
Di kediaman Izdi perayaan Milad ke 32 menjadi hal indah dengan adanya wardah. Keluarga besarnya singgah di rumah. Semua teman-teman kedinasannya pun di datangkan ke kediaman izdi. Rumah di hiasi sangat indah dengan banyak bunga dan aroma therapy semerbak mawar.
" Sayang dapat ide darimana?" tanya Izdi dengan semangat. Namun wardah hanya tersenyum kecil.
Semua teman-teman dokter datang izdi pun harus menghampiri mereka semua. Wardah mengangguk menyuruh suaminya menyambut mereka.
Suara musik islami sangat kentara dan menambah kekaleman kediaman izdi. Mata Rangga sedang menikmati jamuan indah di rumah izdi. Dia melihat seorang gadis cantik bercadar berdiri mengisi kue-kue di nampan cantik di meja prasmanan yang disiapkan. Dia seperti mengenalinya dari belakang. Dia mencoba untuk mengingat- ingatnya. Dia mengenali gamis kombinasi yang di pakainya warna birel kombinasi cardi putih. Akhirnya dia mengingat kesukaan siapa cardi itu. Ya itu khumairah.
" Khumairah .. " sapanya dari belakang. Wardah kaget dagup jantungnya mulai kencang khwatir itu adalah rangga.
"Khumairah tidakkah kamu mengenali suaraku?" tanya Rangga. Wardah bingung mau bagaimana. Dia mulai emmbalikkan badannya. Rangga kaget karena itu adalah istri izdi. Tapi dia yakin bahwa itu adalah khumairah. Cardi ini adalah kesukaannya.
" Dokter Rangga?" tanya Wardah. Rangga masih tidak bergeming. Masih memandang ke arah wardah. Istri izdi itu merasa risih dan tidak nyaman.
" Ada apa?" tanyanya lagi.
" Benarkah kamu bukan khumairah?" tanya rangga.
" Tentu saja saya khumairah dokter kan itu memang nama belakang saya. Aneh dokter ini permisi ya," jawab Wardah dengan sedikit bercanda. Lalu ia pun meninggalkan rangga yang terbengong.
Malam ini sangatlah bersejarah bagi izdi. Ia anggap ini adalah perayaan pernikahannya. Karena wardah tak ingin membuat pesta.
semua rangkaian acaranya sangatlah indah meskipun tak seberapa mewah. Wardah juga menghadirkan orang tuanya tetapi tidak nampak fatimah.
Fatimah
Sebenarnya siapa izdi kenapa dia dalam ingatanku dia adalah kekasihku? Dan siapa dokter Rangga dia pun sekelibat ada di dalamnya. Apakah hubungan kami bertiga sebenarnya? Semuanya semakin tidak jelas. Mungkinkah adikku merebut suamiku? Ataukah bagaimana? Membuat pusing. Batin Fatimah yang sedang menghadap ke jendela.
" Non beristirahtlah sudah malam, tadi ibu berpesan nona harus segera beristirahat. Ya non," ucap sang asisten rumah tangganya.
" Baik bi," jawab fatimah lalu dia pun berlalu dari jendela menuju kamarnya. Mama dan papa hari ini sedang berkunjung ke rumah adik. Dia sengaja tidak ikut karena khawatir akan merusak acaranya dan malah berpikir yang macam-macam jarena hari ini ingatannya belum sepenuhnya kembali. Biarkanlah semua berjalan normal dulu tanpa praduga. Toh dokter rangga tak mengiyakan maupun menolak. Jadi biarlah saja.
Hidup bukan tentang sebuah kisah
Namun Kisah adalah sebuah kehidupan
__ADS_1
begitupun dengan kata Cinta
Cinta belum tentu sayang
Namun Sayang pastilah diikuti kata Cinta
Kehidupan ini berarti ...
Perjalanan Kasih dan Sayang
Semua yang terjadi bukanlah kehendak dari seseorang. Semua yang terjadi adalah sebuah perjalanan hamba Allah. Tidak ada sesuatu yang tidak baik. Semuanya baik dan sudah sesuai dengan takaran dan kemampuan. Jika merasa kurang itu adalah ketidakpuasaan yang terjadi di dalam kemelut hati kita sendiri. Ya, itulah bagian dari kehidupan ada sedih, bahagia, tawa, tangis, cemburu, di khianati dan sebagainya. Semua adalah iring-iringan untuk mempercantik perjalanan kehidupan seseorang.
Di kediaman izdi ...
