Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Terdiam


__ADS_3

Suara maraton sang papa bak suara yang mnggelegar di seluruh penjuru ruangan. Wardah yang mendampingi fatimah. Izdi yqng terduduk tidak paham akan maksud kejadian ini. Rahman dan Aisyah nampak memegangi kursinya serta semua orang yang menatap ke arah Rangga.


" Rangga ... Cepat jawablah?" tanya sang ayah.


" Kita bahas di rumah untuk yang satu ini. Rubi pulanglah kita akan bertemu besok!" perintah rangga. Rubi mengangguk dan pergi meninggalkan cafe itu. Sang direktur pun menyuruh melanjutkan acara. Sang ayah pun menghormati keputusan putranya. Rangga kembali mengambil alih microfon.


" Silahkan di lanjutkan, maaf sudah membuat kekacauan. Silahkan dokter rahman lanjutkan acaranya," ujar rangga sambil membungkukkan badannya. Dia mulai keluar dari cafe menuju taman sebelahnya.


Selang beberapa menit suara derap kaki datang menghampiri. Nampak istri izdi datang menghampirinya. Izdi saat ini membiarkan waktu untuk mereka menuntaskan sesuatunya. Karena izdi merasa dirinyalah yang menjadi penyebab kekacauan hari ini.


" Kak ... Ada yang mau di jelaskan lagi?" tanya wardah. Rangga mengangguk.


" Maafkan aku, aku harus melakukannya tadi supaya dia mau aku nikahi. Penting bagiku untuk menikahi dia meskipun aku belum mencintai dia," jawab rangga dengan pandangan menerawang jauh. Tangan rangga menepuk kursi di sebelahnya. " Duduklah ... !" seru rangga dengan menatap wardah.


" Kak , jika belum pas kenapa terburu-buru menikah?" tanya wardah lagi. Rangga tersenyum bias seakan-akan dia meledek dirinya sendiri. Bukan tanpa alasan kenapa dia menikahi gadis itu.


" Haruskah aku jelaskan padamu khum apa yang terjadi?" tanya rangga dengan menatap istri sahabatnya itu. Wardah hanya mengangguk. " Apakah izdi mengzinkanmu ke sini?" tanya rangga kembali.


" Tentu saja ... Terlepas dari kejadian tadi kami srmua tetaplah sahabatmu," jawab wardah meyakinkan.


" Aku sudah membuat dosa besar dengan menodai Rubi, khum. Beberapa minggu lalu dia sangat trauma akan tetapi dia jadi flat sikapnya aku khawatir. Aku bilang jika aku akan bertanggung jawab namun dia menolakku dan menyuruhku menuntaskan rasa penasaranku padamu. Maka kulakukan hal tadi supaya dia mau kunikahi. Aku merasa sangat bersalah jika dia tidak kunikahi," jawab rangga membuat wardah melongo dengan jawabannya.


" Kenapa khum?" tanya rangga ulang saat melihat wardah terdiam tak bisa mengeluarkan kata-kata. Lidahnya keluh batinnya tak bisa mempraduga hal yang sulit dicerna ini.


" Kak .... Kenapa? Harusnya tidak demikian," jawab wardah dengan rasa yang tidak w dengan ucapan rangga.


" Entahlah ... " jawab rangga singkat.


Malam ini adalah malam yang panjang. Ucapan rangga bagaikan petir di siang bolong. Pemuda baik seperti dirinya telah melakukan hal yang sulit di nalar. Mereka berempat hanya duduk terdiam di cafe. Namun diamnyq mereka diricuhkan oleh Rahman.


" Sebentar daripada kita memikirkan Rangga. mending kita honeymoon di kamar masing-masing aja yuk. Capek aku mikiran dia. Hahahah," ujar Rahman yang membuat para istri mendelik akan guyonannya. Namuj izdi menganģguk dan manarik istrinya.


" Kami duluan mas! Hahaha," seru izdi kemudian membawa wardah diikuti dengan tawa rahman dan gelengan serta senyuman Aisyah. Rahman pun segera beranjak.


Dalam perjalanan ke rumah ...

__ADS_1


" Mas kenapa kamu malah ngomong gitu di tengah-tengah perihal kayak gini?" tanya aisyah dengan menatao suaminya.


" Biar mereka menikmati masa bahagianya. Mereka masih baru menikah sayang kasihan mas melihatnya," ucap rahman yang membuat aisyah tersenyum sambio memegang tangan suaminya yang sedang menyetir.


" Bisa aja kamu mas. Tapi memang seharusnya mereka bahagia kan? Rangga juga harus menata kembali kehidupannya tanpa memberatkan izdi. Rahman hanya mengangguk saat mendengarkan ucapan aisyah.


