
Ketika izdi sampai di kamarnya ...
" Astagfirullah ... ! Sayang kenapa!" teriak izdi panik saat melihat istrinya terkulai lemas di lantai. Pasalnya semalam dia baik - baik saja.
Semua orang yang mendengar teriakan izdi jadi berlari ke arah kamarnya. fatimah berlari menggendong keponakannya itu. Dia lihat fatimah berada di ranjang dengan wajah pucat pasi.
" kamu kenapa sayang," ucap izdi panik.
" Biar aku yang periksa iz. Kalian semua keluarlah!" pinta fatimah pada semua orang.
Akhirnya mereka semua menunggu dengan harap-harap cemas. Izdi terlihat syok saat melihat istrinya tergeletak di lantai.
Fatimah mulai memeriksa adiknya secara detail. Diapun memulai mendeteksi apa yang sedang di alami oleh adiknya itu.
" Masuklah iz!" seru fatimah. Izdi segera berhambur ke ruangannya.
" Gimana fatimah?" tanyanya.
" Harusnya ini kabar gembira iz. Tapi saya bukan dokter obgyn. Sementara pemeriksaan singkat dari gejalanya dia sedang hamil iz," jawab fatimah sambil tersenyum.
" Alhamdulillah .... !!! Ya Allah," seru izdi nampak sangat bahagia.
" tapi iz kehamilannya saat ini tolong diperhatikan nampaknya ini lebih lemah bagi wardah aku tak paham kenapa Iz. Makanya aku minta bawa ke obgyn," jawabnya mengingatkan izdi kembali.
" Baiklah ... Terima kasih," jawabnya kemudian mendekati istrinya.
Mereka semua kwluar dalam keadaan bahagia. Wardah hamil untuk yang kedua kalinya. Hal yany paling dia harapkan saat ini. Memiliki momongan kembali.
Fatimah yang berada di kamarnya ...
" Hai ... Kenapa kok terlihat lesu?" tanya suaminya.
" Wardah butuh betres mas. Kehamilannya sekarang jauh berbeda dengan saat mengandung adzkan waktu itu," jawab fatimah dengan nada lemah.
" Ada suaminya sayang jangan terlalu khawatir," jawab azzam.
" Tidak mungkin aku tak khawatir padanya mas. Dia adalah adikku. Aku yamg merawat merek semenjak di tinggal izdi. Jadi aku bisa membedakan kehamilannYa ini. Aku sedikit khawatir saja," jawab fatimah jujur. Azzam memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Pikirkan dirimu sendiri sayang. Semoga di sini ( azzam menunjuk perut istrinya) segera ada benih kita," ucap azzam supaya fatimah lebih fokus pada dirinya. Fatimah jadi tersenyum.
__ADS_1
" Maaf mas terbawa suasana. Habisnya fatimah kasihan pada wardah jika mengingat dulu," jawabnya sambil memeluk suaminya.
Di kamar wardah ...
Wardah meminum susu almond buatan suaminya. Izdi benar-nenar menjaga wardah sebelum besok mereka berpamitan kembali ke kota.
" Mas ... Tadi kata kakak kenapa?" tanya wardah dengan masih lemah.
" Ini kabar membahagiakan bagi kita. Kamu hamil lagi sayang!" seru izdi yang membuat wardah tersenyum simpul.
" Tapi kita harus segera kembali ke kota kandunganmu harus di bawa ke dokter obgyn. Karena kehamilan yang sekarang berbeda dengan yang kehamilan dulu," jawab izdi sambil menggenggam tangan istrinya.
" Baiklah mas ... bagaimana baiknya saja wardah ikut. Mas jangan sedih dong wardah hanya pusing," jawabnya dengan tersenyum lagi.
" Benar-benar seperti pengalaman pertama sayang. Mas khawatir dan berasa bingung," ujarnya menatap wardah yamg masih pucat.
" Mas ... Tenanglah semua akan baik-baik saja. Istirahatlah! Oh ya dimana putraku?" tanya wardah di saat sakit seperti ini.
" Dia sedang bersama zayyan sayang," jawab izdi sambil memandang ke arah istrinya tanpa bosan.
" Hmmm ... Dia mentang-mentang punya banyak teman lupa sama mamanya," ujar wardah mencebik. Izdi jadi terkekeh melihat ekspresi istrinya itu.
" Sama-sama mas," jawab wardah.
