
Izdi yang menyadari kehadiran mereka segera menghamburkan pelukannya pada rahman sambil menangis. Izdi sudah merasa tidak malu dalam keadaannya saat ini. Dia sudah merasa harga dirinya diinjak-injak oleh keluarganya sendiri.
" Iz tenanglah ... Ada apa denganmu kenapa seperti ini?" tanya rahman dengan panik.
" Mas ... Sebenarnya aku ini lelaki yang bagaimana? Kenapa begitu mudahnya mempercayai mereka tentang skandal hubungan azzam dan wardah. Kenapa aku begitu bodohnya memepercayainya," ujar izdi dengan kekecewaan yang mendalam. Rahman menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.
" Iz ... Ujian seseorang itu berbeda-beda dalam berumah tangga. Ini adalah ujianmu untuk menggapai sebuah keharmonisan. Bangkitlah iz tidak ada sesuatu yang tidak bis di perbaiki," jawab rahman padanya. Namun izdi menggeleng.
" Gelas yang sudah pecah tidak mungkin kembali utuh mas," jawabnya dengan lesu dan lemas. Rahman menatap sahabatnya itu dengan sedikit kasihan.
" Itu kan gelas iz ... Kamu adalah benda hidup yang memiliki perasaan semua pasti masih bisa di perbaiki. Jika gelas adalah benda mati wajar jika mereka tak berupaya untuk kembali utuh karena tidak memiliki pikiran," jawba mas rahman mencoba untuk menenangkan pemuda itu. Izdi dan rangga pun menghela nafas bersamaan yang membuat keduanya jadi tertawa. Saat melihat izdi tertawa spontan membuat rangga memeluknya.
" Jangan terlalu di pikirkan. Jalani sesuai kemampuanmu. Sejauh ini istrimu setia dan masih berbakti. Dia tidak berselingkuh dengan siapapun iz. Aku mengenalnya jauh sebelum dirimu. Percayalah pada dia!" seru rangga dengan diplomatis. Ya elah mas rangga bisa dewasa juga toh. hehehe.
" terima kasih ... Rasanya hati ini plong," ucap izdi menghela lega karena rasa sakit di hatinya berkurang.
Izdi mengajak mereka berdua untuk ke kafe dekat sana. Saat ini dia sedang tidak fokus jika harus masuk ke kampus tempatnya mengajar.
Di rumah ...
" Zizah ... Tatap umi! Jelaskan pada umi jika semua ini tidak benar?" tanya umi.
"Umi masih kurangkah menurut umi jika zizah melakukan kesalahan fatal!" suara bariton abi menggema si ruang keluarga. Umi menoleh ke ara suara dari putra sulungnya. Umi jadi nyes. Atinya sakit saat menyadari semua ini adalah benar bukanlah sebuah mimpi belaka.
" Abi ... Tenanglah sebentar!" lirih umi dengan terlihat menyesal. Namun abi tak mau tinggal diam karena ini melewati batas. Perbuatam itu sudha keji.
" Umi ... Zizah kali ini salah dia harus memperbaiki semuanya. Tidak ada sesorang yang malu mengakui keburukannya sendiri daripada dia terus memohon tidak jelas seperti ini. Sadarkanlah dia umi! Berhentilah memanjakan zizah. Sudah saatnya dia bertamggung jawab atas dirinya sendiri atas kesalahannya sendiri," ucap abi dengan sedikit meninggikan nada suaranya.
__ADS_1
" Kak ... Jangan mempermalukanku di hadapan wardah si gadis tidak tahu diri itu. Jangan memaksaku!" seru zizah dengan tidak sopan.
Umi masih syok dengan apa yang di dengar dan dia lihat hari ini. Putri kesayangannya yang tiba-tiba arogan dan dia memiliki cucu dari izdi. Sang umi tak menjawab apapun. Sedangkan aba sudah tidak berkomentar kali iki dia merasakan kesalahan yang amat dalam . Pak yusuf adalah sahabatnya ketika nyantri. Teganya dia memperlakukan putrinya tidak baik. kali ini aba berdiri dan tak bisa menjawab apapun.
