Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Pulau Jeju


__ADS_3

Honeymoon kedua kali ini memberikan sensasi berbeda pada ketiga pasangan tersebut. Pasalnya ini adalah perdana mereka mendapat tiket gratis sekaligus tidak dibebani apapun. Namun hal ini memikili bobot berbeda terutama bagi Izdi dan Wardah. Pasangan ini memiliki insting yang bagus. Wardah yang semakin ke sini makin dewasa. Sedangkan izdi makin ke sini makin sayang dan tak ingin jauh-jauh dari wardah.


" Sayang ... " manja izdi.


" Apa? Udah deh mas jangan kayak anak kecil gini," ledek wardah pada suaminya. Izdi jadi terkekeh.


" Mau ya punya anak dari mas lagi," jawab izdi sambil nyengir.


" Emangnya boleh milih ya?" tanya wardah menatap sinis suaminya.


" Ya enggaklah sayang. Mana boleh gitu?" protes izdi.


" Ya udah ... Berarti jadiin aja mas gak usah nanya," jawab wardah sewot. Izdi yang melihat jadi gemes. Izdi jadi menggelitiki istrinya yang nampak serius dan wajahnya yang ngeselin.


" Ah.... Jangan mas. Geli tahu gak sih," ucap wardah sambil menghindar namun tangan izdi yang kuat itu nencengkram tubuh istrinya dengan rapat.


" Mas ... Iya deh. Wardah minta maaf," Namun izdi menggelengkan kepalanya. Wardah akhirnya mencoba mencari ide supaya lepas dari tangan suaminya.


" emmm .... Di kasih double deh," jawab wardah. seketika itu tangan Izdi terlepas. Wardah menghela nafas.


" Beneran ya!" seru izdi semangat.


" kalau udah yang gitu aja mas langsung semangat. Dasar dokter cabul," jawab wardah dengan kesal namun tersenyum. Izdi hanya mencebik di katakan dokter cabul oleh istrinya.


Mereka meskipun berlibur bersama tetapi memiliki destinasi tersendiri. Mereka menikmati pemandangaj yang berbeda. Malam ini izdi hanya ingin memandangi istrinya di monsant Cafe. Dimana cafe tersebut menyuguhi suasana yang sangat romantis dan pemandangan pantai yang indah saat senja. Estetika cafe menawarkan pemandangan yang indah untuk dinikmati.



" Mas ... Udah dong jangan gitu lihatnya malu," ucap wardah. Izdi tersenyum.


" Sayang kenapa sih makin ke sini makin cantik aja. Gak bosen loh lihatinnya," ucap izdi sambil menyanggah dagunya di atas meja.


" Ya kali kamu bucin mas. Udah bukan abg lagi ah. Malu dong jangan gini," rengek wardah pada izdi. Namun tangan izdi menggapai telapak tangan istrinya.


" Maafkan mas ya," ucapnya lirih sambil menciumi telapak tangan istrinya.


" Mas sudah dong kan udah diucapin berkali-kali. Mau berapa kali lagi," jawab wardah sambil menatap suaminya dengan seksama.

__ADS_1


" Gak bisa hilang gitu aja sayang kesalahan yang kuperbuat. Sakit saat tak bisa memperjuangkan apapun diantara kita," ucap izdi sambil menunduk.


" Hai ... Mas. Semuanya sudah berlalu kita juga sudah dinikahkan ulang. Apalagi yang membuat sedih harusnya terus bersemangat memperbaiki hubungan. Supaya orang yang membantu kita senang. Izdi mengangguk cepat.


Mereka menikmati pemandangan pantai dari cafe sambil menikmati secangkir coffe panas. Beberapa camilan yang di pesan. Tiba-tiba tangan usil izdi mencubit hidung istrinya.


" Cantik," sepatah kata yang sering kali dia ucapkan.


" Apa sih mas? udah dong ah jadi baper nih wardahnya," jawabnyq sambil manyun.


" Ke kamar yuk! Besok mas ajak jalan-jalan lagi," rayu izdi sambil memainkan alisnya.


" Maunya," jawab wardah.


" Ya iya dong sayang masak di anggurin. Adzkan aja udah berkorban loh," ucap izdi mengingat putranya itu. Wardah jadi tersenyum kecut.


" Anak se kecil itu mau aja di kibulin bapaknya," ucap wardah sambil sambil berdiri. Spontan saja izdi menggandeng istrinya dengan cepat.


