Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Honeymoon 2


__ADS_3

Di rumah fatimah ...


Fatimah yang sedang sibuk dengan persiapan menyambut kakak ipar. Dia menyiapkan masakan khas rumah ala-ala dirinya dan keluarganya. Ketika zayyan sampai di sana.


" Assalamualaikum," ucap zayyan.


" Waalaikumsalam, masuk bule!" seru azzam pada kakaknya. Zayyan tersenyum lebar saat melihat azzam terlihat tampan.


" Wih ... Makin ke sini adik bule makin cakep. Ya gak tuh ngga?" tanya zayyan pada rangga yang ada di sebelahnya.


" Iya kak ... " jawab rangga sambil nyengir gak paham maksud bule.


Perbincangan mereka pun mengalir begitu saja. Sampai pada jamuan makan malam. Sesekali rangga menatap istrinya yang terlihat lelah tapi tetap nimbrung. Rangga kemudian mendekat pada nasya.


" Jika lelah kita pamit pulang," bisik rangga.


Bisikan rangga itu mengundang pandangan zayyan dan azzam pada mereka berdua. Kejahilan di wajah kakak adik itu mulai terlihat.


" Eh ... Pake bisik-bisik sagala. Apa coba yang dibisikin? Masih sore gak boleh nempel-nempel pamali tau," zayyan selalu punya ide mengclearkan suasana. Rangga segera menjauh dari istrinya begitu pun juga nasya membenahi duduknya.


" Weh ... Udah berapa lama kok masih malu-malu aja," tawa zayyan pecah. Rangga hanya menggelengkan kepala. Azzam sudah terkekeh melihat aksi kocak kakaknya. Fatimah yang melihat ikut menggeleng baru bertemu kakak ipar udah rame banget.


Beberapa menit kemudian suara langkah kaki berbunyi.


Tap. Tap. Tap.


" Dek ... Udah datang!" seru fatimah. Wardah tersenyum manis. Izdi juga tersenyum pada zayyan.


" Hai ... Anak manis udah nikah rupanya," goda zayyan pada izdi. Namun izdi langsung mengkode zayyan dan membuat semua orang di ruang tamu tertawa.


" Cepat nikahilah kakakku! Pusing aku bang jika dia cemburu pada nasib orang lain," ucap izdi pada zayyan yang kemudian garuk-garuk kepala sedangkan yang lain ketawa ketiwi.


Kehangatan keluarga ini membuat zayyan lega setidaknya adik-adiknya bahagia dan dalam keadaan aman. Zayyan kini akan berusaha memperbaiki kehidupannya bersama azizah. Gadis itu harus kembali menjadi baik. Dia seperti ini karena dirinya.


" Kalian semua pergilah berbulan madu! Kakak akan berusaha mengambil hati azizah kembali. Tetaplah seperti ini kakak senang melihatnya. Bersenang-senanglah untuk sementara waktu. Maafkan kakak mungkin kesalahan kakak ada yang berdampak pada kalian semua," ucap zayyan yang sangat bahagia di kelilingi keluarga lengkap seperti mereka.


Mereka semua yang mendengar ucapan zayyan saling berpelukan dengan pasangan masing-masing.


Beberapa hari kemudian ...

__ADS_1


" Sayang ... Kita bersiap sekarang!" seru izdi pada istrinya. Wardah nampak kurang bersemangat. Izdi segera mendekat. " Kenapa?" tanya izdi sambil memeluk istrinya wardah dengan penuh kasih sayang.


" Putraku ... " lirih wardah. Izdi tersenyum pada wardah. Dia paham jika jiwa keibuannya sangatlah peka. Pasti sedih meninggalkan putranya sendiri bersama kakek dan neneknya. " Tidak bisakah kita membawanya," lirih wardah lagi.


" Sayang ... Tidak kali ini saja ya. Bukannya mas tidak ingin membawa putra kita. Tapi kita sedang ingin memperbaiki hubungan ini dan berharap segera mendapatkan momongan yang kedua," jawab izdi sambil memegang perut istrinya.


" Baiklah mas sekali ini saja ya. Sedihnya aku tak dapat membawa adzkan bersamaku. Selama ini dia yang menemaniku," ucap wardah sambil manyun. Namun izdi merasa tersindir.


" Iya ... Mas tahu jika adzkanlah yang selalu berada di sampingmu. Mas memang tak bersamamu waktu. Kali ini mas akan menebusnya," jawab izdi sambil menghela nafas. Wardah jadi terkekeh dengan jawaban suaminya.


