Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Romantisnya Pagi Hari


__ADS_3

Di sepertiga malam mereka bangun untuk menjalankan ibadah. Wardah dan izdi berupaya kembali menyatukan hati mereka yang pernah terpisahkan. Malam yang memiliki aura berbeda bagi mereka yang memahami. Sentuhan makhluk terhadap penciptanya melalui kalam mereka.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami).


Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,” doa itu dikumandangkan izdi saat mengimami sholat wardah. Perempuan di belakangnya itu memgamini semua doa yang di ucapkan oleh suaminya.


" Aamiin Ya robbal alamin," jawab wardah untuk semua doa yang di lantunkan oleh suaminya.


Wardah juga menyalami punggung tangan suaminya dengan ta'dzim. Malam ini adalah malam pertama bagi keduanya kembali bisa melaksanakan sholat malam bersama lagi setelah beberapa tahun berpisah.


" Bismillah ... Sayang mulai hari ini mari kita perbaiki semuanya kembali dari awal lagi. Maafkan jika mas banyak salah selama ini. Mas sudah banyak khilaf untuk hubungan kita berdua. Itu adalah pelajaran penting bagi mas saat kehilangan kamu," ucap izdi dengan sendu namun dia ingin memperbaiki semuanya seperti sedia kala.


" Wardah juga minta maaf mas jika dulu tak mendengarkan penjelasan apapun darimu. Wardah langsung pergi tanpa berpikir panjang. Seharusnya wardah bisa lebih tenang saat itu. Tapi siapalah wardah mas. Saat itu usia muda mungkin jadi alasan sikap kekanakan wardah," jawabnya sambil menunduk. Izdi tersenyum dengan mengangkat dagu istrinya.


" Apakah kita akan saling memaafkan?" tanya izdi dengan menatap istrinya.


" Tentu saja mas," jawab wardah dengan malu-malu. Izdi kemudian menarik istrinya ke dalam pelukannya. Ia cium puncak kepalanya berkali -kali dengan mengucap syukur alhamdulillah telah kembali dipersatukan dengan istrinya. Ia benar-benar tidak menyangka akan kebahagiaan kedua yang dia dapatkan hari ini.


Izdi melepaskan mukena istrinya. Dia tatap istrinya yang cantik jelita dengan rambut masih di gelung ke atas. Izdi mendekat ke arah wardah sehingga nafasnya yang segar menerpa wajah ayu istrinya. Izdi melepaskan gelungan rambut wardah ia biarkan tergerai ke bawah.


" Cantik," ucapnya sekali lagi yang membuat wardah tersipu malu.


Tanpa rasa sungkan izdi yang memendam rindu pada istrinya bertahun-tahun itu. Kini, dia mulai berani mengangkat wardah ala-ala bridle.


" Mas jangan seperti ini ada adzkan," ucap wardah. Izdi jadi terkekeh.


" Apakah kamu melihat adzkan di sekitar kita? Ciba kamu amati," jawab izdi dengan senyum. Wardah jadi menatap izdi dengan lekat.

__ADS_1


" Kamu kemanakan anakku mas?" tanya wardah agak kesal.


" Ralat sayang ... Dia anak kita. Saat ini dia sedang tidur pulas bersama bibi. Dia juga merindukanmu. Tadi malam saat dia datang kemari kamu sudah tidur. Bibi ijin membawa tuan muda kecilnya ke kamar dan memberikan waktu untuk kita bersama. Apakah itu salah?" jawab izdi sedikit panjang lebar dan memainkan alisnya. Wardah jadi malu sekali.


Izdi kemudian mendudukkan istrinya di ranjang king size hotel yang mereka tempati saat ini. Izdi menatap lekat ke arah istrinya. Wardah jadi salah tingkah.


" Jangan natap gitu ah mas jadi grogi nih," ucap wardah sambil memainkan jati-jari lentiknya. Izdi memegang tangan wardah.


" apakah ketika di pegang seperti ini masih gugup?" goda izdi yang membuat jantung wardah kian berdegup kencang.


" Apa sih mas. Jangan gini ah malu," jawab wardah yang rasa-rasanya seperti kepiting rebus. Izdi rasanya ingin langsung menyantap istrinya itu. Gemes sekali saat melihatnya malu-malu kucing begitu.


