Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
kepergok di rumah sakit


__ADS_3

Hari ini adalah yang melelahkan. Wardah merasa ini sudah keterlaluan dia marah tidak jelas pada suaminya. Tanpa banyak bertanya dia membawa bekal makan siang suaminya ke rumah sakit. Dia pun sengaja memberikan surprise pada suaminya sebagai permintaan maafnya.


Sesampainya di rumah sakit ...


" Dokter izdi ada di ruangan?" tanya wardah sambil tersenyum. Sang asisten pun tersenyum.


" Ada Nona tapi dokter sedang ada tamu. Tapi nona kan istrinya langsung saja masuk di tunggu di ruang tamu pak dokter," ucap sang asisten.


" Makasih ya," jawab wardah yang kemudian masuk. Ruang tamu yang di terpisah dengan adanya tirai. Di dalam seseorang sedang berbicara serius.


" Iz sekali lagi aku tanya. Apa benar kamu sudah menceraikanku? Bahkan menyentuhku pun kamu belum melakukannya karena perjanjian pra nikah itu," ucap seseorang di dalam sana.


Deg. Deg. Deg.


Hati zahra agak bergemuruh ketika tahu suaminya sudah menikah dengan siapa yang di maksud. Wardah tidak berniat menguping tapi inilah kenyataannya. Dia harus tahu permasalahannya.


" Maria ... Saat ini jalan kita benar-benar sudah jauh. Dalam agama jika tidak memberi nafkah selama bertahun-tahun maka pernikahannya sudah selesai. Kita sudah sangat lama berpisah. Jadi masihkah aku ini suamimu," jawab izdi dengan sangat serius. Wardah menjatuhkan bekal makanannya karena suaminya juhga suami orang. Kaki wardah lemes dan bersimpu di lantai. Izdi dan maria menoleh bersamaan.


" Adik! Sayang!" suara izdi dan maria bersamaan. Maria sangat kaget saat izdi memanggil adiknya sayang.


" Lanjutkan saja saya akan keluar," ucap wardah dengan rasa tidak percaya. Wardah pun keluar karenan dadanya masih terasa sesak melihat suaminya bersama istri yang lain.

__ADS_1


Sejak kapan mereka menikah. Kenapa hal ini malah mencuat sekarang kenapa tidak dulu. Batin wardah sambil berjalan cepat. Izdi kemudian berlari menghampiri wardah akan tetapi tangannya di cekal oleh maria dengan tatapan tidak suka.


" Jelaskan padaku kenapa harus sayang?" tanya maria dengan hati bergemuruh pada izdi. Dia tidak terima jika suaminya memiliki orang lain. Bukankah dulu dia paham betul jika maria juga mencintainya. Hanya karena ketidakcocokkan menjadikan mereka seperti ini.


" Maria jangan kekanakan. Kamu yang meninggalkanku jangan mengatakan apapun yang melukai hati diantara kita bertiga. Jalan kita sudah lama jauh jadi untuk apa kamu kembali. Berkali-kali aku menghubungimu namun berkali-kali pula aku menelan pil pahit. Bahkan aku tidak bisa move on. Gadis itu datang merelakan masa depanny demi keluarganya untuk membahagiakan kami. Pergilah aku ingin menenangkannya dulu!" seru izdi yang kemudian mengejar wardah. Saat ini dia sudah merasa bingung. Wardah sudah datang ke rumah sakit hari ini itu menunjukkan bahwa dia memaafkannya atas kejadian semalam akan tetapi saat ini izdi tambah menyesal ketika wardah melihat adegan tidak seharusnya. Marua datang tanpa di undang dan secara frontal menyebut bahwa dia istri izdi.


" Keterlaluan kamu mas," ucap wardah sambil berlari. Namun izdi akhirnya dapat menangkap tangan istrinya dan menariknya ke dalam pelukan Izdi.


" Lepaskan mas, apa yang kamu lakukan ini tempat umum. Kamu benar-benar membuatku merasa luar biasa," ucap wardah dengan sinis. Izdi diam dan menggendong istrinya ala bride style membawanya ke dalam mobil. Dia diam tanpa kata meskipun tatapan wardah sudah sangat menusuk dan menghunus jantungnya. Saat ini baginya wardah adalah prioritas untuk mendapakan klarifikasinya.


Sesampainya di mobil ...


