
1 minggu berlalu keadaan maria mulai membaik. Izdi pun membawanya ke rumah namun di kamar yang berbeda. Dia melakukannya untuk bertanggung jawab apakah masih ada hak dalam dirinya untuk maria.
" Maria bisakah hari ini kamu makan di luar?" tanya izdi pada maria yang istirahat. Maria mengangguk. Izdi tidak tahu bagaimana perasaan maria saat ini. Gadis itu memanglah tipikal perempuan setia. Izdi tidak tahu mau bertindak bagaimana. Posisinya terasa berat. Maria adalah gadis periang dan sering memposisikan dirinya sebagai pemain yang bahagia. Namun rasa-rasanya salah dulu dia menirkah denganku.
³r
Seha3rusnya maria dibebaskan dalam hubungan itu. Dia memiliki impian yang besar. Namun karena cinta kami sudah tumbuh seiring berjalannya waktu. Akhirnya dia pun mencoba menerima ¾semua keadaan hingga akhirnya dia tidak menyetujui satu hal dalam hidupnya jika kembali diusik.
Sesampainya di ruang makan. Ternyata semua keluarga izdi berada di sana. Maria masih menunduk tak berani menatap mereka saat ini. Dia merasa bersalah atas kepergian wardah.
" Maria ... Kamu ingin makan apa? Biar aku ambilkan?" suara izdi menggema dalam keheningan.
" Aku ambil sendiri iz," jawabnya singkat. Maria hanya mengambil yang ada di depannya saja. Gadis itu sudah memulai makannya. Izdi yang sedari tadi menatapnya jadi merasa iba. Orang yang selama ini memilikinya secara utuh hari ini harus menerima kenyataan bahwa ada orang lain yang lebih sah di hadapan siapapun.
Seusai makan malam bersama. Semua keluarga berkumpul begitupun dengan maria. Suasana canggung pasti. Karena saat ini ada umi izdi yang dulu menjadi alasan dulu dia meninggalkan suaminya tanpa pamit.
" Maria katakanlah sesuatu untuk dirimu dan pernikahanmu serta impianmu. Serta bagaimana saat ini dirimu," ucap umi langsung pada pokoknya.
Maria nampak menunduk. Akan tetapi handphone-nya berbunyi. Sehingga dia harus mengangkatnya terlebih dahulu.
" Maaf, saya angkat dulu sebentar. Permisi!" seru Maria.
Perbincangan maria di teras rumah dengan mahasiswanya.
" Saat ini Miss Maria sedang ada kepentingan keluarga. Jadi, tugasnya yang bisa di skip tolong skip. Yang sekiranya bisa on langsung dikerjakan. Mohon maaf miss maria belum bisa ikut pendampingan. Semoga sukses selamat malam," ucap maria dengan buru-buru. Izdi sudah berada di pintu menatap maria.
__ADS_1
" Jika ada zoom dengan mereka kenapa harus leave?" tanya izdi sambil menatap si empunya.
" Aku harus menghadiri perbincangan malam ini bukankah untuk menyelesaikan masalah kita. Jangan sampai aku melewatkan semuanya seperti dulu mungkin dampaknya lebih dari ini jika aku pergi lagi" jawab maria yang kemudian masuk ke dalam rumah. Izdi jadi terbengong.
" Maria ... Aku tak bisa berkata-kata lagi," lirih izdi.
.
.
Ketika semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga. Mereka semua sudah siap mendengarkan penuturan maria saat ini.
" Sebelumnya Maria meminta maaf kepada mas iz karena pergi tanpa pamit. Maria pergi karena saat itu maria sudah merasa tidak sejalan dengan keinginan keluarga mas iz. Kalau tentang perasaan tentu saja maria mencintai suami maria hingga saat ini. Jika semua bertanya kemana maria dulu kenapa tak berkabar jawabannya masih sama maria menuntaskan impian maria dan maria sudaj mewujudkannya namun ketika maria memutuskan untuk pulang ke pondok. Saat itu maria jatuh sakit dan itu pun maria belum berani kembali khawatir ada prasangka buruk karena kembalinya maria dalam keadaan sakit. Maria bukan tak ingin berkabar tetapi ketika meninggalkan pondok maria di copet sehingga handphone maria hilang. Hingga kemarin bertemu mas iz di kampus maria tak melihat kecurigaan apapun. Maria berpikir mas iz sangat marah tapi tidak berfikir dia menikah. Andaikan maria tahu mas iz sudah menikah, mungkin maria tidak akan semesra itu di hadapan wardah. Sudah ini saja yang mau maria jelaskan," cerita maria sesingkat mungkin. Namun pertanyaan izdi membuat maria mendongak.
