
Setelah melalui kesalahan terbesar yang dibuat zizah. Hingga akhirnya membuat zayyan pergi serta menjadikan rumah tangga adiknya berantakan kala itu. Kali ini zizah ingin memperbaiki semuanya. Kabar itu senter terdengar sampai pada umi dan aba. Tapi putrinya itu tak kunjung memberikan sebuah kabar melalui ponselnya. Kekhawatirannya selama ini membuat umi jadi kurang sehat.
" Zah ... Pulanglah umi sakit," ucap Zayyan mengingatkan.
" Aku merasa tidak pantas untuk menemui umi dan yang lain," jawab zizah.
" Tapi mereka membutuhkanmu. Apakah kamu tak merindukannya barang sedikit saja," ujar Zayyan lagi.
" Aku tidak tahu harus mengatakan apa saat ini," jawab zizah.
" Pulanglah ... Saat ini hanya itu yang perlu kamu lakukan. Untuk yang lain abaikan dulu," ucap zayyan.
" Termasuk pernikahan kita?" tanya zizah.
" Pernikahan itu berlangsung jika aku sudah menghadap aba dan umi," Jawab zayyan lugas. Kakak dari izdi ini langsung menghela nafas panjang. Pikirannya sedang kalut. Dia merasa tak pantas berada di antara mereka.
Umi bukanlah orang yang salah mendidik kami hanya saja mungkin beliau terlalu menjaga. Pada akhirnya ada jiwa-jiwa yang harusnya dulu tereksplore malah terabaikan sehingga ada satu kenakalan yang membuatnya muncul ke permukaan.
" Mas antarkan aku ke rumah adik," ucap zizah pada zayyan. Pemuda itu memgangguk mengiyakan permintaan zizah. Dia seharusnya memang datang pada izdi adiknya.
Mereka pun segera bergegas ke rumah izdi. Tak ada hal yang zizah lakukan saat ini. Dia hanya ingin meringankan pikirannya. Zayyan menatap gadis di sampingnya itu dengan senyuman. pada akhirnya dia mau mengakui kesalahannya.
Sesampainya di kediaman adiknya ...
" Silahkan masuk kak!" seru wardah
" Terima kasih," jawabnya dengan senyuman seperti awal kali mereka bertemu sebelum ada masalah.
Wardah bahagia sekali saat melihat senyuman itu kembali menghiasi wajah kak zizah. Itu artinya kini kakak azizah sudah kembali menerima dirinya. Saat ini izdi menuruni anak tangga di kediamannya.
" Dek ... !" seru azizah.
" Ada apa kak? Apakah ada yang ingin di sampaikan," tanya izdi.
" Kakak ingin meminta maaf dek," jawabnya. Izdi tersenyum simpul.
" Bicaralah kak. Tapi bukan padaku tapi pada istriku," jawab izdi yang sebenarnya tidak tega. Tapi ini harus dia lakukan pada kakaknya supaya dia lebih bertanggung jawab atas kesalahannya. Zizah kemudian mendekat ke hadapan wardah dan terduduk sambil memegang kaki adiknya.
" Kak ... Apa yang kakak lakukan jangan seperti ini. Wardah hanyalah seorang adik," jawab wardah sambil mengangkat bahu zizah.
__ADS_1
" Maafkanlah kakakmu ini. Karena kakak adzkan sempat tidak bertemu ayahnya selama 3 tahun. Ku mohon maafkan kakak," ucap zizah sambil menitikkan bulir-bulir bening dari arah kelopak matanya. Wardah mengusap air mata.
" Kak jauh-jauh hari wardah sudah memaafkan kakak meskipun butuh waktu lama. Tapi ketika hari ini sampai kakak adalah kakak wardah sepenuhnya tak ada dendam apapun di hati wardah untuk kakak," jawab wardah sambil memeluk kakaknya itu. Zizah memeluk erat wardah. Dia benar-benar malu telah bersikap tak baik pada adik iparnya itu.
Pemandangan di hadapan izdi membuatnya ingin ikut menangis. Betapa tidak jika kapan hari kakaknya seperti ratu tega pada adiknya. Kali ini dia kembali menjadi baik dengan kehadiran zayyan ke indonesia.
" Kak ... Kapan menikah?" tanya izdi tanpa basa basi. Zayyan yang mendengar jadi tersedak minumannya.
" Uhuuukkkk.... Uhuuuuukk," batuk zayyan membuat zizah menoleh.
" Pelan-pelan mas kok sampe tersedak," ucap zizah mengingatkan.
