Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Double Happy - Ending


__ADS_3

Jika persalinan itu berjalan dengan lancar itu berbanding terbalik dengan keadaan kaki izdi yang masih belum bisa di gerakkan secara sempurna. Namun sang istri tetaplah memberikan semangat kepadanya supaya lekas sembuh.


" Mas ... Kita semua masih menunggumu dengan sabar tidak usah terburu-buru. Semuanya akan berakhir dengan baik mas percayalah.


Hari-hari berjalan dengan baik setiap harinya si kembar juga tumbuh sesuai harapan. Mereka berdua sangatlah sehat. Wardah dan izdi merasa bahagia dengan kehadiran si kembar " Z ".


Zafindra Athaya Al Qassam dan Zea Athayana Al Qassam. Keduanya bak pinang di belah dua. Si kembar itu sangat lucu dan berbeda 180 drajat sikapnya. Sedari kecil dapat di tebak oleh wardah. Lengkap sudah rasanya dengan kehadiran mereka. Di tambah lagi dengan kelahiran si cantik " Zayyana Nadhifa Kautsar " putri dari kakak fatimah.


" Sayang ... Tidakkah kamu merasa bahwa Allah sangat mencintai kita. Allah menghadirkan mereka untuk menyatukan kita," ujar izdi yang membuat wardah tersenyum.


" Mas .... Wardah bahagia sekali. Bukan karena kehadiran 3 buah hati kita saja. Tapi kehadiranmu yang selamat sampai hari ini membuat kebahagiaanku semakin lengkap. Aku sudah bersuudhon pada Allah saat kecelakaan itu. Wardah merasa kenapa selalu ada kecelakaan di balik kita rujuk," tukasnya pada izdi. Izdi tak menyalahkan istrinya karena hal itu memang selalu bersamaan.


Ketika mereka semua berkumpul di ruang tamu kediaman pak yusuf.


" Nak ... Apa benar kalian akan menetap di pesantren izdi?" tanya pak yusuf pada putri dan menantunya.


" Iya pa ... Maafkan saya harus memboyong wardah sekali lagi jauh dari kalian. Tapi pesantrem tidak ada yang meneruskan," jawab izdi dengan tenang meskipun dalam keadaan tak memungkinkan seperti saat ini.


" Pa ... Wardah harus mengikuti mas iz. Tapi wardah jika longgar pasti berkunjung kemari. Wardah pasti merindukan kalian. Tapi jangan lupa berkunjung ke sana," ucap wardah pada orang tuanya.


Fatimah yang mendengar penuturan mereka jadi membuat mata indahnya berkaca-kaca.


" Dek ... Kenapa secepat ini. Mbak belum belajar banyak padamu," ucap fatimah sedih.


" Kak ... Wardah tidak kemana-mana hanya berpindah tempat sedikit jauh," jawab wardah sambil tersenyum.


" Sama aja dong Dek. Intinya jarang ketemu," fatimah manyun. Tapi ia memang tahu jika akan seperti ini. Tapi rasanya aneh jika kembali tanpa wardah. Rasanya baru sebentar saja bersama adiknya.


" Ke sana dong kak. Jengukin wardah kayak dulu kaka jengukin mas iz. Iya gak???" goda wardah sehingga membuat izdi terkekeh. Sekali wardah membuat kenangan itu kian lucu. Takdir itu aneh sekali bukan sang kekasih menikah dengan adik dan orang yang akan meminang adiknya malah menikahi kakaknya. Tapi karena permasalahan itulah kakak adik itu saling menyayangi satu sama lain.


" Iya deh ... Yang punya kenangan unik di antara kita berempat. Hahahah. Alhamdulillah pada akhirnya jadi rukun begini. Takdir dan nikmat Allah itu sungguj luar biaaa adanya," jawab fatimah yang membuat semua orang di ruangan itu mengangguk.


Perbincangan itu membuat kehangatan dalam ruang keluarga namun sudut mata izdi menangkap putri kecilnya sedang dalam keadaan bahaya. Izdi berteriak...


" Zea .... !" Izdi yang takut akan terjadi apa-apa pada putrinya itu reflek berdiri dari kursi rodanya dan berjalan tertatih dan lama-lama berlari menuju ke putrinya. Semua orang menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Iya izdi kini sudah mampu berdiri di atas kakinya sendiri tanpa bantuan apapun.


Izdi berlari dan segera memeluk putrinya yang ekstrim itu. Dia merangkak di tangga dengan keadaan bahagia.

__ADS_1


" Nak ... Apa yang kamu lakukan. Jangan membuat papa takut," izdi memeluknya dengan erat. Si kecil zea tiba-tiba memanggilnya.


" Pa .. Pa .." ucapnya terbata sambil tersenyum kecil. Putrinya yang sangat cantik itu sudah bisa memanggilnya. Izdi sangat bahagia sekali.


Mereka berlima melihat drama anak dan ayah tepat di hadapan mereka dengan jelas. Karena seorang anaklah kekuatan pada kaki sang ayah bisa sembuj di luar nalar. Mereka masih terbengong dengan keadaan ini. Mereka semua mendekati izdi dengan perlahan.


" Mas ... Kakinya ndak sakit di buat lari?" tanya wardah masih kaget. Izdi jadi bingung dengan pertanyaan istrinya. Perasaan dia tadi pake kursi rudi.


" Loh kursi rodanya dimana sayang ...?" izdi bingung. Mereka semua menunjuk ke arah kursi roda. Izdi menatap tak percaya yang dia lakukan barusan ini.