" Apakah kamu menikah lagi selama bertahun-tahun?" tanya izdi dengan tatapan yang menohok. Seharusnya izdi tak menanyakan itu karena dia sudah tahu bahwa maria tidak menikah lagi tetapi fokus terhadap karirnya karena dia pergi hanya marah pada keluarga izdi.
" Bagaimana caramu menjaga diri bertahun-tahun jauh dari suamimu? Tidakkah kamu berfikir suamimu tersiksa dengan kamu meninggalkannya begitu saja?" cecar izdi kali ini. Maria pun menjawabnya dengan tenang. Karena dia memang gila pendidikan interior saat itu. Saat ini Maria pun telah memiliki perusahaan desain interior di jakarta. Di kampus ia menjadi dosen pembimbing mahasiswa tingkat atas.
" Aku sibuk dengan pendidikan. Setelah menyelesaikan kuliahku aku rintis perusahaan desain interior sesuai impianku. Aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan kembali padamu sebelum aku menggapainya namun di saat semua itu kudapatkan malah aku jatuh sakit seperti yang kamu lihat mas. Tidak ada bayangan sedikitpun untuk menceraikanmu atau meninggalkanmu. Kupikir aku pergi sesaat namun ternyata aku pergi sudah terlalu lama. Maaf jika membuatmu tidak percaya padaku karena akupun tidak bisa memaksamu untuk percaya," jawab maria dengan menerawang ke depan.
Deg.
Jantung izdi berdetak sangat kencang. Maria sedikitpun tidak melenceng dari keinginannya. Dia pun tidak memiliki hubungan dengan pria lain. Tapi izdi bagaimana dengannya dia sudah pernah menjalin kasih dengan fatimah dan menikah dengan maria. Rasa-rasanya izdi tidak paham dengan apa yang di rasakan oleh Maria saat ini.
Semua orang dari keluarga besar izdi pun menoleh ke sana kemari. Penjelasan maria membuay mereka bingung. Salahkah mereka dahulu mengizinkan izdi melakukan apapun demi melupakan maria.
__ADS_1
" Maafkan kami nak, mungkin jika kami tahu bahwa kamu masih setia kepada putra kami. Kami tidak akan memintanya menikah bahkan melupakanmu. Tapi apalah daya semuanya terlanjur terjadi. Kami pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kami malah merasa bersalah kepada kalian bertiga," jawab umi mewakili semuanya.
" Istirahatlah, minumlah obatmu!" seru izdi pada maria. Semuanya nampak kaku diantara mereka. Maria hanya mengangguk mengiyakan ucapan izdi.
" Permisi ... Assalamualaikum," pamit maria.
Kepergian maria membuat lutut izdi melemah. Dia merasa malu di hadapan kedua istrinya. Izdi yskin saat ini dua perempuan itu sakit sekali hatinya. Izdi ingin meminta maaf pada wardah dan dia pun ingin membahagiakan maria. Walau bagaimana pun maria adalah orang yang paling dia cintai. Tapi izdi bingung. Tidak ada perempuan yang ingin di duakan. Suasananya sudah tidak sama seperti dulu.
" Iz ... Kita akan cari solusinya bersama. Saat ini istirahatlah. Cutilah jika perlu tenangkan pikiranmu. Jangan lupa berdoa dan mencari keberadaan wardah. Dia harus baik-baik saja. Bersabarlah," ucap mas abi sambil memeluk izdi memberikan support pada adiknya.
" Baiklah mas," jawab izdi.
Semua orang memutuskan untuk beristirahat. Izdi menghampiri maria yang berada di ruang tamu.
" Sudah di minum obatnya?" tanya izdi.
" Sudah iz," jawab maria singkat.
Saat maria hendak mengangkat kakinya izdi membantu maria ke atas ranjang. Memberinya selimut sampai ke dada.
" Maafkan aku maria ... I love you," bisik izdi sambil mengecup puncak kepala maria dan pergi meninggalkan maria setelahnya. Maria yang mendengar dan merasakan perkakuan izdi jadi menitikkan air mata.
.
.
__ADS_1
.
Nyesek guys huft ... Like komen gift vote biar tambah semangat up-nya makasihhh.