Cinta Dalam Sujudku

Cinta Dalam Sujudku
Kemesraan yang nanggung


__ADS_3

Pagi hari cerah dan tidak terjadi apapun diantara 4 sejoli itu. Mereka masih menikmati masa-masa PDKt katanya anak-anak muda gitu sih ya. Baik fatimah-azzAm, Izdi-Wardah dan putranya adzkan mereka masih menikmati masa-masa guyonan. Ketika di meja makan.


" Pa ... Main yuk setelah ini!" ajak adzkan. Izdi tersenyum pada putranya.


" Siap nak," jawab izdi dengan semangat.


" Ma ... Ayoooo!" ajak adzkan dengan manjanya. Wardah hanya menggeleng saja.


" Iya sayang bentar ya mama selesaikan dulu makannya," jawab wardah.


Sedangkan fatimah dan dan azzam izin untuk pergi berbulan madu ke paris. Mereka ingin menikmati pemandangan di sana dengan suasana yang berbeda.


" Dek ... Gak bulan madu?" tanya fatimah pada wardah. Wardah jadi malu saat di tanya fatimah dia menggelengkan kepala saja.


" Setelah kalian pulang saja kami yang pergi gantian," jawab izdi dengan tersenyum. Fatimah jadi mengerling pada adiknya.


" apa sih kak? Udah ya ada anak balita di sini jangan macam-macam," jawab wardah. Namun izsi yang melihatnya jadi gwmas. Melihat istrinya kembali dengan senyuman cantik itu.


Seusai makan pagi bersama fatimah dan azzam berpamitan pergi dulu untuk 1 minggu ke depan. Wardah memeluk kakaknya begitu pun dengan izdi dia memeluk azzam yang dulu pernah menyukai istrinya tak di sangka sekarang jadi iparnya.


" Hati-hati mas azzam!" seru izdi. Azzam tersenyum pada adik iparnya. Serta menepuk pundaknya.


Mereka pun berangkat. Izdi dan wardah kemudian bersiap untuk me time with family. Adzkan dan wardah sudah di mobil. Izdi kemudian melajukan mobilnya ke wahana bermain anak di Ancol. Beberapa jam perjalanan ke sana mereka pun sampai.


Izdi yang sudah membeli tiketnya masuk dan mulai menikmati wahana yang ada di sana. Wardah tersenyum melihat adzkan menikmati permainannya.


" Seandainya mas dulu kita tidak berpisah mungkin saja kebahagiaan itu datang lebih awal," lirih wardah saat melihat izdi bermain dengan putranya.


Izdi yang tertawa bahagia bersama adzkan membuat hati wardah bahagia saat melihat putranya tertawa sepanjang hari. Ketika wardah sedang tiduran ada suara izdi menghampiri.


" Sudah lelah menunggu kita?" tanya izdi dengan menatap istrinya. Wardah membuka matanya yang terpejam itu.


" Oh, kamu mas lumayan. Dimana adzkan?" tanya wardah panik.


" Itu ... Minum ice cream," jawab izdi. Wardah menatap suaminya kali ini.


" Mas .... Apakah mereka tidak mencarimu?" tanya wardaj sedikit hati-hati.

__ADS_1


" Aku sudah berpamitan tidak pulang beberapa hari," jawab izdi dengan menatap ke arah depan. Dia tak ingin istrinya itu melihat ketidak berdayaannya sebagai suami selama ini. Dia menutupi rasa malu yang mendalam dengan membuat istrinya pernah di usir oleh kakaknya sendiri.


" Mas ... Jika perlu telpon saja mereka. Wardah mmg benar ndak apa-apa mas," jawabnya dengan memegang tangan istrinya. Tanpa ada rasa sungkan mereka pun saling berpegangan tangan.


" Wardah ... Kita cari resort dekat sini ya?" tanya izdi dengan luwes. Wardah yang sudah paham mereka butuh waktu berdua untuk mengiyakan. Wardah mengajak putranya bersama. Dia di temani mbok mia.


Wardah dan izdi pun melaju meninggalkan tempat permainan. Mereka harus mencari resort terdekat dari sana. Namun ketika dalam perjalanan pencarian resort tiba-tiba mama telpon.


" Ya ma?" tanya wardah.


" Nak mama booking kan tempat istirahat di putri duyung resort ke sanalah. Bermalamlah beberapa hari biarkan adzkan menikmati kebersamaan dengan kalian," ucao sang mama.


" Baiklah ma ... Makasih banyak," jawab wqrdah membuat izdi menoleh.


