
beberapa bulan kemudian ...
Kecelakaan itu memanglah sangat membekas bagi keluarga izdi, Fatimah, Azzam, bahkan keluarga terdekat mereka. Mereka hampir saja kehilangan fatimah saat itu. Tetapi itu semua adalah kuasa Allah sehingga keajaiban itu datang.
Wardah yang sedang hamil bayi kembar sangat kesulitan untuk melakukan aktivitas apapun sehingga dia membutuh bantuan seseorang untuk sekedar berdiri. Hari ini adalah hari H-3 sebelum operasi di laksanakan. Fatimah yang beberapa bulan lalu sempat kehilangan nyawanya kini Allah berikan kesempatan untuk hamil anak pertamanya yang sudah menginjak usia 4 bulan.
" Dek ... Jika mengingat kecelakaan itu sangatlah mengerikan bagi kakak. Yang kakak pikirkan hanyalah melindungi adzkan semampu kakak. Kalian mengatakan kakak sudah tak bernyawa itu membuat kakak deg. Berarti kakak sempat pergi dari jasad ini," ujar fatimah mengingat -ingat kejadian itu. Wardah memegang tangan kakaknya.
" Kak ... Semua adalah atas ijin Allah. Wardah sudah tak mampu mengingatnya kembali. Wardah tak sanggup jika saat itu kakak harus pergi apalagi jika karena menolong putraku. Itu tidak adil bagi suamimu kak. Kalian baru saja menikah. Tapi Allah benar-benar sayang pada kita sehingga masih memberikan satu kesempatan lagi untuk bersama," kenang wardah sambil menitikkan air mata dari manik yang sedari tadi sudah berkaca-kaca yang di tahan agar tak keluar.
Mereka berdua berpelukan layaknya teletubbies. Pemandangan itu sontak saja membuat duo suami itu melihat kakak adik itu seperti orang yang begitu berarti sekali dalam hidup mereka.
" Hmmm ... Yang lagi bahagia nih," ujar azzam mendekat. Izdi tersenyum sambil di dorong oleh azzam.
Iya semenjak kecelakaan itu suami wardah mengalami kelumpuhan sementara akibat trauma pada tulangnya. Izdi menerimanya dengan ikhlas. Izdi sudah bisa berjalan hanya saja belum kokoh 3 hari ini dia terus terapi untuk segera bisa berjalan lagi.
" Tentu saja mas," jawab fatimah.
" Mas iz bagaimana terapinya hari ini?" tanya wardah.
" Alhamdulillah lancar sayang. Gimana anak kita menyusahkanmu dengan sulit berjalan ya?" tanya izdi sambil nyengir.
" Gapapa mas ... Sebentar lagi mereka akan melihat dunia ini," jawabnya dengan bahagia.
" Maafin mas ya sayang ... Sekali lagi mas tidak bisa menjadi suami SIaGa menjelang persalinanmu," sesal izdi. Hatinya sesak karena 8 bulan belakangan ini telah membuatnya tak bisa berjalan akibat kecelakaan itu. Namun wardah selalu menyemangati suaminya agar tetap bersabar dan terus berusaha untuk sembuh.
" Mas ... Wardah ndak pernah merasa seperti itu. Wardah bahagia jika mas bisa sembuh," jawab wardah tersenyum pada suaminya itu. Dia tahu bahwa suaminya kini pada posisi tertekan karena tak dapat membantu dirinya. Tapi setiap saat wardah mencoba menghiburnya.
" Makasih sayang ... Sudah sabar dalam menjalani kehidupan ini bersamaku," ucap Izdi dengan mencium kedua tangan istrinya.
" Iya deh yang lagi bucin. Dua orang di sini berasa kayak obat nyamuk loh guys ya gak sih sayangku," ledek azzam yang jadi humoris semenjak kejadian itu. Hal itu dia lakukan agar adik iparnya itu tak bersedih terus menerus.
" Bisa saja mas azzam ini. Bahkan kalian itu lebih bucin. Fatimah saja sampai hamil hmmm," jawab izdi dengan terkekeh. Sehingga mereka semua jadi tertawa semua.
__ADS_1
Hari ini wardah nampak sedikit panik karena di kelahiran adzkan dia melakukannya dengan normal tapi kali ini harus CS karena kehamilan ini terlalu beresiko.
" Sayang ... Panik ya?" tanya izdi.
