Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Tiket Honeymoon


__ADS_3

Wardah tak begitu memperhatikan ranah ucapan istrinya abi beberapa waktu lalu. Dia hanya menanggapi secukupnya saja. Karena dia tidak ingin terlalu jauh ikut campur. Namun ia tetap mengingatkan suaminya bahwa izdi harus membantu sedikit tentang rumah tangga kakaknya.


Saat wqrdah tengah asik memikirkan masalah keluarga mertuanya. Telponnya dari fatimah berbunyi.


" Ada apa miss?" tanya wardah pada kakaknya.


" Bule ... Ada di indonesia dek. Mau main sini gak?" tanya fatimah pada adiknya.


" Gak bisa deh kayaknya kak ada keluarga mas Izdi di sini. Lain waktu aja kali ya. Tumben bule mau ke indonesia?" tanya wardah.


" Ada kepentingan yang urgent katanya," jawab fatimah.


" Udah ya kak. Aku masih ada acara nih," ujar wardah yang terburu- buru.


" okelah sayang ... By. Assalamualaikum," jawab wardah.


" Waalaikumsalam ..." jawab fatimah yang kemudian menutup ponselnya.


Di kediaman Nasya ...


Rumah mewah namun hanya di huni oleh Nasya dan Suaminya saja. Ya Zayyan pun tak pernah hadir dalam pernikahan kedua adiknya. Dia hanya merestui hubungan mereka dari jauh. Zayyan yang menjadi pewaris tunggal dari keluarga mom-nya membuat di tak dapat berkutik barang sedikit pun. Zayyan hanya bisa menikmati setiap waktunya dalam mengurus properti keluarganya saat ini. Hanya saja dia tak bisa segera menikah karena suatu hal.


" Maafkan kakakmu ini ya. Kalian harus menikah tanpa kehadiranku tapi kakak sayang pada kalian. Hanya kalian yang kakak miliki di negara ini," lirih zayyan.


Ketika zayyan memasuki rumah nampak Nasya menonton televisi. Ketika melihat adiknya yang serius dia pun memiliki ide untuk mengagetkannya. Zayyan memelankan langkah kakinya.


" Duuuuaaaaqrrrr ... !" Teriak Zayyan.


" Ahhhhhhh ... Astagfirullah!" teriak nasya tak kalah kencangnya. Nasya segera menoleh ke arah belakang. Zayyan tersenyum lebar.


" Hai .... Adik!" seru zayyan pada nasya.


" Bule ... ! Kapan datangnya," ucap nasya terlihat senang. Nasya langsung memeluk zayyan tanpa sungkan. Keluarga nasya memanggilnya bule. Karena hanya dia berperawakan tinggi besar serta memiliki wajah yang berbeda dari aaudara-saudaranya.


"Gimana kabar nasya? Aku sangat merindukan kalian," ucap si zayyan menatap adiknya. Kini mereka beralih duduk bersama.


" Baik kak .. Kabarmu sendiri bagaimana? Kenapa tiba-tiba datang tanpa memberitahu kami," jawab nasya.


" Kalau memberitahu kalian nantinya kalian bakal repot. Biar saja begini. Suamimu kemana sya?" tanya bule menengok ke sana ke mari.

__ADS_1


" Dia sedang bekerja kak. Nanti kalau datang aku kenalin. Kalian kan belum sempat berkenalan," ujar nasya.


" Makin gimana kak rasanya di LN?" tanya nasya menatap zayyan. Zayyan mengedikkan bahunya.


" Semakin ganteng dong tentunya .. Ya gak sih sayang," goda Zayyan pada Nasya. Adiknya itu malah memukul zayyan.


" Bule ... Ini ada-ada saja," jawab nasya.


Ketika mereka bercengkrama di ruang televisi hal itu membuat geram sang suami yang sedari tadi menatap tajam pada istrinya. Panggilan sayang yang di sematkan zayyan pun mengganggu telinga rangga.


" Jadi seperti ini kelakuanmu saat aku dan putriku tidak di rumah!" teriak rangga dengan lantang. Spontan saja nasya menoleh ke arah datangnya suara.


" Mas ... Rangga!" seru nasya. Zayyan pun ikut berdiri di samping nasya.


" Bagus ya bawa laki-laki masuk ke rumah mentang-mentang rumah sendiri," ucap rangga sinis. Nasya menatap suaminya yang terlihat nanar.


" Hei ... " baru saja zayyan menanggapi ucapan rangga yang menurutnya kasar. Namun tangan nasya memegang lengan kakaknya.