Izdi mulai menyibak rambut istrinya. Dia cium pundaknya. " Maafkan aku sayang karena pernah mengkhianatimu," ucap izdi sambil mencium-cium pundak wardah.


" Sudah menjamah Alm. yah mas?" tanya wardah. Izdi mengangguk lemah.


" Sayang .... Marah ya?" tanya izdi.


" Tidak mas. Hanya saja merasa iba pada maria. Dia adalah istri pertamamu secara tidak langsung," jawab wardah.


" Tapi kamu begitu berarti bagiku sayang. Sayangnya aku terlambat menyadari semuanya," ucap izdi menatap istrinya. Wardah tersenyum pada izdi.


" Semua sudah berlalu mas. Tinggal bagaimana kita menjalani rumah tangga kita dengan baik lagi," jawab wardah.


Tanpa ragu-ragu izdi meraih wajah istrinya dan menangkupnya. Dia nikmati ranumnya bibir wardah yang sekian lama dia lewati. Keindahan sepertiga malam akan kembali menjadi saksi atas bersatunya kembali kedua insan ini. Malam pun ikut menutup mata saat melihat kedekatan mereka. Cicak yang melewati kamar pun ikutan baper saat melihat keromatisan keduanya. Kenikmatan yang mereka salurkan setelah beberapa tahun lamanya menjadikan kerinduan yang mendalam.


" I Love you sayang .... "


Mereka pun mulai menyatukan cinta yang seharusnya mereka jaga sejak dulu. Namun karena kecemburuan masing-masing membuat mereka terpisah beberapa waktu untuk mendewasakan diri dan menemukan jati diri untuk mengetahui sebenarnya cinta siapa yang mereka butuhkan. Lampu tamaram pun ikut menyaksikan kedua insan itu betapa merindunya hati dan betapa bahagianya saat ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat lain ...


" Masih belum berani?" tanya azzAm memanyunkan bibirnya. Fatimah menggeleng serius.


" Sayangku untuk apa mas bayar-bayar mahal pergi ke sini jika kamu di sentuh takut," ucap azzam lagi.


" Mas ... Kata wardah sakit. Jadi, aku gak berani. Kapan-kapan saja ya?" tanya fatimah dengan senyum-senyum jahil. Azzam sudah cemberut.


" Ayolah sayang kamu dokter lohhh! Pasti punya cara untuk menghilangkan rasa nyeri itu," ucap azzam blak-blakkan. Fatimah jadi terkekeh. Sebenarnya dia tak takut hanya saja sedikit nervous saja melakukannya karena baru pertama.


Dengan memcium pipi azzam dia mencoba menghilangkan rasa kesal pada suaminya. Azzam jadi melotot.


" Kamu godain mas ya sebenarnya?" tanya azzam menarik fatimah dalam pelukannya. Fatimah jadi tertawa. Dia hanya sengaja menggoda azzam selama 2 hari ini.


" Maaf mas sedikit gamang saja sih bukan takut," jawab fatimah yang membuat azzam membungkam istrinya dengan sebuah kelembutan yang tak pernah fatimah rasakan sebelumnya. Dia memejamkan mata untuk menikmatinya. Azzam tersenyum dengan respon fatimah.


Fatimah mungkin tak seislami gadis-gadis yang di kenal suaminya. Dia hanya sebatas menjaga jarak dan itu pun di bantu oleh izdi. Dia begitu menjaga kehormatan fatimah dulu saat mereka masih menjalin hubungan. Pemuda itulah yang mengajarkan arto sebuah haram dan halal dalam sebuah hubungan.


" Jangan menyesal setelah kusentuh," goda azzam yang membuat dia mendapatkan sebuah bogem mentah di dada.


" Auh ... Sakit sayang," ucap azzam saat fatimah memukul dadanya. Mereka jadi terkekeh bersama-sama sambil menikmati sebuah keindahan malam bersama.


.


.


Baru bisa up lagi kakak2ku semua makasih yang udah setia. I lope yu sekebon, jangan lupa like subsrcibe,gift dan komennya untuk membangun ya! Maaaciw banyak.

__ADS_1


__ADS_2