Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kepanikan


__ADS_3

Ruangan luas nampak sangatlah getir bagi para medis yang ada di ruangan itu. Mereka menatap iba pada perempuan cantik yang mereka kenali. Dia kolega rumah sakit tempat ini. Dokter rekomendasi yang kadang di datangkan karena hal tertentu. Dialah dokter fatimah. Mereka semua menunduk tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Anak laki-laki di sebelahnya itulah yang ingin di lindungi oleh sang dokter. Putra dari dokter izdi. Tiba-tiba saja si kecil adzkan terbangun dan menghampiri fatimah.


" Tante .... Bangun! Ini ada dimana bangun te ... Adzkan takut!" teriak si kecil di hadapan para dokter yang masih terdiam. Salah seorang dokter menggendong adzkan supaya dapat melihat tantenya.


" Lihatlah sayang ... Dia tantemu yang ingin menyelamatkanmu dan melindungimu," lirihnya berasa ingin menangis.


Adzkan masih saja merengek dan menggoyang badan fatimah yang sudah tak bernyawa di hadapan mereka semua.


" Tante ... Ayo pulang! Jangan tidur terus. Kita ke mama sama papa te. Ayoooo bangun!" adzkan terus merengek.


" Sayangku biarkan tante istirahat dulu ya sayang. Adzkan istirahat dulu ya kita urus tante. Boleh ya?" pinta seorang dokter sambil menatap adzkan. Namun si kecil itu menggeleng dan memeluk tantenya. Dia menangis sambil memeluknya.


" Tante ... Ayo bangunlah mereka menyuruh adzkan keluar. Ayo te kita pulang!" rengek adzkan sambil memeluk fatimah.


Entah apapun yang ada dalam hubungan antara mereka berdua. Saat ini semua dokter dan peeawat yang berada di ruangan itu merasa diam seribu bahasa. Ingi menangis ingin melakukan tindakan apapun namun apalah daya gadis itu kini tak bernafas.


" Sayang kita keluar ya nak!" bujuk salah seorang suster.


" Gak mau ... Maunya sama tante. Bangunkan dong om jangan diem aja kayak nonton drama korea aja sih," marah adzkan padanya.


Bukan drama korea lagi. Ini mah udah kayak di kasih pupuk bawang panas banget mataku nak. Gimana lagi kami memberikan penjelasan padamu bahwa tantemu itu sudah gak bernafas. Hmmmmmm kau membuat kami merasa sangat bersalah.batinnya sambil menunduk.


Semua orang yang berada di ruangan tiba-tiba menunduk. Mereka pasrah saat itu juga dan membiarkan si kecil adzkan memuaskan dirinya menemani tantenya dengan versinya sendiri. Saat mereka tak memperhatikan mereka berdua. Tiba-tiba alat yang mendeteksi keadaan fatimah berbunyi. Menandakan bahwa fatimah kembali. Dia bahkan sadar. Semua dokter yang berada di sana kaget dan segera memberikan pertolongan pertama kembali, beberapa suster perempuan mencoba merayu adzKan supaya menjauh sebentar.


" Tante ... Kenapa kak?" tanya adzkan bingung.

__ADS_1


" Bentar ya tante di kasih perawatan biar ndak capek," jawab perawat itu sambio merayu adzkan.


" Jangan lama-lama ya kasihan dong tantenya aku," jawabnya dengan polos.


Inilah yang di katakan sulit untuk di pikir, sulit di nalar tapi outputnya sulit di jelaskan. Semua orang yang berada di ruangan tersenyum sambil menangis menanganinya. Betapa tidak? Dia yang sudah di vonis meninggal bangun lagi itu luar biasa.


" Alhamdulillah ... Allahu akbar. Ini sangat luar biasa," lirih dokter andika merasa terharu dan terenyuh. Dia segera menangani kembali fatumah dan adzkan mereka biarkan di sampingnya. Seusai penanganan itu dokter andika keluar dengan wajah sembabnya.


Dokter andika segera menemui keluarganya. Serta membawa kabar yang sangat menggembirakan di sepanjang sejarah kedokterannya. Seseorang selamat hanya karena sebuah keajaiban dengan kemungkinan 0,01 persen saja.


