Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
ucapan terima kasih


__ADS_3

Perbincangan malam tadi menunjukkan bahwa rangga paham bahwa istrinya begitu takut pada dirinya selama ini. Izdi adalah sahabat terbaiknya dapat memberikan kejelasan pada rangga tentang kehidupan rumah tangga.


Pagi buta sehabis shubuh...


" Ada apa ngga sepagi ini menelponku?" tanya izdi pada rangga.


" Iz ... Aku sudah menakutinya selama ini. Pernikahan ini tak membuatnya bahagia," ucap rangga dengan penyesalan. Izdi tersenyum pada ucapan yang rangga lontarkan.


" Ngga ... Jika kamu memahaminya maka bahagiakanlah dia mulai saat ini," jawab izdi dengan bijak. Dia sendiri hanya sebatas menyarankan karena dia pu pernah melakukan kesalahan fatal.


" Ingatanlah aku iz jika salah. Kamu tetaplah sahabat terbaikku. Tak ada yang memahamiku kecuali dirimu kita sama-sama pernah melakukan hal salah tapi aku lebih parah darimu," sesal rangga dengan nada benci pada dirinya sendiri.


" Tapi tetaplah memperbaiki diri ngga. Itulah yang sedang kulakukan saat ini. Sudah sana lakukan tugasmu sebagai suami yang baik," goda izdi apda sahabatnya. Wardah sudah terlihat menatap suaminya.


" Siapa mas sepagi ini?" tanya wardah pada suaminya. Izdi tersenyum dan mendekat.


" Cemburu ya?" goda izdi.


" Nanya doang mas iz. Ada ya cemburu di raut wajah cantiknya wardah ini," kekeh wardah dengan menahan tawa. Tapi izdi langsung cemberut.


" benar-benar sudah tak dicintai lagi," ujarnya dengan melas. Wardah jadi terkekeh.


" masih cinta kok mas. Mana mungkin wardah berani nolak dosen sendiri," ucap wardah membuat izdi menggeleng karena beberapa waktu lalu wardah pernah menjadi mahasiswi terbaiknya tapi izdi benar-benar tak mengetahui bahwa gadis itu adalah wardah.


" Keterlaluan menyembunyikan identitas," ngambek izdi.


" Sedang ingin fokus mas. Beneran sayangku ndak pernah di benak wardah terlintas untuk menyukai pemuda lain," jawab wardah dengan serius menatap suaminya. Izdi kembali terharu. Dia merasa tak salah memilih istri ada suami maupun tidak dia tetap menjaga martabatnya sebagai seorang istri dan ibu yang baik bagi putranya.


Di tempat lain ...

__ADS_1


" Kamu keterlaluan mas azzam!" bentak zizah. Azzam hanya menatap gadis di depanya. Orang yang pernah dia segani ketika di pesantren.


" Keterlaluan yang seperti apa neng?" tanya azzam tak kalah membidiknya.


" Kamu bahkan lebih memilih fatimah daripada menikah denganku," protes zizah pada azzam.


" Sudah kukatakan waktu itu jika aku tidak sanggup dengan syarat yang neng ajukan. Aku tidak menolak keberadaan neng dalam hidupku tapi waktu itu aku meminta tolong tidak mencampuri urusan perusahaan semuanya murni karena bisnis. Tapi neng menerima penolakanku dan tak menyanggah apapun," jawab azzam dengan gamblang. Zizah yang menatap sinis ke arah azzam.


" Tapi kamu memang mencintai fatimah kan?" tanya zizah dengan pandangan menusuk. Azzam kembali membalikkan faktanya.


" Neng bukan berarti mencintai itu harus saling memiliki. Andai saja waktu itu kamu tidak mengajukan syarat itu mungkin saat ini kita sudah menikah. Jika kamu mempertanyakan cinta fatimah memang cinta pertamaku neng. Sudahlah semuanya sudah terlanjur tak bisa di kembalikan seperti semula," jawab azzam dengan memghela nafas.


" Kalian semua mempermainkan kehidupanku seperti pemuda itu yang sudah mencampakkan tak tersisa!" seru zizah. AZzam kembali menggeleng.


" Kami semua tidak berniat seperti itu neng. Tapi keover protektifanmu membuat dirimu sendiri seperti ini. Jangan menyalahkan orang lain atas pilihanmu sendiri neng. Bijaklah dalam bertindak dan menanggapi situasi. Jangan terbawa suasana masa lampaui yang menyakiti hatimu itu," jawab azzam. Namun zizah segera bediri dan mengatakan hal yang perlu di waspadai.


" Aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua!" seru zizah dengan sangat kesal. Kemudian pergi meninggalkan azzam.


