bin slamet nih ceritanya guys. Wardah nampak geleng-geleng kepala melihat kakaknya seperti itu.


" Kak mau sampai kapan di situ? Mereka sudah datang loh," ujar sang adik. Fatimah senyum-senyum tidak jelas seperti ABG. Wardah kemudian menarik sang kakak yang sempat-sempatnumya mengirim oesan pada azzam.


" Kamu ngapain pake acara lamar-lamar segala sih mas. Aku kan belum bilang iya," pesan fatimah untuk azzam.


" Jawablah di depan keluargaku. Mereka jauh-jauh dari LN hanya untukmu," jawabnya membuat fatimah tersipu malu.

__ADS_1


Blushh.


Yang bener saja mereka datang jauh-jauh untuk mendapatkan sebuah jawabanku. Azzam sengaja mebawa mereka supaya tidak ada penolakan sepertinya ini.


" Kak .... Ayo!" seru wardah lagi. Fatimah memgangguk.


" Baiklah ... Kalian selalu yang terbaik," jawabannya melesu.


Saat mereka berdua berjalan dari atas. Wardah yang menuntun adzkan dan fatimah yang berjalan beriringan dengan wardah sangat malu sekali. karena keluarga azzam banyak sekali.


Acara ...


" Bapak-ibu ananda fatimah,kami dari pihak mas Azzam datang kemari pertama untuk bersilaturrahmi dengan keluarga pak yusuf yang kedua kedatangan kami kemari jauh-jauh ingin melihat mbak fatimah sekaligus menemukan jawaban atas cinta putra kami kepadanya. Bukan begitu nggeh mas azzam?" tanya paman yang mewakili keluarganya itu. Azzam tersenyum mengangguk menandakan bahwa dia memang ingin melamar fatimah sebagai istrinya.


" Alhamdulillah terima kasih atas kedatangannyaa ke kediaman kami. Saya terima dengan tangan terbuka untuk mas azzam. Sedangkan jawaban fatimah monggo bisa di tanyakan secara langsung pada dia," jawab ayah fatimah tanpa ragu-ragu.


" Monggo mas azzam silah di utarakan keinginannya datang kemari," ujar sang paman yang diikuti anggukan azzam.


" Bismillah ... Fatimah maukah kamu menjadi istri saya? Sebelum menjawab saya minta maaf karena mendatangkan keluarga karena adalah moment penting. Saya tahu kamu belum menerima cinta saya beberapa waktu lalu. Namun jika berkenan maka jadilah istri jangan jadi kekasih," ucapan azzam sangatlah mantap untuk fatimah.


Setelah acara inti usai mereka ramah tamah si taman rumah sambil menikmati pemandangan. Fatimah dan azzam duduk berdampingan.


" Cie ... Yang jawabannya bikim hati klepek-klepek," goda azzam yang membuat gadis itu melotot.


" Apa sih mas. Udah ya jangan bikin aku ilfeel deh. Kamu nih yang maksa aku nerima," ucap fatimah sedikit monyong.


" Ah iya aku ya? Memang beneran gak maunya," tanya azzam menggoda lagi.


" Gak sih mas. Tapi kan terlalu cepet," jawab fatimah dengan manyun.


" Tapi yang halal akan membuatmu bahagia dong pastinya," jawab azzam semangat.

__ADS_1


" Bisa aja nge-lesnya kamu ini. Udah aah habisin dulu. Aku tak gantian ambil adzkan. Tuh, kasih mama muda gak ada yang bantu. Bentar ya," ujar fatimah kemudian menghampiri adiknya.


Azzam menatap gadisnya dengan sangat bahagia. Dia tidak menyangka jika mengkhitbah fatimah tidak ada dalam bayangannya sekalipun. Namun karena kedekatannya beberapa tahun inilah yang membuat azzam jatuh hati padanya.


Dulu ketika bertemu di rumah sakit dan bermalam di rumah ini. Itu adalah guyonan. Tapi guyonan itu Allah jadikan nyata. Fatimah mungkin pernah terobsesi pada izdi tapi dia selalu berusaha untuk mengeluarkan izdi dari hatinya. Karena dia adalah suami adiknya sendiri. Azzam dan fatimah adalah dua insan yang mencintai orang lalu orang tersebut menikah. Mereka berdua berusaha melupakan meskipun caranya berbeda. Jika azzam penuh dengan kontrol tapi fatimah dengan cara extreme.


" Mas pegangin Adzkan bentar ya aku pengen ke kamar mandi!" seru fatimah.


"Oke," jawabnya singkat. Yamg mengambil adzkan dari gendongan calon istrinya itu.


" Hai ... Ganteng banget. Anak siapa dong ya ini? Om boleh tahu gak?" tanya azzam menirukan logat ana-anak.


" Anaknya mama wardah sama paap iz, " jawabanya membuat azzam gemes. azzam kagum karena wardah tak menghilangkan nama sang ayah pada anak ini. Bahkan dia bisa menyebutkan nama sang ayah.


Tapi sayang sekali keluarga izdi belum terbuka akan kebaikan wardah. Mereka hanya memprediksi hal-hal negatif yang belum di lakukan.


" Oh, sini sayang tampannya om azzam. Mau minum gak? Ini ada ice cream loh sayang," ucap azzam pada adzkan. Adzkan menggeleng.


" Gaakkkk om, nanti kasihan mama kalau adzkan sakit namti bisa di marahi papa. Kalau adzkan tumbuh sehat nanti papa pasti pulan," jawabnya dengan imut sekali.


" Kata siapa sih sayang?" tanya azzam dengan memeluk anak itu.


" Kata mama om ..." jawabnya manis sekali. Azzam memeluk anak itu dengan penuh kasih sayang.


Taks elang berapa lama fatimah datang sambil membawa salad buah di tangannya. Dia duduk sambil senyum." Yang ini untuk ponakan bibi, yang satu buat om ya sayang," Adzkan mengangguk dan berlari ke arah fatimah. Azzam yang melihat itu sangat bahagia.


Keluarga mereka tak seburuk pemikiran bu nyai dan pak kyai. Mungkin ada seseorang yang sudah menghasut mereka. Sehingga membenci keluarga ini.


.


.

__ADS_1


.


Like yyyyyaaaaahhh makasihhhh


__ADS_2