" Iya mas ... " jawabnya jujur sehingga membuat izdi tersenyum.
" Tenanglah ... Semua akan berjalan normal jika kamu tidak tegang. Ayuk rileks dulu. Tarik nafas buang .... Tarik nafas buang," ucap izdi sambil memandu istrinya itu. Supaya dia tak terlalu tegang.
" Iz ... Pergilah terapi sekarang biar aku yang jaga wardah," pinta fatimah padanya. " Mas ... Bawalah dia sekarang," lanjut fatimah. Azzam pun segera membawa izdi ke ruang terapi seperti biasa.
" Gimana ? Masih tegang ya," tanya kakak penuh perhatian. Wardah mengangguk mengiyakan ucapan kakaknya itu.
" Kak ... Bantu apa gitu dong biar gak tegang," pinta wardah.
" Kita jalan-jalan di ruangan ini ya? Hmmm ... Atau Apakah kamu mau nontok sesuatu dek?" tanya fatimah dengan menaikkan alisnya ke atas ke bawah.
" Apaan kak?" tanya wardah.
" Lihatlah kartun popeye kesukaanmu dek," jawab sang kakak. Mata wardah langsung berbinar.
Di ruang terapi ...
" Semangat iz ... Lihatlah si depan sana! Bayangkan jika putra-putramu sudah menunggu ayahnya di sana," pinta azzam untuk menyemangati gus sekaligus adik iparnya itu. Izdi mengangguk pasti.
Di ruang persalinan ...
" Sebentar lagi Cs kakak telpon izdi dan mas azzam ya?" tanya fatimah pada adiknya itu.
" Oke ... Kak," jawabnya.
Fatimah keluar ruangan dan segera menelpon suaminya.
" Mas kembalilah! Sebentar lagi operasinya akan di lakukan," ucap fatimah dari seberang sana.
__ADS_1
" Baiklah sayang ... Kita segera kembali," jawab azzam dengan cepat.
" Ada apa mas?" tanya izdi yang sudah mulai menikmati berjalan 1 sampai 5 langkah.
" Istrimu akan segera di operasi. Dokter kita izin mendampingi wardah sebentar," ucap azzam.
" Baiklah ... Silahkan! Hati-hati dokter iz," ucap sang dokter yang menanganinya pada dokter rumah sakit ini yang tak lain adalah izdi.
" Terima kasih dok," jawabnya kemudian bergegas pergi dari sana.
...****************...
Sesampainya ...
" Mas doakan wardah lancar ya persalinannya,"pinta wardah dengan sedih.
" Hai ... Jangan sedih dong. Semangat sayangku!" seru izdi dengan semangat sekali.
Proses persalinan pun mulai berjalan sesuai jadwal. Wardah berdoa sepanjang jalan koridor menuju ruang operasi. Saat lampu di depan ruang operasi sudah di hidupkan tandanya operasi sudah berjalan. Mereka semua mulai mondar- mandir di depan. Sedangkan izdi ikut di dalam. Setidaknya kehadirannya bisa menghibur istrinya. Sudah sangat lama akhirnya operasi itu berjalan lancar.
" Ooeeekkkkk.... Ooeekkkk ... " bayi pertama yang di lahirkan adalah perempuan. Izdi begitu bahagia begitupan wardah saat mendengarnya. Beberapa menit kemudian suara tangisna kembali pecah.
" Ooeekkk... Oeekkk ..." Tangisan bayi kedua yang berjenis kelamin laki-laki.
"ALhamdulillah .... " semua orang di dalam bertahmid saat melihat kedua bayi itu alhir dengan semangat. Kini mereka fokus pada sang ibu dan bayi itu di dekatkan pada azzam untuk di adzankan.
" Allahu akbar ... Allahu akbar ...
adzan di kumandangkan oleh izdi di depan kedua bayi itu. Tangisan izdi meleleh begitu saja. Saat ini dia sudah menjadi ayah dari 3 putra. Betapa bahagianya dia saat ini.
" Ya Allah .... Alhamdulilah nikmat mana yang engkau dustakan. Ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Terima kasih istriku sayang doa dalam setiap sujud-mu telah di kabulkan oleh sang pemilik alam," lirih izdi.
.
__ADS_1
.
Alhmdulillah Mendekati End ya sayang ... Selamat menikmati episode2 terakhir dari kisah mereka ya sayang. Love you jangan lupa likeeee.