" Bagaimana dokter kapankah kami bisa membawa pulang jenazah putri kami?" tanya sang mama dengan menunduk tak dapat berkata. Lidahnya keluh matanya panas tak bisa menitikkan air mata kehidupan.


" Alhamdulillah bu ... Entah bagaimana proses tuhan menolongnya. Tapi saat ini nona fatimah berhasil melewati masanya dengan baik. Dia kembali dengan keadaan yang baik dan utuh. Anak kecil itu luar biasa kebatinannya," ujar sang dokter dengan bahagia sekali. Dia benar-benar bangga pada keadaan ini.


Kini bergantian dengan mama fatimah terduduk sambil menangis. Ia tidak tahu harus bagaimana memghadapi semua ini. Hanya saja dia bahagia meskipun dengan cara yang berbeda.


Hari ini semua orang merasakan berkecamuk hati mereka, panik dengan adanya kecelakaan ini sehingga mereka bersedih seakan-akan tak ada lagi kesedihan yang menyedihkan daripada hal ini. Namun kebenaran datang saat hati hamba mulai merutuki nasib malangnya. kebahagiaan itu di pancarkan olehnya saat mengetahui salah satu putrinya mendapatkan sebuah keajaiban ini. Yakni sebuah kesempatan untuk menjalani kehidupan ini sekali lagi.


Tanpa basa basi sang ibu segera menghambur masuk dan diikuti kembali oleh sang dokter.


" Allahu Akbar," kata kembali lolos saat melihat adzkan mendampingi fatimah.


" Dialah bu ... Malaikat sesungguhnya. Dia yang kembali membuat fatimah kembali tersadar. Anak ini terus menangis dan merengek kepada sang tante untuk pergi dari sini. Namun saat itu sang tante sedanglah tak ada di sini namun anak ini dengan yakinnya terus membangunkan seakan-akan tantenya hanya sedang tertidur," jelas sang dokter pada orang tua fatimah. ibu fatimah yang merupakan nenek dari adzkan langsung berlari menghampiri sang cucu dan menciumnya.


" Terima kasih sayangnya omah, sehatlah selalu adzkan. Kamu memang anak dari wardah namun hatimu yang baik itu dapat merasakan bahwa tante juga ikut merawatmu sedari bayi. Terima kasih nak," tangisnya pada adzkan.

__ADS_1


" Omah ... Tante udah bangun tapi istirahat lagi," ucap adzkan.


" Iya nak ndak apa-apa," jawab sang omah padanya. Adzkan dan omah itu saling berpelukan bahagia. Bersyukur atas apa yang terjadi saat ini. Dalam kemalangan ini masih ada kebaikan bagi mereka.


" Alhamdulillah ya Allah," batin sang omah.


...****************...


" Dimana kakak?" tanya nasya dengan bingung.


" Tenanglah dulu ... Kita tanyakan pada suster," jawab rangga suaminya dengan menenangkan istrinya yang di landa panik.


Ketika rangga sudah mengantongi kamar. Mereka segera menuju ruangan yang di maksud. saat sudah sampai di kamar azzam.


" Mas ... !" teriak nasya sambil berlari.


" Kalian sudah datang ... Tolong bantu mas lihatkan kak fatimah," pinta azzam dengan sedih. Karena tad dokter memberi tahu bahwa keadaan fatimah tidak baik.


" Tentu kak," jawab nasya.


" Jangan panik tuan azzam istri anda mendapatkan keajaiban. Dia selamat setelah sepersekian jam tak bangun. Si kecil adzkan yang membuat dia terbangun kembali, selamat atas kabar baik ini. Istirahatlah dulu supaya segera pulih kembali," ujar sang dokter. Azzam menangis saat mendengar kabar baik tentang istrinya. Hatinya sakit kini terasa longgar.


" Alhamdulillah ... Laa haula wala quwata illah billah. Ya Allah terima kasih atas nikmat-mu setelah musibah yang menimpa kami. Semua yang engkau gariskan adalah atas izin-Mu. Allahu Akbar," tangis azzam pecah. Begitupun dengan nasya.


.

__ADS_1


.


Lagi-lagi author baru bisa up ya sayang. Maafkeun tidak rajin jadwal di kehidupan realita benar2 padat. Karena jabatan pustakawan baru author harus ada bimtek sayang selama 2 hari. Makasihhhh yang sudah sabar menanti. Love you sayangku.


__ADS_2