
Indonesia - korea bukanlah tempat yang jauh untuk menjalin komunikasi antara zayyan dan Izdi. Mereka membicarakan tentang Azizah yang kini tengah tinggal di rumah zayyan.
" Gimana mas?" tanya izdi.
" Kakakmu selama ini tinggal di rumah yang dulu aku berikan," jawab zayyan dengan entengnya.
" Jadi ? Apa alasannya tinggal di sana mas?" tanya izdi penasaran pada jawaban zayyan.
" Dia tidak mengatakan apapun iz tapi dia terlihat butuh waktu sendiri untuk memperbaiki hidupnya. Saat ini dia sedang menjadi seorang pengajar di sekolah Madrasah Aliyah Dan juga pengelola sebuah perpustakaan Umum Kabupaten. Biarkan dia mencari jati dirinya. Maafkanlah dia mungkin kemarij dia melakukannya karena terobsesi suatu hal," jawaban zayyan membuat izdi manggut-manggut. Ya, pada dasarnya kakak azizah bukanlah orang jahat. Mungkin dia sedang terganggu atau dalam sebuah pengaruh perasaan buruk.
" Baiklah iz ... Lanjutkanlah kemesraan kalian," ledek zayyan. " Eh ... Tapi putramu itu luar biasa cerdas. Karena dialah aku bisa mendekati azizah kembali. Thank you untuk istrimu sudah melahirkan anak yang tampan dan cerdas," tawa zayyan pecah di handphone. Membuat izdi menggelengkan kepala.
" Terserah kau saja mas. Assalamualaikum! Jagalah putraku dengan baik," jawab izdi dengan nada yang kesal. Namun zayyan nampak masih menikmati kebahagiaannya.
" Waalaikumsalam ... Siap iz!" serunya dengan lantang.
Ketika izdi mengakhiri sambungan telpon dari zayyan. Wardah memperhatikan suaminya itu. Lalu dia pun mendekat pada suaminya dan duduk di sampingnya.
" Siapa mas?" tanya wardah.
" Si bule ngeselin," jawab izdi. Wardah jadi terkekeh.
" Apa katanya mas?" tanya wardah menatap suaminya.
" Dia bilang kakak ada di rumah pemberiannya sayang. Kakak juga saat ini sedang mengajar dan mengelola perpustakaan. Mungkin dalam rangka mencari jati dirinya," jawab izdi menerwang ke arah luar. Wardah memegang telapak tangan suaminya dan menciumnya bolak balik.
" Mas ... Mbak azizah orang baik. Kita doakan yang baik untuknya dan kak zayyan. Jika kak zayyan tidak mencintai kakakmu tidak mungkin dia memberikan sebuah rumah. Rumah itu mahal mas apalagi belum jadi istri," jawab wardah dengan senyuman manis.
" Mas heran padamu sayang," ucap izdi.
" why?" tanya wardah.
" Kenapa kamu tidak marah pada kak zizah?" tanya izdi dengan seksama.
" Sudah kukatakan beberapa waktu lalu mas. Aku setiap hari sudah belajar memaafkan. Ketika tiba waktunya bertemu denganmu dan keluargamu maaf itu sudah bukan lagi hal yang berat. Jadi aku sudah memaafkan mereka jauh- jauh hari. Karena tidak ada hal lain yang bisa kulakukan mas selain itu," jawab wardah sambil mengelus pipi suaminya.
" Tambah sweet dong istrinya mas ini," jawab izdi dengan senyum.
__ADS_1
" Tapi dengan syarat jangan dilakukan lagi kebohongan itu. Jika hal itu terjadi lagi wardah tidak mungkij memberikan kesempatan untuk memperbaiki semuanya," jawabnya tegas dan lugas. Izdi mengangguk sempurna.
" Tentu saja sayang. Insyaallah kita akan bersama setiap saatnya," jawab izdi.
" Aamiin," jawab wardah. Lalu sepersekian detik wardah mengingat putranya. " Mas gimana keadaan putraku itu?" tanya wardah dengan rasa khawatir.
" zayyan mengatakan bahwa putramu itu sangat tampan dan cerdas sebab karena dialah zayyan berkesempatan untuk bersama dengan zizah seharian," jawab izdi membuat senyuman wardah mengembang di hadapannya. " Kenapa senyumnya jadi cantik banget kalau denger kabar adzkan?" tanya izdi dengan penuh selidik.
" Iya dong mas. Dia kan cintanya wardah. Miss you sayangku," dia mengudarakan kerinduannya pada adzkan. Tak ayal jika wardah sangat merindukannya dan mecintainya karena selama ini dialah yang selalu bersama wardah. Tanpa aba izdi pun memeluk istrinya.
" Sayang berikan aku kesempatan menjadi ayah yang sempurna sekali lagi," bisik izdi. Wardah menoleh ke arah suaminya.