" Kenapa mas?" tanya fatimah dengan memegang tangan suaminya. Azzam tersenyum padanya.


" Lupakan saja ! Aku kesal saat ini padanya. Dia pikir siapa bisa mengaturku. Salah sendiri menolak kehadiranku dalam hidupnya. Saat ini bisanya menyalahkan orang lain. Keterlaluan sikapnya itu!" seru azzam dengan nada yang kesal.


" Mungkin saat ini dia butuh seseorang mas di sampingnya," jawab fatimah denga nada rendah. Azzam mengedikkan bahunya dengan malas.


" Dia harus belajar dari masa lalunya untuk menghargai orang lain," ucap azzam kemudian. " Supaya sikapnya dan pemikirannya itu tidak terkungkung dalam satu bejana," lanjutnya. Fatimah hanya mengagguk paham.


" Tapi saat ini mas suamiku jangan memikirkannya lagi aku cemburu sekali," rajuk fatimah pada azzam. Pemuda itu jadi terkekeh. Semenjak pulang dari bulan madu mereka tapi lebih tepatnya fatimah lebih manja-manja gak jelas.


" Hmmm .... Mulai deh bapernya. Mana mungkin mas tertarik pada perempuan lain jika yang di hadapan mas ini lebih dari cukup," ucap azzam. Fatimah memanyunkan mulutnya. Azzam meraih fatimah dan memeluknya.

__ADS_1


" Mas ini di restoran jangan seperti ini malu," ucap fatimah lirih.


" Sebentar saja sayang. Mas sedang kalut. Mas merasa sudah menyakiti seseorang karena pernikahan kita. Padahal mas tahu jelas bahwa dia saat itu menolak kehadiran mas karena mas tidak sanggup memenuhinya," lirih azzam dengan perasaan yang kesal namun tertahan. Fatimah mencoba menenangkannya dengan menepuk punggung suaminya.


" Kamu sudah berusaha mas. Tapi jodoh Allah yang mengatur," jawab fatimah pelan. Azzam seketika tersenyum.


" Karena hal itu kini mas dipersatukan dengan cinta pertama mas. Terima kasih sayang tidak menikah dengan izdi kala itu," ucap azzam dengan berkaca-kaca. Azzam mengecup telapak tangan istrinya. " Love you sayang," ucap azzam kemudian pada fatimah.


" Love you too mas azzam," jawab fatimah sambil tersenyum.


Nampak dari kejauhan zizah memperhatikan kedua insan yang terbuai kasih cinta diantara mereka. Zizah mengepalkan tangannya. Sakit rasanya melihat untuk yang kedua kalinya di depan mata bahwa orang yang pernah mendampinginya harus menikah dengan orang lain. Zizah meneteskan air matanya.


" Kalian semua sama saja. Azzam ataupun Zayyan kalian dua pemuda dengan karakter yang sama. Kalian sama-sama membuat aku dalam posisi seperti ini. Tidak akan kubiarkan kalian semua bahagia diatas penderitaanku. Wardah pun telah mengambil hati adikku. Tak akan kubiarkan adikku jauh dari keluarga kami. Wardah membuatnya jauh dari keluarganya dengan alasan dia yang teraniaya," monolog zizah dengan nada sedikit emosi.


Jiwa zizah sedang terguncang. Tak dapat di sembuhkan oleh apapun. Hanya zizah yang mampu menyentuh perasaannya dari dalam. Dia harus memaafkan orang yang menyakitinya. Dia tidak boleh terbelenggu jika ingin kembali bahagia dengan pasangannya.


" Nak ... Carilah Zayyan untuk menyadarkan Zizah dengan kesalahannya. Semenjak terputusnya lamaran itu Zizah merasa semua orang bersalah dan telah menyakitinya. Telponlah Zayyan mungkin dia masih mau membantu. Mereka sebelumnya pernah saling mencintai. Umi sudah menyerah untuk menyembuhkan luka dalam hati putri umi," sedih umi pada Abi. Abi yang melihat kesedihan di mata umi mengepalkan tangannya. Dia sedih dengan keadaan keluarganya namun tak bisa berbuat lebih.


" Baik umi," jawab Abi singkat.


Kemudian dia mencoba untuk menghubungi Zayyan dengan berharap pemuda itu pun mau mengangkatnya. Karena adiknya sudah melukai harga diri Zayyan.


" Assalamualaikum kak," Zayyan menjawab telpon dari kak Abi.


.


.


.

__ADS_1


Wah, sebenarnya masalah apa ya???? Kenapa semua orang jadi sasaran kemarahan zizah. Dan zayyan siapa? Apa dia juga sudah menikah? jangan lupa like komen gift vote-nya. Makasih sayang love you all.


__ADS_2