" Dek, bagaiamana sudah diajak diskusi oleh suamimu untuk berkuliah?" tanya Gus Abi.
" Sudah kak, tapi belum tahu pastinya. Apakah nanti malah akan merepotkan ? Saya kan sudah menikah," jawab wardah abu-abu.
" Kenapa ragu? Bukankah menuntut ilmu harus di cari. Menikah dan tidak menikah itu hanyalah status. Yang terpenting izin suami sudah kamu kantongi," ucap Abi.
Aby hanya tersenyum saat melihat wardah mengkhwatirkan adiknya itu. Ya wardaj memang tipe istri idealis yang mementingkan keluarga. Wajar jika dia khawatir atas kebutuhan izdi.
" Baiklah. Oh ya selamat atas pernikahan kalian. Semoga langgeng selalu di rahmati oleh Allah SWT. Aamiin," ucap Abi pad akhirnya.
"Aamiin makasih kak," jawab Wardah dengan tersenyum simpul. Izdi yang menatap mereka jadi mendekat.
" Kak? Ada apa?" tanya izdi menghampiri. Abi hanya meledek adiknya itu.
" Posesif. Tidak ada kakak ke sana dulu," jawab Abi tersenyum smirk dan pergi begitu saja. Izdi dibuat kesal oleh kakaknya sendiri. Wardah jadi tertawa kecil.
"Apa sih mas, kakak tadi hanya bertanya. Gak aneh-aneh kok," jawab wardah ikutan menggoda izdi jadi memeluk istrinya.
" Awas aja jika aneh-aneh," jawabnya memajukan bibirnya. Wardah jadi tertawa.
" Hai, Wardah- izdi selamat ya untuk kalian. Kalian ini low profile sekali tidak merayakan pernikahan. Kenapa sih?" tanya dokter Aisyah.
" Tanyakan saja pada dia mbak. Dia ini perempuan aneh harusnya kan senang jika di beri pesta pernikahan mewah. Dia jawabnnya hanya menggeleng," jawab izdi tersenyum sambil menatap rahman.
__ADS_1
" Bukan gitu mbak, lagian tidak ada manfaatnya membuang uang sebanyak itu. Bisa untuk yang lainnya," jawab wardah membuat rahman aisyaj melongo.
" Eh, sesederhana itu saja jawabnnya ? Luar biasa istri izdi ini," jawab rahman diikuti tawa asiyah dan izdi. Wardah hanya tersenyum menatap mereka.
" Wardah salut. Dulu saja Aisyah malah sebaliknya," ucap dokter rahman yang emmbuat istrinya mendelik.
" Mas rahman kamu ya!" seru Aisyah. Rahman jadi terpingkal-pingkal mengingat Aisyah merengek minta pesta mewah. Sebenarnya dia memang bisa melakukannya.
" sorry sayang ... I love you," ucap rahmana pada istrinya.
" Tahu ah keterlaluan .." jawab aisyah pura-pura ngambek. Wardah dan izdi hanya menggeleng saja. Mereka memang izdi anggap kakak begitu pun wardah merasa bahagia kenal dengan mereka.
" Seru banget sih yang punya gandengan. Apa kabar dengan aku yang masih gini-gini aja," ujar Rangga nimbrung. Dokter rahman mulai ngasal.
" Lah itu sudah ada Rubi kenapa dianggurin anak oneng? Dasar dokter payah. Udah di aksih kinyis-kinyis kagak mau aneh," jawab dokter rahman. Spontam saja si anak oneng rangga menoleh.
" Ambillah jika kamu mau. Aku sih ogah males," jawab rangga dengan kesal.
" Hei dokter zaman now jangan kamu suruh-suruh suamiku yang tampan ini menikah lagi. Dasar oneng.hahaha," jawab aisyah.
Kehangatan diantara bisa tercipta karena acara wardah dan izdi. Jika di rumah sakit mereka harus bersikap normal karena di depan umum. Candaan seperti ini hanya terjadi beberapa kali dan di tempat tertentu. Mereka semua menikmati rangkaian acara hari ini.
" Masakannya enak wardah. pesan dimana?" tanya aisyah.
" Masak sendiri mbak di bantu bibi," jawabnya dengan memeperlihatkan deretan gigi cantiknya. Aisyah langsung melongo. Semua ini real Wardah.
" Dia memang ahlinya mbak," jawab izdi.
Tiba-tiba hati rangga menghangat saat semua masakan adalah wardah yang membuat.
.
.
.
Wah ada apa dengan rangga ya dears?????
__ADS_1