" mulai deh mesumnya," ucap wardah melirik suaminya yang tiba-tiba manja.
" Bukan mesum sayang. Pengen kamu segera hamil saja. Ingin menjadi SIAGA," Jawabnya dengan manyun.
" Siaga apa?" tanya wardah sedikit lambat mencerna ucapan suaminya.
" Siap antar jaga sayangku wardah," jawab izdi sambil memencet hidung wardah hingga merah. Wardah jadi menepuk jidatnya.
" Ingin mendampingimu selama kehamilanmu kali ini. Semoga Allah memberikanku kesempatan untuk melihatmu kembali hamil," jawab izdi sedih ketika mengingat masa kehamilan adzkan yang tak bisa dia dampingi.
" Tentu saja mas. Aamiin," jawab wardah.
Malam ini mereka berdua merenungi ujian yang telah berlalu. Izdi sudah mulai melonggarkan hatinya untuk sang kakak. Hatinya kembali melunak saat zayyan mengatakan bahwa kakaknya butuh waktu sendiri untuk mencari jati dirinya. Wardah juga mengamini semua doa suaminya. Semoga Allah segera mengabulkan doanya dengan memberikan kembali momongan.
" Kita istirahat sekarang ya!" ajak izdi.
" oke mas," jawab wardah yang sudah berada di sampingnya.
Izdi memeluk erat istrinya itu. Dia mengecup puncak kening istrinya. Membawanya ke dalam pelukan izdi yang hangat. Hati dan pikiran mereka dibuat se-fress mungkin untuk memfilter masalah-masalah yang perlu di pecahkan maupun yang di hempaskan.
Keesokan harinya ...
" Pagi nona!" seru zayyan di depan rumah
" Sedang apa?" tanya zizah dengan ketus.
__ADS_1
" jemput kamulah. Ayo aku antar mobilmu masih di parkiran kemarin," ucap zayyan.
" Aku naik taksi sajalah mas," jawab zizah dengan mengunci pintu rumahnya.
" Kali ini jangan menolak lagi. Jika terlalu sering menolak maka akan semakin banyak yang menjauh darimu," jawab zayyan membuat zizah menatap tajam ke arahnya.
" jangan mengatakan sesuatu yang tidak ingin ku dengar zayyan!" seru zizah dengan kesal sampai-sampai dia tak memanggil zayyan dengan kata mas. Zayyan tersenyum miring.
" Cobalah kau ingat-ingat. Apakah aku yang menjauhimu ataukah kamu yang sengaja membuatku menjauh darimu?" tanya zayyan dengan penuh kesangsian dalam ucapannya.
" Kamulah yang menyebabkan semua itu!" seru zizah dengan lantang.
" Katakanlah sekali lagi!" jawab zayyan dengan keras.
" Kamulah yang menyebabkan semuanya," jawab zizah dengan melunak.
" Kau lihat siapa dia?" Tanya zayyan sambil menatap video berdurasi 30 menit itu. Zizah mengernyitkan alisnya.
" Kenapa memangnya?" tanya zizah dengan serius.
" apakah terlihat bahwa aku seperti seseorang yang akan berkhianat? Cobalah gunakan tabayyum diantara kita zIzah. Kamu tak pernah menanyakan dia siapa bahkan kamu tak mau dengar alasan apapun," ucap zayyan memberondong gadis itu dengan hak-hal yang berada di masa lalu.
" Cukup zayyan!" seru zizah dengan kesal.
" Jikq kamu memperhatikan gadis itu baik-baik maka kamu akan tahu siapa dia dan untuk apa kami makan bersama dan kenapa aku memanjakannya," jawab zayyan." Masuklah ke mobil kamu sudah siang," ucap zayyan dengan tegas. ZIzah pun masuk.
Ketika di dalam mobil.
" Dia adalah Nasya adikku ... Dia juga adik dari azzam. Pasti aku memanjakan dia karena dia satu-satunya adik perempuanku. Saat ini dia kesal karena aku tak mengunjunginya beberapa tahun sampai dia menikah pun aku tak datang. Akhirnya apapun aku berikan asalkan dia memaafkanku. Aku begitu mencintaimu zizah. Jika aku tak cinta tidak mungkin aku memberikan pelajaran berharga ini padamu. Kudatangkan adikku ke pesantrenmu untuk memberikan informasi padaku. Kamu tak pernah luput dari pandanganku barang sekali pun. Pahamlah bahwa aku masih sangat mencintaimu," ucap zayyan panjang lebar. Zizah menunduk.
" Maaf," satu kata yang membuat zayyan menoleh saat zizah mengatakannya.
.
.
Sudah dulu ya jangan lupa like, gift dan komentarnya. Makasihhhhhh.
__ADS_1