
" Assalamualaikum kak," Zayyan menjawab telpon dari kak Abi.
" Waalaikumsalam. Zayyan ... Maafkan kakak sudah lancang memghubungimu kembali," ucap kak abi. Zayyan di seberang sana tersenyum ramah saat kak Abi masih saja sungkan-sungkan terhadapnya.
" Apakah kakak merindukanku ataukah gadis itu masih marah padaku," ucap zayyan dengan nada friendly. Abi tersenyum lega saat pemuda itu tak berubah sampai hari ini masih sama dengan yang dulu.
" Zayyan ... Kali ini umi menyerah untuk membuat gadis itu menyadari kesalahannya. Dia selalu merasa yang tersakiti. Dia hampir saja membuat adiknya bercerai dengan istrinya. Bahkan dia memisahkan adiknya dengan istri sahnya. Dia pun pernah di lamar oleh Azzam namun dia memberikan syarat yang terlalu berlebihan. Semua ide yang kamu berikan sudah kami lakukan. Tidak bisakah kali ini kamu sendiri yang menghadapinya," ucap Abi dengan nada sedikit gusar. Sedangkan zayyan mulai menghela nafasnya dengan berat.
" Azizah .... Kamu selalu membuatku harus bertindak sendiri. Huft. Akan kuusahakan pulang ke indonesia kak. Sekarang dia dimana?" tanya Zayyan dengan serius.
" Dia tidak ikut pulang semenjak 2 hari. Umi pun tak menanyakannya. Saat ini umi sedang merasa bersalah pada izdi," jawab kak abi.
" Baiklah kak aku faham," jawab zayyan akhirnya. Abi pun mengakhiri panggilannya.
Zayyan El Ramzi adalah Kakak Tertua dari Azzam dan Nasya. Mereka saudara namun beda ibu. Umi Zayyan berasal dari Pakistan namun beliau meninggal karena melahirkan zayyan. Hingga pada akhirnya Ayahnya menikah kembali dengan bunda Azzam dan Nasya. Namun Zayyan memutuskan kembali ke pakistan meneruskan bisnis keluarga besar Ramzi di sana. Zayyan pernah menjalin kasih dengan Azizah. Namun dikarenakan salah paham hubungan itu diakhiri sepihak oleh azizah.
Kala itu Zayyan sedang bertemu dengan gadis cantik asal rusia yang muallaf karena dirinya. Rufia Fathayah namanya setelah menjadi muallaf. Rufia saat itu masih baru di indonesia zayyan adalah sahabatnya namun azizah salah paham bahwa zayyan memiliki hubungan lain dengan perempuan itu. Azizah memutuskan hubungan mereka kala pernikahan sudah dekat.
" Aku ingin membatalkan pernikahan ini!" srru azizah pada zayyan.
" Kenapa zizah? Alasan apa yang membuatmu ingin memutuskan hubungan ini," zayyan yang masih muda sangatlah emosi mendengar ucapan perpisahan itu. Karena bagi dirinya azizah adalah pelabuhan terakhirnya.
" Kamu memiliki hubungan dengan gadis rusia itu. Aku bukan tipikal orang yang mudah kamu tipu," jawab zIzah dengan dinginnya.
" Apakah sepicik itukah putra seorang kyai. Dengarkan aku baik-baik zizah tidak sedetikpun aku mencuri hari Rufia dan mengabaikan dirimu. Aku tetaplah setia pada janji kita. Jangan karena sebuah kecemburuan kamu membuat statement yang membuatmu menyesal seumur hidup. Pikirkan lagi zizah atas keputusanmu," ucap Zayyan pada Azizah.
" Pembohong. Jika kalian tak ada hubungan tidak mungkin kalian bertemu seintens itu. Pandanganmu pun tak pernah terjaga darinya," jawab zizah dengan tatapan tak bersahabat pada calon suaminya.
" Pikirkan kecemburuanmu yang berlebihan itu. Aku tidak ingin berkata buruk pada calon istriku. Saat ini aku anggap kita sedang berjauhan, jika kamu mampu maka menikahlah dengan pemuda lain. Namun jika kamu gagal menikah dengan orang lain maka aku akan datang untuk kembali membuatmu menikah denganku," jawaban itu adalah jawaban terakhir zayyan sebelum dia pergi ke pakistan. Pemuda itu benar-benar melenggang pergi dari indonesia meninggalkan azizah sendiri. Sedangkan azizah nampak sok dengan keputusan zayyan. Zayyan malah menyuruhnya menikah dengan orang lain.
