Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kericuhan pagi hari


__ADS_3

Udara pagi yang segar sudah memasuki rongga pori-pori izdi. Dia terbangun di shubuh hari. Dia mengingat dimana dia sedang berdebat dengan sang kakak.


" Astaghfirullah ... Ya Allah berikanlah lisanku ini kata-kata baik. Sudah cukup banyak dosa yang kulakukan," ujar izdi setelah dia melaksanakan sholat shubuh. " Robbihabli minas sholihin ... " izdi tak ingin terjadi cekcok. Semoga kali ini dia dapat mengendalikan emosinya.


Bibi yang sudah menyiapkan sarapan pagi. Di hampiri oleh umi yang sudah mencium bau masakan. Umi tersenyum pada bibi.


" Masak bi?" tanya umi.


" iya bu," jawab bibi dengan tersenyum.


" Selama wardah di sini bagaimana bi?" tanya umi.


" Sangat baik bu. Nyonya tidak pernah membedakan siapapun. Nyonya juga tidak mudah mengeluh bu. Dia rajin bu tuan setelah menikah dengan nyonya jadi lebih ceria bu," jawab sang bibi yang membuat umi tersenyum.


Ketika sarapan pagi sudah siap semua anggota keluarga turun. Izdi, Abi, Zizah sedang umi sudah menunggu sejak tadi. Semua sarapan pagi dengan tanpa bicara.


Setelah menyelesaikan makan pagi.


" Kita bicara di ruang keluarga!" seru umi dengan tegas.


" Izdi ... Ada jam praktek jam 9.00, belum sempat ijin karena tidak tahu jika umi ke sini. Jadi tolong jangan lama-lama," jawab izdi yang beranjak.


Izdi segera beranjak ke ruang keluarga begitupun dengan semua orang. Zizah nampak gugup sedangkan Abi terlihat geram kenapa bisa terjadi hal ini. Ketika di ruangan keluarga suasana nampak tak harmonis. Izdi yang awalnya hamble menjadi tidak bersahabat meskipun itu keluarganya. Karena ini menyangkuy keluarga kecil dan putranya.


" silahkan berikan penjelasan hari itu!" seru izdi membuka percakapan. Umi menatap zizah yang tak kunjung menjawab karena di liputi rasa jengkel kenapa menjadi serumit ini ketika maria sudah meninggal.

__ADS_1


" Zizah katakanlah nak," ucap umi.


" Apa yang mau zizah katakan umi. Maria sudah tidak ada. Dia yang memulai semuanya," jawab zizah agak kasar. Sang umi terkejut saat melihat sikap arogan putrinya. Zizah adalah pribadi yang pendiam selama ini kenapa tiba-tiba berubah.


" Kak ... Sudah ku bilang jangan membawa orang yang sudah tidak ada dalam perbincangan kita. Cukup yang kakak ketahui saja yang harus di jelaskan," jawab izdi dengan tenaang.


" Jadi kamu merasa istri yang sok baikmu itu benar iz? Dia itu sudah selingkuh dengan Azzam!" seru zizah dengan emosi. Namun izdi menjawabnya dengan tenang.


" Atas dasar apa kakak mengatakan bahwa mereka selingkuh? Coba jelaskan secara detail padaku saat ini. Aku suaminya aku yang berhak menghakimi kesalahan istriku jika memang itu benar adanya," jawab izdi dengan sangat tegas.


" Dia datang ke rumah sakit bersama azzam dan adiknya ketika suaminya kecelakaan dan parahnya lagi dialah yang menyebabkan kamu kecelakaan," jelas zizah dengan emosi yang tak tertahankan.


" Kesimpulan darimana itu kak?" tanya izdi pada zizah dengan tatapan tajam.


" Maria yang mengatakan semuanya," jawab zizah jujur. Izdi kemudian tersenyum.


" Nak, kenapa tidak bilang?" tanya aba balik.


" Bagaimana saya bisa mengatakan pada kalian jika saat sadar saja kalian memberikan informasi yang tidak jelas kebenarannya padaku. Kondisi ini tidak stabil tapi kalian mengatakan bahwa wardah menceraikanku. Harus bersikap seperti apakah aku waktu itu! Cobalah kalian menjadi aku sebentar saja. Dulu ketika aku belum siap menikah kalian memaksa aku segera menikah sehingga aku di tinggalkan maria. Saat aku sudha menemukan fatimah kalian juga kembali memaksakan kehendak hingga akhirnya dia tidak ingin menikah dan pergi dari rumah. Ingatkah kalian siapa yang berbaik hati menikahi putramu ini wardah. Ya wardah yang kalian usir dari rumah sakit dan kalian sampaikan padaku kata perceraian. Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari izdi ini. Aku hanya seorang anak yang bisa taat dan patuh tapi aku saat ini adalah seorang ayah. Ayah yang tidak baik, ayaj yang jahat, ayah yang durhaka untuk putraku sendiri. Kalian semua keterlaluan memainkan drama dalam kehidupanku," ucap izdi panjang lebar membuat melongo semua orang yang ada di sana.


