
Ketika pesta masih berlangsung izdi menikmatinya samar-samar karena maria adalah formalitasnya saat ini. Maria nampak kesal dia memilih memojok di luar.
" Istrinya pak izdi ya?" tanya salah seorang dosen perempuan. Maria tersenyum cantik untuk menutupi ketidak bahagiaanya bersama izdi. Biarlah dia yang tahu bagaimana kehidupannya.
" Iya .. Anda dosen juga?" tanya maria balik pada wanita berparas ayu di depannya. Perempuan itu tersenyum sambil mengangguk.
" Maaf ya nyonya izdi saya kira pak izdi itu tidak memiliki istri banyak teman-teman yang menjodohkan kami. Pak izdi juga tidak menanggapi di kira beneran nd punya istri," ucapnya panjang lebar. Maria nampak geram pada suaminya itu. Tapi tidak masalah setidaknya hari ini dia di ajak dan di kenalkan sebagai istrinya.
" Dia memang seperti itu bu, mohon maaf jika terlalu dingin. Sudah menjadi kebiasaannya," jawab wardah yang melihat perubahan sikap izdi akhir-akhir ini.
" Oh ya kenapa tidak bergabung dengan pak izdi di dalam?" tanyanya lagi. Maria menggeleng dan tersenyum ramah pada perempuan di hadapannya ini.
" Saya di sini saja. Mas iz pasti butuh waktu bersama teman-temannya," jawab maria dengan ramah.
" Nyonya tadi pak izdi menyebutkan bahwa anda adalah CEO dari perusahaan yang bergerak di wedding Organizer?" tanyanya lagi seperti orang kagum. Maria mengangguk malu.
" Iya benar. Monggo jika menggunakan jasa di perusahaan kami. Mas iz menceritakan hal itu juga di sana?" tanya maria dengan menatap dosen di hadapannya.
" Iya nyonya. Rupanya beliau diam - diam mengagumimu karena kesuksesanmu," jawab si dosen lagi.
Kagum darimananya. Dia saja tidak ingin aku ada di sampingnya. Gadis kecil itu masih bertengger di dasar hatinya. Mungkin dia hanya menghargaiku di hadapan kalian. Batin maria bermonolog.
Percakapan dengan sang dosen menjadi warna baru bagi maria. Setidaknya dia tidak seperti orang bego sendirian dalam pesta.
Di kediaman wardah.
" Kakak aku harus ke toko buku di mall tak jauh dari sini. Nitip Adzkan dulu ya?" ucap maria. Fatimah mengangguk.
" Pergilah!" seru kakak pada wardah.
Wardah pun segera bergegas keluar dari rumah. Ia berangkat ke toko buku untuk panduan belajarnya di rumah.
Sesampainya ...
Wardah memilah-milah buku di toko. Saat dia mengambil buku yang pas dia mengambil bersamaan dengan seseorang.
__ADS_1
" Mas Azzam?" tanya wardah
" Oh wardah butuh buku ini ya?" wardah mengangguk mengiyakan. " Bawalah aku cari yang lain. Oh ya wardah bolehkah aku berbincang sebentar di cafe mall ini," ucap azzam meneruskan.
" Baiklah mas saya tunggu di luar ya!" seru wardah tanpa sungkan. Azzam tersenyum ramah pada adik fatimah itu.
Mereka berdua pun menuju kafe janji suci. Mereka memesn kopi panas dan camilan.
" Ada apa mas Azzam ?" tanya wardah.
" Apakah fatimah memiliki kekasih?" tanya azzam. Wardah yang mendengar jadi tersenyum dan menggeleng.
" Berjuanglah untuk mendapatkannya," jawab wardah singkat.
" Semudah itu solusimu untukku?" tanya azzam mengernyitkan dahi.
" Karena memang hanya itu yang bisa dilakukan mas," jawab wardah sambil memakan camilannya.
Tanoa sepengetahuan mereka ada seseorang yang memperhatikan gerak-gerik mereka. Izdi . Ya pemuda itulah yang sedang menatap tak bersahabat ke arah azzam. Tapi izdi tak berani mendekat ke arah mereka. Dia hanya mengawasi dan mengamati mereka.
Wardah nampak tertawa bersama azzam yang terlihat seperti anak kecil yang kehilangan mainanannya. Izdi yang melihat sangat cemburu sekali.
" Aku merindukanmu sayang. Tidakkah kamu merindukanmu barang sedikit saja," ucap izdi lirih.
