Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Perdebatan di ruang tamu


__ADS_3

Izdi yang menyesal karena kembali membuat wardah bersedih akhirnya dia pergi ke bawah untuk menuntaskan kepentingannya. Dia tidak ingin semuanya berlarut- larut.


" Fatimah ... Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya izdi.


" Iz aku ingin memperbaiki semuanya," jawab fatimah.


" Semua sudah terlambat, apalagi yang kamu perbaiki? bukankah aneh?" tanya izdi balik.


" Iz ini baru 2 minggu, kamu pasti belum menyentuh dia maka ceraikanlah adikku! Aku sudah memberitahunya sebelum kalian pulang dari cappadocia," ucap fatimah sedikit marah.


" Mana mungkin aku tidak menyentuh istriku dia sangat mempesona fatimah. Aku sudah melewati malam indah itu bersamanya, jangan gila kamu!" bentak izdi


" Maka biarkan aku jadi yang kedua karena aku yakin kamu terpaksa," paksa fatimah.


" Dengar baik- baik, semenjak kamu meninggalkanku dan menguncapkan ikrarku di hari akad maka saat itulah demi Allah dan Rosulullah aku sangat mencintai istriku bahkan aku sudah menjamahnya jadi jangan menyebarkan fitnah jika aku tidak menyentuh istriku. Sekarang pulanglah aku sedang tidak ingin menerima tamu!" seru izdi.


" Kamu akan menyesal iz dengan keputusanmu, anak ingusan itu akan menyusahkanmu," ujar fatimah.

__ADS_1


" Biarkan saja apapun kekurangannya biar aku yang memikirkannya. Pikirkan saja cita-citamu itu," jawab dengan lugas.


" Baiklah permisi ...!" seru fatimah.


" Assalamualaikum ...." salam izdi.


" Waalaikumsalam. " jawab fatimah dengan kesal. Izdi hanya menghembuskan nafas dengan kasar. Dia benar- benar tidak habis pikir dengan yang dikatakan fatimah. Mana mungkin fatimah jadi seburuk itu. Tapi apapun itu ia hanya berharap semua akan baik- baik saja ke depannya. Fatimah keluar dari rumah dengan perasaan marah karena ia di tolak oleh izdi orang yang sangat mencintainya bahkan belum lama ini. Mana mungkin secepat ini izdi melupakannya dan mencintai adiknya itu.


" Apa yang kamu lakukan wardah untuk mendapatkan izdiku, kamu benar-benar benalu dalam hidupku. Kenapa mama harus melahirkanmu ke dunia ini, dengan kamu jauh dari kami saja keburuntungan selalu ikut denganmu. Tapi tidak untuk izdi dia harus tetap menjadi milikku. Harus!" seru fatimah sambil marah- marah di dalam mobilnya.


Di tempat lain ...


" Sayang ... Kamu sudah tidur?" tanya izdi.


" Belum mas," jawab wardah dan membuat izdi menarik nafas dalam- dalam dan berusaha berbicara dengan hati tenang.


" Mas minta maaf ya sayang? Kejadian tadi sebenarnya spontanitas. Mas benar- benar khilaf tidak respon dengan apa yang di hadapan mas. Wardah masih marahkah sama mas?" tanya izdi lagi.

__ADS_1


" Mas , Wardah ndak marah sama mas. Tapi apa yang dikatakan kakak ia lakukan. kakak saja sudah berani memeluk mas di depan wardah bagaimana nanti ke depannya," jawab wardah.


" Apakah benar wardah yang dikatakan Fatimah jika dia mengatakan sesuatu padamu saat di cappadocia?" tanya izdi memastikan.


" Iya mas ... Yang kakak katakan benar. Aku memang tidak mengatakan apapun pada mas, wardah ndak mau merusak mood mas yang sedang menikmati liburan," jawab wardah dengan simple tanpa beban. Dengan sigap izdi memeluk istrinya dan menghujani kecupan.


" Maafkan mas wardah, Tidak bermaksud apa- apa. Mas benar-benar sudah tidak ingin bersanding dengannya," jawab izdi lugas.


" Ndak apa-apa mas wardah paham bagaimana mencintai seseorang bertahun-tahun tidak semudah itu menghapus sebuah jejak perjalanan hidup begitu saja karena itu sebuah bagian di dalamnya. Wardah ndak baik-baik saja mas," ucap wardah dengan lesu.


" Wardah jujur sama mas apa yang dikatakan kakakmu?" tanya izdi memastikan kembali.


" Ceraikan izdi , aku akan kembali intinya itu mas. Kakak merasa tugasku sebagai istri pengganti sudah selesai," ucapku pada mas iz, dia menutup mulutku dengan jari tulunjuknya.


" Allah yang punya takdir, mari kita berusaha sebaik mungkin dalam berumah tangga. Saat ini dan ke depan aku hanya ingin kamu yang mendampingi kehidupanku sehari- hari. I love you sayang," ucap izdi dengan lembut.


" Aku juga mencintaimu mas dari dulu hingga sekarang. Semoga mas sehat selalu dilancarkan segala urusannya. Aamiin," jawab wardah dengan senyuman.

__ADS_1


Malam ini sangat terang cahaya bulan menyinari alam sekitar keindahan bintang yang bertebar di langit nan jauh di sana menebarkan aroma keindahan estetika cinta. Bulan yang berpadu kasih dalam alunan gelapnya malam membuat malam ini sangat indah. Izdi dan Wardah selalu berusaha lebih baik setiap saat dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang berawal tanpa cinta, namun akhirnya sangat mengharukan dan tak berujung buruk malah cinta tumbuh pada hati iz.


__ADS_2