Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kembali ke kota


__ADS_3

Keesokan pagi hari kami prepare untuk kembali ke kediaman mas iz. Sebenarnya umi dan abi masih ingin kami tinggal lebih lama tapi mas iz harus segera kembali bekerja di rumah sakit. Umipun sempat mengatakan bahwa beliau meminta bantuanku untuk mengajar santri di pesantren.


Di kamar ...


" Sudah siap semua sayang ...?"


" Sudah mas. Tinggal memasukkan ke bagasi mobil."


" Kupanggil mas Azzam dulu ya."


" Mas jangan dia, Wardah kan sudah bilang alasannya."


" Pamitlah pada dia, mas tidak apa-apa." ucap mas iz padaku tapi aku hanya memggelengkan kepala menunjukkan bahwa aku tidak setuju dengan ucapannya. Mas izpun meraihku dan memeluk serta mencium keningku.


" Baiklah mas keluar dulu."


Lagi-lagi aku hanya mengangguk. Mas izpun sudah berlalu dari hadapanku. Aku bersiap dan berias dengan nuansa natural soft pinky dan coral, aku menyukai warna itu. Beberapa saat kemudian akupun mencoba untuk turun dan berpamitan.


" Umi , Abi sehat-sehat di sini jika rindu wardah siap untuk dihubungi. Wardah pasti rindu dengan suasana di sini." ucapku pada umi dan abi


" Nak titip putra kami, jika dulu pamanmu yang menitipkanmu di sini saat ini umi yang meminta agar kamu menjaga putra umi.


" Nggeh ... Siap umi pasti wardah jaga untuk umi dan sekeluarga." jawab wardah dengan semangat. Izdi yang melihat istrinya hanya tersenyum. Nampak dari kejauhan Azzam melihat drama perpisahan antara keluarga ndalem dengan wardah dia nampak tersenyum sendiri. Izdi yang tadinya sudah berpamitan ia menghampiri Azzam.


" Mas aku nitip keluarga di sini. Oh iya mas azzam mungkin ingin berbicara dengan wardah?"


" Siap gus. Mana mungkin saya berani berbicara dengan istri dari guru saya. Itu hanyalah masa lalu gus, sekarang semuanya sudah tuntas. Alhamdulillah jodohnya orang baik maka saya ikut berbahagia."

__ADS_1


" Makasih mas ... Kami pamit."


Kemudian gus izdi segera kearah mobil dan membantu istrinya yang sedang memasukkan barang bawaan.


" Sayang ... Biar mas bawa saja."


" sama warda bantu mas gapapa."


" Abi umi kami pamit ... Kapan- kapan jika ada libur kami datang lagi."


" Baiklah hati-hati nak, selalu bahagia dan saling menjaga."


Kami mengangguk mengiyakan ucapan Umi. Kamipun keluar dari pelataran pesantren. Tempat ini adalah tempat mas iz dibesarkan dan tempat inilah yang memberiku banyak ilmu.


Sesampainya di Kota ...


" Ada mobil ... mas ada janji dengan seseorang?"


" Diperbolehkan memang ya mas?"


" Boleh saja kenapa tidak."


Kamipun masuk ke dalam rumah. Sambutan di pintu masuk membuatku tercengang. Entah bagaimana mas iz, aku yang melihat jadi syok. Dengan sigapnya ada seorang wanita datang dan memeluk mas iz di hadapanku dan mas iz terbengong begitu saja tentu saja si empunya tersenyum dengan deretan gigi yang cantik. Aku yang merasa malu diam kemudian pergi meninggalkan mereka di sana.


" Astagfirullah ... Fatimah apa yang kamu lakukan di rumah saya?"


" Iz jangan menggunakan bahasa formal. Kita sudah terbiasa dekat jangan seperti ini."

__ADS_1


" Keterlaluan .... kamu salah fatimah, kamu bahkan sudah tahu jika saya sudah menikah."


izdi menoleh ke samping mencari keberadaan istrinya. Namun ia tidak menemukan istrinya. Dia menyesal tidak melawan pelukan fatimah.


" Dimana dia?" ucap iz dengan celingukan


" Nona ke kamar tuan." jawab bibi.


" Permisi fatimah !" seru izdi namun fatimah malah memegang tangannya.


" Iz ... Kumohon jangan pergi."


" Aku akan menemui istriku, kamu tunggu di sini urusan kita belum selesai."


Izdipun segera berlari ke kamarnya ia berharap istrinya tak berpikir macam-macam tentang dirinya. Sesampainya ...


" Wardah ... Sayang kamu dimana?" tanya izdi setelah masuk. Ia melihat wardah di teras kamar. Iapun menghampiri istrinya.


" Wardah ... Maafkan aku!" seru izdi


" Semuanya sudah terjadi mas, aku sudah pasrah. Biarkan saja semuanya mengalir. Aku tidak apa-apa pergilah kakak pasti menunggumu."


" Wardah aku bisa jelaskan semua."


" Apa yang mau dijelaskan mas, aku lelah ingin tidur. Temui dia sekarang atau mas tidak akan pernah melihat dia lagi."


" Wardah????"

__ADS_1


" Pergilah ... " wardahpun berlalu dari izdo dan tidur di ranjang dan dia tutup tubuhnya dengan bad cover.


" Maafkan aku sayang ... Akanku selesaikan semua." Izdipun keluar dari kamar untuk menemui fatimah.


__ADS_2