" Kamu yakin dia putramu iz! Jangan-jangan dia anak anak azzam bukankah mereka datang bersama. Dia saja pandai bersandiwara," ejek zizah pada izdi dengan kesal dan mendengus.


Izdi yang sedari tadi sudah mencoba untuk tenang akhirnya naik pitam saat anaknya di katakan anak orang lain yang artinya itu anak haram.


" Kakak! Jaga bicaramu. Kamu sungguh keterlaluan, lisanmu seperti tidak pernah di didik oleh ilmu agama. Tidak malukah kamu dengan umi dan aba yang sudah membesarkanmu? Bahkan mereka lebih memperhatikanmu karena kamu adalah penerus ponpes kita. Inikah balasanmu pada mereka kak! Sudah mengadu domba antara anak dan orang tua. Afitnatu Assyaddu minnal Qotl. Berhentilah sebelum melukai hati banyak orang," izdi meluapkan emosinya di ruang keluarga. Abi sang kakak pertama yang melihat langsung memeluk adiknya dan mengajak izdi pergi dari ruangan itu. Namun kata-kata menyakitkan itu terdengar lagi di telingi izdi.

__ADS_1


" Dia wanita sampah yang membuatkan azzam menolakku iz!!!!" teriak zizah pada akhirnya. Ada dendam terselubung dalam hati gadis itu. Umi Jadi berteriak.


" Nak ... Astagfirullah hentikan zizah bukan seperti ini yang umi ajarkan padamu sayangku. Jangan membuat umi merasa gagal mendidikmu nak," pinta umi dengan menangis.


Abi memegang Idzi dan mengelus dada adiknya.


" Dek bersabarlah ... Berangkatlah bekerja. Biar yang di rumah kakak yang mengatasi. Pergilah iz!" seru sang kakak abi padanya izdi kemudian memeluk kakaknya sambil terisak.


" Aku adalah suami dan ayah terbodoh di dunia kak membuat mereka tetlantar bertahun-tahun. Aku tak bisa mengatakan betapa terlukanya aku saat ini kak. Saat melihat putraku merindukan kasih sayangku. Saat putraku mengatakan bahwa mama selalu berdoa agar papa cepat pulang. Kak ... Wardah selalu memberikan pengetahuan positif tentang ayahnya pada anak itu. Apakah perempuan seperti itu sama yang dikatakan oleh kak zizah. Ini sangat melukai hatiku dan harga diriku kak. Bahkan mereka menjadikanku boneka di sepanjang tahun," tangis izdi sambil memeluk kakaknya. Bahkan dia lupa jika saat ini adalah lelaki dewasa yang tidak pantas untuk menangis.


" Kakak tidak tahu iz apa yang kamu rasakan. Namun yang jelas kita semua sudah menyakiti mereka. Pergilah kakak akan mengurus zizah. Bekerja dengan baik hari ini!" seru kak abi padanya. Izdi segera beranjak dan pergi. Hatinya sakit mereka diam saja mendengar wardah di hina. Bahkan surat cerai pun tak dapaat mereka buktikan ke ontentikannya. Sebenarnya ada apa tidak surat itu. Izdi merasa frustasi dengan jawaban mereka semua.


" Aaaarrrggggghhhhhh. Bodoh!" teriak izdi.


Moodnya sudah tidak baik hari ini namun dia berupaya baik-baik saja. Ia putar mobilnya menuju taman dekat kota.


" Datanglah kemari ngga! Ajaklah mas rahman," suara izdi sudah serak dan tak bertenaga.


Rangga dan rahman bergegas menuju taman kota. Sesampainya mereka di sana mereka langsung berhambur mencari keberadaan izdi yang ternyata duduk di bawah.


Ketika izdi menyadari kehadiran mereka izdi langsung memeluk mas rahman.


.


.

__ADS_1


.


Likeeee ya gift jangan lupa kasih bunga deh hihihi makasihhhhh.


__ADS_2