" Jangan katakan apapun kak," ucap nasya lirih. Zayyan pun menahan nafasnya dengan berat.


" Kenapa diam sya ... Dan kenapa kamu menahannya untuk berbicara?" tanya rangga pada istrinya.


Sesampainya di kamar nasya menanti suaminya datang. Beberapa menit kemudian.


" Apa seperti ini kelakuanmu?" tanya rangga sangat menyakitkan. Nasya menatap suaminya.


" Percaya apa ndak jika aku menjelaskan?" tanya nasya balik. Rangga jadi mendekat ke arah istrinya.


" Jelaskan jika memang kamu merasa benar memasukkan laki-laki ke rumah," jawab rangga dengan tatapan sinisnya.


" Dia kakakku," jawaban nasya membuat rangga tertawa tidak jelas.


" Hahahah ... Kamu kira suamimu buta sya mengatakan dia kakak terus aku harus percaya saja begitu. Yang jelas saja," ledek rangga.


" Terserah mas saja ... Bukankah selama ini mas memang tidak pernah percaya pada omongan nasya. Aku akan sebentar lagi ke rumah kak fatimah dengan kak Bule ... Kami menunggu kamu datang. Tapi jika masih marah kita tunda," jawab nasya datar.


" Pergilah dengannya!" seru rangga yang kemudian pergi ke kamar mandi.


Nasya menghela nafas dan keluar dari kamarnya untuk pergi ke zayyan.

__ADS_1


" Kak ... Kakak buru-buru ndak ke rumahnya mas azzam. Aku mau ngobrol sama mas rangga dulu. Mungkin dia kaget saat melihatmu," ujar nasya pada kakaknya.


" Lakukan saja apa yang kamu ingin lakukan dek. Mas istirahat dulu. Kalau jadi nanti massage," jawab zayýan dengan sabar. Nasya tersenyum dan keluar dari kamar menuju kamarnya.


Di kamar ...


" kenapa masih di sini?" tanya rangga yang masih memakai handuk.


" lelah dengan kecurigaanmu mas. Aku istri rasa seperti bukan istri," jawab nasya dengan kesal dan masuk kamar mandi. Nasya melupakan jika kamar mandinya tidak di kunci.


" katakan sekali lagi !" saat nasya sudah membuka bajunya. Nasya langsung bersembunyi di balik tirai. " kenapa bersembunyi bukankah selama ini kamu merasa bukan istri. Kemarilah jika kamu ingin menjadi istri," seringai rangga.


" Mas berhenti di sana. Selama ini nasya tidak pernah mempermasalahkan perlakuanmu yang selalu menyalahkanku atas kematian istrimi terdahulu. Kamu tadi marah karena kehadiran kakakku yang dari pakistan. Aku malas menjelaskan karena aku merasa tidak dipercaya," jawab nasya di balik tirai.


" Bohong ... Selama ini kamu tidak pernah memceritakannya padaku. Pasti ini hanya akal-akalanmu saja," Rangga menarik nasya dari balik tirai. Saat rangga akan melakukan tiba-tiba saja ponsel nasya berbunyi. Rangga mengangkatnya.


" Sya ... Mana si bule kenapa belum datang juga. Fatimah sudah nunggu nih dek," ucap azzam. Nasya menyahut dari balik cengkraman suaminya.


" Iya mas ... Tunggu ya nasya masih mandi. Matikan dulu," jawab nasya.


" Anak ini mandi saja membawa hp. Bisa-bisanya," gerutu azzam yang kemudian mematikan ponselnya.


Rangga jadi mematung. hubungannya yang flat bersama nasya membuatnya tak bisa meraba mana yang baik mana yang tidak.


" Mas ... Lepaskan sakit," rintih Nasya. Rangga langsung melepaskannya. Nasya pun segera berlari dan mandi di dalam bath up. Rasanya dia ingin menangis tapi tidak dia lakukan.


Rangga keluar dari kamar ...


" Adik ipar!" panggil zayyan.


" Iya ... " jawab rangga agak bengong.


" Ini oleh-oleh yang diminta nasya dariku. Istrimu itu bemar-benar menguras kantong kakaknya. Dia marah karena tidak hadir dalam 2 pernikahan. Katakan aku menunggu di bawah. Maafkan aku sudah membuatmu curiga pada nasya. tapi setidaknya aku tahu bahwa kamu mencintai adikku thank you bro," ucap zayyan yang kemudian pergi dari hadapannya. Rangga melihat amplop besar itu. Ini adalah ***** honeymoon dengan jumlah 6 orang.


" Banyak sekali !" lirih rangga.


.


.

__ADS_1


__ADS_2