
9 bulan berlalu begitu cepatnya. Saat ini maria adalah istri sah dari seorang izdi. Pemuda itu kini berpindah tempat tinggal demi melupakan istrinya wardah yang tak bereaksi apapun saat dia mengalami kecelakaan. Yang mendampingi dirinya justru maria istri yang telah dia talak. Akhirnya dengan banyak pertimbangan dan desakan keluarga akhirnya izdi menikahi maria untuk kelangsungan hidupnya.
Di kamar izdi ...
" Mas ... Kenapa kamu selalu menjauhiku?" tanya maria dengan sangat manja. Izdi menghempaskan tangan maria.
" Jauhkan tanganmu dariku. Aku sedang tidak ingin mengkasarimu," jawab izdi dengan dinginnya.
Izdi yang notaben-nya pemuda yang baik, lemah lembut, sopan dan berkharisma. Kini dia mengalami perubahan sikap yang drastis. Izdi kembali pada jati diri orang lain. Semua kontak teman-temanya di ganti oleh keluarganya demi menghapuskan jejak di masa lalu. Izdi kini menjadi seorang yang dingin, tak mudah senyum dan tidak begitu ramah dan arogan terhadap istrinya sendiri.
" Mas! ini sudah 9 bulan berlalu tidakkah kamu melupakan gadis itu?" tanya maria dengan kesal. Izdi yang dibuat kesal jadi mencengkram dagu maria.
" Dengar baik-baik ... Sampai kapanpun kamu tetaplah benalu dalam hidupku. Kamu memang cinta pertamaku tapi tidak begini caranya maria. Kamu membuatku ilfeel," izdi marah dan menggebrakkan pintu kamarnya dan pergi begitu saja.
Maria menangis di dalam kamarnya. Sudah 9 bulan lamanya dia merawat izdi. Tapi tidak ada ucapan terima kasih sama sekali padanya atas apa yang maria korbankan. Izdi memang tak membahas wardah tapi sikapnya menunjukkan bahwa dia merindukan gadis itu.
" Mas ... Apakah aku tidak begitu berartinya bagimu. Aku sangat mencintaimu sampai aku membuat fitnah jika istrimulah yang menyebabkan kecelakaan itu. Karena dia menyuruhmu memilihmu. Usahaku tak membuahkan hasil apapun," lirih maria di kamar dengan penuh kekesalan.
Di kediaman pak yusuf ...
" Sayang ... Tumbuhlah menjadi putra yang membanggakan," ucap wardah pada putranya yang kini berusia 3 bulan. Fatimah menatap bahagia saat ada semangat hidup dalam diri adiknya.
" Dek mulai kapan kuliah?" Tanya sang kakak.
" Minggu depan kak ... Makasih ya kak supportnya selama ini. Kakak benar-benar membuat wardah sampai pada titik ini," jawab wardah. Fatimah tersenyum dan memeluk adiknya.
__ADS_1
" Maafkan kakak ya jika kakak terlambat berbuat baik padamu," ucap fatimah pada adiknya. " Hai jagoan bibi apa kabar pagi ini sayang? Doakan mama sukses ya nak?" ucap fatimah pada bayi itu. 'Azdkan Al Qassam' bayi kecil itu tersenyum pada fatimah. Dia merasa bahwa fatimah adalah ibu kedua baginya.
fatimah memberikan stimulus kepada adiknya. Bahwa sekolah lagi bukan karena untuk mencari uang tetapi sebagai benteng dalam hidup kita. Fatimah menyarankan agar mengambil jurusan perkuliahan yang bermanfaat. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan wardah mengambil jurusan kesehatan masyarakat. Dia berharap dia bisa memanfaatkan ilmu itu kelak.
Satu minggu kemudian ...
Wardah yang sudah kembali terlihat cantik dan seperti remaja yang beluk pernah melahirkan berjalan dengan pede-nya di kampus yang akan memberinya sebuah pembelajaran. Dia memasuki kelasnya dengan sangat bahagia. Dia merasa kembali menemukan masa mudanya yang sempat hilang 1 tahun terakhir.
Beberapa menit kemudian mahasiswa dan mahasiswi berlarian masuk ke dalam ruangan. Mereka berbisik jika dosen kita hari ini sangat killer. Dia tak mudah tersenyum pada siapapun. Dia juga tak mentolerir sebuah keterlambatan.
