
Hati wardah berkecamuk. Kenapa banyak sekali rahasia dalam keluarga suaminya. Mereka adalah keluarga tersohor. Tidak bisakah semuanya berjalan mulus saja. Hari ini dia kedatangan kakak ipar baru namun kisahnya kembali sulit. Wardah merasa berada dalam keluarga yang aneh.
Kakak iparnya bercerita kisah ia bertemu dengan abi sampai bertemu dengan Abi. Wardah hanya menyimak semua ceritanya.
" Kak ... Tidak ada kisah yang sempurna di dunia ini. Apapun itu semuanya butuh perjuangan untuk bahagia. Tidak seperti dalam dongeng atau kisah roman-romah yang ada pada saat ini. Wardah bukan ingin mengajari atau apa tetapi semuanya dibutuhkan kesabaran. Wardah pun sampai pada titik bukan dengan mudah. Semuanya berproses percayalah pada waktu doa dan usaha kita. Semuanya akan indah pada waktunya. Wardah hanya memberikan masukan tidak lebih dari itu," jawab wardah sambil tersenyum pada kakak iparnya.
" Sayang kemarilah sebentar!" seru izdi pada istrinya. Wardah tersenyum dans segera beranjak dari duduknya.
" Pergilah makan kak. Nanti kususul!" seru wardah pada istri abi itu. Gadis nampak mengangguk.
Wardah segera berlari ke arah suaminya. Izdi mulai sedikit tersenyum sedikit.
" Ada apa mas?" tanya wardah.
" Makanlah bersamaku di samping rumah!" seru izdi. Wardah mengernyitkan alisnya.
" Kenapa di depan?" tanya wardah dengan mematap sinis sekaligus tersenyum.
" Biarkan kakak makan bersama istrinya. Kakak abi butuh waktu untuk berdua dengan istrinya. Ini adalah 7 hari pernikahan dari mereka. Namun kakak tak menyentuhnya sama sekali," ucap izdi dengan menatap abi. Wardah jadi penasaran pada keluarga suaminya.
Sesampainya di taman belakang ...
" Mas ... Why? Kenapa keluargamu semuanya berasa ribet dan mengandung teka teki ketika menikahkan putra-putri mereka. Wardah heran beneran ini?" tanya wardah yang merasa dirinya adalah menantu terlama. Tak paham akan jalannya kehidupak di rumah mertuanya.
" Sayang ... Jangan masuk di dalamnya fokuslah padaku saja. Tapi jika ada seseorang yang berani mengusikmu lagi aku takkan segan-segan," jawab izdi pada istrinya.
" Mas ... Semuanya aneh bagiku. Jika aku yang mengalaminya mungkin masih bisa mengontrol tapi kakak ipar dia seperti belum siap diperlakukan seperti ini," ucap wardah. Izdi menangkup wajah istrinya.
" Setidaknya kamu telah lulus dalam ujian rumah tangga kita sayang. Kali ini biarkan kak abi dan istrinya menjalani masa - masa mereka," jawab izdi mengakhiri pembicaraan. Wardah pun tak menanyakan kembali.
__ADS_1
Bagi orang awam perjodohan bukanlah piliham satu-satunya. Hanya beberapa orang saja yang menganut perjodohan. Termasuk wardah yang menyanggupi perjodohan. Saat ini era modern setiap anak muda sudah dibebaskan memilih pasangan mereka. Namun banyak kegagalan dalam pilihan mereka. Karena kurangnya raaa empati dalam sebuah hubungan. Wardah yang sudah pada permasalahan yang paling pelik dia memilih untuk bertahan dalam hubungannya yang bukanlah hal mudah.
Dari pengkhianatan izdi yang ternyata masih memiliki hubungan pernikahan dengan perempuan lain bernama maria. Hingga dia memilih keluar dari rumah dan izdi kembali memperbaiki hubungan mereka dengan cara menceraikan maria terlebih dahulu. Namun ketiak semuanya sudah mulai membaik dan memaafkan fitnah itu datang secara menyakitkan sehingga memisahkan dirinya dengan izdi yang kala itu koma. Wardah bertahan bersama putranya memperbaiki hidup tanpa suami di sampingnya. Namun kabar terakhir yang sangat menyakitkan yakni pernikahan suaminya di gelqr kembali dengan maria. Namun wardah masih memilih bertahan hingga akhirnya madunya itu pun meninggal. Semua itu bukan hal yang mudah untuk di jalani. 4 - 5 tahun berlalu begitu saja bukan berarti mudah tetapi bagaimana wardah menyikapinya.
