Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kebenaran Tentang Maria


__ADS_3

Siang ini wardah menjadi saksi bisu antara hubungan Maria dengan izdi. Wardah masih diam seribu bahasa begitupun suaminya masih terdiam. Maria nampak bahagia.


" Dek ... Apa sebelumnya kita pernah bertemu ya? Selama aku bersama izdi aku tidak begitu memperhatikannya," ucap maria dengan antusias. Wardah hanya menggeleng.


" Tidak pernah mbak," jawabnya singkat.


Izdi akhirnya memecah kecanggungan di antara mereka. Izdi kemudian mengatakan sesuatu yang membuat maria tersipu malah. Awalnya izdi hanya ingin menghentikan ocehan maria di hadapan wardah.


" Berhentilah berbicara ... Diamlah jangan mengatakan apapun sebelum aku izinkan," jawab izdi yang membuat wardah menoleh ke arah suaminya. Apa hubungan mereka sebenarnya. Kenapa serumit ini. Wardah menjadi curiga akan suaminya dan wanita bernama maria ini.


" Hai ... Silahkan adik, iz makanlah kita lanjutkan obrolan via phone ya," ucapnya sambil mengambil handphone izdi. Wardah kembali melihat tontonan gratis di depannya. Di balik cadarnya dia tersenyum kecut.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya izdi.


" Memberikanmu nomer ponselku. Bukankah aku harus mendampingimu? Tapi saat ini aku masih ingin mrnyelesaikan urusanku dulu," jawabnya dengan sedikit memberi kode. Izdi sudah kehilangan selera makannya. saat ini dia yakin bahwa istrinya itu sedang marah sekali.


" Kita pulang sekarang!" ajak izdi pada wardah. Izdi menarik tangan istrinya. Wardah juga mengikuti langkah suaminya. Maria nampak tersenyum sambil melambaikan tangan saat wardah menoleh. Dia membalas dengan anggukan.


Di perjalanan pulang wardah tak menyampaikan sepatah katapun pada suaminya. Izdi pun sedang tak bergairah untuk mengucapkan sesuatu. dia biarkan semua mengalir apa adanya. Sore ini rintik hujan membuat suasana dingin dan sangat mencekam karena suasana yang meliputi kedua insan di dalam mobil.


Sesampainya di rumah wardah tak mengatakan apapun dia langsung masuk rumah dengan wajah cueknya. Izdi hanya menghela nafas berat. Ia berniat akan menjelaskan semuanya semoga dia memahami. Ketika mereka di kamar nampak wardah langsung masuk ke kamar mandi. Beberaoa saat kemudian wardah keluar dengan wajah yang sudah dibersihkan.


" Wardah mas ingin mengatakan perihal maria," ucap izdi dengan mendekati wardah.

__ADS_1


" Ada apa dengan dia mas? Apa yang mau kamu katakan?" tanya wardah flat.


" Dia adalah .... " lama sekali izdi yang mau mengatakannya. Wardah pun akhirnya angkat bicara.


" Jika belum siap mengatakan jangan dikatakan. Toh, aku tidak bertanya mas. Aku istrahat dulu," kemuadian gadis itu rebahan di ranjang izdi. Ia tarik selimutnya untuk menutupi badan.


Izdi menghela nafas kali ini dia tak bisa banyak berbicara. Khawatir apa yang dia katakan menjadi salah satu alasan wardah menyesal untuk memilihnya.