" Sorry ya mas ... Gak nyindir sebenarnya sih. Tapi apa ya lebih tepatnya ... Emmm realita sih iya gak sih," jawab wardah sambil tertawa dengan cantiknya. Izdi menatap wardah dengan seksama.


" Masih cantik ... Bahkan lebih cantik. Udah ah bisa terbuai akunya dan ndak jadi berangkat nantu ayukkkk!" Ajak izdi pada wardah.


Ketika mereka di kamar adzkan...


" Sayangnya mama ... Papa. Adzkan sama kakek - nenek dulu ya nak? Adzkannya gapapa ya di tinggal dulu," ucap wardah sedih. Namun si adzkan yang ceria mengangguk sambil tersenyum.


" ookeee ma ... Tapi bawakan adzkan hadiah dong ma?" jawabnya manja banget.


" Apa sih yang di minta putra mama ini. Coba katakan!" seru wardah sambil tersenyum.


" Bawakan adiknya segera. Adzkan udah agak lama nih nunggunya ma. Udah bete sendirian ma di rumah tidak ada temen," protes adzkan. Wardah langsung menepuk jidadnya. Tapi izdi yang mendengar hanya tertawa kecil. Dia biarkan mom and son itu berinteraksi sesuka mereka.


" Siap papa ... Udah sana mama berangkat saja!" perintah adzkan membuat mamanya melotot.


" Adzkan ...!" teriak mamanya.


" By ... Mom," adzkan melambaikan tangannya. Mau tidak mau akhirnya wardah pun pergi tanpa putranya itu.


Ketika di ruang keluarga...


" Sudah siap?" tanya fatimah.


" Sudah kak," jawab wardah.


" Kita pergi sekarang! Ma pa kami pergi dulu," ucap fatimah pada kedua orang tuanya.


" Hati-hati sayang," jawab sang mama.

__ADS_1


Mereka berempat pergi bersama keluar dari pelataran rumah keluarga yusuf. Sedangkan rangga dan Nasya menunggu mereka di bandara.


" Kenapa?" tanya rangga


" Gapapa pak," jawab nasya yang membuat rangga tiba-tiba tertawa.


" Sampai kapan kamu memanggilku pak. Aku suamimu idiot. Aku ini bapak kamu," rangga tertawa untuk pertama kalinya setelah kepergian rubi.


Betapa tidak rasanya hati nasya sangat bahagia ketika melihat senyuman itu kembali. Tanpa berasa air mata nasya menetes karena bahagia. Rangga berhenti tertawa dan menatap nasya.


" Idiot ... Apa aku menyakitimu lagi? Kenapa menangis," tanya rangga dengan mengusap air mata istrinya. Namun nasya menggelengkan kepalanya.


" tetaplah seperti ini mas. Tetap bahagia jangan murung kembali. Saat melihatmu tertawa seperti ini membuat hatiku sangat lega. Namun sebaliknya beberapa tahun terakhir aku tidak semangat beraktivitas karena dirimus setiap hari tak mengurai senyum," jawab nasya agak panjang. Namun rangga mulai memperhatikan nasya.


" Mas ya?" tanya rangga.


" Iya ya memangnya manggil mas ya pak?" tanya nasya balik.


" Emmm ... Balik lagi bapak kan. Emang wajah ini harus di daur ulang biar gak kayak bapak-bapak," protes rangga pada dirinya sendiri. Nasya jadi tersenyum.


Saat mereka asik mengobrol. Fatimah dan ketiga lainnya sudah sampai. Mereka segera memasuki area. Rangga pun segera beranjak dari tempat duduknya. penerbangan mereka kali ini menuju pulau jeju - korea selatan.


...****************...


Zayyan menatap keponakannya yang kini sudah tumbuh besar. Dia akan sesekali mengajaknya bermain. Sebelum menemukan keberadaan azizah.


" Hai ... Son. Tampannya om mau main gak? Kita jalan-jalan yuk!" ajak zayyan pada putra izdi. Adzkan menatap om-nya itu.


" Om ... Papa beneran adiknya om ya? Tapi kenapa om bisa ganteng gini sihhhh," ucap adzkan dengan polosnya. Zayyan tidak bisa menahan tawanya.


" Memangnya papamu kurang tampan son?" tanya zayyan.


" Bukan kurang tampan om tapi om-nya ini yang terlalu tampan," adzkan mengatakannya sambil tersenyum menunjukkan deretan gigi susunya yang masih bagus untuk usia anak sepertinya.


" Ya Allah ... Son. Om kira apa. Main yuk kita keluar sekarang!" seru zayyan sekali lagi.


" Oke om," jawab adzkan semangat.


.

__ADS_1


.


Baru up sayang. Jangan lupa like ya thank you all.


__ADS_2