" Apakah baru saja aku berjalan?" tanya izdi tak percaya. Mereka semua mengangguk tanpa kata. Saking syok-nya. Izdi memberikan putrinya pada wardah dan dia mencoba berdiri dan berjalan. Betapa tidak izdi kemudian tersenyum sambil menangis. Dia pun terduduk kali ini bukan hanya bahagia tapi sangat bahagia karena kakinya kembali dapat menginjak bumi Allah secara langsung.


" Ya ... Allah. Subhanallah ... " lirihnya tak kuasa menahan haru dalam setiap kehidupannya.


Mereka semua tertawa bersama dan saling berpelukan satu sama lain.


Keesokan harinya ...


" Kakak cantik ... Bakalan lama gak ketemu ini ya?" tanya nasya padanya.


" Sulit kak," jawab nasya.


" Pasti bisa sayang kamu cantik baik welcome pada siapapun," jawab wardah lagi.


" Tapi dia masih sama kak," ucap nasya.


" setidaknya dia tahu bukan kamulah penyebab kematian istrinya," bisik wardah lagi.


Rangga melirik mereka yang sedari tadi terus berbisik. Dia menaruh curiga pada istrinya itu.


" Wardah jangan mengajari dia tidak-tidak," ucap rangga yang membuat wardah menoleh pada rangga dan melongo. Sikap jahil wardah malah muncul.


" Habisnya kaliam lama amat yang mau jadiin adik buat si tuan putri itu. Jadi aku kasih tips dia sebelum aku pergi ke pesantren," jawaban wardah membuat rangga tersedak.


Uhuukkk. Uhukkkkk.


" Jangan berteman sama yang anaknya banyak. Nular nanti kayak mereka," ucap rangga menetralkan suasana hatinya. Pasalnya sampai saat ini dia masih setia tak menyentuh istrinya yang cantik itu.

__ADS_1


" Ya ... Kan banyak anak banyak rezeki bego'. Kamu ini membuatku kesal aku merasa anak banyak tahu sialan," jawab izdi sambil terkekeh.


" Hei ... Pak kyai hari inu terakhirmu mengumpatku seenaknya setelah ini jagalah image -mu itu dari hal-hal negatif. Bisa-bisa santrinya gaul men," jawab rangga terkekeh.


" Hmmm ...bener -bener ya. Dasar anak sialan. Udah jadi bapak masih saja gini sikapnya. Buang aja sya suami kayak gini!" seru izdi dengan kesal tapi bohong.


" Enak aja .. Di buang pun banyak yang mungut tahu," jawab rangga.


" Iya ... Pemulung. hahahahah," tawa izdi yang kemudian mendapat pelukan dari sahabatnya.


" Aku akan sangat merindukanmu iz. Sangat ... " lirih rangga dengan sedih.


" Aku juga ngga ... Aku titip nasya bahagiakan dia. Selama ini dia selalu bersama istriku kali ini hanya kamu miliknya," jawab izdi yang diikuti anggukan rangga.


Semua orang di halaman memeluk wardah dan izdi bergantian baik papa, mamam, kakak, azzam, nasya, rangga dan beberapa karyawan rumah sakit yang dekat dengan mereka.


" Bahagialah di sana nak!" doa sang papa.


Wardah dan izdi mengamini.


Mereka pun membawa serta ketiga putra putrinya masuk ke dalam mobil Alpath milik keluarga yusuf untuk di berikan pada putrinya. Tangisan pasti tapi ini adalah sebuah pilihan.


" Kami berangkat ... Assalamualaikum," pamit wardah dan izdi.


" Waalaikumsalam ... "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai sayangku novel ini author kasih sampai sini ya nanti bakal ada kelanjutan dari kisah si kembar putra dari gus izdi. Semoga lulus review ya. Terima kasih atas dukungan, like, vote, komennya. Kalian is the best for me. Novel pertama ini memberikan kesan luar biasa bagi author yang masih pemula ini. Thank you.



Zafindra Athaya Al Qassam adalah pemuda tampan pintar lulusan Universitas Islam Negeri Jakarta. Namun apalah daya pemuda itu tetaplah seorang Zafindra yang dengan pemikiran kolotnya. Baginya kolot itu perlu untuk menjaga kestabilan dalam menjaga kewarasannya dalam keadaan dunia yang sudah amburadul pada saat ini. Dimana para perempuan sudah dengan beraninya menggunakan gaya - gaya barat. Zafindra sangatlah membenci perempuan yang tak dapat menjaga norma - norma budayanya sendiri. Pakaian yang digunakan seseksi ketupat lebaran bibir merah layaknya masakan bali tahu dan rambut tergerai di kuncir seperti ekor kuda. Bagi Zafindra semua itu sangatlah menggelikan dan membuatnya muak melihat gadis yang sedemikian rupa. Tapi inilah seorang Zafindra lebih menyukai gadis dengan paras biasa saja tapi tetap dalam lingkup sopan dan norma - norma yang ada Dalam kesehariannya. Zafindra menyukai seorang gadis Dia adalah seorang guru ngaji di desanya Parasnya yang ayu pakaiannya yang sopan membuat dirinya terpesona Senyumannya dan pandangan matanya. Namun itu semua jadi berantakan karena kedatangan seorang perempuan yang datang ke kediamannya dengan mengatakan hal bodoh.


Sepintas cuplikan tentang Zafindra ya....


Makasihhhhh.

__ADS_1


__ADS_2