Ia pun segera berlalu dari luar kafe mall itu. Dia lupa jika sedang menemani maria belanja. Dia terlihat tak bersahabat dan sangat marah. Maria yang melihat suaminya pergi begitu saja jadi urung untuk belanja. Dia segera mengejar suaminya. Sebelum laki-laki itu meninggalkan dirinya sendirian.
" Mas tunggu! Mau kemana?" seru maria sambil berlari namun izdi tetap berjalan tak menghiraukan teriakan maria.
ketika di parkiran ..
" Mas tunggu! Kamu kenapa sih!" teriak maria.
Izdi tak bersahabat. Kata-katanya membuat maria takut.
" Masuk sekarang atau tidak pulang sama sekali!" seru izdi dengan emosi. Maria tak menjawab dan segera masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan dia tak bertanya takut di turunkan di jalan. Suaminya malam ini benar-benar labil. Tadi saja udah baik mau anter tiba-tiba udah kayak gini lagi.
__ADS_1
Sesampainya di rumah.
" Mas ayolah tadi aku belum belanja. Setidaknya ada satu kewajibanmu yang kamu penuhi dalam hubungan kita. Lama-lama aku kesal sekali denganmu," protes maria karena kesal tak bisa menikmati perbelanjaannya. Tanpa banyak bicara izdi menutup pintu kamarnya dengan keras.
Brukkkk.
Astaga. kesetanan ini orang. Batin maria
Tangan maria jadi di tarik dan di lemparkannya ke ranjang. Izdi membuka pakaiannya. Dan menarik baju maria hingga sobek.
" Mas ... Jangan gila apa yang akan kamu lakukan dalam keadaan marah?" tanya maria dengan keadaan serem lihat suaminya gini.
" Bukankah ini yang kamu mau? Aku menafkahi batinmu ayo kita lakukan saja. Telingaku sudah bosan mendengar ocehanmu setiap hari!" bentak izdi. Maria menggeleng. Maria segera berdiri dari ranjang.
" Gila kamu ya iz. Kamu kira berhubungan badan nyaman dalam keadaan marah dan kesetanan seperti kamu. Lupakan aku sedang tidak minat malam ini," jawab maria. Dia ingin keluar dari kamar sebelum di mangsa oleh suaminya yang tidak stabil saat ini.
Namun tangan izdi menarik maria dan menjatuhkannya di ranjang lagi. Maria jadi terpental. Dengan spontan izdi menarik rok yang di pakai istrinya sehingga robek. Sehingga terpampang tubuh mulus maria yang belum dia jamah sama sekali.
" mas jangan lakukan dalam marah. Ku mohon biarkan aku pergi dari kamarmu," ucap maria.
" Lupakan ... Bukankah kamu juga ingin menikmati tubuhku!" seru izdi dengan kasar. Maria pun mencoba untuk menahan izdi namun laki-laki itu sudah menelanjangi maria. Tanpa ada pemanasan atau apalah itu ya namanya. Izdi yang dibutakan kemarahan dan kecemburuan dan kerinduannya pada wardah sehingga melakukan hal itu dengan kasar pada maria. Izdi langsung menyetubui maria tanpa jeda Karena kekesalannya.
" Mas hentikan! Kau menyakitiku mas! Lepaskan mas tolong. Hiks hiks hiks," tangis maria rasanya sakit sekali dan ngilu namun izdi tak menggubrisnya. Teriakan maria seakan tenggelam di bawah deburan angin halus yang melewati mereka.
Seusai kejadian itu izdi langsung terlelap tanpa rasa bersalah sedikit pun. Maria berjalan terseok-seok menuju kamarnya.
" keterlaluan kamu mas. Tidak akan ku maafkan dirimu. Sebelum kamu memintanya," monolog maria.
Ketika bias cahaya masuk ke dalam kamar izdi. Pemuda itu mulai bangun dari tidurnya. Dia melihat bercak darah berada dimana-mana. Dia kemudian mengingat kejadian tadi malam.
" Astagfirullah ... Apa yang kulakukan pada maria di hari pertamanya ku jamah. Iz ... Bodoh kamu," sesal izdi kemudian segera bergegas ke kamar mandi dan ingin segera menemui maria.
.
.
__ADS_1
hayo sudah mulai gimana ya katanya kagak mau sama si maria. Tapi udah terlanjur gimana dong, haduh izdi jangan balelo dong haya2. Hai readers kasih semangat author untuk up terus ya makasihhhhh like gift komen dan votenya.