Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kasih sayang Fatimah


__ADS_3

Ketika berada di parkiran rumah sakit fatimah mengejar adiknya. kedua orang tuanya sangat terharu saat melihat fatimah sudha mulai menyayangi adik semata wayangnya.


" Wardah ! Wait ... " seru fatimah mengejar adiknya. Wardah menoleh drngan wajah yang sembab. Dia menatap kakaknya malu.


" Dek ... Pulanglah bersama kakak. Tidakkah kamu merindukan kakak? Kakak minta maaf jika selama ini membuatmu susah," sesal fatimah di hadapan adiknya. Wardah sedari tadi yang ingin menangis langsung menghambur ke arah kakaknya. Dia memeluk fatimah sambil menangis sesenggukan. Fatimah pun membalas pelukan adiknya.


" Maafkan wardah kak ... Ajaklah aku bersamamu," jawab wardah membuat fatimah menangis dan memeluk erat adiknya.


" Tentu saja kakak akan merawatmu dek," fatimah mengelus-elus punggung adiknya.


Azzam yang melihat perubahan sikap fatimah jadi tersenyum. Nasya yang melihat kedua kakak beradik itu jadi ikutan melow. Fatimah melepaskan pelukannya untuk wardah.


" Sudah jangan menangis, kakak akan menjagamu mulai saat ini. Mas Azzam terima kasih sudah menjaga adik fatimah," ucap fatimah dengan lemah lembut. Azzam di buat terkesima dengan pertemuan mereka kali ini. Fatimah tak pernah memanggil mas padanya.


" Hai adik cantik ... Terima kasih sudah menjaga adik kakak. Kapan-kapan bermainlah ke rumah. Tapi ini sudah malam kalian bermalamlah di rumah kami," tawaran fatimah untuk mereka berdua. Orang tua fatimah pun mengangguk supaya mereka bisa beristirahat.


" apakah pantas saya bermalam di rumah kalian?" tanya azzam pada mereka.


" Tentu saja nak pantas. Kami punya rumah kecil di halaman khusus tamu. Ayo ikutlah bersama kami!" seru pak yusuf. Akhirnya azzam pun mengangguk.


Mereka pun pergi menuju kediaman pak yusuf. Menyusuri jalanan malam dengan hati-hati. Angin malam yang sangat dingin membuat azzam begidik. Tiba-tiba suara adiknya memecahkan keheningan malam.


" Kamu mengenali mereka semua kak?" tanya adiknya. Azzam mengangguk pelan.


" Gadis yang kamu sukai sebenarnya siapa?" tanya Nasya dengan dewasanya.


" Kakak cantikmu itu," jawaban azzam membuatnya melongo. Tak bertanya lagi cukup penasarannya saat ini.


Sesampainya di kediaman pak yusuf...


" Silahkan nak!" pak yusuf mengantarkan mereka ke rumah yang di sediakan untuk tamu. Fatimah membawa adiknya ke kamar. mama mereka bahagia akhirnya mereka bisa bersama sebagai saudara setelah sekian lama.


" Sayang terima kasih sudah membawa adikmu kembali," tangis mama pada fatimah.

__ADS_1


" Tentu saja ma, maafkan fatimah. Baru sekarang fatimah tersadar," jawab fatimah sambil tersenyum pada sang mama dan memeluknya. Fatimah pun melihat keadaan adiknya. Dia segera berlari ke kamarnya.


Sesampai di kamar wardah ...


" Kak ... Aku," ucap wardah pada kakaknya. Namun telunjuk fatimah menyentuh bibir adiknya.


" Tidak dek ... Besok saja bicaranya saat ini tidurlah. Kakak menyanyangimu," fatimah kemudian menyelimuti adiknya. Saat fatimah beranjak tangan wardah menarik pergelangan tangan kakaknya.


" Makasih kak," ucap wardah pada kakaknya.


" Tentu sayang ... Istirahatlah!" seru Fatimah kemudian menutup pintu kamar adiknya.


Fatimah yang belum mengantuk dia pergi ke taman belakang. Dimana taman itu adalah tempat favoritnya dengan sang adik ketika dalam keadaan labil. Saat ini fatimah sedang merasa marah pada keluarga izdi. Dia benar-benar tidak menyangka jika mereka lebih memihak maria yang sudah meninggalkan putranya. Padahal waktu dia yang meninggalkan izdi mereka bertindak tegas.


" Kalian benar-benar tidak adil pada adikku," lirih fatimah. Namun saat dia melamun tiba-tiba saja suara azzam mengagetkan dirinya yang sedari tadi sendirian.