Mereka pun segera kembali ke cottage untuk menikmati malam-malam bulan madu. Izdi menikmati setiap kebersamaannya bersama wardah. Ia benar benar-benar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Jalan keluar Allah itu memang luar biasa. Di luar prasangka manusia itu tersendiri.


Sesampainya ...


" Hmmmm ... " jawab izdi


" Harus ya," ucap wardah menatap suaminya.


" iya dong jelas. Itu vitamin yang lumrah dalam hubungan suami istri. Nolak dosa hukumnya," jawab izdi tak mau kalah dari istrinya.


Izdi menatap kedua manik mata istrinya mencium kening, kedua pipi, hidung hingga mengecup bibir istrinya yang ranum. Izdi tersenyum bahagia malam ini adalah perjalanan kedua bersama istrinya. Semoga setelah ini ujian yang datang mampu mereka topang kembali. Mereka kembali merajuk indahnya cinta pada malam hari. Suasana pulau jeju yang mendukung membuat kedua insan itu terpesona akan nikmatnya dalam buaian kasih sayang. Baik izdi maupun wardah menyatukan kisah mereka kembali dan menorehkan tinta emas kembali dalam catatan hariannya. Keindahan dalam sebuah hubungan sengaja izdi ciptakan supaya wardah tak canggung seperti awal pertama mereka bertemu.


" Bagaimana rasanya?" tanya izdi menggoda istrinya.


" Rasa apa?" tanya wardah pura-pura tak memahaminya.


" Jangan bohong sayang," ledek izdi.


" Udah deh ams jangan di godain terus dong. please deh istirahat ya!" seru wardah ingin mengakhiri.

__ADS_1


" hmmm ... Ternyata malu," lirih izdi. Namun wardah tak menggubrisnya dia lelah sekali. Izdi menatap istrinya yang sudah mendengkur halus dan mencium keningnya.


" Makasih sayang ... Love you so much," ucapnya.


Izdi pun tidur sambil mendekap istrinya. Ia selalu menyukai aroma tubuh wardah dari waktu ke waktu.


Dalam keheningan malam tiba-tiba saja izdi nampak gugup dan berkeringat. Dia memimpikan sesuatu yang tidak mengenakkan.


" jangan ... Kali ini kumohon jangan pisahkan kami lagi. Jangan datang lagi dalam kehidupanku. Kami baru saja bersama," rintih izdi. Wardah yang mendengar segera membangunkan suaminya meskipun agak sulit tapi dia berusaha mencobanya.


" Mas ... bangun. Kenapa? Mas ... Hai sayang," lirih wardah sambil menciumi suaminya supaya segera bangun.


" Tidak ... !" teriak izdi sambil berkeringat deras. Dia pun membuka kedua bola matanya. Saat melihat wardah ketika bangun tidur. Dia memeluknya dengan erat.


" ku mohon jangan pergi lagi sayang," ucap izdi.


" Mas kamu hanya mimpi," jawab wardah sambil menenangkan suaminya itu.


Kemudian wardah menidurkan izdi dan menepuk-nepuk ringan rambutnya. Supaya suaminya itu tidak memikirkan hal-hal buruk lagi.


" doa dulu mas biar gak mimpi buruk lagi," ucap wardah pada suaminya. izdi mengangguk mengiyakan wardah.


Wardah melanjutkan menepuk ringan rambutnya supaya izdi kembali beristirahat. Wardah menatap izdi dengan iba. Dia tidak tahu apa yang ada dalam hati izdi. Tapi ketika dia melihat hal barusan izdi benar-benar membatin kehidupannya yang kapan hari kurang beruntung.


" Mas ... Tidurlah wardah di sini," lirih wardah sambil mencium pipi suaminya.


Izdi memegang tangan istrinya dengan erat. Ia benamkan kepalanya pada perut wardah. Ia merasa tenang saat perempuan itu asa di sampingnya.


" maafkan aku mas jika dulu pernah pergi tanpa memberitahumu. Pahamilah aku yang masih labil kala itu," lirih wardah.


Tak selang Beberapa lama akhirnya izdi tertidur jua. Wardah pun kembali merebahkan tubuhnya untuk segera beristirahat. Karena 2 jam lagi waktunya sholat sepertiga malam.


" Selamat istirahat mas iz sayang," ucap wardah.


.


.

__ADS_1


Likeeeeeee ya thank you.


__ADS_2