" Ada apa wardah?" tanya izdi padanya.


" Kita sudah dapat tempat mas di putri duyung resort. Mama yang pesan. Yuk sana sekarang!" ajak wardah pada suaminya. iZdi menganguk kemudian melangkahkan mobilnya pada resort tersebut.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di resort itu. Mereka biarkan adzKan tertidur pulas. Wardah izdi kemudian menikmati suasana di kamar resort mereka.



Di sana mereka menikmati suasana. Rasanya masih canggung untuk memyapanya kembali setelah bertahun-tahun tak bersua. Izdi menatap wardah yamg masih cantik wajahnya yang halus membuat izdi terpesona.


" Ada apa mas menatapku seperti itu?" tanya wardah dengan menatap ke arah pemandangan di depan matanya. Izdi jadi terkekeh saat istrinya itu menyadari bahwa sedari tadi dia memandangi dan menatap makhluk cantik ciptaan Allah di depannya ini.


" Cantik. Bahkan lebih cantik daripada sebelumnya," jawab izdi.


" Gombal ... Seharusnya kalau memang aku cantik kamunya gak akan ninggalin aku mas," jawab wardah dengan sedikiti ambigu.


" Ya mas salah ... Minta maaf ya," jawab izdi dengan mengalah karena memang dia yang salah.


" Setelah sekian tahun baru merasa bersalah mas. Sebenarnya itu memang tidak jadi masalah. Tapi masalahnya kamu seperti biasa aja gitu," jawab wardah dengan kesal.


" Masalah apa sih?" tanya izdi tak mengerti. Karena tak kunjung ada jwaban


" Kalau sedang bersamaku apakah kamu tidak ada getaran mas?" tanya wardah, izdi bingung mencernanya.

__ADS_1


" Getaran apa? Ruwet sekali mengambil dan menarik kesimpulannya," jawab izdi dengan penuh rasa lelah dan bingung menaggapinya.


" getaran saat ingat bersama orang-orang yang kita sayangi," ucap wardah ragu-ragu. Izdi mulai memahami apa yang dimaksud istrinya.


" Tentu saja ada wardah ... Tapi aku tak ada keberanian untuk mendekatimu bahkan terlalu jauh. Kamu tahu sendiri kan bagaimana aku tak berupaya mencari kalian," ujar izdi dengan serius. Wardah hanya manggut-manggut. Merasa jadi topiknya aneh di dengar bahkan di telinganya jadi aneh sekali.


" Kita masuk yuk mas!" seru wardah sambil sedikit gugup. Izdi pun juga merasa harus gimana akhirnya mereka sama-sama berdiri dan saking gugupnya wardah dia sampai terpeleset dan hampir saja jatuh jika tangan izdi tak menangkapnya.


Sedetik


Dua detik


Tiga detik


Sejuruus kemudian izdi sadar saat izdi mengangkat tubuh istrinya kakinya malah tidak imbang sehingga membuat keduanya terjatuh bersama. sehingga membuat izdi menindih tubuh istrinya. Wajah mereka sangatlah dekat apapun bisa terjadi sesuai yang mereka inginkan. Tiba-tiba suaranya datang merusak momen. Hihihi.


" Mama.... Papa.... !" Teriak adzkan dengan semangatnya sehingga membuat keduanya sadar dan bingung serta berdiri bersama-sama.


" Maaf tadi tidak sengaja kaki saya tiba-tiba keluh. Jadi tambah jatuh," ucap izdi. Wardah hanya mengangguk biasa sambil tersenyum malu seeprti maling yang ke tangkap basah. Malunya bukain saat adzkan datang menghampiri mereka.


" Ma ... Kenapa? Sakit ya jatuh," ucap adzkan. Wardah mengangguk pasti. Sedang hati wardah berkata lain.


Malunya nak yang lebih parah. Sakitnya sih gapap. Hadewwww. Batin wardah


Izdi yang mendengar ucapan putranya juga ikut mal sekali. Kepalang tanggung udah sedekat tadi momennya jadi terhenti.


" Ayo adzkan papa bantu beberes ya sayang," ucap izdi tanpa ada ynqg menjawab pertanyaan putranya itu.namun adzkan mengangguk saja. Karena sebenarnya dia mengantuk. Izdi pun menggendong putranya untuk masuk. Sedangkan wardah masih di tempat yang sama.


Apa sih wardah malu-maluin aja. Bak ABG labil


aja. Batin wardah.


.


.


Sorry baru up sayang. Udah malam banget ini jam 12.00. makasihhhhhh.

__ADS_1


__ADS_2