" Kenapa melamun sendirian di malam hari?" tanya azzam yang kemudian duduk di kursi sebelah fatimah.


" Pertanyaanku belum kamu jawab fatimah," ujar azzam dengan menatap fatimah. Gadis di sampingnya ini jadi ikutan tersenyum.


" Sedang tidak ingin tidur mas, sedang menikmati malam saja. Kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya fatimah dengan menatap ke arah depan kali ini.


" Sedang ingin keliling di rumah pak yusuf. Kebetulan melihatmu di sini," jawab azzam jujur. Fatimah terkekeh dibuatnya.


" Pasti lebih besar kediamanmu daripada rumah ini," jawab fatimah. Azzam jadi terkekeh mendengar jawaban fatimah. Azzam menjawabnya dengan guyonan yang membuat fatimah membolakan matanya.


" Rumah besarku akan nampak sempurna jika kamu mau menikah denganku," jawaban ambigu azzam benar-benar menantang bagi fatimah. Lagi-lagi gadis itu dibuat terkekeh oleh azzam.


" Jangan bercanda mas mana mungkin aku menikahimu sedangkan kamu sebentar lagi akan menjadi menantu pak kyai," jawabn fatimah kali ini serius. Azzam terdiam seketika mendapati jawaban fatimah.


" Kok diam mas? Ada masalah atau keliru yang saya bicarakan," tanya fatimah lagi. Azzam menggeleng lalu dia menjawab sambil menerawang ke arah depan.


" Kami tidak akan ke jenjang berikutnya fatimah. Dia terlalu pencemburu dan perfeksionis. Aku bukanlah pemuda yang bisa diam begitu saja saat orang lain butuh bantuanku," jawab azzam dengan lesu. Fatimah pun masih enggan menjawab dia terus mendengarkannya dengan seksama.

__ADS_1


" Sebenarnya dia baik, tapi mungkin aku yang kurang baik. Sehingga kami terlalu berbeda visi misi. Itu berat bagiku fatimah jika tak sejalan," jawabnya dengan tenang dan penuh pertimbangan. Dia juga tak menjelek-jelekkan gadis itu. Dia bahkan memujinya.


" Tidakkah di coba dulu mas?" tanya fatimah kali ini menanggapi. Azzam tersenyum menatap fatimah.


" Sudah ku coba tapi ada perasaan tidak setuju dalam hatiku terkadang saat dia memunculkan gagasannya. Apa aku yang egois apa dia kadang aku merasa salah," jawab azzam. Fatimah langsung merespon dia berdiri dari duduknya. Sambil menoleh ke sana ke mari.


" Mas ... Kita pergi tidur sekarang ya. Sudah malam," ucap fatimah. Seketika azzam tertawa terbahak-bahak.


" Apa? Kenapa tertawa?" tanya fatimah dengan melihat azzam. Pemuda itu berhenti tertawa dan ikut berdiri.


" Kamu mengajakku tidur fatimah?" tanya azzam memastikan. Fatimah akhirnya mengulang katanya.


" Tadi aku bilang .. Kita pergi... Ti.., astagfirullahal adzim. Maaf mas tadi itu maksudnya kita pergi tidur saja sudah malam," jawab fatimah jadi tergagap. Azzam menggeleng lagi .


" Aku belum selesai kamu mau kabur," tanya azzam


" Takut salah omong mas kalau saya yang menanggapi," jawab fatimah malu karena sudah salah omong seperti orang salting.


" Baiklah kita tidur sekarang. Tidur barengnya nunggu sah jadi istrinya mas azzam saja," jawab azzam sambil terkekeh dan pergi menjauh dari fatimah yang masih membeo di tempat karena ucapan azzam. Pemuda itu pendiam tapi kenapa menjadi aneh.


" Menikah? Tidur bersama? Guyonan apa itu? Aneh," ucap fatimah pada dirinya sendiri. Dia pun pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan ucapan azzam. Dia anggap itu adalah guyonan azzam padanya.


Di rumah kecil keluarga yusuf ...


" Kak ... Si cantik fatimah? Kamu menyukainya," selidik nasya. Kakanya hanya mengedikkan bahunya. Nasya jadi melempar bantal pada kakaknya.


" Hmmm ... Kakak jahat main rahasia!" seru nasya tapi azzam malah masuk kamar membiarkan adik cerewetnya mengoceh.


.


.


jangan lupa like, gift,,komen, vote-nya yah. Makasihhhhhh.

__ADS_1


__ADS_2