" Nunggu mas zayyan menemui aba dan umi dek," jawab zIzah dengan bahagia.
" Mas jangan terlalu lama ntar basi loh kak," ucapan izdi menggelikan di telinga zayyan rasanya. Wardah yang mendengar jadi terkekeh.
" Gak perlu buru-buru juga kali mas. Mbak zizah juga nyantai jadi kenapa mas yang kebelet gitu," canda wardah. Zizah jadi ikut tersenyum.
" Supaya zayyan tidak membayangkan yang tidak-tidak," jawaban izdi kali ini membuat semua orang ambigu terumatam zayyan.
"Apa yang harus aku bayangkan adik ipar. Jangan aneh-aneh deh," jawaban zayyan membela dirinya dengan kesal. Tapi tetaplah dalam taraf bercanda gak ada yang serius untuk ini.
" Tapi dek ... Besok kita pergi bersama-sama ke pesantren!" ajak izdi pada kakaknya.
Malam ini mereka pun bermalam di rumah izdi keesokan harinya mereka akan berkunjung ke rumah umi dan aba untuk sekedar berkangen dan menjenguk umi yang sakit.
" Mau kemana mas?" tanya izdi.
" istirahatlah!" serunya.
" Ngapain ngikutin kak zizah memangnya mau ngapain?" tanya izdi menggoda.
" Terus aku dimana iz?" tanyanya balik.
" Gunakanlah kamar tamu dong kak. Kan belum resmi," godanya. Zayyan manyun dan izdi sudah tidak tahan akhirnya terkekeh juga di buatnya.
Malam ini rumah izdi nampak Ramai dengan kedatangan tamu kakaknya. Izdi akhirnya merasakan kelegaan yang luar biasa dalam dirinya.
Keesokan pagi hari mereka semua bersiap termasuk adzkan. Mereka sudah bersiap untuk bertandang ke kampung halaman.
__ADS_1
" Ma ... Kita mau kemana?" tanya adzkan karena harus melakukan perjalanan jauh.
" Ke rumah umi nyai sama aba yai sayang," jawab wardah pada akhirnya. Izdi tersenyum dan mengelus kepala putranya.
Ini pertama kalinya dia akan melihat rumah papanya. Perjalanan itu memakan waktu lama sehingga mau tidak mau adzkan merasa lelah dan bosan. Namun mamanya memiliki berbagai ide untuk membahagiakan si buah hati.
" Thank you sayang. Kamu memang wanita terbaik yang pernah ku temui," ucap izdi.
" Ya ... Harusnya gitu biar kamu gak poligami mas," ledek wardah. Izdi jadi terkekeh mendengarnya demikian.
" Keluhan hati seorang istri yang sudah lama di tinggal suaminya," ucap izdi melanjutkan ucapannya. Wardah jadi menatap sinis.
" lupakan ! Jangan mengatakan apapun wardah sedang malas," jawab wardah.
" wih ... Tambah manis sayang," jawabnya dengan menggoda. Wardah jadi terhibur.
Beberapa jam kemudian mobil mereka sampai di pelataran pesantren. Tempat mereka di lahirkan. Tanah dimana mereka menginjakkan kaki pertama. Izdi nampak berkaca-kaca dan mengatakan sesuatu dengan lirih.
" Umi ... Maafkan putramu ini," lirihnya. Wardah memegang suaminya.
" Ayo mas!" ajak wardah. Izdi mengangguk patuh.
Ketika mereka berempat turun dari mobil. Semua santri datang berhamburan untuk mendapatkan barokah dari putra kyai mereka. Mereka semua menghampiri izdi,wardah,zizah,Zayyan.
" Selamat datang kembali di sini gus!" seru mas azzam yang sudah berada di pesantren lebih dulu.
" Mas azzam kamu selalu terbaik. Lebih menyayangi umi daripada diriku ini yang terlalu lama untuk datang kemari," ucap izdi pada azzam pemuda itu mengulas senyum. Dia begitu merindukan pesantren ini.
" Aku merindukan pesantren ini gus bahkan umi dan aba seperti orang tuaku sendiri," jawaban azzam membuat izdi memeluk azzam dengan erat
Mereka semua masuk ke dalam untuk menemui umi dan aba. Umi yang terbaring di ranjang mengulas senyum izdi menangis dan berlari dan bersimpuh di kaki uminya.
" Maafkan izdi umiiii ... !" lirihnya dengan menangis. Izdi mendapatkan belaian dari umi tercinta.
.
.
like yaaaaa met buka puasa bagi kalian yang muslim. Love you sayang.
__ADS_1