Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Keegoisan Izdi


__ADS_3

Hari ini cuaca sangatlah cerah. Secerah hati fatimah yang sedang berbunga-bunga. Wardah memperhatikan itu semenjak tadi. Namun dia belum berkomentar banyak. Ya saat ini dia ingin melihat reaksi kakaknya itu.


" Bahagia banget kayagnya deh kakakku ini?" tanya wardah pada fatimah. Kakakanya menoleh dengan ekspresi yang malu karena ketahuan. Fatimah kemudian duduk.


" Masih betah di rumah? Gak kuliah nih," jawab fatimah ngeles daripada nanti jadi bulan-bulanan sang adik. Wardah menggeleng dan ikut duduk.


" Ih, wardah gak nanya itu. Wardah kepo nih kok roman-romannya wajahnya seger habis jaga malam. Bukannya haruse lencu ya kakakku sayang?" tanya wardah seakan-akan berfikir. Fatimah menggeleng malas menjawab karena dia bukanlah abg lagi.


" Udah ah kakak mau istirahat," jawab fatimah. Wardah kemudian mulai meledek kakaknya.


" Apa semalam dia mengapelimu kak?" tanya wardah penuh selidik namun wajah usilnya mulai. Fatimah menoleh.


" Iya ... Mungkin. Mana ku tahu dia sedang apa di rumah sakit," jawab fatimah langsung pergi ke atas. " Segera beraagkat aku akan bergantian jaga adzkan hari ini!" seru sang kakak. Wardah mengambil sikap hormat pada kakaknya.


" Siap kak!" serunya kemudian bergegas berangkat ke kampus.


Di kediaman izdi yang baru ...


" Iz... Ayolah kita sekali-kali kita pergi berlibur biar ada me time-nya biar kita tidak salah paham terus menerus," ucap maria pagi ini dengan melembut.


" Aku sedang repot. Apa Kata mahasiswaku jika aku mengambil cuti di saat hari efektif. Itu bukan aku sekali," jawab izdi dengan tegas.


" Terus aku harus gimana iz?" tanya maria.


" Berdiam dirilah di rumah jangan bikin kegaduhan. Aku sedang ingin dalam mode tenang," jawab izdi tanpa menatap istrinya itu. Maria nampaknya sangat kesal dengan izdi.


" Kau egois iz hanya mementingkan kecukupan batinmu sendiri. Kau orang berilmu tapi sikapmu tidak mencerminkan itu," sentil maria dengan pedasnya. Izdi menatap kearahnya.


" Jangan membawa-bawa ilmu. Urusi saja urusanmu aku tidak pernah mengusiknya bukan?" tanya izdi menegaskan.


" Tapi kau mengusik batinku iz," jawab maria kali ini. Izdi kemudian berdiri sambil mengatakan sesuatu yang membuat maria sedikit tersenyum.


" Bersabarlah untuk menunggu kebaikanku," jawab izdi yang kemudian pergi dari rumahnya. Saat ini dia memang sedang fokus pada profesinya.


Maria hanya bisa menghela nafas panjang. Intuk menghibur dirinya dia selalu menyibukkan diri di perusahaan terdekat dari rumahnya. Dia ingin sekali di jamah oleh suaminya itu. Bahkan izdi tak pernah menyentuh barang sedikit pun. Ketika maria memulai pasti dia sudah menatap tidak suka dan nmengatakan dirinya sangat kurang ajar. Bahkan maria merasa seperti tak memiliki harga diri jika bersama pemuda itu.


" Sampai kapan iz kamu tidak ingin menjamahku dan sampai kapan kamu menyiksa batinku," ucap maria ketika berada di ruang makan sendirian.

__ADS_1


Sesampainya di kampus ...


" Euihhhh ... Dosen dingin kita sudah datang tuh. Hanya teman wardah berempat yang mengucapkan salam. Sedang wardah tak menatapnya smaa sekali. Izdi hanya menautkan alisnya. Dia pun berlalu begitu saja.


" kamu kenapa sih wardah? Seperti ogah lihat pak dosen," tanya teman-temannya.


" Supaya gak kena virus bucin kayak kalian berempat," jawab wardah asal.


" Sialan kamu ini. Di kira pak izdi bawa virus apa," ucap salah seorang temannya. Wardah mengangguk.


" May be no May be yes ... Udah ya aku mau masuk jangan sekali - kali mengusik namaku di hadapannya. Awas saja kalian!" seru wardah pada teman-temannya.


