
Pagi izdi ingin menunjukkan destinasi yang ada di pulau jeju. Hari ini izdi ingin mengajak istrinya berkunjung ke Perkebunan teh O' sulloc. Di sana mereka bisa menikmati kesegeran dedaunan teh yang bisa di cari di indonesia.
" Sayang ... Hari ini kita menikmati kebun teh di pulau ini ya! biasanya kita akan menikmatinya di indonesia sekarang kita akan menikmatinya di jeju," ucap Izdi pada istrinya. Wardah hanya tersenyum bias dan menggeleng.
" Mas ... Ini mereka pada kemana ya? Kita gak pernah komunikasi loh selama di pulau jeju," ucap wardah merasa aneh dengan pasangan lainnya.
" Biarin aja sayang. Kita nikmati saja liburan kita," jawab izdi sambil nyengir.
Mereka pun pergi ke perkebunan teh yang di maksud. Dalam perjalanan itu mereka menikmati setiap detiknya sebuah kebersamaan.
Di indonesia ...
Zayyan yang kini sedang menemani si kecil bermain di mall. Dia menikmati setiap kebahagian serta senyum tawa adzkan. Keponakannya itu yang sengaja di suruh meninggalkan supaya mereka memiliki waktu bersama. Sudut mata zayyan menangkap sosok azizah yang sedang memilih gamis di Beautique. Zayyan pun menggendong adzkan untuk mempercepat langkahnya.
Ketika di dalam butik ...
" Hai ... Nona cantik kita bertemu lagi setelah sekian tahun," ucap zayyan. Azizah menoleh ke arah datangnya suara.
" Kamu! ( melirik pada anak kecil yang dia gendong) putramu?" tanya azizah yang membuat bule zayyan ingin tertawa namun ia tahan.
" Entahlah dia anak siapa," jawab zayyan ambigu.
" Bagaimana kabarmu zizah? Sudah bisa menikah dengan orang lain," tanya zayyan menyelidik calon istrinya itu.
" Hentikan omong kosongmu di sini mas. Aku harus pergi," jawab zizah yang ingin melangkah pergi.
" Hey ... Bahkan kamu masih memanggilku mas. Tidakkah kamu merindukanku nona," bual zayyan yang membuat zizah menatapnya dengan tajam.
" Bisa tidak jangan membahas hal yang sudah lewat. Aku harus pergi sekarang!" pamit zizah. Namun tangan adzkan memegang tangan zizah.
" Tante temani adzkan main yuk! Om zayyan pasti capek," ucap adzkan kecil yang sangat menggemaskan. Zizah mau tidak mau akhirnya tersenyum.
" Sayang ... Tapi tante ada keperluan gimana dong?" tanya zizah. Memangnya om zayyan om-nya ya?" tanya zizah.
" Iya tante .. Papa-mama sedang mau bikin adik," jawab adzkan polos.
Astaga. Anak se kecil ini bilang ayah ibunya sedang bikin adik. Keterlaluan. Batin zizah.
__ADS_1
Dia akhirnya tersenyum kecut mendengar jawaban polosnya adzkan.
" Sayang tante harus pulang," ucap zizah lagi.
" please tante ... Temani om zayyan kasihan. Yang lainnya udah kayak truk gandeng om zayyan gak punya," jawaban adzkan membuat zayyan terkekeh. Sedangkan zizah malah melotot.
" Hah ... Kenapa harus tante dik?" tanya zizah.
" Kasihan tahu te. Lihat tante di sini om-nya adzkan sampe lari sambil gendong zayyan loh. Dari sana ke sini," tunjuk si kecil adzkan. Kali ini zayyan yang seperti kepiting rebus. Malu bangetkan.
" Iya ya dek. Emmmm ... Oke baiklah tante akan menemani kalian. Tapi dengan satu syarat ya om-nya suruh nraktir tante sepuasnya," jawab zizah pada akhirnya. Zayyan hanya tersenyum saat melihat zizah menyetujui permintaan si kecil zayyan.
" Oke siap tante ... Om-nya aku banyak uang kok," jawab adzkan yang membuat zizah mengelus kepalanya.
Mereka pun bermain bersama di mall itu. Mereka seperti pasangan suami-istri yang sedang menjaga putra mereka. Sesekali zayyan mencuri pandang pada azizah yang menikmati guyonannya bersama adzkan.
" Sekarang tinggal dimana? Umi sama aba khawatir," ucap zayyan yang spontan membuat zizah menoleh.
