Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Penjelasan Maria


__ADS_3

Izdi sudah menunggu maria di ruang direktur perusahaan itu. Sedari tadi izdi menatap jalanan luar. Ia tiba-tiba saja merindukan istrinya. Hidupnya lebih nyaman ketika bersama wardah. Mau sampai kapan kekasih hatinya itu butuh waktu sendiri.


Ceklek.


Suara pintu terbuka nampak maria masuk ke dalam. Sebelum dia menutup pintu itu izdi sudah mengatakan sesuatu yang membuat maria menghentikan aktivitasnya.


" Tidak usah di tutup pintunya akan timbul lagi kesalah pahaman. Jelaskan padaku tentang nama itu?" tanya izdi yang dengan tatapan yang mematikan. Saat ini dia sedang tidak sepaham dengan maria.


" Iz ... Nama itu sudah kusiapkan jauh-jauh hari beserta izin operasionalnya tidak mungkin menariknya kembali. Mengertilah," jawab maria.


" Oke aku mengerti untuk yang satu ini. Tapi penjelasanmu di hadapan wartawan itu ambigu seakan-akan kamu ingin menjelaskan bahwa aku begitu dekat denganmu saat ini," cecar izdi tidak terima saat maria membawa-bawa namanya dalam bisnisnya.


" Tapi iz itu tidak seperti yang kamu pikirkan," jawab maria membela ucapannya tadi. Izdi kembali meninggikan suaranya.


" Tapi yang aku pikirkan pasti dipikirkan orang lain jika jawabanmu seperti itu. Paham ndak kamu maria saat aku sudah dalam keadaan seperti ini, seakan-akan kamu ingin menyalahkan aku atas apa yang menimpamu," ucap izdi dengan sangat pedas.


" Iz ... Tidakkah kamu mengerti perasaanku saat ini," ucap maria melemah. Izdi jadi malas berbicara dengan maria.


" Seharusnya saat itu kamu memilih berada di sampingku daripada perusahaan ini. Tapi nyatanya kesuksesan dalam karir adalah targetmu. Maka nikmatilah usahamu tanpa melibatkanku," jawab izdi kemudian keluar dari ruangan mari tanpa berbicara lagi.


"Iz ... Jangan seperti ini. Tidak banggakah kamu padaku? Aku begitu mendambakan kesuksesan bersamamu. Tapi nyatanya kamu hanya dengan bersama gadis lulusan SMA itu," monolog maria saat melihat izdi menjauh.


Izdi terlihat nampak geram dengan sikap maria yang sesukanya sendiri. Dia jadi mengingat kekasihnya Fatimah. Sikap maria dan Fatimah sangatlah mirip. Kenapa mereka bisa satu jalan sama-sama meninggalkanku hanya demi karir dan kesuksesannya. Mereka pikir aku mainan. Keterlaluan perempuan - perempuan itu. Mempermainkan seorang izdi. Izdi memukul kemudinya dengan sangat keras dia marah pada dirinya sendir bahkan dengan takdirnya. Dia merasa dipermainkan saat ini.


" Aku merasa lelah dengan semuanya," lirih izdi.


Di tempat lain ...


Wardah yang baru membuka hp-nya jadi tersenyum sempurna saat melihat pesan izin dari suaminya untuk menghadiri acara maria. Wardah tak ingin membalasnya namun kali ini perasaannya tidak.


Suasana yang cerah kini menjadi mendung pekat. Nampak-nampaknya hujan akan turun bersama mata air dalam diri izdi. Pemuda itu merasa lelah dengan dunianya sendiri. Pemuda itu sudah berupaya menjadi baik setiap dalam pergerakan nafasnya. Namun semuanya terasa sia-sia saat setiap ujian dia gagal menyelesaikannya. Saat izdi memikirkan suatu hal tiba-tiba dari arah berlawanan..


Duuuaaarrrrrrr. Duuuuaaaaaarrrr.


Suara hantaman mobil yang keras membuat mobil yang di kendarai izdi terpental jauh. Tubuh izdi yang menggunakan seat belt tak bisa meloloskan diri sehingga tubuhnya pun ikut dengan mobilnya. Kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Izdi tak dapat menghindarinya. Izdi merasa ada yang sakit dengan tubuhnya dan ada darah segar mengalir di pelipisnya. Izdi tersenyum getir.

__ADS_1


"Harusnya aku mengatakan merindukan istriku supaya dia datang, tapi aku malah mengatakan lelah dengan semuanya. Bisa- bisa setelah ini aku tak bisa melihat wardah lagi," batinnya saat melihat orang-orang berlari ke arahnya dengan cepat. Izdi yang merasa mengantuk akhirnya menutup mata. Ia benar-benar sudah tak bisa menahan kantuk mata yang dia raaakan di saat tubuhnya sakit seperti ini.