" Ba bilang sama kakak jangan menyuruh datang pada gadis itu!" seru wardah.
Namun aba terus berjalan tanpa menjawab. Aba lebih syok dari umi karena dialah yang menyaksikan wardah di usir begitu saja. Dia pun tak membela gadis itu sama sekali. Saat ini dosanya bertambah beaar saat dia menelantarkan cucu pertamanya.
" Berhentilah memegang aba! Perbaiki semuanya jika kamu mampu!" seru aba. Ucapan aba kali ini membuat zizah terisak. Bahkan aba pun tak se- hamble sebelumnya. Zizah yang merasa dirinya di nomor satukan malah membuatnya tidak memiliki empati pada orang lain. Dia gagal menikah karena syaratnya sendiri bukan azzam yang menolaknya.
Zizah kemudian dibiarkan sendiri dalam ruang keluarga aba dan umi ke kamar untuk mencermati keadaannya.
" Aku hanya benci saat kisahku tak terselesaikan. Aku tidak suka ada penolakan pada diriku umi, aba, mas abi. Aku sudah berusaha menjadi sempurna tapi kalian tidak bisa memahami apa yang aku alami. Semenjak kuliah aku seperti perempuan terasingkan," tangis zizah dalam kesendiriannya.
Di kediaman fatimah ...
" Mama ... Papa dimana? Kenapa tidak ada sehari ini," adzkan mulai merengek lagi. Dia sudah tak sabar bertemu dengan ayahnya kembali. Wardag hanya tersenyum pada putranya sambil memeluknya sambil berbisik.
" sayang ... Sabar ya papa masih bekerja," bisik sang mama. Dengan bersusah payah akhirnya adzkan mau di diamkan dan di suruh bermain dengan anak-anak lain.
Saat wardah mengambil ponselnya dia mendapat massage sebuah video dari rangga. Ia membukanya dengan mengamati video itu. Bahkan wardah di buat iba oleh video itu. Air mata menitik tanpa permisi.
" Mas ... Jangan berlaku seperti ini. Aku hanyalah manusia biasa. aku memaafkanmu," lirih wardah dengan sedih saat melihat video itu.
Fatimah dari kejauhan melambaikan tangan pada adiknya. Dia mengajak adiknya ke kamar. Sesampainya ...
" Ada apa kak?" tanya wardah.
__ADS_1
" Kemarilah! Cobalah gaun ini dek," ucap fatimah.
" Untuk apa kak?" tanya wardah dengan heran," wardah dibuat bingung.
" Cepatlah sedikit dek!" seru fatimah sambil mendorong adiknya ke kamar ganti.
Akhirnya dengan malas dia masuk ke kamar ganti. Wardah mencoba gaun itu. Bukankah harusnya kakak yang memakai semua ini. Yang satunya sahabat dholim video seperti itu di kirim. Kakakku juga aneh ngapain baju di suruh coba aku padahal dia yang mau married.
" Ya Allah ini dress kemapa muat di badanku pas lagi.apa nanti gak kedodoran ke kakak. Kakak kan minimalis astaga salah jahit kayaknya ini. Harus buru-buru keluar ini.
" Kak ...? Loh kakaknya kemana? Kok gak ada sih. Wah parah ini manten udah main kabur-kaburan lagi gak asik deh ini masak aku lagi yang gantikan gak seru deh," ucap wardah mulai curiga.
Beberapa menit kemudian wardah di suruh duduk dan make up.
" Tante ... Sorry yang nikah bukan wardah nih. Tapi kakak fatimah," ucapnya yang menjadi tim make up.
" Ih tante .... Cantik gitu dong," jawabnya dengan lembengnya dalam istilah jawa. Dia jadi terkekeh.
" Kakak sudah di kamar sebelah sayangku," ucap di pemake up. Wardah benar-benar di buat meng-oh oleh mereka semua. Tak bisa menjawab wardah pun mengikuti alurny. Mungkin jadi brishmaid kali ya. Kali aja ya udah gapapa terserah.
Asalkan kakak ada aku bahkan tidak khawatir sama sekali.
.
.
Likeeee dong ya vote jangan lupa dongz makasih banyak.
__ADS_1