" Tahu darimana jika aku tidak di pesantren?" tanya zizah penuh selidik.
" Sudah ku katakan bahwa aku pasti tahu perkembanganmu dengan siapa sedang apa dan ada dimana," jawab zayyan sambil menatap ke depan.
" Jangan membual di tempat umum rasanya aku ingin muntah. Lupakan semua tentang kita," jawab zizah dengan ilfeel.
" Bukankah kamu sudah tidak berhasil menikah dengan azzam?" tanya zayyan pada akhirnya. Zizah kembali menatapnya.
" Sebenarnya apa yang kamu lakukan sehingga mengetahui setiap pergerakanku?" tanya zizah dengan rasa penasaran. Namun zayyan tersenyuk padanya.
" Bahkan kamu tega memisahkan adikmu dengan istrinya. Zizah ... Kamu adalah gadis baik tidak mungkin kamu melakukan hal ini tanpa alasan. Tapi perlakuanmu sungguh menyakiti banyak orang. Memintalah maaf kembalilah ke jalan yang benar. Bahkan mereka sebenarnya menyayangimu hingga saat ini," jawab zayyan membuat zizah tak bisa berkata. Bahkan pemuda di sampingnya ini memiliki semua informasi tentang dirinya. Zizah ingin pergi dari sana. Namun zayyan mengatakan sesuatu yang membuatnya terduduk kembali.
" Menikahlah denganku jika adikku menolak pernikahan kalian!" seru zayyan.
" Adik? Siapa adikmu mas?" tanya zizah mulai curiga.
" Azzam ... Pemuda yang hampir kamu nikahi adalah adikku. Bahkan kamu memberikannya sebuah syarat yang begitu berat. Sehingga dia pun menolaknya. Zah ... Azzam itu pemuda baik seharusnya kamu percaya padanya," ucap zayyan pada akhirnya.
" Aku harus pergi mas!" pamit zizah.
__ADS_1
" Menikahlah denganku. Kak abi sudah menelponku beberapa hari lalu sebelum aku ke indonesia," ucapnya lagi. Zizah di buat bungkam oleh semua ucapan zayyan.
" Bahkan kamu lebih tahu dari padaku," jawab zizah tersenyum kecut.
" Adzkan ... ! Kemarilah kita pulang yuk. Kita antar tante pulang," seru zayyan. Zizah hanya terdiam.
" Ayo kita pulang!" seru zayyan. Zizah mengikutinya dari belakang. Dia seperti orang terhipnotis dengan kata-kata zayyan. Menurut begitu saja padanya.
Sesampainya di parkiran ...
" Om ... Adzkan di belakang ya? Ngantuk," ucapnya dengan wajah terlihat sangat lelah. Zayyan mengangguk sambil tersenyum.
" Oke sayang," jawabnya. Kemudian zayyan menyiapkan bantal untuk sang keponakan dan menyelimutinya.
Zizah kemudian duduk di samping pengemudi. Zayyan di sepanjang perjalanan melihat ke arah zizah.
" Tinggal dimana?" tanya zayyan lagi.
" Di rumah yang kamu belikan waktu itu," jawaban zizah membuat zayyan terperanjat. Bahkan pemuda menatap tak percaya jika zizah menempati rumah itu.
" Sejak kapan kamu di sana?" tanya zayyan.
" Semenjak aku lelah dengan kehidupanku sendiri," jawab azizah jujur.
Zayyan bernafas lega. Dia melihat azizah juga tak banyak bicara. Dia bahagia saat rumah pemberiannya masih di pake oleh azizah.
" Gagal move on ya nona!" seru zayyan sambil tersenyum.
" Kasihan rumahnya kosong. Toh aku juga jadi dosen di sini jadi biar yang ngasih dapat pahala," jawab zizah sambil mencebik.
Selama ini orang-orang mengira gadis ini depresi. Namun dia jauh dari kata itu. Dia hanya butuh waktu sendiri untuk menjadi lebih baik lagi.
" Emmmm .... Gitu. Gimana lamaranku di terima gak nih?" tanya zayyan.
" Masih di pikir dulu. Khawatir di selingkuhin lagi. Makasih udah anter cepet pulang. Sorry gak saya suruh mampir bukan muhrim," ucapnya kemudian masuk ke dalam rumah. Zayyan hanya menggeleng dan tersenyum.
.
__ADS_1
Likeeeeee yes.