
Seusai bersih-bersih mereka bertiga bersiap untuk makan malam. Dinner hari ini adalah dinner teristimewa bagi izdi. Dia sangat bahagia. Kebahagiaannya tak akan dia tukar dengan apapun senyuman wardah, putra tampan dan lucu di hadapannya. Dia bahkan sangat bersyukur pada wardah telah menjaga putranya dengan baik.
" Wardah ... Terima kasih atas kasih sayangmu untuknya," ucap izdi di samping wardah. Perempuan di sampingnya itu sangat bersyukur atas nikmat saat ini. Dia mengembalikan izdi terlalu cepat dari dugaannya.
" Sama-sama mas. Bahkan aku menyayanginya lebih dari yang kamu minta. Dia adalah kehidupan kita," jawab wardah. Saat ini wardah masih berusia 22 tahun. Dulu ketika mereka bersama gadis itu masih berusia 18 tahun masih sangatlah muda. Tapi kedewasaannya tak dapat diragukan oleh siapapun.
" Apakah kamu masih mencintaiku wardah? Bahkan aku memanggilmu sayang saja tidak berani," jawab izdi. Wardah jadi terkekeh dengan sendirinya mendengar jawaban suaminya.
" Mas ... Sebenarnya semuanya belum berubah. Tapi saat ini aku sedang canggung bersamamu karena kita sudah lama tak bertemu," jawab wardah jujur pada suaminya.
Saat mereka tengah asyik mengobrol sang putra menghampiri.
" Pa ... Sana yuk mau lihat itu!" adzkan menunjuk ke arah langit banyak bintang bercahaya saat ini. Makan malam ini semakin romantis saat cahaya bulan bintang ikut menerangi diantara kebahagiaan mereka.
" Ayo .. Sayang!" ajak izdi yang langsung menggendong putranya. Mereka segera menuju tepian resto tempat makan untuk melihat keindahan alam yang Allah ciptakan.
Segala sesuatu yang ada pada diri ini adalah titipan yang harus di syukuri nikmatnya. Bersyukurlah setiap saat atas nikmat-nikmat yang Allah berikan padamu. Jangan kufur atas nikmat itu.
Di sisi lain ...
" Mas ... Bagaimana dengan zizah? Tidakkah kamu memikirkan keadaannya saat ini? Walau bagaimana pun dia adalah seseorang yang pernah hadir dalam hidupmu," ucap fatimah yang sedang duduk di sampingnya. Azzam tersenyum pada istrinya.
" Baik sekali sih istrinya mas azzam ini. Masih memikirkan orang lain di saat momen romantisnya gini," jawab azzAm sambil tersenyum.
__ADS_1
" Mas ... Serius dong. Beneran nih gimana keadaannya?" tanya fatimah pada azzam. Pemuda itu nampak enggan mengatakan sesuatu yang sudah dia pendam.
" Sayang ... Bukan mas tak ingin membahas dia. Tapi dia adalah pelajaran bagi mas. Dimana mas di hadapkan pada dua pilihan. Yakni menikah dan tidak. Waktu itu mas mencoba untuk berfikir realistis sayang. Mana mungkin mas mengorbankan bisnis keluarga demi pernikahan yang belum mas jalani. Berat sekali permintaan zizah. Mas tidak pernah menolak pernikahan itu tapi syarat yang dia berikan memberatkan mas. Lebih baik mas mundur. Meskipun sebenarnya hati sudah mulai berkembang untuknya tapi mas bisa apa sayang mungkin belum berjodoh," sesal azzam tak bisa menjaga sillaturrahim dengan pesantren. Sebenarnya dengan menikahi zizah dia bisa tetap menjaga kedekatan dengan kyai dan bu nyai yang telah memberikannya ilmu sampai sejauh ini. Tapi apalah daya siapa dia yang mau memaksakan kehendak.
Fatimah tersenyum saat melihat ekspresi suaminya. Dia yakin saat ini pemuda itu sangat sedih karena dia tidak sengaja menyakiti zizah secara langsung. Fatimah menangkup kedua pipo suaminya.
" Mas ... Tidak apa-apa jangan bersedih. Fatimah hanya ingin tahu saja. Kalau dengan fatimah kapan mulai menyukai?" senyum fatimah mengembang saat bertanya perihal dengan dirinya. Azzam jadi terkekeh dengan sendirinya.
" aku pernah iba melihatmu tak mengingat siapapun. Bahkan aku mendekatimu aku berharap kamu mengingatku. Setidaknya kita pernah menjadi teman satu sekolah," jawab azzam. Fatimah terlonjak apa iya peenah satu sekolah dengan suaminya ini.
