
Cafe Victory ...
Jangan tanya Bagaimana esok
Ku tak ingin menerka perasaan ini
Yang ku tahu hari ini ku mencintaimu
Yang ku tahu ku sangat menyayangimu
Biarlah semua berlalu ....
Lantunan lagu Satu Rasa Cinta menggema di seluruh ruangan cafe. Kali ini wardah dan rangga duduk berhadapan. Izin dari izdi pun dia kantongi. Izdi memberikan mereka waktu untuk menyelesaikan masa lalu yang belum selesai. Rangga menunduk dengan kaki terus bergerak sedangkan wardah menatapnya datar.
" Kenapa seperti ini khumairah?" sesal Rangga. Wardah mencoba untuk menetralisir keadaan.
" Kak ... Wardah tidak bisa menghentikan takdir yang datang," jawab wardah perlahan.
" Tapi kamu masih bisa menolak pernikahan itu," ujar Rangga dengan netra yang berkaca-kaca. Wardah mulai menghela nafas panjang.
" Kak ... Saat itu aku haus akan kasih sayang orang tuaku. Mereka begitu berarti bagiku. Maafkan aku kak," ucap wardah sebisa mungkin untuk menghapus sakit hati pada rangga. Karena izdi adalah sahabat baiknya tak mungkin baginya menjadikan dua orang itu musuh karena kehadirannya.
" Apa dengan menikahi Izdi mereka menyayangimu?" tanya Rangga dengan sinisnya.
__ADS_1
" Itulah kak harapanku, semua kembali pada sang pemilik alam. Aku hanya berusaha kak berbakti dan karena ingin mendapatkan kasih sayang," ucapku dengan sungguh-sungguh.
" Semua karena orang tuamu bukan? Maka saat ini ceraikanlah dia bukankah fatimah sangat mencintainya," ucap rangga dengan menyakitkan.
Deg. Hati ini sakit saat mendengar rangga meminta istriku menceraikanku. Benarkah rangga sangat mencintai wardah. Apakah kali ini dia akan sangat membenciku. Apakah selesai sampai di sini persahabatan kami yang selalu kami jaga. Batin izdi dari bilik sebelah.
" Kak ... Sebelumnya maafkan wardah. Jauh sebelum mengenalmu aku sudah mencintai seseorang yang entah apa bisa berjodoh dengan atau tidak. Tapi aku berusaha menjauhinya semampuku. Tapi Allah mendekatkanku lewat tangan-NYA serta takdir-NYA. Tidak kakak percaya akan jalan kehidupan kita?" tanya wardah pada rangga.
" Saat ini aku merasa menjadi orang bodoh khumairah. Tidak ada pemuda bodoh selain diriku. Selalu mencintai wanita yang sama dimana mereka mencintai sahabatku. Pahamkah bagaimana kamu berusaha untuk melupakan semua tentang itu. Semuanya tidak semudah bayangan orang lain," ujar rangga menyesali hatinya yang terlalu bodoh.
" Kak maafkanlah hatimu. Bisa jadi ujian ini memberikanmu sebuah kebahagiaan setelahnya. Tidak selamanya orang puasa itu puasa pasti ada hari raya. Begitu pula dengan kesedihan tidak selamanya bersedih pasti ada saatnya bahagia kak. Wardah ke sini hanya mengklarifikasi bukan untuk menceraikan suami wardah kak. Terima kasih kakak sudah pernah menjadi orang baik dalam perjalanan kisah wardah. Semoga kakak bisa mendapatkan pendamping yang lebih baik dari wardah," ucap wardah. Namun nampak rangga sangat marah pada semua orang.
" **** ... Lakukanlah yang kamu mau. Jangan memperdulikanku," ucapnya kemudian pergi tanpa salam meninggalkan wardah di cafe. Izdi yang melihat hanya pasrah. Kali ini rangga benar-benar tak menyukai kabar ini. Dia pergi tanpa salam itu artinya sudah tidak ramah.
" Sayang biarkan dia seperti itu dulu. Biarkan hatinya menerima semuanya dengan lapang dulu. Semua memang butuh waktu. Ini tidak mudah baginya tapi juga berat untuk kita," ucap izdi pada istrinya. Wardah hanya mengangguk pasrah. Dia memang datang bukan untuk kembali tapi dia datang untuk menjaga persahabtan keduanya. Karena Rasa Cinta itu memang untuk izdi sedangkan untuk rangga dia singgah pada waktu yang tepat. Saat wardah sedang dalam keadaan hambar.