Suara derap sepatu memasuki ruangan. Semua mahasiswa yang hadir nampak diam. Wardah juga sedari tadi sedang membaca bukunya. Dia tak memperhatikan dosen yang baru masuk. Dosen itu berjalan dengan tegasnya tanpa senyuman itulah yang wardah dengar dari bisikan teman-temannya. Saat sapaan itu di mulai ...
" Pagi teman-teman mahasiswa ... Bagaimana kabarnya hari ini?" suara itu menggema di seluruh penjuru ruangan. Wardah seperti mengenal tapi dia tidak ingat karena seperti mirip tapi tidak.
" Pagi pak! Baik .... " jawab semua mahasiswa pada beliau.
Pembelajaran hari ini menjelaskan tentang masyarakat dan penanganannya. Dia memperhatikan sambil menunduk dan mendengarkan. Izdi pun tak mencurigai apapun. Dia hanya fokus mengajar di kelas mahasiswa. Tidak ada minat baginya untuk menatap satu persatu mahasiswanya. Untuk absen pun dia serahkan pada ketua kelas matkulnya. Dia hanya mengajar dengan fokus.
" Pak bagaimana jika kita tidak bisa memasyarakat? Karena sebuah keadaan," tanya salah seorang mahasiswi di dekat wardah. Wardah yang menyadari lebih menunduk karena pastinya izdi sedang menatap ke arah sana.
" Jangan katakan jika sebelum mencobanya. Jika sudah mencobq dan menemukan kesulitan bisa menghubungi saya. Eh nona kenapa sedari tadi pada jam pelajaran saya kamu saya perhatikan terus menunduk?" jawab sekaligus tanya izdi pada mahasiswanya. Wardah menjawab dengan logat medok. Karena dia sedang tidak ingin bertemu dengan izdi.
" Saya sedang sakit pak," jawabnya. Izdi pun mengangguk mengiyakan tak mempermasalahkan lagi. Dia pun segera mengakhiri materinya hari ini.
" Baiklah ... Kita akhiri. Assalamualaikum !" seru izdi dan meninggalkan ruang kelasnya. Wardah menghela nafas dengan lega. Temannya di samping rupanya memperhatikan.
__ADS_1
" kamu kenapa?" tanya Rasya
" Ndak apa-apa sya. Sedang tegang saja mengikuti materinya dosen ini," jawab wardah bohong. Rasya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan sahabatnya.
Hari ini kamu selamat dari suamimu itu wardah. Kamu tidak perlu menjawab kemanakah dirimu selama 1 tahun terakhir. Bagaimana keadaanmu dan lain sebagainya. Toh izdi sudah nampak berbeda saat ini. Dalam statusnya di deretan dosen sudah menikah. Itu artinya mereka sudah menikah mungkin saja maria dan izdi sudah kembali menikah.
" Semoga kamu bahagia mas iz," batin wardah.
Hari ini sangat melelahkan bagi izdi. Dia ingin beristirahat dan merebahkan tubuhnya dengan damai. Saat dia menutup mata dengan lancangnya maria mencium dirinya yang sudah ingin terlelap. Spontan saja izdi mendorong maria.
" Hei, bisakah kamu sopan sedikit padaku. Aku sedang ingin istirahat!" seru izdi dengan marah. Maria yang sudah di bawah karena terjatuh dan meringis kesakitan membuat jengah izdi.
" Aku ini bukan pelacur iz sehingga kamu memperlakukanku seperti ini! Kamu sudah mengambil janji suci untuk membahagiakanku bukan menyiksaku. Paham ndak kamu dengan pernikahan!" bentak maria pada suaminya. Izdi hanya melirik sekilas.
" Aku tidak oernah memintamu untuk menikah denganku. Pergilah aku tidak ingin melihatmu saat ini! Aku mau istirahat," jawaban izdi sungguh menyakitkan bagi maria.
" Pantas saja gadis itu tidak kembali karena sikapmu yang aroga seperti ini. Menjijikkan!" seru maria yang membuat izdi naik pitam.
" Keluar sekarang!!!!!" seru izdi kemudian. Maria yang jengah pun pergi dengan membanting pintu.
Brukkkk.
.
.
__ADS_1
Hayooo maria sama izdi bertengkar mulu....
Jangan lupa like komen gift votenya ya. biar author semangat... Mkasihhhh.