" Diamlah sebentar wardah!" bentak izdi karena wardah tidak menjeda ucapannya yang sedari tadi mengintimidasinya. Saat wardah mendapat bentakan izdi otomatis saja jiwa sensitifnya meronta. Dia merasa sakit pas di ulu hati. air matanya meleleh tanpa diiizinkan oleh sang pemilik. Izdi yang mengetahui itu langsung menangkup wajah wardah dan mengusapnya.


" Sayang ... Maria adalah masa laluku," ucap izdi satu kali tarikan nafas izdi hanya mampu mengatakan kalimat itu. Wardah hanya menyahut satu kali.


" Selesaikanlah urusanmu dengannya. Aku mau sendiri mas," jawab wardah kemudian keluar dari mobil. Izdi tak bisa berbuat apa-apa saat gadis itu marah. memang pada dasarnya urusannya dengan maria belum tuntas. Dia hanya mampu melihatbpunggung wardah berlalu dari hadapannya.


Saat ini dia ingin menyelesaikan hubungannya dengan maria supaya dia bisa kembali memenangkan hati wardah. Ini adalah ujian kesekian kalinya bagi izdi dalam rumah tangganya. Setelah fatimah, Rangga sekarang Maria. Kenapa terlalu banyak orang yang terlibat dalam kehidupannya saat ini.


Saat dia melewati koridor rumah sakit. Izdi meliha maria nampak duduk lemas di depan ruang kerjanya. Tatapannya sendu tak ada semangat dalam dirinya. Izdi menghampiri gadis itu dengan niat ingin menyelesaikan semuanya. Akan tetapi sesampainya di depan maria.

__ADS_1


" Maria kamu kenapa?" tanya izdi saat melihat darah segar mengalir dalam hidung maria. Maria yang kaget dengan adanya izdi yang tadi sudah pergi segera menghapus darah yang mengalir di hidungnya.


" I... Izdi kamu kenapa di sini? Aku tidak apa-apa," jawab maria dengan tersenyum pucat pasi. Izdi terlihat khawatir pada maria. Bagaimanapun maria adalah cinta pertamanya. Kekhawatiran melanda dadanya.


Maria yang berdiri ingin berpamitan. Tapi tiba-tiba hatinya tidak singkron dengan keadaanya yang membuat gadis itu oleng dan pingsan. Tangan izdi secara otomatis menangkap sosok maria.


" Maria ... !" teriak izdi.


Flash back ..


Saat izdi mengejar wardah. Maria nampak syok dengan perlakuan pemuda yang dia cintai. Maria tersenyum getir saat melihatbkasih sayang izdi untuk gadis belia itu. Saat ini maria merasa bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Merasa sudah sendiri. Abanya sudah pergi begitupun dengan umi. Harapan satu-satunya adalah izdi suaminya tapi saat ini pemuda itu pun sudah memiliki kehidupan tidak mungkin baginya merusak semua itu.


" Maafkan aku iz, mungkin ini adalah hukumanku sebagai istri yang tidak baik. Saat seperti ini pun aku tak memiliki siapapun. Aku berharap di saat terakhir seperti ini kamu adalah orang satu-satunya yang bisa mendampingiku tetapi kurasa tidak kamu sudah memiliki yang lain," ujar maria saat melihat izdi berlari mengejar wardah. Maria nampak pasrah terhadap takdirnya. Darah kembali mengalir dia hidungnya. Dia segera menghapusnya supaya tidak terlihat pada siapapun.


Saat dia keluar dari ruangan izdi kepalanya terasa nyeri. Dia pun memutuskan untuk istirahat sebentar. Dia lupa meminum obatnya mengakibatkan penyakit durjana itu kambuh. sudah 2 tahun terakhir ini maria berobat ke sana kemari supaya lekas sembuh. Dia sudah merindukan izdi yang entah berada dimana. Namun dia tak kunjung sembuh total dia hanya meringankan sakitnya. Menjadi dosen adalah hibutan tersendiri sekaligus untuk biaya pengobatannya.


nampak dari kejauhan izdi datang dan melihat hal yang seharusnya tidak dia lihat. Suaminya itu pasti akan merasa kasihan dengan keadaannya. Memalukan.


.


.

__ADS_1


.


Makasih like-nya dan rate nya ya readers. Jangan lupa kasih supportnya. Maksihhhh sehat selalu utk kalian...


__ADS_2