" Pulang yuk mas! Kita istirahat," ajak wardah pada suaminya itu. Izdi mengangguk dan membawa istrinya pulang.
Di sisi lain ...
Rangga berada di Bar area dekat kantornya. Dia ke sana karena sangat marah. Dia sudah merasa di permainkan dalam kehidupan ini. Pertama fatimah dia sampai merelakan cintanya untuk sahabatnya sendiri hingga ia bertemu dengan khumairah yang kembali meluluhkan hatinya. Namun pada akhirnya sama malah khumairah langsung menikah dengan sahabatnya. Rasanya hati ini lepas dari tempatnya.
" Sialan ... Aku harus marah pada siapa? Hidupku sangat tidak beruntung. **** ... " umpat rangga dengan sangat marah. Namun dari belakang ada yang meledeknya.
__ADS_1
" Ternyata menolakku hanya karena istri orang. dokter Rangga ... Dokter rangga tidak adakah yang lebih baik dariku yang ingin kamu miliki. Bukankah lebih memalukan dirimu daripada diriku yang mengejar orang yang masih jomblo," ujar seseorang yang membuat rangga merah padam. Dia yang tadi sudah meminum sesuatu sehingga dirinya merasa sedikit pusing. Menarik orang yang mengatainya. Dia membawa perempuan itu ke kantor keduanya. Dia menarik perempuan itu yang nampak kuwalahan menangkis tangan rangga.
" Lepaskan rangga ... Apa yang kamu lakukan. Jangan sampai kamu melakukan hal aneh saat sedang dalam keadaan aneh begini!" teriak gadis itu. Rangga hanya menatapnya dengan tatapan yang memakan.
" Diam! Ini kan yang kamu mau dariku. Kita lakukan saja sekarang," jawab rangga dengan marah.
" Lakukan apa? Lepaskan ... Dokter rangga sadar dong jangan terbawa emosi. Lepasin gak jangan bikin aku takut," ucapnya saat rangga menutup pintunya. Dia meremang mana ada kantor yang ada kamarnya. Kenapa ini ada kamar. Rangga benar-benar sudah gila. Dia harus segera di sadarkan. Sebelum semuanya terlambat.
" kenapa sekarang kamu takut? Bukankah sebelumnya kamu sangat menyukaiku? Ayo kenapa menjauh?" rangga jadi sangat menyeramkan malam ini. Dia benar-benar sudah gila karena wardah. Gadis itu mampu membuat rangga baik jadi seperti ini.
" Rangga diam jangan maju lagi. Cukup rangga jangan menakuti lagi. Aku minta maaf jika tadi kata-kataku membuatmu sakit hati. Ku mohon please sadarlah saat ini kamu sedang di bawah kendali minuman beralkohol," ujar gadis itu dengan sangat takut. Rangga terus saja mendekat, dia menarik baju gadis itu hingga robek. Gadis itu itu mencoba berlari namun rangga menangkapnya dengan sempurna. Rangga pun melemparnya ke ranjang. Air mata gadis itu mulai menggenang.
" Ku mohon rangga jangan mendekat. Kamu pasti akan menyesalinya nanti," ucap gadis itu yang kemudian hilang di telan bumi.
Rangga telah melakukan hal yang sudah di luar batas. Tak ada yang bisa membantu gadis itu. Rangga pun yang masih di bawah pengaruh alkohol tak menyadari perbuatannya. Gadis itu sudah tak bisa melakukan apapun rangga benar-benar mengurungnya dengan dosa yang besar.
Pagi harinya rangga menggeliat dan membuka kedua matanya. Dia melihat ranjang yang berantakan dan ada bercak merah. Dia melihat seseorang meringkuk di samping kasur. Dia menutup wajahnya di dalam kedua kakinya.
" Astagfirullah ... Apa yang kulakukan tadi malam. Siapa gadis itu? Astaga dosa apa yang kau lakukan rangga," rangga segera memakai bajunya dan mendekati gadis itu.
" Nona ... apa yang terjadi?" rangga menyentuh gadis itu. Namun gadis itu menangkis tangan rangga.
" Ku mohon jangan dekati aku rangga! Kau sudah menakutiku. Aku tadi malam hanya bercanda tapi kenapa kamu menghukumku seperti ini," ucap gadis itu sambil menangis menyesali kedatangannya yang sengaja membuat dia marah. Tapi bukan begini yang dia inginkan. Rangga benar-benar membuatnya menjadi sampah. Rangga kaget saat melihat siapa gadis itu.
__ADS_1
Siapa ya kira-kira si gadis???????