" Bahkan bayangan itu masih ada diantara kita mas. Ketika pengkhianatan itu berada di depan mata mas air mata ini ingin menetes tapi di tahan karena harga diriku di hadapan wanita lain," lirih wardah mengingat masa kelamnya. Izdi menggenggam tangan istrinya.
" Maafkan dosaku sayang ... Aku yang hina hanya ingin membahagiakanmu di kesempatan terakhir ini. Tujuan hidupku hanya kalian berdua. Aku yakin dulu pernah berbuat baik sehingga Allah mengirimkan wanita sabar sepertimu. Wanita sabar yang tak masuk akal dengan kebaikannya seperti dalam jalannya sebuah perfilman," ucap izdi menatap istrinya.
Wardah mengangguk dan menoleh pada abi dan istrinya. Mereka hanya berdiam diri saja. Tak ada yang berupaya untuk memulai obralan.
" Kamu harus bisa membuat kakakmu itu menyadari kesalahannya mas," ucap wardah. Izdi menatap istrinya dengan lekat.
" Akan kuusahakan," jawab izdi gamang.
Semakin ke sini semakin wardah memahami kerumitan masalah dalam keluarga suaminya. Seharusnya hal seperti ini tidak terulang kembali seperti kejadian pada dirinya dengan izdi. Belum lagi masalah tentang azizah bersama entah pemuda misterius yang bernama Zayyan. Masalahnya semakin lengkap saja.
" Saya sudah di indonesia. Kamu dimana sekarang?" tanya Zayyan pada seseorang.
" Mau menghukum seseorang. Katakan dimana kamu saat ini?" tanya zayyan mengulang.
" Sedang di rumah istri kak," ucap pemuda di seberang telpon.
" Sejak kapan kamu menikah? Kenapa saya tidak di kasih tahu," jawab zayyan serius.
" Jangan ngada-ngada deh kak. Situ sudah di telpon berkali-kali. Namun tak ada jawaban ketika di hubungi via pesan lansungkan saja acaranya kamu sedang sibuk katanya," klarifikasi pemuda itu. Zayyan mencoba mengingat-ingat kejadian itu.
" Astagfirullah ... Sorry lupa. Kirimkan alamatnya aku akan berkunjung ke sana bersama Adik saja. Aku pulang ke rumah dulu," ucap Zayyan pada akhirnya.
" Baiklah ... kakak bule hati-hati di jalan," jawabnya dengan sigap.
__ADS_1
Dari arah belakang seorang gadis mendekati pemuda tersebut. Si empunya tersenyuk dengan tampannya.
" Siapa mas?" tanya fatimah dengan serius.
" Kakak bule di indonesia. Entah kenapa dia kembali mendadak," jawab azzam sambil mengedikkan bahunya. Fatimah pun hanya tersenyum pada suaminya.
" Ya sudah mas di siapin apa gitu ya kakaknya. Kebetulan hari ini fatimah free gak ada piket jaga mas karena hari pertama masuk," jawab fayimah menawarkan bantuan untuk suaminya. Azzam tersenyum nakal.
" nemenin mas dulu deh ya?" tanya azzam sambil mengerlingkan matanya dengan nakal.
" ogah mas ... Nanti aja ah. Baru jam segini juga si bule juga mau ke sini kan ribet ntar," jawab fayimah dengan malas. Azzam terkekeh dibuatnya.
" Kita belanja yuk mas!" ajak fatimah dengan semangat. Ya jiwa perempuannya sudah meronta-ronta ingin berbelanja. Azzam mengangguk sambil tersenyum.
" Bersiaplah ams tunggu di mobil ya!" seru azzAm.
" Siap mas," jawabnya sambil berlari. Azzam menggelengkan kepala saja saat melihat istrinya bisa sebahagia itu.
" sayang tidak usah lari. Si bule itu gak akan langsung ke sini dia pasti masih rebahan!" seru azzam. Fatimah hanya memberikan tanda untuk mengiyakan permintaan suaminya.
Dia berjalan menyusuri tangga sambil memikirkan hal-hal yang tak perlu dipikirkan sebenarnya.
Sebenarnya bule itu seperti apa sih. Dia juga ada kepentingan apa di indonesia. Waktu itu azzam juga tidak banyak menceritakan tentang bule. Dia hanya bilang bahwa dia adalah kakaknya dari ibu yang berbeda. Batin fatimah.
" Ya udahlah ya ... Mari kita sambut kakak ipar dengan suka cita. Apapun urusannya di indonesia semoga di mudahkan. Aamiin," ucap fatimah lirih.
.
.
__ADS_1
baru bisa up sayang sorry semua ya. Masih disibukkan dengan zoom meeting Dharma wanita. Jangan lupa like dan dukungannya ya thankyu sayang.