'Maria Dzulkarnain' adalah putri dari Kyai Dzul yang sekarag sudah almarhum. Kami dijodohkan karena aba dan kyai Dzul bersahabat. Akhirnya pernikahan kami berlangsung saat aku masih menempuh pendidikan S1 kedokteran. Saat itu kami pernah tinggal satu atap. Tapi kami hidup layaknya seorang sahabat. Karena kami berkomitmen untuk tidak melakukan hak dan kewajiban karena ingin berkuliah dengan benar. Cita- cita maria adalah menjadi Dosen Desain interior. Namun cita-citanya itu membuat keluarga kami tak begitu menyukainya karena maria adalah tujuan pesantren. Penerus generasi pengasuh ponpes. Namun apalah daya dia tak suka dengan larangan itu. Aku yang sangat mencintai dia bahkan dialah cinta pertamaku karena hubungan kami halal. Tapi kami tak mampu melewatinya. Mungkin larangan yang di ultimatum pihan keluarga membuatnya tertekan sehingga membuat dia pergi dari rumah. Handphone pun tak kunjung aktif. Dia memblokir semua nomor. Saat itu rasanya aku seperti kehilangan arah. Cintaku pada maria bukanlah sebuah mainan. Kami melalui proses yang rumit. Aku mencarinya kemana-mana namun nihil. Dia tak nampak batang hidungnya. Hingga akhirnya orang tuaku membebaskan hubunganku dengan siapa saja supaya aku tidak sakit hati atas kepergian maria. Namun move on darinya tidak semudah omongan orang tuaku. Saat aku bersama fatimah pun itu hanyalah sayang bukan cinta. Itupun diikuti rasa kasihan untuk membantu sahabatku rangga. Tapi untuk kedua kalinya aku di tolak oleh orang perempuan. Hatiku rasanya sakit. Wardah datang untuk kesembuhan hati ini. Namun maria datang di saat yang salah. Izdi bahkan belum menceraikannya hingga saat ini. Bagaimana jika wardah menganggapnya telah berdusta.


" Ya Allah ... Maafkan aku sayang. Mas benar-benar mencintaimu. Maafkan masa lalu mas yang akan membuatmu sakit hati," ucap izdi lirih namun wardah mendengarnya karena dia tak tidur.


Mereka pun terlelap dengan kondisi yang tidak baik-baik saja. Izdi berharap bisa menyelesaikannya dengan baik. Bisa menyikapi masalah ini dengan tenang sampai tuntas.


Matahari terbit, sinarnya sangat menyilaukan kamar wardah dan izdi. Mereka yang sudah rapi, Segera menuruni anak tangga untuk sarapan. Tak ada sapaan manja setiap pagi yang biasa wardah sematkan untuknya.


Saat mau berangkat wardah menggapai tangan izdi dan menciumnya dengan takdzim. Izdi bisikkan sesuatu pada wardah.


" Maafkan mas ... Semua ini akan mas selesaikan sesegera mungkin," bisiknya dengan samar. Wardah tak merespon apapun. Mungkin saat ini hatinya sakit.


Dalam perjalanan ke rumah sakit dia mendapat telpn dari maria yang kemarin di save oleh maria. Matanya melotot saat melihat namanya ' Maria Love'. Bagaimana jika wardah yang membaca bisa tambah salah paham istrinya itu.


" Ada apa kamu menelponku pagi-pagi?" tanya izdi dengan lugas.

__ADS_1


" Iz tidakkah kamu rindu tak bertemu denganku bertahun-tahun?" tanya maria merajuk.


" kenapa aku harus merindukanmu?" tanya izdi mempertegas ucapannya.


" Aku masih istrimu loh iz, bahkan kita saling mencintai," ucap maria dengan melo.


" Sejak kapan kamu mencintaiku. Jika kamu memang mencintaiku harusnya saat itu kamu tidak pergi dan meninggalkan aku yang seperti orang gila karena merasa bersalah padamu atas tekanan keluarga. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik. Tapi sepertinya itu tidak ada dalam benakmu," ucap izdi memperpanjang uncapannya. Nampak suara di sana menangis dan menjawab ucapan izdi dengan terbata-bata.


" iz ... Bahkan aku hanya meraih impianku. Aku pun tidak menikah lagi karena aku masih mencintamu. Tidakkah kamu merasakan rasanya aku tersiksa selama ini. Aku istrimu tapi tidak bisa berdekatan denganmu," jawab maria dengan sendu.


Deg.


Hati izdi sakit mendengar penuturan istrinya. Entah masih istrinya atau bukan karena mereka sudah lama tak berjumpa.


" Jangan membual aku sedang ingin bekerja maria. Tutuplah telponmu atau kalau tidak aku saja yang menutup," ujar izdi merasa sudah tidak nyaman berbincang dengan gadis itu. Maria sudah melangkah terlalu jauh begitupun dengan izdi dia sudah melangkah jauh dan menikah dengan orang lain.


"Iz ... Kasihanilah aku. kumohon setelah ini aku tidak akan kabur lagi," ucap maria.


" Semuanya sudah terlambat maria," jawab izdi yang kemudian menutup telponnya.


.


.

__ADS_1


.


Wah maria istri pertama izdi ??? Semakin rumit dong ya. Kasih like yang banyak ya biar up-nya makin kenceng mkshhhhh.


__ADS_2