" beres bos wardah," jawab teman-temannya. Wardah terkekeh mendengar panggilannya seperti itu.


Ketiak jam kuliah di mulai. Izdi sengaja menunjuk wardah untu maju ke depan.


" Eh anda mahasiswa yang duduk di bangu deretan kedua maju ek depan. Coba jelaskan materi anatomi tubuh di depan. wardah jadi menunduk dan memakai maskernya. ia pun segera berdiri dan maju ke depan.


Ketika sudah berada di depan ...


" Sedang flu pak," jawaban wardah tanpa sungkan. izdi menatap lekat ke arah gadis itu. Dan izdi mengkode agar segera di jawab pertanyaan di depan wardah juga akhirnya mengangguk.


" Silahkan duduk jika sudah!" seru izdi. Wardah pun kembali ke tempat duduknya.


Izdi menjelaskan jawaban wardah yang memang benar adanya. Dia begitu memahami apa yang ingin dia lakukan saat ini. Dia menjawab semua yang di papan sesuai dengan pengalaman dan kisahnya. Semoga kali ini izdi benar-benar tak mengenalinya. Biarkan dia bahagia sesuai versinya.


" Eh, nona. Lain kali jika materi saya di buka maskernya itu risih saya melihat ada mahasiswi yang seperti seakan-akan saya ini seperti orang tak di minati," ucap izdi namun wardah kali ini dia hanya mengangguk. izdi menghela nafas panjang. Kemudian saat pembelajaran usai. Dia segera keluar berlari menghambur.


Dia melewati dosennya begitu saja tanpa permisi. Tapi karena dia yang menabrak izdi akhirnya bajunya tersangkut arloji dosennya itu.


" Maaf pak tidak sengaja ... Permisi saya benahi dulu," ucap wardah masih dengan mode menunduk.


" Apakah aku mengenalimu sehingga kamu seperti melihat hantu saat bertemu denganku?" tanya izdi padanya. Wardah menggeleng pelan.


" tidak pak ... Saya hanya tidak ingin terlalu seperti teman-teman saja," jawab wardah asal. Izdi mengernyitkan dahinya.


" kenapa teman-temanmu?" tanya izdi ponasaran. Wardah melihat sekilas.

__ADS_1


" Menyukai bapak. Permisi!" seru wardah yang kini sudah berlari lagi. Izdi hanya menggelengkan kepala.


" sebenarnya dia itu kenapa?" tanya izdi pada dirinya sendiri.


Hari pum sudah senja mereka kembali ke runah seperti biasa. Izdi masuk dalam rumah dengan suasana entah di sulap seperti apa oleh maria.


" Suasana baru iz," ucapnya saat izdi datang.


" terserah kau saja aku sedang malas berkomen. Bersiaplah aku ada acara di cafe burneo 1 jam lagi," ucap izdi. Maria membelalakkan matanya. Dia tak percaya jika izdi akan mengajaknya tanpa rasa dongkol.


" Baiklah aku akan bersiap!" serunya dengan sangat semangat.


Maria berdandan secantik mungkin untuk mendampingi izdi. Dia pun berangkat dengan hati yang bahagia. Yang mereka datangi ternyata adalah acara kampus. Semua membawa pasangan masing-masing. Nampak maria bergelayut manja di lengan izdi.


" jauhkan tanganmu dariku," ucap izdi lirih.


" Tapi ini di tempat umum iz maka perlihatkanlah bahwa kita pasangan ideal," jawab maria dengan yakin.


" Tapi tidak terlalu menempel juga. Aku tidak suka," jawab izdi menegaskan.


" Ayolah iz sekali ini saja perlakukan aku secara romantis," ucap maria manja manis group.


" Jika qku bilang tidak maka tidak. Lepaskan atau kita pulqng sekarang. Jangan membuatku riaih dan semakin menjauhimu," jawaban izdi menyakitinya lagi. Maria melepaskan tangannya


" Lalu untuk apa kamu membawaku kemari?" tanya maria dengan picik pada akhirnya.


" Bahwa aku tidak sendiri," jawab izdi santai.


" Dasar egois .." ucap maria dengan menghentakkan kakinya. Namun izdi berjalan menjauhi istrinya untuk menyapa rekan-rekan kampusnya.


.


.


Egois banget sih pak ....


Up 1 lagi yah jangan lupa like giftnya thankyu.

__ADS_1


__ADS_2