Di sisi lain ..


" Sayang tidakkah kamu lelah akhir-akhir kenghadapi hal-hal yang melelahkan?" tanya izdi pada istrinya yang melepas hijab dan cadarnya. Izdi pun mulai mendekati istrinya sambil memegang pundaknya. Wardah nampak senyum cantik di hadaoan suaminya.


" Lelah pasti mas ... Aku tidak bisa mendeskripsikan semua ini. Seperti dram-drama di televisi saja. Melelahkan, kekanakan, cinta terlalu dalam semuanya terlalu fiksi untuk wardah. Lebih nyaman bersamamu saja mas ," jawab wardah sambil memegang tangan suaminya yang berada di pundak. Izdi pun tersenyum simpul dan mencium pipi istrinya. Tanpa banya bertanya lagi izdi menggendong istrinya ala-ala bridal menuju ranjang mereka.


" Boleh ya kita lupakan sejenak masalah kita sayang," ucap rangga yang dalam posisi berjalan. Wardah hanya mengangguk saja saat izdi menggendongnya. beberapa hari ini mereka memang tak memikirkan pernikahan mereka. Mereka sibuk dengan masalah-masalah yang datang.


Malam ini pun kembali menjadi malam yang indah bagi kedua insan itu. Tak ada yang membuat hati mereka kembang kempis lagi. Mereka sejenak ingin menservis diri mereka sendiri. Benar mas rahman suami istri ini harus ad waktu bersama untuk merajut kasih.


" Mas ... Maafkan wardah ya," ucap wardah pada suaminya. Izdi tersenyum dan mengusap-usap puncak kepala wardah sambil menciumnya.


" Tidak apa-apa pergilah tidur. Semua akan baik-baik saja sayang," jawab izdi dengan tenang dan dewasa. Tak ada kecemburuan yang mendalam pada saat istrinya menemui rangga. Dia hanya bahagia saat istrinya bisa menjaga dirinya saat sudah di peecaya. Rangga adalah sahabatnya bukannya tidak mungkin jika pria itu macam-macam tapi pada kenyataannya pria itu malah melampiaskan pada orang lain bukan pada orang yang dia cintai.


" Mas beneran gapapa kuliah?" tanya wardah menatap suaminya yag kini masih memeluknya.


" Tentu saja sayang kamu harus sukses. Kamu harus punya kesibukan sebelum kita disibukkan dengan bayi kita kelak," jawab izdi dengan melebarkan senyumnya dengan deretan gigi yang putih. Wardah mencium pipi suaminya dengan sangat berani.


" Kamu ya? Sudah berani sekali. Ada maksud lain apa mau lagi. Kok ngode-ngode ya? Beraninya istri mas ini," goda izdi menanggapi ciuman wardah.


" Mau tidur mas sayang. Itu ciuman pamit aku mau tidur. Hehehe," wardah mulai memejamkan matanya dan tanpa menunggu lama dia dia sudah terlelap dalam mimpinya. Rangga hanya menggeleng ketika melihat istrinya secepat itu tidur. Dia pun mengecup kening istrinya.


" Maafkan mas sayang sudah memberimu banyak masalah di awal pernikahan kita hingga saat ini. Semoga kamu diberikan kebahagiaan setelahnya," ucap izdi yang kemudian ikut tidur di samping wardah.


Tak ada Cinta yang tulus


Namun indahnya hatimu


Kan membuat semua sangat indah

__ADS_1


Senyuman tulusmu


Kan menjadi hadirnya


Bahagia ...


Kan menjadi alasan,


Aku mencintaimu


Aku ingin bersamamu


Aku ingin menemanimu


Hingga menua ...


Cinta datang bukan untuk kesedihan


Tapi cinta datang untuk kebahagiaan


Kan kujadikan kau seorang bidadariku


Diantara bidadari surga


Sekali Seumur hidup


Cukup satu kali jangan berubah


Untuk selamanya


Seia sekata


Cintaaa


Untuk apa harta dunia bila tak ada cinta ... ( by lesti kejora)

__ADS_1


Lagu itu mewakili izdi saat ini. Wardah adalah wanita satu-satunya yang ingin dibahagiakan setelah ibu dan kakaknya. Dia tak ingin mengecewakan gadisnya. Wardah tak banyak mengeluh tentang kehidupannya, maka izdi hqrus menjadi suami yang pandai membuat wardah selalu tersenyum. Tak ada hal yang membuat hatinya bahagia kecuali melihat wardah menikmati roman-roman kehidupan dengan senyuman-senyuman manisnya.


__ADS_2