Perbincangan mereka berakhir karena wardah harus kembali beristirahat. Izdi tak akan menyulitkan istrinya itu. Dia merasa bersalah jika melihat istrinya itu sakit. Izdi mencium kening istrinya.
" Sekali lagi terima kasih sayang atas semua yang kamu berikan pada mas," lirih Izdi.
Di ruang keluarga ..
" Bagaiman istrimu nak?" tanya umi.
" Kami harus kembali ke kota besok umi. Untuk mengecekkan kehamilannya. Ndak apa-apa ya umi Izdi tinggal lebih cepat," tutur izdi pada uminya. Sang umi hanya tersenyuk menatap putranya dan memegang pipinya.
" Nak ... Apapun itu jika demi kebaikan istrimu lakukanlah. Umi dan aba akan mendoakan yang terbaik. Jagalah cucu -cucu umi dengan baik sebagaimana umi menjagamu dulu," pinta umi.
" iya ... Umi," jawab izdi. Kini izdi menoleh ke arah kakaknya.
" Kakak ... Tinggallah di sini lebih lama!" pinta izdi pada zayyan. Pemuda itu mengangguk.
__ADS_1
" Tentu saja iz. Pergilah uruslah keluargamu dulu. Sementara waktu kami akan berada di sini," jawaban itu sontak membuat azizah haru. Dia tersentuh dengan kebaikan zayyan kali ini.
" Terima kasih kak," ucap izdi sambil memeluk zayyan dengan bahagia.
Umi dan aba yang melihat keakraban itu jadi bangga memiliki putra dan putri seperti mereka. Meakipun banyak duri dan kerikil yang menghalangi untuk sampai pada titik ini. Umi merasa bahwa ini adalah hadiah dari Allah atas kebaikannya yang lalu hingga memiliki menantu yang baik-baik.
" Allahu akbar ... Alhamdulillah," lirih umi. " Nak ... Umi istirahat dulu ya!" pamit umi.
Mereka semua yang berada di ruangan mengangguk bersama. sedangkan mereka semua kembali bercengkeramah dengan mode pabrik.
Suasana di kamar wardah ...
" kak ... Gimana kehamilan wardah?" tanya wardah tak puas jika tak menanyakannnya pada kakaknya secara langsung.
" Dek ... Kehamilan yang sekarang agak berbeda. Jadi lebihlah berhati-hati untuk melakukan aktivitas. Paham ya ? Jangan di paksakan untuk melakukan hal berat," ujar sang kakak pada adiknya.
" Beratkah mbak?" tanyanya.
" Kakak tidak bisa memastikan secara detail karena bukan dokter obgyn dek," jawabnya memegang pipi adiknya.
" Baiklah semoga hasilnya baik nanti ketika sudah dari dokter obgyn," ujar wardah.
" Aamiin. Semangat selalu dek!" seru fatimah pada adiknya.
Hari ini kabar ini adalah kabar yang di tunggu oleh semua orang. Namum wardah dan Izdi harus lebih sabar karena ada perbedaan dalam kehamilannya saat ini. Harus di jaga secara ekstra. Untuk menjaga keselamatan mereka berdua.
Malam terus bergulir menyaksikan keindahan takdir Allah saat ini yang menghampiri fatimah. Sedangakan fatimah kakaknya terus berdoa semoga di beri kebahagiaan melalaui adanya janin di dalamnya.
" Ya Allah ya Tuhan kami ... Ampunilah kekasihmu ini yang tak pernah mengunjungi tempat-MU ini. Janganlah jadikan hamba orang yang lemah dalam mengambil keputusan apapun. Berikanlah semua jika engkau mengizikannya ya Allah," dia fatimah sambil menangis sesenggukan. AzzAm yang melihat istrinya, terlihat sangat bangga karena dia berubah menjadi baik dalam waktu yang singkat. Gadis itu awalnya tak pernah menerima takdirnya. Tapi jika dia orang baik akhirnya pun kembali menjadi baik.
" Mas sudah bangun dari tadi?" tanya fatimah.
" Baru saja sayang," jawabnya yang kemudian fatimah mencium tangannya dan azzam mencium puncak kepala istrinya. Dia pum pergi untu menunaikan tugasnya sebagai hamba Allah. ketiak azzam sudha keluar.
" thank you mas. Hadirmu benar-benar membuat hidupku lebih bermakna," lirih fatimah.
.
.
__ADS_1
Likeee yaaaa bestieee.