" Apa iya mas? Kapan kita pernah satu sekolah," fatimah mengerutkan dahinya. Karena merasa tak mengenal azzam sejauh ini.
" Pernahkah kamu di masa SMA Mendengar nama Kak za?" tanya azzam. Fatimah mencoba mengingat-ingat kembali. Dia mulai sedikit mengangguk.
" Iya ... Fatimah hanya 1 tahun bersamanya. Dia adalah ketua osis. Namun fatimah tak pernah melihat wajahnya dengan jelas. Karena pemuda itu selalu bermasker jika di luar kelas mas," jawab fatimah.
" Kok bisa banyak foro fatimah? Wah hayooo jujur," ucap fatimah yang membuat azzam tertawa.
" Sayang itu foto lama bahwa aku pernah mengangumi. Tapi aku adalah aku seorang Za yang tak berani berpacaran dengan siapapun. Bagiku pacaran adalah dosa biarlah rasa kagum itu ku bawa ku simpan dalam perjalanan hidupku. Hingha akhirnya aku menemukan wardah yang begitu membuatku kembali merasakan rasa kagum saat melihatnya. Namun dia menolak mas mentah-mentah meskipun dia tak berkata-kata. Tapi mas tak pernah menyerah. Mas tetap berupaya untuk mendapaaltkannya. Namun jodoh tetaplah milik Allah. Hingga suatu hari aku bertemu dengan keadaam bahwa kamu adalah calon istri gus iz rasanya ada sedikit cubitam dalam hatiku. Tapi aku tetap fokus pada wardah namun apalah daya ternyata gus izdi malah menikahi wardah singat cerita Allah mempertemukan kita kembali. Namun aku tak menggebu mendapatkanmu khawatir patah hati lagi heheh. Waallahu a'lam takdir menyatukan kita dalam sebuah pernikahan. Inilah fatimah perjalanan hidupku. Jodoh tidak akan salah kembali," ucap azzam panjang kali lebar. Membuat fatimah melongo tak menyangka. Kisah yang luar biasa dari SMA sampai pada titik ini. Dia hanya mencintai 2 wanita dan itu pun bersaudara. Insting yang mantap.
" Mas ... Sejauh inikah takdirmu untuk bersamaku?" tanya fatimah. Azzam mengangguk pasti. Bahkan dia sendiri tak menyangka kenapa bisa terjadi hal ini. Bahkan menikah dengan fatimah bukanlah impiannya. Bahkan kekaguman itu sebatas dalam hati yang tak pernah dia ungkapkan pada siapapun.
" Indah tahu mas kisahmu itu! Aku cemburu dengan cintamu yang terlindungi," ucap fatimah lagi. Azzam memeluk fatimah dengan erat.
__ADS_1
" Saat ini kamu halal bagiku. Aku sangat bahagia. Entah sujud mana yang allah terima sehingga kita berjodoh. Sujud-sujud itu aku persembahkan pada tuhanku dan dzikir-dzikir itu aku lantunkan ikhlas karena Allah. Maka dapat dirimu itu adalah hadiah luar biasa yang Allah siapkan untukku fatimah," azzam mengecup kening istrinya. " Allahu akbar, ini sangat indah ya Allah. Bener gak?" tanya azzam. Fatimah mengangguk sambil menangis terharu. Azzam memeluknya dengan erat.
" jangan menaangis... Terima kasih fatimah sudah mau menerimaku dengan apa adanya," lirih azzam. Fatimah menangis tergugu. Mengingat masa lalunya dengan Izdi dia begitu mempersulit pemuda itu dulunya dan mempermainkan hidup izdi.
Di kamar izdi dan wardah..
" Sudah tidur adzkan?" tanya izdi.
" Sudah mas baru saja," jawab wardah.
" kemarilah sebentar!" pinta izdi pada istrinya.
Wardah mendekat pada azzam. Pemuda itu mengeluarkan satu kotak biru elektrik dia berikan pada wardah. Wardah menatap suaminya.
" Ini adalah hadiah yang harusnya kamu terima sebelum kecelakaan itu wardah. Terima kasih untuk kesempatannya untukku," ucap izdi menatap penuh cinta pada wardah.
Wardah membukanya dia melihat kilauan berlian satu set yang pernah dia suka ketika mereka berbulan madu di cappadocia. Namun wardah menolak membelinya karena harganya sangat fantastis.
" mas ... " ucap wardah dengan terharu.
" Untukmu ... bidadari surgaku," jawabnya dengan tersenyum dan mengecup kening wardah.
.
__ADS_1
.
Udahan ya heheh jangan lupa likeeeee gift makasihhh banyak.