Kabar senter kecelakaan izdi sampai pada Rangga. Pemuda yang tak lain adalah sahabatnya segera bergegas pergi ke kota. Dia sangat kecewa pada dirinya sendiri karena membiarkan izdi seperti ini. Rangga adalah sahabat baiknya tapi rangga tak menggambarkan hal itu. Dia sempat cemburu pada sahabatnya sehingga dia menjauh dari izdi.


" Iz ... Kau harus baik-baik saja. Aku akan kembali seperti dulu. Bertahanlah ... " batin rangga dalam perjalanan pulang.


Di lorong rumah sakit para perawat mendorong cepat brankar rumah sakit yang di tiduri izdi. Semua perawat dan dokter sangat panik saat dokter rumah sakit ini mengalami kecelakaan. Mas rahman yang melihat kejadian itu langsung berlari.


" Ya Allah iz ... Kenapa bisa seperti ini. Ayo suster cepat bawa ke UGD!" seru Rahman mulai panik saat melihat banyak darah yang di keluarkan oleh rekan kerjanya ini.


Saat ini izdi merasa berada di titik bawah dalam ujiannya. Dia merasa tidak tahu harus menyikapi seperti apa jalannya kehidupan rumah tangganya ke depan. Ini berat bagi seorang izdi. Bagaimana di harus bertahan sendiri tanpa dukungam seorang istri yang menguatkan serta ada kehadiran maria yang selalu datang mengganggu. Mungkin izdi memang mencintai maria tapi dia telah menghadirkan cinta terakhirnya tidak mungkin baginya menoleh kembali pada cinta pertama jika dia sudah menghadirkan cinta yang lain.


" Cinta ...


Power Of Love,


Tidak hadir dengan begitu saja


Juga tak mampu di hilangkan dalam hitungan


Menit ...


Bahkan satu kali tepukan ...


Serta satu tarikan nafas ...


Cinta yang kita agungkan


adalah mereka yang mampu bertahan


Di setiap kehidupan berikutnya ...


Di setiap langkah kaki ini menapak ...


Di setiap Mata memandang ...

__ADS_1


Ke arah yang positif, "


Saat ini yang dialami izdi adalah bagian dari sebuah kehidupan. Dimana Allah mencintainya sebagai umat. Ujian yang Allah berikan supaya izdi mendekat pada-NYA tanpa syarat. Namun izdi rupa-rupanya menyikapi semuanya dengan penuh kesedihan sehingga responnya ke dalam hati berbeda.


" Iz ... Bertahanlah kami akan membantumu," bisik Rahman pada rekan kerjanya itu. Rahman yang menatap izdi hanya menggeleng. Dia tak bisa berkata apapun saat melihat keadaannya.


Di ruang UGD ...


" Kasihan ya dokter izdi, tadi nampaknya parah sekali. Coba yang tahu no. Ponsel istrinya bisa di hubungi," ucap seorang suster pada suster lainnya. Mereka semua menggeleng tak ada yang tahu. 2 jam berlalu operasinya berjalan, nampak dari kejauhan dokter rangga berlari ke arah suster-suster itu berada.


" Bagaimana keadaan dokter izdi?" tanya rangga dengan ngos-ngosan. Semua suster saling berpandangan kenapa malah dokter rangga yang khawatir dengan dokter izdi bukankah seharusnya keluarga atau istrinya.


" Masih di tangani dokter. Tadi terlihat agak parah tapi semoga baik-baik saja," jawab rangga menimpali. Ada seorang suster yang bersuara.


" Dokter rangga ...." ucap salah satu dari mereka.


" kami belum menghubungi istrinya kami tidak memiliki nomor ponselnya," ucapnya dengan khawatir. Rangga langsung menatap ke arahku. Ramgga langsung marah pada dirinya sendiri.


"Ssssiiiit .. Kenapa aku lupqamembawa wardah bersamaku. Rangga kamu ini tulalitnya minta ampun. Hah!" emisi rangga jadi menelpon istri izdi. Dia segera merogoh ponselnya di saku. Dan ...


Tut.tut.tut.


" Assalamulaikum ... Datanglah kemari wardah?" tanyanya serta berbicara serius.


" Waalaikumsalam ... Datanglah ke rumah sakit tempat suamimu bekerja skarang. Izdi sedang dalam keadaan tidak baik. Jangan bercanda mas," ucap rangga


" Kemarilah dia membutuhkanmu!" serunya kemudian menutup telpon.


Tuuuutttttt.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut ya! Maaf baru up sayangku.


__ADS_2