
Setelah mendengarkan yang di ucapkan oleh putri nya bu ayu tiba tiba kaget dan menatap wajah shena dengan intens. Ia membayangkan bagaimana jika dirinya harus di tinggal oleh putri nya selama 2 minggu ditambah dia yang harus tinggal sendiri dirumah jika shena pergi keluar negeri
" apa bunda tidak mengizinkan shena pergi?" tanya nya gugup
Bu ayu menghela nafas dengan lembut kemudian kembali menatap wajah shena
" apa kamu akan pergi sendiri?" cetus bu ayu
" iya bunda, apa bunda mengizinkan shena pergi?" pinta nya
" bunda akan merasa sendiri dan kesepian saat kamu pergi" jawab bu ayu sambil memalingkan wajah nya menghadap keluar
" shena janji akan baik baik saja disana bunda, hanya 2 minggu,dan shena akan kembali kesini " pintanya meyakinkan sang bunda
" aku akan menelfon mas arga untuk sementara waktu menemani bunda di rumah selama aku pergi" kata nya kembali meyakinkan
" baiklah kamu pergilah dan hati hati disana sayang" jawab bu ayu sehingga membuat shena tersenyum bahagia
" bunda terimakasih " sambil menciumi wajah sang bunda
"sama sama sayang, jagalah sholat mu disana " pinta bunda
" pasti bunda " jawab nya
__ADS_1
Setelah mendapat izin dari bunda shena menghubungi mas arga untuk meminta dirinya menemani sang bunda saat dia pergi ke luar negeri
" *halo assalamualaikum dek, apa kabar? " tanya arga
" alhamdulillah baik mas, mas bagaimana?"
" mas baik dek, mbak ratih dan cio juga baik, bunda apa kabar dek?"
" bunda alhamdulillah sehat mas, mas shena mau minta tolong boleh?"
" apa itu dek?"
" shena mendapat hadiah dari kantor untuk liburan ke luar negeri mas, dan besok shena berangkat " jawabnya
" iya dek, nanti sore mas berangkat kesana, kebetulan mas dapat cuti 1 bulan dari kantor " ucapnya
" baik mas terimakasih, sampaikan salam shena pada mbak ratih dan cio "
" nanti mas sampaikan, bilang sama bunda mas sore nanti akan menuju kesana"
" baik mas, assalamualaikum "
" waalaikum salam" mengakhiri telepon nya*
__ADS_1
Setelah menelfon sang kakak shena menghampiri sang bunda yang sedang memasak di dapur
" bunda, nanti sorean mas arga mbak ratih dan cio akan kesini " ucapnya
" benarkah? apakah mas mu itu nggak sibuk? "
" kata mas arga dia libur selama 1 bulan jadi bisa menemani bunda saat shena pergi "
" baiklah sayang, bunda akan masak enak untuk kalian semua "
Shena pun membantu bu ayu memasak di dapur. Mereka berbincang bincang
tentang kehidupan sang bunda dengan ayah yang sangat harmonis dan romantis. Bu ayu yang menceritakan tentang Ayah shena sempat meneteskan air matanya, mengingat sang suami yang meninggal secara mendadak, serangan jantung membuat ayah shena meninggal dunia saat di bekerja. Sifat hangat dan ramah ayah shena yang selalu membuat ayu wanita paruh baya itu merindukan nya.
" apa bunda merindukan ayah?"
" sangat nak, sikap lembut ayahmu membuat bunda selalu merindukannya, mendidik kalian bukanlah hal yang mudah bagi bunda tanoa ayahmu, namun, bunda selalu yakin bahwa anak anak bunda adalah orang yang hebat dan selalu dekat dengan yang menciptakan dirinya" tutur bu ayu
" bunda, shena sayang sama bunda, shena " memeluk sang bunda
Tak terasa sore pun menjemput. Pukul 17.30 arga dan istrinya telah sampai di rumah bu ayu
Shena dan sang bunda yang tinggal di solo, dan arga tinggal di jakarta karena dia bekerja di salah satu perusahaan di jakarta
__ADS_1