Azizah kala itu benar-benar terpuruk. Dia depresi ketika zayyan pergi tanpa memberi kesempatan dia menjawab lagi. Trauma akan kepergian zayyan membuatnya harus kesal pada setiap pria yang mendekatinya.
Di seberang sana ...
__ADS_1
" Ya ... Assalamualaikum. Siapa?" tanya zizah pada seseorang yang menelponnya.
" Kenapa tidak pulang? Se frustasi itukah kamu dengan seorang lelaki sehingga harus tidak kembali ke pesantren?" ucapan pedas dari lelaki di seberang sana membuat azizah melotot.
" Siapa kamu? Apa maksudmu menelpon dan mengatakan itu," jawab azizah dengan sarkas.
" Sudah di hapus ternyata nomor ponselku. Rupanya benar-benar membenciku," ucapnya.
" Jangan membuatku mengatakan hal buruk. Katakan tujuanmu dan siapa kamu?" tanya zizah sekali lagi.
" Menikahlah denganku. Sembuhkanlah traumamu itu dengan menikah denganku. Pulanglah ke pesantren. Assalamualaikum!" serunya tanpa menjawab nama.
Azizah terbengong tak menjawab ucapan salam itu secara langsung. Siapakah yang menelponnya. Azizah masih dibuat bingung. Nomor siapa itu sebenarnya.
Zayyan apakah itu dia. Aku tidak bisa melupakannya barang sedetik pun. Azzam pemuda tetakhir yang meminangku pun harus mundur karena syarat yang berlebihan.
Azzam yang nyantri di sana itu karena permintaan kakaknya. Zayyan ingin mengetahui perkembangan azIzah karena dia khawatir. Azzam pun menurutinya ķarena azzam tahu kakaknya mencintainya.
" Semoga zayyan segera kembali. Hanya dia yang bisa membuat kakakku sembuh. Zayyan menghadirkan azzam pun malah membuat pernikahan kita berantakan. Dia itu keterlaluan membuatku kesal aku sampai terlihat bodoh," ujar izdi pada wardah.
" Dia bisa membuat keluargaku dalam bahaya mas," jawab wardah dengan sedih. Izdi memeluk istrinya.
" Jangan berpikir macam-macam. Sini sama mas ya kita istirahat!" ajak izdi pada wardah. Wardah melirik suaminya dengan kesal.
" Pasti ada maunya," cemberut wardah pada izdi yang sudah terkekeh lebih dulu.
" Daripada memikirkan kakakku. Dia hanya butuh bertemu dengan zayyan. Jika kamu ikut memikirkan zayyan aku yang depresi nanti sayang," ucapan izdi kali ini yang membuat wardah tertawa.
" sekalian saja depresinya jamaah mas. Kamu juga perlu therapi sepertinya," jawabnya masih terkekeh sampai perutnya sakit.
" Ehmmm ... Gitu ya sekarang ya istrinya mas. Doainnya yang gak baik nih sama suami," ucap izdi melirik istrinya dengan gemes. Wardah senyum usil.
" Bercanda mas ... " belum selesai izdi sudah mengagetkan istrinya.
__ADS_1
Cup.
Ciuman itu mendarat dengan sempurna sehingga membuat wardah terbenging-bengong. Izdi kali ini terkekeh melihat istrinya jadi patung menanggapi kecupannya.
" Kok gitu sih mas ... Nakal dong!" seru wardah kesal. Izdi tertawa terpingkal-pingkal.
" Masih aja sih sayang kagetnya ... Kan udah lama juga nikahnya. Masak masih seperti baru melakukan saja," ucap izdi dengan senyum-senyum. Wardah menggelengkan kepalanya.
" Kita tidur sekarang!" seru wardah membuat izdi melongo.
" Kok istirahat sih sayang?" tanya izdi.
" Mau ngapain ?" tanya wardah.
" Adeknya adzkan dong. Libur dulu 1 minggu tamu bulanannya datang," jawab wardah kemudian menyelimuti tubuhnya.
" Ya Allah sayang ... Gak bilang dari tadi. Kan jadinya gagal pdahal udah berharap banyak dong ini," jawab izdi dengan melas.
" Gimana dong mas. Emang tamunya datang. Nikmatilah masa jomblo selama seminggu doang mas gak lama daripada dulu. Hehehe," ledek wardah pada suaminya.
" ini mah namanya melas pake banget dong sayang," jawabnya lagi. Namun wardah membalas kecupan suaminya.
" Buat sangu bobok mas," goda wardah.
" Nakal kalau tamu bulanannya datang ... Sebab tak bisa di pegang," jawabnya memandang wardah yang sudah terkekeh.
.
.
.
Bersambung ...
__ADS_1